sepatu merah jambu
Posted: November 2, 2012 Filed under: berries for the soul | Tags: ibu Leave a comment »sudah lewat lebih dari 30 tahun. bentuk dan warna sepatu merah jambu itu masih begitu jelas di ingatan saya…
sepatu plastik yang di mata saya begitu cantik itu saya dapat dari kak uci, kakak sepupu saya. mereka tidak datang sendirian, tapi diikuti dengan sebuah catatan penting: “ini adalah sepasang sepatu milik seorang artis…” *kak uci ini memang punya seorang adik ipar yang jadi artis terkenal waktu itu…*
“kenapa artis itu memberikan sepatunya buat saya, kak?”
“karena sepatu ini terlalu kecil buat dia…”
“apakah dia tahu kalau sepatu ini sekarang jadi milik saya?”
“saya rasa tidak…”
biarlah, saya tidak terlalu peduli. buat saya sepatu itu punya 2 aspek penting yang cukup membuat hati saya senang. ukurannya cocok dengan kaki saya, dan sepatu itu sebelumnya adalah milik seorang artis terkenal…
saya memakai sepatu merah jambu itu kemana2. gereja, sekolah, atau sekedar beli martabak ke jalan raya. rasanya kaki saya jadi terlihat dua kali lebih cantik dengan sepatu itu. walaupun juga jadi dua kali lebih kepanasan… tebakan saya, bahan plastik sepatu itu belum sebagus bahan sepatu crocs jaman sekarang…
kepada siapa saja yang kedapatan memperhatikan sepatu itu, saya dengan ringan hati akan memberikan informasi tambahannya: “sepatu ini saya dapat dari seorang artis… “
ketika kami masih kecil, almarhum papi saya rajin sekali mencuci sepatu2 kami. beliau benci sekali kalau melihat sepatu2 kami yang dekil. dengan telaten, papi selalu membersihkan dan me-make over sepatu anak2nya sampe kinclong. mulai dari mengelem dan menjahit bagian2 yang sobek, menutup bagian2 yang tergores dengan sepidol, dan menyemir sepatu2 kulit imitasi kami sampai mengkilap.
sayangnya, karena terlalu sering dicuci, sepatu merah jambu kebanggan saya itu pun mulai berubah warna menjadi semakin pucat dan keputihan. untungnya, sepatu merah jambu itu akhirnya minta pensiun tepat di saat kaki2 saya mulai terlalu besar untuk mereka tampung.
saya tidak ingat lagi, bagaimana nasib kedua sepatu merah jambu itu. tapi saya yakin, mereka pasti telah beristirahat dengan tenang. karena semasa hidupnya mereka sudah berhasil membuat hati seorang anak kecil menjadi begitu bahagia….
tiada tanding, tiada banding!
Posted: October 30, 2012 Filed under: berries for the soul | Tags: benezra Leave a comment »pokoknya:
ibuk sayang iyekku!
se-indonesia,
se-bumi dan antariksa,
se-infinity,
se-Tuhan Yesus!
se-la-ma-nya!
ibuk menang, kan?
cerita di pintu gerbang
Posted: April 10, 2012 Filed under: berries for the soul Leave a comment »saya suka sekali mengantar anak2 saya ke sekolah.
saya sangat menikmati saat mereka melambaikan tangan di depan pintu gerbang.
buat saya, rasanya seperti mengantar pahlawan yang akan berperang.
dan saya yakin, di penghujung hari saya akan menjemput mereka lagi,
sama seperti mereka yang menyambut para pemenang…
terlalu cepat besar
Posted: February 23, 2012 Filed under: berries for the soul, children, daily living 4 Comments »saya sering denger orang cerita: “kalau anak2 sudah besar2, susaaaahhhh banget mau ngumpul. bahkan saat wiken dan libur pun, anak2 biasanya sudah punya acara sendiri2….”
denger cerita kayak gitu mah saya sudah seriiinnnggg…… dan saya juga tau, suatu hari nanti, waktu saya juga akan tiba. yang saya ga nyangka, ternyata saat waktu itu mendekat, saya benar2 tidak siap.
jadi ceritanya, week end kemarin kami tetapkan sebagai hari bermalas-malasan of the year. jam 7 baru bangun. itu juga karena anak2 merengek minta sarapan. kalau ga, mungkin saya baru bangun jam 9. hehe..
selesai anak2 sarapan, kami semua cari kesibukan kesantaian sendiri2. ada yang baca buku. ada yang main game. ada yang nonton tv. judulnya acara bebas. saya sendiri langsung mantengin TLC, nonton acara jalan2 kesukaan saya.
dan karena hari itu saya males masak, saya tawarin bapak dan anak2 untuk makan seadanya, pesan makanan lewat delivery order, atau keluar cari warung2 makan deket2 rumah. semua setuju. tapi belum ada yang memutuskan pilihannya.
siangnya, saya sudah membaca gelagat anak2 yang sudah mulai kelaperan. tapi karena belum ada yang mandi, jadi ga mungkin ngajak mereka keluar makan. ditawarin mau makan apa, semua bilang terserah ibu. cek kulkas, masih punya salmon sama kentang. setengah jam kemudian grilled salmon dan mashed potato siap buat lunch. gaya bener yaaa…. ga selamanya kami makan di rumah dengan menu gaya model gitu kok. seringnya sih sama sambel goreng tempe dan semur jengkol.
selesai makan, semua asik lagi dengan hidupnya masing2. ada yang lanjut nonton, ada yang baca buku, ada yang main ps, ada yang asik nyusun2 blocks, ada juga yang sibuk ngurusin kandangnya fillo.
menjelang sore, anak2 saya paksa mandi. tadinya saya mau ngajak mereka keluar buat cari makanan. biasanya anak2 selalu excited kalau diajak jalan2. walaupun itu cuman ke 7 eleven beli hotdog dan susu ultra. tapi hari itu sungguh lain, tidak satupun dari mereka yang tertarik untuk ikut. saya shocked.
“be, mau ikut ibu jalan2 ga?”
“kemana?”
“cari makan, ibu kan ga masak”
“ibu aja deh yang pergi, ntar bungkusin makanan buat aku, aku makannya di rumah aja….”
ngeliat kakak2nya ga mau pergi, si bontot juga ikut2an ga mau diajak pergi.
“ibu sama bapak pergi sendiri aja. tapi nanti kalau udah malem pulang yaa…”
biasanya saya seneng kalau anak2 ga minta ikut jalan2. karena artinya, saya bisa berdua2an aja sama bapaknya. tapi perasaan saya hari itu lain banget. saya bingung sama anak2 yang mendadak ga mau diajak pergi. padahal beberapa bulan yang lalu, kalau ngeliat saya udah pake baju rapih, anak2 pasti ribut minta ikut. ga perduli saya mau pergi kemana, pokoknya mau ikut sama ibu!
karena anak2 ga ada yang mau diajak keluar, kami juga jadi aras2en mau pergi. karena sebenernya kami juga lebih suka leyeh2 di rumah. tapi masalahnya kan, di rumah ga ada makanan buat makan malem… selain itu, saya dan suami juga rasanya penasaraaaannn banget sama perubahan sikapnya anak2.
dan buat kesekian kalinya, saya nge-test anak2 lagi…
“ayoooo…, siapa yang mau ikut ibu sama bapak jalan2….?”
“kemana?”
“cari makan. sambil cari CD ps dan beli pop corn” #tadinya saya yakin trick ini pasti berhasil#
“aku makan di rumah aja ahh…”
“tapi ibu kan ga masak. mas mau makan apa?”
“adanya apa?”
“ga ada apa2…”
“ya udah, aku makan pake telor ceplok aja deh…..”
dan saya pun akhirnya menyerah….:(
selama ini saya senang sekali menyiapkan pesta ulang tahun buat anak2 saya. saya suka dan menikmati melihat mereka tumbuh menjadi semakin besar dan kuat. tapi hari ini, sepotong hati saya berharap supaya mereka tidak terlalu cepat besar…
doa benaia sebelum tidur
Posted: December 9, 2011 Filed under: berries for the soul Leave a comment »“tuhan Yesus, tolong ibu
biar ibu ga kecapekan,
tolong bapak,
biar kerjaannya lancar.
terima kasih tuhan Yesus,
dalam nama tuhan Yesus, kami berdoa.
amin…”
Duren sawit, 8 desember 2011.
grateful
Posted: August 24, 2011 Filed under: berries for the soul Leave a comment »i now understand, why GOD put you into my life,
is that when every body else leave, i still have someone to hold on to,
can never thank HIM enough to have you, pak…
my favorite crowd
Posted: June 6, 2011 Filed under: berries for the soul 2 Comments »Ada cukup kamar tidur di rumah kami. Masing2 lengkap dengan tempat tidur nyaman dan pendingin udara. Tapi terkadang, hanya diperlukan 1 matras 180×200 cm saja buat kami untuk jadi 5 org paling bahagia di dunia
a heart mover
Posted: January 26, 2011 Filed under: berries for the soul | Tags: benaia Leave a comment »every time i see you, my heart is moved…
GOD, Himself has built you, my son
and HE will keep you in HIS hand,
till the end of time.









