Posted: August 8, 2009 | Author: Lesca Boma | Filed under: berries for the soul |
i miss your laughter,
never this bad in my life,
i want to play with your little fingers,
feel and smell your body in the morning,
i’ve been thinking of brushing your teeth, comb your hair, and help you flush the toilet,
i feel like making your breakfast and preparing your lunch box,
i miss listening to your stories, watching you play, and sit next to you while you’re doing your home work,
i want to prepare yout bottles and laying together in our favourite bed room,
i miss you so much children,
only GOD knows how much…
you guys are every where,
but you are no where,
and again, my evening falls so hard.
rs mitra keluarga bekasi barat, 22 july 2009.
Like this:
Be the first to like this post.
Posted: August 5, 2009 | Author: Lesca Boma | Filed under: Other Stories |
sudah seriiing sekali saya dengar tentang sindrom demam pelana kuda pada penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). tapi setelah pengalaman saya bulan lalu, saya baru bener2 ngerti apa maksudnya. dan seperti biasa, saya pengen sharing pengalaman saya di sini. semoga bermanfaat buat kita semua.
DBD adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan virus Dengue Tipe I-IV, disertai demam selama 5-7 hari. bila terjadi syok maka angka kematian pada penyakit ini cukup tinggi.
gejala yang muncul tidak terlalu khas, hanya ditandai dengan rasa lelah dan pegal pada bagian punggung.
yang saya alamin kemarin, demam tinggi sampai 4 hari. suhu badan nyaris ga pernah berada di bawah 39,2 derajat celcius. badan, khususnya persendian terasa pegel2 dan linu. saya sampe bolak balik minta supaya punggung dan pinggang saya digosok pake counterpain. karena ga ngerti, sempet terlintas jangan2 saya kena penyakit ginjal. abis pinggang berasa sakit banget kayak orang mau melahirkan…
secara umum ada gejala khas yang perlu diwaspadai yaitu suhu badan penderita mendadak tinggi. jika penderita mengalami panas tinggi yang berkepanjangan lebih dari satu hari dan tidak sembuh dengan meminum obat, maka segera konsultasikan ke dokter.
sejak demam di hari pertama, saya udah minum sanmol (parasetamol 500 mg), amoxilin (antibiotik) sama bodrex. belum periksa ke dokter, beli obat di apotik aja. waktu itu kirain demam karena mau flu aja. tapi setelah 3 hari mengkonsumsi ketiga obat itu, ga ada perubahan sama sekali. demam ga turun. pegel ga ilang. dan badan lemes setengah mati karena saya nyaris ga bisa tidur sama sekali.
setelah hari kedua, keadaan tambah jelek karena saya mulai ngerasa sakit di bagian lambung. kalau saja saya belum di tubektomi, saya mungkin akan curiga kalau saya hamil lagi
abis, eneg dan mualnya hampir sama parahnya dengan yang biasa saya alamin waktu hamil muda. kalau ga diisi ulu hati berasa perih. tapi diisi makanan dikit aja langsung berasa penuh dan pengen muntah.
karena saya ga bisa glege’en (bersendawa) dan kentut juga susah, sempet kepikiran kalau saya masuk angin. dicoba kerokan dan dibekam, nyaris ga ada perubahan sama sekali. sempet kepikir juga jangan2 kena angin duduk. dan saya paling parno sama yang namanya angin duduk. karena kebetulan saya kenal 2 orang yang meninggal mendadak gara2 angin duduk. eyang putri saya yang meninggal di kereta api. dan tetangganya temen sekantor saya dulu yang meninggal saat sedang berjemur di depan rumah.
balik lagi ke soal demam berdarah,
Demam berdarah disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang biasanya mencari mangsa di siang hari antara pukul 09.00-12.00 serta sore hari antara pukul 14.00-17.00 WIB. Nyamuk ini berkembang biak di dalam rumah dan sekitarnya, seperti bak mandi, tempayan, vas bunga, drum, tangki, penampungan air. Pertumbuhan telur nyamuk ini hingga dewasa kurang lebih sekitar 10 hari.
Demam pada DBD mempunyai siklus demam yang khas disebut siklus demam pelana kuda. Ciri-ciri demam DBD atau demam pelana kuda :
Hari 1-3 Fase Demam Tinggi
Demam mendadak tinggi dan disertai sakit kepala hebat, sakit di belakang mata, badan ngilu dan nyeri, serta mual/muntah, terkadang disertai bercak merah di kulit (tidak selalu).
setelah 3 hari demam tinggi, masuk hari keempat saya nyerah dan manut digiring ke UGD. karena kebetulan waktu itu sedang di padalarang, kami periksa di rs. cahya kawaluyaan, kota baru parahyangan. suhu badan waktu itu 39,9 derajat celcius. tekanan darah masih normal, 100/70. langsung dikasih obat penurun panas, which was not working at all, dan tes darah. hasilnya trombosit masih 207 ribu (normalnya 150-450 ribu). leukosit dan hb juga masih normal.
Hari 4-5 Fase Kritis
Fase demam turun drastis dan sering mengecoh seolah terjadi kesembuhan. Namun inilah fase kritis kemungkinan terjadinya “Dengue Shock Syndrome”
masuk hari kelima, demam masih ga turun2. malah sakit di lambung tambah parah. sekali lagi saya diajak bapaknya anak2 ke UGD. kali ini di rs langganan kami, rs mitra keluarga bekasi. langsung disuruh test darah lagi. demen banget test darah ya? hehehe…, maklum, waktu masih muda dulu saya seneng baca novel2 cerita drakula
hasilnya, leukosit ngedrop, lupa sampai angka berapa, trombosit juga turun sampe 130 rb. terpaksa deh, harus rawat inap.
setelah diinfus, dikasih obat penurun panas dan obat lambung, kondisi badan lumayan enak. malemnya demam juga udah mulai turun. dibarengin dengan trombosit yang juga turun lagi
masuk hari ke-6 dan ke7, trombosit turun lagi dari 130 rb ke 70 rb, terus 50 ribu.
saat inilah banyak orang yang kecele. karena demam mulai turun, disangkanya kondisi sudah membaik. padahal saat itu biasanya trombosit justru sedang ikutan turun juga. ga sedikit orang yang pada akhirnya ga tertolong karena terlambat ditangani dokter.
Hari 6-7 Fase Masa Penyembuhan
Fase demam kembali tinggi sebagai bagian dari reaksi tahap penyembuhan.
Jika tanda-tanda DBD di atas telah ditemukan, maka langkah terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif. Pertolongan pertama yang dapat diberikan untuk penderita adalah memberi minum sebanyak-banyaknya. Dapat berupa air masak yang dibubuhi garam oralit atau gula, susu, air kelapa, jus buah-buahan atau air teh.
selain obat2an yang dikasih sama dokter dan rumah sakit, atas anjuran beberapa temen, saya juga mengkonsumsi beberapa suplemen tambahan yang katanya bisa bantu naikin trombosit, such as:
- jus kurma. karena kemarin ga ada yang bikinin, kurmanya saya makan gitu aja. ga dijus dulu. mudah2an khasiatnya ga berkurang.
- air rebusan angkak. k/l 100 gr angkak direbus sama k/l 2 liter air. biar rasanya ga terlalu pait, saya tambahin k/l 100 gr gula batu. air rebusannya disaring, terus diminum. kemarin saya minum 3-4 gelas dalam 1 hari.
- remufit. suplemen makanan. mengandung angkak, daun jambu biji dan elektrolit. beli di drug store atau apotik. kalau ga salah harganya sekitar 2500 rupiah/sachet. bikinnya gampang banget. tinggal dicampur sama air, terus diminum. saya minum 2-3 kali sehari.
- jus jambu klutuk. sama kasusnya dengan kurma, karena ga ada yang bikinin, jambunya ga saya jus. langsung dimakan gitu aja.
- pocari sweat. beli di super market banyak. saya minum berbotol2 kemarin. lumayan, seger. kata temen saya yang pernah iseng minum cairan infus, katanya pocari sweat ini rasanya mirip sama cairan infus
Hal terpenting yang harus dilakukan adalah pada hari ketiga (Fase Demam Tinggi) sebelum terjadinya pola pelana, penderita sudah diperiksakan ke dokter untuk memastikan kemungkinan DBD. Bila menunggu terjadinya pola pelana yang biasanya terjadi pada hari kelima, maka sudah terlambat untuk ditangani.
saran saya, kalau pas hari ketiga hasil cek darah menunjukan hasil yang baik, trombosit masih tinggi, tapi badan masih demam, besoknya tes darah lagi aja. karena pengalaman saya, trombosit baru ngedrop justru setelah demam masuk hari kelima.
Pada Fase Kritis, kejadian syok/dinding syok syndrome dipercepat oleh dehidrasi (kekurangan cairan). Kondisi ini dapat terjadi karena trombosit turun yang mengakibatkan kelainan pada pembuluh darah. Karena darah bocor, maka kebanyakan kasus kematian penderita DBD akibat dari pendarahan yang berlanjut dari kondisi syok tersebut. Namun bila penanganannya cepat dan benar maka diharapkan masuk pada Fase Masa Penyembuhan.
Mencegah lebih baik daripada mengobati, demikian pula dengan DBD. Salah satu pencegahan utama DBD adalah dengan kesadaran menjaga lingkungan yang dimulai dari diri sendiri, agar vektor nyamuk demam berdarah dapat diminimalisir. Inisiatif untuk membersihkan bak mandi, vas bunga, kolam air atau tempat-tempat lain yang tergenang air telah terbukti berguna untuk mengontrol penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti.
pulang dari rumah sakit kemarin, saya dapet surat pengantar dar rs buat diserahkan ke pak rt. biasanya pengurus rt/rw akan segera ngatur supaya dilakukan fogging di wilayah yang warganya terkena DB.
eniwei, cuman mau ngingetin lagi aja. jangan pernah anggap sepele demam. seperti kata iklan layanan masyarakat yang sering saya denger dan liat di tv:
“kenali semua gejala demam. penanganan yang tepat dapat menyelamatkan banyak jiwa…”
sehat terus indonesia!!!
sumber: sehat secara alami.
Like this:
Be the first to like this post.