gondongan

punya anak sakit juga rejeki. karena kita jadi ngerti sesuatu yang lain. seperti saya malem ini.

jam 1.48 dini hari. bianca mulai demam. sudah saya kasih proris dan sekarang sudah tidur.

barusan browsing beberapa artikel. saya share di sini ya… barangkali bisa bermanfaat buat yang lain.

**************************************

Parotitis/ gondongan perlu blau?

gondong1.jpgPipi bengkak, rasa nyut-nyutan, susah bicara, susah makan, aduh…memang sengsara sekali ya kalau lagi gondongan. Sebenarnya penyakit ini berbahaya atau tidak? Perlu diobati atau bisa hilang sendiri? Kita seringkali bingung dengan berbagai pertanyaan dan mitos yang beredar seputar gondongan.

Apa penyebab gondongan?

Gondongan (parotitis) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus mumps yang menyerang kelenjar ludah (kelenjar parotis). Kelenjar ini terletak di depan telinga sehingga gejala gondongan ditandai dengan membengkaknya pipi. Pembengkakan bisa di satu atau kedua sisi dan kelenjar ludah yang terkena bisa lebih dari satu. Gondongan biasanya menyerang anak besar, sangat jarang terjadi pada bayi. Bisa terjadi pada laki-laki dan perempuan.

Gejala gondongan hanya pipi bengkak

Tidak benar. Pada awal penyakit, gejala yang muncul justru demam, sakit kepala, lesu, nafsu makan berkurang; baru kemudian disusul dengan pembengkakan pipi di daerah rahang bawah dekat telinga dan nyeri leher/telinga. Gejala lain adalah nyeri tenggorokan hingga tidak bisa membuka mulut dan sulit menelan, terutama pada 2 hari pertama.

Gejala gondongan lebih berat pada orang dewasa

Benar. Remaja dan dewasa, khususnya pria, bila menderita gondongan biasanya lebih berat dan lebih lama. Pada anak-anak, gejala gondongan umumnya tidak terlalu berat. Kendati demikian, dari keseluruhan penderita, sepertiga orang tidak mempunyai gejala yang berat.

Gondongan bisa menyebabkan tuli dan mandul

Benar. Gejala gondongan pada anak-anak memang tidak terlalu berat, namun bisa saja menimbulkan komplikasi dan salah satunya adalah gangguan pendengaran. Sebelum ditemukan vaksin mumps, penyakit ini merupakan salah satu penyebab ketulian terbanyak pada anak-anak. Timbulnya ketulian ini bisa tiba-tiba atau bertahap, dan ketulian bisa total atau permanen.

Pada remaja dan dewasa, salah satu komplikasi mumps adalah orchitis (peradangan testis) yang terjadi beberapa hari setelah pipi mulai bengkak. Sekitar 30 persen laki-laki post-pubertas yang menderita gondongan akan mengalami pembengkakan salah satu atau kedua testis yang sangat nyeri. Akibatnya testis bisa mengalami atrofi (mengecil) secara permanen. Bila terjadi pada laki-laki yang sudah pubertas, peradangan ini bisa menyebabkan kemandulan (infertilitas) di kemudian hari, namun untungnya hal ini jarang terjadi.
Selain itu, gondongan bisa menimbulkan komplikasi berat antara lain radang selaput otak (meningitis) dan radang otak (ensefalitis). Pada laki-laki kadang terjadi radang sendi (artritis) yang bersifat sementara. Komplikasi pada organ lain seperti jantung, pankreas, dan ovarium, bahkan kematian, bisa terjadi walaupun sangat jarang.

Gondongan menular lewat air ludah

Benar. Selama tubuh terinfeksi, virus ini dapat ditemukan pada cairan tubuh seperti air liur, urin, darah, dan air susu. Penularan virus melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau benda yang terkontaminasi yaitu mainan, piring, dan lain-lain.

Gondongan tidak terlalu menular seperti campak atau cacar air, namun bisa terjadi wabah jika ada sekelompok anak atau remaja yang saling kontak erat, misalnya di sekolah atau panti asuhan. Penularan bisa terjadi 3 hari sebelum hingga 4 hari setelah bengkaknya kempes. Orang yang kelihatannya tidak ada gejala atau gejalanya ringan tetap dapat menularkan penyakit. Batuk, bersin, tertawa, atau sekedar berbicara saja sudah bisa menyebarkan virus ini.

Gondongan saat kehamilan bisa membuat janin cacat bawaan
Tidak benar. Hingga saat ini dikatakan bahwa infeksi mumps selama kehamilan tidak mengakibatkan cacat bawaan pada janin, namun infeksi mumps selama trimester pertama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran. Sebaliknya, virus rubella (campak Jerman) dapat mengakibatkan cacat bawaan pada janin. Walaupun tidak terbukti menyebabkan cacat bawaan, vaksin mumps tidak boleh diberikan pada ibu hamil atau wanita yang merencanakan untuk hamil dalam tiga bulan mendatang. Anak dari seorang ibu yang hamil boleh mendapatkan vaksin MMR (Measles Mumps Rubella); hal ini tidak berbahaya bagi si ibu.

Blau bisa untuk mengobati gondongan

Tidak benar. Banyak orang bilang bila gondongan diberi blau saja, nanti akan sembuh sendiri. Memang gondongan akan sembuh sendiri seperti halnya penyakit lain yang disebabkan oleh virus, namun tidak ada bukti ilmiah mengenai khasiat blau. Gejala gondongan akan berkurang setelah 1 minggu dan menghilang setelah 2 minggu.

Perlu antibiotika untuk mengobati gondongan

Antibiotika tidak perlu diberikan karena penyakit ini disebabkan oleh virus sehingga tidak akan mati dengan antibiotika. Secara umum tidak ada obat yang khusus untuk gondongan, obat yang diberikan hanya untuk mengurangi gejalanya saja. Untuk mengurangi demam dan rasa sakit dapat diberikan Parasetamol. Kompres hangat atau dingin dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri di pipi.

Pipi bengkak pada gondongan akan kempes dengan sendirinya, tapi berapa lamanya tergantung pada daya tahan tubuh dan ganas tidaknya virus yang menyerang. Jika daya tahan tubuh bagus, pasti akan lebih cepat sembuh. Sebaliknya, jika daya tahan tubuh buruk, maka penyakitnya bisa lebih lama. Untuk itu, pastikan asupan makanan bergizi, banyak minum, dan cukup istirahat. Makanan sebaiknya yang lunak-lunak dulu agar tidak perlu banyak dikunyah. Hindari makanan yang asam atau pedas karena dapat merangsang kelenjar ludah sehingga rasa nyeri bertambah hebat. Apabila terjadi radang testis (orchitis), kompres dingin dapat mengurangi nyeri.

Yang tidak kalah penting adalah pencegahannya. Berikan imunisasi MMR (Measles Mumps Rubella) pada si kecil untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella (campak Jerman). Sebelum vaksinasi terhadap mumps dimulai pada tahun 60-an, dilaporkan 200.000 kasus gondongan terjadi setiap tahun di Amerika Serikat. Angka ini turun drastis menjadi kurang dari 1.000 kasus per tahun berkat pemberian vaksinasi MMR. Kesimpulannya, gondongan bukanlah penyakit yang berbahaya namun dapat menimbulkan komplikasi yang serius (walaupun jarang) sehingga lebih baik dicegah dengan pemberian imunisasi MMR.

Referensi

  1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Mumps general information. www.cdc.gov/NIP/publications/pink/mumps.pdf
  2. Medinfo. Mumps.www.medinfo.co.uk/conditions/mumps.html
  3. Turek PJ. Male infertility. Dalam: Tanagho EA, McAninch JW, penyunting. Smith’s general urology. Singapore: Lange McGraw-Hill; 2004. h. 699.
JANGAN ANGGAP SEPELE GONDONGAN
Memang bisa sembuh sendiri. Tapi, tetap waspada karena gondongan bisa menyebabkan radang selaput otak atau mandul pada anak laki-laki.
Sudah tiga hari ini Anto (4) terserang demam disertai pusing. Ia mengeluh sulit menelan makanan. Sehari kemudian, bagian di bawah telinga sebelah kanannya tampak membengkak. Tak lama kemudian, bagian di bawah telinga sebelah kiri ikut juga membengkak. “Wah, Anto terkena gondongan, nih,” begitu pikir ibu Anto. Sebetulnya apa, sih, penyakit gondongan?
Menurut dr. H. Rachmat Kurdi, Sp.A dari RSIA Hermina Jatinegara, gondongan adalah penyakit infeksi akut akibat virus mumps. Penyakit ini disebut juga parotitis atau mumps. “Orang awam biasa menyebutnya gondongan,” lanjut Rachmat. Penyakit infeksi ini sering menyerang anak-anak, terutama usia dua tahun ke atas.
Virus ini menyerang beberapa lokasi. Ada yang menyerang kelenjar ludah di bawah lidah, ada juga yang menyerang kelenjar ludah di bawah rahang dan di bawah telinga (parotitis). Masa inkubasinya sekitar 14 sampai 24 hari setelah kuman masuk. Biasanya, lanjut Rachmat, pada awalnya yang membengkak hanya sebelah, baru kemudian menjalar ke sebelah yang satunya. “Misalnya dari sebelah kiri dulu, baru kanan. Atau sebaliknya.” Bengkak ini timbul setelah infeksi virus berlangsung 2 atau 3 hari. “Jadi, biasanya mulai membengkak setelah 3 hari,” ujar Rachmat. Adakalanya pembengkakan yang terjadi di bawah lidah tak terlihat sehingga menyulitkan para orang tua untuk memperkirakan sakit si anak. Apalagi gejala awalnya seperti demam biasa.
Namun demikian, pembengkakan dapat berkembang dengan sangat cepat, mencapai besar maksimal dalam jangka waktu beberapa jam saja, meski biasanya untuk mencapai puncak pembengkakan dibutuhkan waktu 1 sampai 3 hari. Penderita gondongan juga merasa nyeri ketika menelan dan mengeluh mulutnya kering karena kelenjar ludah tidak mengeluarkan ludah.
Gondongan biasanya menyerang anak yang agak besar dan jarang terjadi pada bayi. “Pasalnya, bayi masih memiliki kekebalan dari ibunya,” ujar Rachmat. Penyakit ini tersebar di seluruh dunia dan menyerang kedua jenis kelamin sama banyaknya; 85 persen dari seluruh infeksi terjadi pada anak-anak berusia kurang dari 15 tahun.
KOMPLIKASI
Gejala gondongan biasanya dimulai dari demam, pusing, mual, dan pegal-pegal di otot, terutama otot-otot di daerah leher. Gondongan termasuk self limiting disease atau akan sembuh sendiri meski tidak diobati. “Karena itu, sebenarnya tidak ada obat untuk gondongan,” ujar Rachmat.
Tetapi, gondongan bisa menjadi berat dan lama. “Tergantung kerusakan sel-sel di kelenjar ludah,” ujar Rachmat. Tetapi, pada umumnya sel-sel kelenjar ludah yang terkena virus tidak akan sampai hancur, dan hanya membengkak. “Kalau selnya membengkak, maka saluran kelenjar ludahnya pun tersumbat. Akibatnya, produksi air ludah tersumbat, kemudian mengumpul. Sehingga, pengeluaran air ludahnya juga tersumbat. Akibatnya, bengkaknya pun akan makin hebat,” ujar Rachmat.
Gondongan juga bisa berbahaya jika kemudian terjadi komplikasi. “Komplikasinya bisa meningitis atau radang selaput otak. Pada anak laki-laki, infeksi bisa menjalar ke testis. Jika ini terjadi, maka akan terjadi perusakan sel-sel di testis, sehingga bisa menyebabkan steril.”
Komplikasi meningitis terjadi jika virus menyebar ke selaput otak. Keluhannya sesuai dengan gejala meningitis, seperti kesadaran menurun dan timbul kejang. “Tetapi komplikasi ini sangat jarang terjadi. Karena itu kita selalu menganjurkan, jika setelah terkena gondongan anak mengeluh sakit kepala hebat atau testisnya sakit, sebaiknya segera berkonsultasi untuk dilakukan penanganan. Biasanya, komplikasi ini terjadi karena daya tahan tubuh yang rendah.”
MENGOBATI GEJALA
Sebenarnya, ujar Rachmat, tidak ada obat khusus untuk gondongan, karena gondongan termasuk self limiting disease. Jadi, lanjut Rachmat, “Yang ada adalah pengobatan symptomatis, yaitu mengobati gejalanya. Misalnya, jika anak demam, diberi obat penurun demam, atau beri anak obat untuk menghilangkan pusing jika anak merasa pusing. Untuk mengatasi bengkak yang timbul, bisa dikompres, baik dengan air dingin atau air hangat.”
Tetapi, biasanya dokter juga akan memberi obat antibiotik pada penderita gondongan. “Ini untuk mencegah terjadinya infeksi kuman lain, karena daya tahan tubuh yang rendah. Sekarang juga sudah ditemukan obat anti virus. Jadi, meski ada yang mengatakan virus itu enggak bisa diobati, tetapi kadang-kadang diberi obat anti virus tadi,” lanjut Rachmat.
Sedangkan untuk pencegahannya, bisa dilakukan dengan imunisasi MMR (mumps, morbilli, dan rubella) atau Trimovax. “Yang umum di Indonesia adalah MMR. Imunisasi ini baru diberikan pada saat anak berusia 15 bulan, karena pada usia ini kekebalan bayi sudah hilang,” ujar Rachmat. Tetapi, imunisasi enggak hanya diberikan pada anak usia 15 bulan. “Tidak harus usia 15 bulan. Lebih besar pun bisa diberikan imunisasi ini, asal belum pernah terkena,” kata Rachmat.
PERLU DIKARANTINA
Penyakit gondongan juga merupakan penyakit endemi, dan termasuk menular. Penularannya bisa terkena siapa saja, terutama pada yang belum pernah terkena gondongan. Penularannya, terang Rachmat, bisa melalui droplet infection(percikan air ludah) ketika si penderita berbicara, percikan air seni, peralatan makan minum, dan sebagainya. “Jadi, kalau di satu daerah ada yang sakit, maka biasanya akan cepat menular.”
Tak heran jika dokter yang merawat akan menyarankan agar si penderita dikarantina; tidak boleh keluar rumah, tidak sekolah, dan tidak kontak dengan anggota keluarga lain. Karena bukan tidak mungkin malah akan menulari anggota keluarga lain, terutama yang kekebalan tubuhnya tidak bagus.
Saat anak menderita gondongan harus dirawat secermat mungkin. Upayakan agar peralatan makan minum si penderita tidak dipakai oleh anggota lain yang sehat; begitu juga peralatan mandi seperti handuk. Usahakan pula agar selalu menyiram dengan karbol seusai si penderita buang air kecil dan besar. Pendek kata, upayakan pencegahan agar tidak menulari anggota keluarga yang lain. Yang perlu diingat, kendati si kecil harus dikarantina tidak berarti ibu dan bapak malah menjauhinya. Justru harus menemaninya agar ia tidak terlalu rewel, terutama acara makan yang akan menjadi sulit baginya karena sakit saat menelan.
Biasanya, gondongan juga akan membuat anak jadi malu. “Jadi, jika anak sudah sekolah, kita anjurkan supaya jangan masuk sekolah dulu sampai bengkaknya hilang. Karena selain malu, juga akan bisa menular ke anak lain,” lanjut Rachmat.
Jika anak terkena gondongan, orang tua juga bisa mengompres untuk menghilangkan bengkaknya. Kemudian, anak sebaiknya segera dibawa ke dokter. “Umumnya orang tua sudah tahu jika anaknya terkena gondongan. Kalau lehernya bengkak, pasti gondongan.” Dulu, leher yang bengkak ini sering diberi belau (semacam tinta, bahan pemutih pakaian) atau buah pace. “Sebetulnya prinsipnya adalah untuk mengompres. Kadang-kadang dokter juga memberi ramuan untuk mengompres,” lanjutnya. Mengompres di bagian yang bengkak ini tujuannya untuk mengurangi rasa sakit akibat bengkak yang ditimbulkan. Kecuali itu, mengompres juga bertujuan untuk menurunkan suhu tubuh. Caranya, kompreslah bagian lipatan paha dan ketiak. Karena di daerah tersebut terdapat pembuluh darah besar, jadi dengan mengompresnya suhu tubuh akan cepat turun.
Biasanya, bengkak pada gondongan akan kempes secara bertahap. “Bisa sampai satu minggu atau bahkan lebih, tergantung kerusakan yang terjadi di sel-sel saluran kelenjar ludah dan kelenjar ludahnya. Biasanya bengkak akan kempes dengan sendirinya.”
Selain anak-anak, gondongan juga bisa menyerang orang dewasa. “Apalagi dulu belum ada imunisasi. Tetapi, biasanya gondongan nggak berulang,” ujar Rachmat. Semua infeksi karena virus memang sangat tergantung pada daya tahan tubuh. “Kalau daya tahan tubuhnya bagus, ya, kemungkinan enggak tertular,” lanjutnya.
Yang jelas, anjur Rachmat, jika gejala-gejala gondongan muncul, sebaiknya secepatnya dibawa ke dokter untuk meyakinkan. “Walaupun bisa sembuh sendiri, tetapi yang ditakutkan kalau ada infeksi lain yang masuk, seperti meningitis tadi. Atau anak jadi batuk dan pilek.”
Nah, jika Ayah dan Ibu curiga si kecil terkena gondongan, mengapa tak segera dibawa ke dokter terdekat?
Merawat Anak Gondongan
Menurut Dr. Miriam Stoppard dalam Perawatan Bayi dan Anak, ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk menangani anak yang terkena gondongan:
* Ukur suhu anak. Jika demam, kompres supaya suhunya turun.
* Beri makanan cair. Kalau perlu gunakan sedotan jika anak sukar menelan makanan. Anak harus banyak minum dan minta berkumur untuk menghilangkan rasa kering di mulut.
* Berobat ke dokter untuk memastikan diagnosis, atau jika anak merasa sakit pada testis atau di perut bawah. Segera berobat jika setelah 10 hari keadaan anak memburuk dan mengeluh sakit kepala hebat serta kuduknya kaku.
Hasto Prianggoro

=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+

Mailing List Nakita
milis-nakita@news.gramedia-majalah.com

Arsip

http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com/

About these ads

30 thoughts on “gondongan

  1. bianca sdh imun mmr,mb?aku baca2 di internet,mmr juga bisa bikin autis.bingung juga ya mba…mo kasih yang terbaik buat anak tapi malah ada efek sampingnya..

  2. thanks infox,,,,,,,,sebenarx sempat deg-degan pada wwaktu mau baca info ini,,,,tp jujur smp saat comment ini saya tulis gondongan saya blum sesmbuh betul jadi masih ada pikiran takut.apalagi saya laki2

    .thanks

  3. Makasih y bu infonya.,,
    saya dah 2 minggu gondongan.,, dan sekarang minggu ke3 .,, tiap makan nyut2an banget deh.,, ampe bingung.,

  4. sy pny tips tradisional tuk pnykit gndongan.
    Anak sy umur 2.5 thn kna gndngan tp untng da resep turun menurun dr leluhur.
    Cm dgn jagung+ubi d kunyah lalu di smburkan d t4 yg bngkan. Percya dh 3 hr pasti sembuh.

  5. Hehe…
    Sama nih, aku juga lgai gondongan.
    Udah 6 hari ini.
    Ini malah udah mulai ga bisa ngunyah makanan, pegel dan ngilu banget.
    Semoga cepet sembuh aja.
    Oiya, aku baru mau pake lulur pace (mengkudu).
    Insya Alloh, nanti saya share hasilnya :D.
    Semangat ya, buat yang lagi gondongan :)

  6. hai Iyong,
    anakku yg nomor 1 (yg kena gondongan) dan yg nomor 2 memang ga sempet diimunisasi MMR.
    Yg nomor 2, minggu lalu juga kena Rubella. tapi Puji Tuhan, skrg sdh sembuh.
    selama gondongannya ga terlalu parah, ga usah panik. yang penting kita jaga supaya stamina anak jangan sampe turun.
    waktu bianca gondongan, saya juga ga ‘mengkarantina’ dia dari kedua adiknya. cuman saya berusaha menjaga seupaya stamina adik2nya baik. Puji Tuhan, ga ada yang ketularan.

    Semoga Felicia segera sembuh yaaa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s