my lovely berries


gone too soon
July 19, 2008, 11:39 am
Filed under: Other Stories

saya baru saja liat beritanya di TV. mak erot meniggal dunia tanggal 28 juni yang lalu, dalam usia 130 tahun.
sayang. padahal saya belum sempat ketemu beliau. mau minta resep, gimana caranya bisa punya umur sepanjang itu :D



baby gaby
July 17, 2008, 3:48 am
Filed under: Other Stories, Uncategorized

welcome to the world dear cousin,

hugs & kisses from bianca, benaia & benezra



andini
July 11, 2008, 5:31 am
Filed under: Other Stories, daily

sudah sebulanan ini saya punya asisten baru. pantesaaannn…., jadi sering ngeblog lagi :D namanya andini. kami sekeluarga memanggilnya mbak dini. umurnya, katanya, 21 jalan. entah maksudnya jalan kemana :D sudah menikah. pernah punya anak 1 minggu, tapi meninggal. orang betawi asli. waktu saya tanya asal suaminya dari mana, dia bilang:

“kalau bang ade mah bukan orang sini bu. orang jauh, dari cikarang”.

eh, kirain dari auckland :D

jam kerjanya dari jam setengah delapan pagi, sampai jam empat sore. senin sampe sabtu. tugas utama mbak dini adalah ngepel, bersiin rumah, kecuali kamar2 tidur, dan nyetrika. sekarang, ritual nyetrika tengah malem udah ga pernah saya jalanin lagi :D

seperti kebanyakan orang betawi asli, mbak dini ini kalo ngomong ceplas ceplos. mirip mandra atau mpok nori pemain lenong yang beken itu. di awal2 hubungan kami, saya sering dibikin shock dengan celemongan2nya. seperti suatu hari, dia tanya ke saya,

“ibu emang bangun jam berapa, kok hari gini belom nyuci?”.

waktu itu jam setengah delapan pagi. dan saya sudah bangun dari jam 4, nyuci piring bekas malem, nyiapin bekel sekolah dan sarapan anak2.

atau pernah juga dengan santainya dia tanya saya:

“ih, perut ibu udah ga hamil juga masih gede aja yak?”

well, setidaknya dia ga suka menjilat dengan maksa2 bertutur kata manis biar disayang :D

sekarang kami sudah mulai terbiasa. jadi kalo ada celemongannya yang saru2, ga pernah dibawa masuk hati :D yang masih rada ngganjel sebenernya cara dia berpakaian. maklum anak muda, masih seneng ngikutin trend berbusana jaman sekarang. doi senengnya pake kaos pendek yang rada ngapret dan celana yang dipanggul2 gitu. yang kalo jongkok sambil mbungkuk celana dalemnya suka curi2 nongol buat cari angin :D

dengan segala kekurangan dan kelebihannya, saya merasa harus berterima kasih sama mbak dini. karena dia minggu lalu saya bisa pijet dan luluran di rumah. dan tentu saya, sekarang saya jadi bisa lebih sering nge-net :D

eniwei, ini penampakan lahirnya mbak dini. kalo kebetulan ada yang ngeliat doi jalan sama salah satu anak saya, tanpa ada saya di sekelilingnya, tolong kontak saya ya……



kenangan jadi guru sekolah minggu
July 6, 2008, 5:24 am
Filed under: My Writing, Other Stories, berries for the soul

guru. pahlawan tanpa tanda jasa. tapi bukan tanpa kenangan :D

tugas baru saya beberapa bulan terakhir ini adalah nganterin anak2 saya ke sekolah minggu. biasa, jadi inget cerita2 jaman dulu……

di gpdi padalarang, saya sempat jadi volunteer buat ngajar anak2 sekolah minggu. dari sekitar 7 tahun masa tugas itu, yang meninggalkan bekas paling mendalam memang sekitar 2 tahunan, waktu saya ditugaskan jadi guru sekolah minggu di cabang gereja kami di curug agung.

kelas sekolah minggu itu mengambil tempat di rumah sorang jemaat yang letaknya di dalam pasar, di daerah stasiun padalarang. ukurannya tidak terlalu besar. persis di depan gang yang menuju rumah itu, adalah tempat ngetem angkot kuning jurusan ciburuy-cipatat & cikalong. calo2 dan sopir2 angkot yang ngetem di sana walaupun galak2 tidak pernah mengganggu saya, karena dari awal saya selalu bersikap sopan dengan menganggukan kepala dan bilang permisi tiap kali lewat ;-)

tidak seperti anak2 sekolah minggu yang datang sendiri ke gereja, di sekolah minggu stasiun ini sebagian besar anak2 harus dijemput ke rumah mereka. dari sekian banyak anak yang biasa saya jemput, ada 3 anak yang paling melekat dalam ingatan saya: alex, posman dan meina.

alex. biasanya masih tidur pules ketika saya sampai di rumahnya, sekitar jam setengah sepuluh pagi. neneknya yang biasa dipanggil emak akan menyuruh saya untuk langsung naik ke loteng yang letaknya persis di atas toko kelontong mereka, untuk membangunkan alex. tangga menuju lantai 2 rumah itu bukan tangga permanen yang stabil kalau diinjak. tapi tangga kayu reot yang sempit sekali.

sesampainya di atas, saya akan menemukan alex terbaring di atas kasur leceknya, dengan baju yang ga kalah lecek. bau iler dan pesing ompolnya bisa langsung tercium :D

lalu saya akan membawa alex ke kamar mandi kecil di belakang rumah dan membersihkan badannya, alakadarnya. harus alakadarnya, karena kalau sampai benar2 bersih mungkin akan makan waktu beberapa hari :D

“berangkat dulu ya tante..”
“iya, gih dah!”

posman. posman ini anak kesekian dari beberapa bersaudara. ada kakak dan adiknya yang juga ikut sekolah minggu di kelas saya. suatu hari, saya meminta posman untuk memimpin doa di kelas. mungkin karena dia anak yang pemalu, tugas sederhana itu jadi suatu beban yang sangat berat buatnya. di luar perhitungan saya, posman trauma. dia ga mau lagi ke sekolah minggu, takut disuruh mimpin acara doa bersama lagi. akibatnya, setiap minggu pagi, saya dan posman akan main kucing2an. berkali2 saya mergokin posman kabur dari rumahnya waktu saya jemput untuk sekolah minggu. suatu hari, karena sedang asik nonton tv, posman lupa untuk lari dan sembunyi. dia baru menyadari kedatangan saya waktu suara saya sudah kedengaran dari balik pintu. tak kehabisan akal, posman akhirnya sembunyi di kolong meja. tapi karena meja itu ukurannya lebih kecil dari badannya, saya bisa langsung menemukannya :D

saya sudah tidak pernah ketemu dengan posman lagi. tapi saya dengar kabar kalau posman masih rajin datang ke gereja. syukurlah, kalau tidak tentu saya akan merasa sangat bersalah :D

meina. gadis kecil yang cantik. kulitnya putih bersih, rambutnya panjang dan hitam. sayang engkongnya galak setengah mati. kedatangan saya di rumahnya hampir selalu disambut dengan ketus sama engkongnya.

“emangnya di gereja si meina lu orang kasih apaan?”

susah juga jawabnya, secara pulang dari sekolah minggu meina emang ga pernah bawa pulang barang2 yang keliatan. kecuali suvenir kecil yang isinya catetan ayat hafalan buat minggu depannya.

sampai hari ini saya tidak pernah lagi denger kabar tentang meina. dia dan keluarganya mungkin sudah pindah dari rumah mereka di belakang pasar curug agung itu. entah ke mana.

pasar tradisional yang becek dan sedikit kumuh itu belum banyak berubah sekarang. dan setiap kali saya lewat jalan di depan pasar itu, wajah2 murid2 sekolah minggu saya masih sering terlintas di kepala saya.

semoga tuhan memberkati kalian semua. amin…



piyama baru
June 27, 2008, 12:43 am
Filed under: My Writing, Other Stories

untuk segala sesuatu emang ada waktunya. juga ada tempatnya. semahal2nya sepatu, tempatnya akan selalu di kaki. sebagus2nya pispot, ga akan pernah pantes dipajang di ruang tamu. tapi bertahun2 yang lalu, saya pernah melanggar prinsip ini. dengan mengenakan piyama baru saya ke sekolah minggu :D

waktu saya kecil, baju baru adalah barang mewah yang ga bisa di dapat setiap saat. harus ada moment nya dulu. biasanya hari natal, atau pas kenaikan kelas.

suatu hari, di luar kebiasaan, saya dapat baju baru, oleh2 dari seorang budhe yang berkunjung dari jakarta. piyama berwarna dasar putih dengan gambar boneka2 berwarna merah terang. karena masih baru, tentu saja warnanya masih kinclong. model celananya yang selutut dan atasan tangan pendeknya bikin baju baru saya itu sekilas tidak tampak seperti piyama. lagi pula, piyama itu masih baru. sayang sekali kalau hanya dipakai di rumah, tanpa ada teman atau tetangga yang bisa ikut menikmati warna cerahnya :-p

saya tidak ingat sama sekali, apakah ibu saya sempat mengingatkan waktu itu, tapi hari minggu berikutnya saya mengenakan piyama baru itu ke sekolah minggu! mungkin tidak separah orang yang meletakan sepatunya di atas kepala menggantikan peci, atau menggunakan pispotnya sebagai mangkuk sayur. tapi tetap saja saya merasa pernah melakukan sebuah keanehan :D



aze
June 24, 2008, 10:30 am
Filed under: My Writing, Other Stories

saya ga berhasil mengingat nama lengkapnya. tapi kami semua biasa memanggilnya aze. laki2 muda dengan perawakan kecil. hanya beberapa sentimeter lebih tinggi dari saya. rambutnya keriting kecil2. kulitnya gelap. saya tidak ingat betul, tapi rasanya aze punya sederetan gigi rapi yang selalu dia pamerkan setiap dia ketawa.

saya kenal aze sekitar tujuh belas tahun yang lalu. usia saya waktu itu delapan belas. dan aze beberapa tahun lebih tua dari saya. sekilas penampilannya memang ga terlalu menarik. bahasa indonesianya kadang suka ngaco. bikin komunikasi sering tulalit. kelakarnya lebih sering terdengar garing. dan konon, (maaf) pantatnya sering dirubung laler.

saya dan aze kemudian berteman cukup akrab. kami sering menghabiskan waktu berjam2 untuk bertukar cerita. sebagian besar, saya mendengarkan. dia bercerita tentang kampung halamannya. tentang keluarganya yang hampir semuanya sudah mati. dibunuh.

terakhir kali saya bertemu aze bulan desember tahun 1991. tepat sehari sebelum kami semua meninggalkan campbell river menuju ke vancouver. saya masih ingat jaket yang dipakainya hari itu. jaket berbahan seperti parasut warna hitam. dengan beberapa garis berwarna terang dikedua lengannya.

semua sempat kaget pagi itu. semua mencari aze. tapi aze tidak membiarkan dirinya ditemukan. sampai akhirnya kami kembali ke jakarta.

beberapa bulan kemudian saya menerima supucuk surat dari aze. saya tidak ingat betul apa isinya. terlalu takut untuk membalasnya. seorang teman saya bilang kalau saya harus berhati2. saya bisa saja kena masalah. saya nurut saja.

bertahun kemudian, seorang teman saya cerita, kalau aze sudah menyelesaikan kuliahnya di toronto. saya salut. sayang saya tidak sempat kasih ucapan selamat secara langsung. tapi saya sempat titipkan salam.

dari waktu ke waktu, saya terus mendengar cerita tentang aze dari beberapa teman yang kebetulan masih berhubungan dengannya. sementara kami sendiri tidak pernah berhasil saling menghubungi.

lepas dari apa yang pernah dia lakukan. saya merasa ikut senang dengan pencapaian aze saat ini. saya dengar sekarang aze sudah jadi orang hebat di tanah airnya, di negeri yang baru merdeka itu.

saya punya feeling, kalau orang seperti aze, dengan segala urusan dan kesibukannya saat ini, pastilah bukan tipe seorang blogger atau orang yang suka blogwalking, iseng2 googling untuk mencari teman2 lamanya. jadi ucapan selamat yang saya tulis di sini mungkin tidak akan pernah sempat dibaca aze.

tapi, hey! bukankah hidup adalah tempat keajaiban bermain?

aze, kalau kamu sempat baca tulisan ini, saya hanya ingin kasih ucapan selamat. sekalian saya mau bilang, kalau saya mengerti…

aku tak punya lawan ya tuhan,
tapi kalau pun aku punya lawan,
biarlah kami seimbang dalam kekuatan,
supaya hanya kebenaran yang menang.

khalil gibran.


pertanyaan multiple choice
March 20, 2008, 5:44 am
Filed under: Other Stories

berilah tanda silang (x) pada salah satu jawaban yang paling benar.

sebutkan sesuatu yang gampang naik tapi susah turun.
a. hujan di musim panas
b. harga sembako
c. berat badan saya
d. a dan b benar
e. b dan c benar

hari ini prestasi. jarum timbangan saya bergeser ke kiri sedikit lagi. sudah kepala tujuh. setelah berbulan2 nongkrong di angka sembilan puluh sekian. ampir satu kwintal. sampe kalo mobil mau parkir di garasi yang letaknya rada nanjak, selalu nggasruk. mudah2an bagian bawah mobilnya ga rusak. lantai garasinya juga :D

masih jauh dari target memang. tapi setidaknya ada kemajuan. walaupun dikit. semoga jarum timbangan itu sempat bergeser ke kiri lagi sampe angka enam puluh, sebelum keburu rusak diinjek2 atau dibanting benaia…



stroberi merah
November 29, 2007, 2:05 pm
Filed under: Other Stories

“Bi, gimana kalau namanya koki kecil?”

“Ga mau ah Bu, nanti disangkanya aku cuman bisa bikin yang kecil2 aja… “

“Terus apa dong?”

Koki yang sedang-sedang aja, gimana Bu?”

“Lha, kok jadi mirip lagu dangdut ya Bi? Gimana kalo dapur bianca?”

“Ga ah Bu, aku ga mau ada nama bianca nya….

“Jadi apa dong?”

dapurku-bagus aja, Bu… Eh, tapi dapur kita jelek ya?”

“glek… :(”

“kalo ibu, namanya apa?”

bluberiku

“kenapa?”

“karena ibu kan suka bluberi…”

“kalo gitu, aku stroberi-merah aja deh bu…”

“tapi bianca kan ga suka stroberi…”

“tapi aku kan suka merah..”

“hhmmm, ok. then stroberimerah it is!



klinik mendengkur indonesia
November 29, 2007, 12:37 pm
Filed under: Other Stories

ada satu artikel menarik yang saya baca di majalah tempo edisi 26 november kemarin. tentang obstructive sleep apnea atau osa atau henti nafas ketika tidur yang biasanya dialami sama orang2 yang punya kebiasaan mendengkur.

“Dengkuran disertai henti napas bisa mengakibatkan penyakit jantung, stroke, hingga meninggal mendadak. Meski bisa ditangani, tidak ada satu pun terapi yang mampu menghilangkan dengkuran secara total.”


maksimal 85%. kata Dr. Damayanti Soetjipto, Sp. THT-KL (K) dari RS MMC Jakarta.

ya, lumayan lah… :D

eniwei, katanya, penyebab osa ini antara lain karena:

langit2 yang lunak dan mudah bergetar. langit2 yang lunak bisa jatuh menutupi saluran nafas sehingga pernafasan tersumbat. bisa ditangani dengan melakukan pemasangan implant pillar. yaitu pemasangan implant dari bahan polietien-semacam plastik transparan- yang ditanam di otot langit2 sehingga bagian itu menjai kaku. prosesnya hanya makan waktu 5 menit. biayanya sekitar 15 juta. 

lidah yang besar. sebagian besar orang indonesia punya dagu yang lebih kecil dari ukuran lidahnya. akibatnya lidah tidak tertampung sehingga bergeser ke belakang dan menutupi saluran pernafasan ketika tidur. bisa ditangani dengan cara memperkecil ukuran lidah dengan terapi radiofrekuensi atau lewat operasi. operasinya kayak gimana, ga dijelaskan, dan saya juga ga bisa ngebayangin :D tapi katanya biayanya sekitar 2 juta rupiah.

tersumbatnya saluran pernafasan karea amandel yang membengkak dan  adanya sumbatan di hidung, seperti polip atau konka hidung yang membengkak. bisa ditangani dengan operasi pengangkatan amandel. dan untuk masalah yang terjadi pada hidung (polip dan konka), jika masih ringan cukup dengan CPAP (continuous positive airyaw pressure). alat seperti masker dengan aliran oksigen yang diarahkan ke hidung dan digunakan selama penderita sedang tidur.

kabar gembiranya, sekarang sudah ada klinik mendengkur di rs mmc jakarta. sampe hari ini klinik ini sudah menangani ratusan pasien dengan berbagai keluhan mendengkur.  ratusan ya? hhhmmm.., dikit banget orang yang mau ngaku ya :D

so…, hayu atuh…, ada yang mau kopdaran di sana…? ;-)

 



kekasih buat anakku
November 27, 2007, 1:54 am
Filed under: Journal, Other Stories

TUHAN kirimkanlah aku,
kekasih yang baik hatiiii….,
yang mencintai aku,
apa adanya….

saya lagi seneng banget sama lagunya ahmad dhani yang satu itu. juga lagi rajin ngikutin perkembangan kasus perselisihannya dengan maia estianty, istrinya :D abis seru sih!

tiap kali saya nyanyiin potongan lagu itu, benaia suka ikut2an bersenandung. rupanya bebe juga suka sama lagu yang emang easy on the ears itu. wah, kebeneran nih… karena kalau buat saya, lirik lagu itu emang ga begitu pas. ntar kekasih saya yang luar biasa baik hatinya itu bisa tersinggung :D sudah ada di depan mata kok ya masih minta dikirim lagi….

jadi, biar semua seneng, sekedar buat konsumsi kalangan terbatas, lirik lagunya saya modifikasi aja sedikit:

TUHAN kirimkan benaia,
kekasih yang baik hatiiii……,
yang mencintai benaia,
apa adanya….

it  is never too early for a good prayer, right? ;-)