to china with love. part 12.

jet boat yang kami tumpangi tiba di pelabuhan shekou, shenzhen sekitar jam 8 malam. kami disambut dengan pemandangan khas pelabuhan yang dipenuhi cahaya lampu warna warni. puji tuhan, sepanjang perjalanan anak2 ga ada yang rewel. dan ga ada yg mabok :D

di shekou kami sudah ditunggu daniel, tour guide kami selama di shenzhen. daniel ini masih muda, dan gayanya bener2 typical anak muda metropolitan. senengnya bilang: “oh, man…!” mungkin karena dia sering nonton felm kartun :-P buat saya, kelemahan daniel ini cuman satu. he’s not very good with little children. tapi rasanya saya emang hampir ga pernah liat laki2 umur 30an yang bener2 sabar menghadapi anak2 kecil. apalagi kalau itu bukan anaknya sendiri…

ada satu pengalaman menarik yang saya alami di imigrasi shenzhen malam itu. waktu itu kami menggunakan group visa buat masuk kembali ke mainland china dari macau. dan urutan nama yang tercantum dalam visa kami adalah: bapak-saya-bianca (9)-benaia (5) dan benezra (3). saat tiba di loket imigrasi, saya baru tau kalau ternyata kami harus diperiksa sesuai dengan urutan nama yang tercantum dalam group visa. jadi harus bapak dulu, baru saya, lalu bianca, benaia dan terakhir benezra. saya coba jelaskan ke petugas bahwa anak saya yang bontot umurnya baru 3,5 thn, jadi mungkin agak susah kalau disuruh ngantri sendirin. tapi petugasnya ga mau tau… ya sutra…, akhirnya saya terpaksa membiarkan ketiga anak saya ngantri sendiri sementara saya dan bapaknya mengawasi dari kejauhan. buat bianca dan benaia memang ga terlalu susah. mereka sudah cukup besar dan cukup tinggi sehingga bisa menyerahkan paspornya di loket imigrasi. sementara benezra, walaupun dia sudah jinjit2, tetep aja nggak nyampe. akhirnya sang mbak2 petugas pun terpaksa berdiri dari kursinya untuk ngambil paspornya benezra. mungkin sambil sekalian ngeliat, ini anaknya beneran ada atau ga…

dalam perjalanan ke hotel, saya sempet iseng tanya ke daniel the tour guide, kenapa namanya daniel #pertanyaan iseng banget ya?# dan ternyata jawabannya bikin saya pengen ketawa juga. “i just picked the name, daniel, because i thought it is a cool name, and i just like the way ot sounds. i have no idea what daniel means. doesn’t matter anyway…”

tapi walaupun dia bilang does not matter, waktu bapak cerita ke dia tentang daniel yang ada di alkitab, yang berhasil menaklukan singa2 lapar di dalam gua, dia kelihatan happy sekali. mungkin dalam hatinya dia juga bersyukur, karena sudah memilih sebuah nama yang bagus. hehehe…

lanjuuuttt…..,

perjalanan dari shekou bay ke hotel tempat kami menginap lumayan jauh juga. sekitar 1 jam, dengan traffic yang sudah ga terlalu padat karena hari sudah mulai larut.

hotel tempat kami menginap di shenzhen terletak di luohu district. salah satu pusat perdagangan di shenzhen. kalau di jakarta, luohu ini mirip dengan mangga dua. di setiap jengkal ada mall. katanya, turis2 dari indonesia suka sekali menyerbu malls yang ada di luohu. daniel bilang: “semua mulah-mulah…”

sesampainya di kamar hotel, kami langsung istirahat. badan rasanya remek… tapi tetep, bapak masih sempet keluar cari seven eleven terdekat. you know, just in case ;-)

hari kedua di shenzhen, agenda tour kami adalah mengunjungi windows of the world dan spledid china folk culture village. tapi dalam perjalanan ke windows of the world, kami sempet mampir di sebuah bamboo factory. di sana kami dapet penjelasan mengenai pengolahan serat bambu yang dibuat handuk, kain, bantal kesehatan, boneka, odol, dan lain2. menarik sekali. selama ini saya ngertinya bambu cuman dipake buat bikin suling, pager, kursi, sama ngusir roh halus :D

handuk dan kain yang terbuat dari serat kain ini teksurnya lembut banget. dan walaupun penampilannya sangat delicate, tapi serat bambu itu ternyata punya kekuatan yang luar biasa. lap handuk yang saya beli di sana sampe hari ini masih utuh walaupun sudah ribuan kali dipake lap dan mengalami proses: cuci-kering-pake :) kaos kaki serat bambu juga sangat nyaman dikenakan. walaupun tipis, tapi cukup anget dan ga bikin kaki keringetan + bau. kata yangti, bantal berisi potongan bambu yang beliau pake buat tidur juga katanya membantu mengurangi pegel2. sementara sabuk bambu yang berfungi sebagai pemanas yang bisa menghilangkan rasa sakit di punggung dan persendiaan sampai hari ini belum sempat saya coba…

after all, kunjungan ke pabrik bambu pagi itu cukup menyenangkan. sayang kami ga sempet ambil foto di sana. yang ada malah foto motor tua yang diparkir di depan pabrik. tapi walaupun foto motor tua ini ga berhubungan langsung dengan serat bambu, dia cukup berjasa untuk membangkitkan ingatan saya. kalau tadi ga liat foto ini, pasti saya lupa kalau pagi itu kami mampir di pabrik bambu…

balik lagi ke agenda tour….,

windows of the world  adalah sebuah theme park yang sangat terkenal di china. umumnya, orang yang mengunjungi shenzhen akan menyempatkan diri untuk mampir ke sini. theme park ini luasnya sekitar 48 hektar. di dalamnya ada 130 miniatur tempat tempat menarik di seluruh dunia. seperti piramid, menara eifel, niagara falls, dan pagoda thailand.



tadinya saya sudah mau marah, karena nunggu2 miniatur indonesia kok ga ada. eehhh…, ga lama kemudian kami sampai di borobudur. anak2 langsung histeris: “bu…, liat itu ada indonesia…!” hehehe…, kadang2 rasa nasionalisme itu memang baru muncul saat kita jauh dari tanah air ya :-P lumayan lah, akhirnya anak2 bisa liat borobudur juga. walaupun baru replikanya. hehehe… nanti kalau liburan lagi kita jalan2 ke magelang ya nak….


sesudah puas keliling dunia naik kereta, petualangan kami lanjutkan ke area ski indoor. bisa ditebak, anak2 bahagia bukan kepalang.  seluncuran es adalah yang jadi favorit mereka. kalau saya ga teriak2 minta mereka berenti, mungkin malam itu kami harus buka tenda buat nginep di sana…


sementara kedua kakaknya ga berenti2 ngomongin acara seluncuran es tadi, si bontot cukup gembira bisa berfoto dengan pahlawan idolanya, iron man.


sebelum meninggalkan windows of the world, kami juga sempet mampir di rumahnya dinosaurus dan foto2 bersama the thinker .

saat kami selesai menjelajahi windows of the world, waktu sudah menunjukan pukul 3 siang. sudah tidak ada restoran yang buka untuk menyediakan makan siang. dari pada harus nunggu dan kelaperan sampe jam 5 sore, akhirnya kami makan siang di Mc D saja…. :D

dari windows of the world, kami meluncur menuju splendid china folk culture village. sama dengan windows of the world, splendid china folk village ini juga merupakan theme park yang jadi tujuan hampir semua wisatawan yang berkunjung ke shenzhen. kalau di windows of the world kita diajak untuk berkeliling dunia, di splendid china ini kita dibawa mengenal sejarah, seni dan kebudayaan china. mirip dengan taman mini indonesia indah di jakarta.

waktu itu adalah akhir bulan desember. sebentar lagi masuk lunar new year. di china, lunar new year diperingati secara besar2an. berbagai festival digelar untuk memeriahkan acara ini. dan walaupun jaraknya masih sekitar 1 bulan lagi, saat memasuki gerbang folk village ini suasana meriah khas tahun baru china sudah sangat terasa. ratusan lampion merah berderet rapi di berbagai sudut taman. cantik sekali….

dan karena namanya juga china folk village, di situ semuanya serba berbau china. sampe site map di gerbang masuk juga semuanya ditulis dalam karakter china. untung saya punya kelebihan suka menghayal… ;-)

sore itu kami kembali naik kereta diesel untuk berkeliling. iya, naik kereta aja, karena kalau jalan kaki pasti gempor…

waktu saya memperhatikan miniatur forbidden city, saya baru nyadar, betapa gedenya kota terlarang itu. dan betapa jauhnya kami sudah berjalan dari gerbang depan sampai tembus ke gerbang belakangnya. pantesan aja waktu itu benezra bolak balik minta gendong… hehehe…


selesai berkeliling, kami beristirahat di salah satu rest area di sana. sambil makan malam mie bakso dan nasi goreng yang super enak. di deket2 situ juga berderet toko2 suvenir yang menawarkan banyak barang yang unik2. saya sempat beli beberapa selendang buatan tangan yang cantik banget dengan harga yang sangat bagus…

kami menutup malam itu dengan menyaksikan night performance, masih di komplek folk village itu juga. pertunjukan malam itu keren sekali. penuh dengan atraksi tarian dan tentunya akrobat. sayang karena sudah agak kecapekan juga, kami udah ga sempet foto2 lagi…

akhirnya kami tiba kembali ke hotel sekitar jam 10 malem. langsung ganti baju, gosok gigi dan tidur. charging energi buat melanjutkan petualangan kami besok paginya. hongkong, here we come!


to china with love. part 11.

guangzhou-macau-shenzhen.

ternyata yaaa…, mau nyelesein cerita jalan2 ke cina kemarin itu juga ga pampang. dan saking lamanya tertunda, sekarang saya sudah mulai lupa apa aja yang mau saya tulis…

anyway, mari mengudhal andhul isi kepala demi menemukan memori yang tersisa :D

dari guangzhou, perjalanan kami selanjutnya adalah ke macau.

perjalanan kami dari guangzhou ke macau makan waktu sekitar 2 jam naik mobil. seingat saya, traffic pagi itu cukup bersahabat. macetnya cuman di dalem kotanya aja.

sampai di border, kami sudah ditunggu sama danny, tour guide kami selama di macau. danny adalah lelaki paruh baya yang sangat ramah. walaupun umurnya sudah setengah abad lebih, tapi danny masih sangat energik. selain jago bahasa inggris dan chinesse, danny juga fasih berbahasa perancis dan portugis. hebat yaaa…

pagi itu antrian di imigrasi macau lumayan panjang. kalau ga salah, kami menghabiskan waktu lebih dari setengah jam buat ngantri. untung kami dapet cukup bantuan dengan keempat koper kami. jadi ngantrinya bisa sambil ngobrol2 atau garuk2 kepala…

macau adalah salah satu dari dua special administrative regions dari republik rakyat china (yang satunya lagi hong kong). jadi, walaupun macau ini masih merupakan bagian dari china, tapi macau punya pemerintahan sendiri. punya mata uang sendiri. dan punya imigrasi sendiri.

macau ini luasnya ga gede2 amat. ga lebih dari 28 km persegi. jadi kalau iseng, kita bisa mengelilingi macau hanya dalam 1 hari. yang menarik buat saya, saat ini kota macau seperti terbagi menjadi 2 bagian kota yang amat berbeda satu dengan yang lainnya. satu bagian kota terlihat seperti kota tua, sementara bagian yang lainnya mulai berubah wajah menjadi sangat modern. tapi dua2nya tampil dengan sangat menarik. dan bersih!

macau dulunya adalah daerah jajahan portugis, dan merupakan koloni eropa yang pertama sekaligus yang terakhir di china. pada tahun 1999, portugis menyerahkan kedaulatan macau ke china. sejak saat itu macau terus berkembang jadi salah satu pusat hiburan dan pariwisata di asia. jenis hiburan yang paling terkenal dan sekarang jadi ciri khas macau adalah casino. hampir setiap hotel yang ada di macau menyediakan fasilitas casino buat pengunjungnya. katanya, macau ini sekarang jadi seperti las vegas-nya asia.

hal lain yang menarik perhatian saya, kalau di guangzhou yang jaraknya hanya sejengkal dari macau, tulisan2 yang kita temui di sana sini umumnya ditulis dalam bahasa dan karakter china atau bahasa inggris, di macau ini sebagian besar signs boards nya berisi tulisan2 dalam bahasa inggris dan portugis. seru aja liatnya. jadi berasa abis nyebrang dari dari asia ke eropa. hehe…

selesai umpel2an di border, kami langsung menuju ke mini bus yang sudah menunggu kami. dan kalau di main land china orang mengendari mobil di sebelah kanan, di macau sebaliknya. jadi sama dengan di jakarta.

musim dingin di macau ga terlalu ekstrim. waktu itu suhunya masih belasan derajat celcius. sejuk, dan pas banget buat jalan2. dan makan ;-)

karena anak2 sudah mulai lapar, dari border kami langsung menuju ke tempat makan siang. kami makan siang di sebuah buffet restoran di down town. sayang saya lupa catat nama restorannya. menu yang disajikan siang itu adalah gabungan antara masakan eropa dan chinesse. catatan pentingnya: dessertnya enak :)

selesai makan, danny membawa kami ke macau grand prix museum. museum ini dibangun tahun 1933 untuk memperingati 40 th penyelenggaraan grand prix racing di macau. letaknya di area Tourist Activities Center di Rua Luis Gonzaga Gomes. di dalamnya terdapat sekitar 20 buah mobil dan motor balap yang pernah dikendarai oleh beberapa pembalap terkenal dunia, seperti eduarfo de carvalho, michael schumacher dan david coulthard.

persis di tengah2 museum, dipajang sebuah mobil balap dengan warna merah gonjreng yang sangat menawan hati. mobil itu adalah mobil balap yang pernah dikendarai oleh aryton senna, seorang jagoan balap mobil yang meninggal dalam sebuah kecelakan di arena balap di san moreno GP pada tahun 1994. foto mobilnya tadi saya cari2 di harddisk ga ketemu…

selain mobil dan motor balap, di dalam museum ini juga terdapat sebuah mobil antik yang dulunya adalah mobil dinas salah satu mantan gubernur macau.  

ga cuman menikmati mobil2 balap tadi, di sana anak2 juga bisa nonton simulasi racing yang di display di sebuah giant screen di salah satu dinding museum. saking asiknya sampai susah diajak keluar dari sana…

dari macau grand prix museum, perjalanan kami lanjutkan ke Monte Fortress. sebuah benteng tua yang terletak di puncak bukit. dari sana kita bisa melihat hampir seluruh macau dari kejauhan.

jalan batu yang kami lewati untuk sampai ke puncak bukit monte fortress itu sangat cantik. di sepanjang tepi kiri dan kanan jalan berjejer toko2 suvenir yg menawarkan berbagai jenis barang. kami sempat mampir di salah satu toko dan membeli beberapa suvenir buat oleh2.  

berbelanja di macau ini unik, karena kita bisa bertransaksi dengan menggunakan 3 mata uang. boleh pake pataca (mata uang lokal macau), boleh pake USD, boleh juga pake RMB. dan para penjual di sana juga sudah sangat terampil melakukan perhitungan konversi ketiga mata uang tadi.

setelah melewati deretan toko suvenir, kami lalu melintasi jalan yang dihiasi dengan deretan apartemen yang sudah agak tua. saya langsung jatuh hati dengan pemandangan kota tua macau. walaupun kelihatan sedikit kumuh, tapi buat saya malah keliatan antik. semoga saat saya dikasih kesempatan untuk kembali ke sana, bangunan dan jalan2 batu itu masih ada, dan belum disulap jadi kota modern, seperti yang sudah terjadi di sebagian besar macau.

kembali ke monte fortress.

di  monte fortress ini ada beberapa obyek wisata yang bisa kita nikmati. ada Macau Museum (yang merupakan museum terbesar di macau), benteng Monte Fortress yang dibangun thn 1617-1626 dan ada reruntuhan gereja st. Paul.

di macau museum kita bisa melihat2 berbagai peninggalan sejarah, seni dan kebudayaan khas macau. di lantai satu kita bisa belajar tentang macau original civilization. di lantai dua ada popular art and traditional culture. sedangkan di lantai tiga, kita bisa menikmati contemporary macau.

benteng monte fortress berbentuk segi empat. panjang masing2 sisinya sekitar 100 meter. jaman dulu, benteng ini merupakan pusat pertahanan macau dari serangan pihak luar dan punya peranan  yang sangat penting saat terjadi invasi belanda pada tahun 1622. sampai saat ini, beberapa perangkat senjata meriam atau cannons masih terpasang di sana.

ruins of st. paul, merupakan sisa2 bangunan sebuah gereja yang sudah berumur lebih dari 4 abad. gereja ini pertama kali dibangun pada tahun 1580. gereja ini kemudian hancur karena kebakaran hebat yang terjadi pada tahun 1595 dan 1601. pada tahun 1602 gereja ini dibangun kembali, dan baru selesai pada tahun 1637. saat itu, gereja st. paul ini menjadi gereja katolik terbesar di asia timur. sayangnya pada tahun 1835, untuk ketiga kalinya gereja ini hancur dilalap api.

ajaibnya, sampai saat ini, pintu gerbang depan gereja st. paul masih berdiri tegak. jadi masih bisa dijadikan tempat foto2 yang sangat bagus…

dalam perjalanan menuju ke pelabuhan, kami mampir dulu di venetian macau resort hotel yang terletak di Cotai Strip, Estrada da Baía de N. Senhora da Esperança. cotai strip ini merupakan sebuah area wisata seluas 980,000 meter persegi yang diresmikan pada 28 agustus 2008. di dalamnya terdapat hotel mewah, shopping malls, area bermain dan tentu saja, casino :D   

*katanya, hampir 60% penghasilan pajak china berasal dari setoran pajak casinos di macau lho….*

di daerah venetian itu saat ini juga saat ini sedang dikembangan sebuah areal untuk hotel dan resort. ada yang mewah. ada yang mewah banget. dan ada yang super mewah. hyatt, mandarin oriental, crown, you name it! harga mulai dari HKD 1,5000 per malam ;-)

setelah puas liat2, perjalanan kami lanjutkan menuju pelabuhan. sambil nunggu jet boat yang akan menyebrangkan kami ke shenzhen, kami sempet makan sore dulu di pelabuhan. nasi anget, bebek panggang, telur dan sup. badan lelah dan perut kenyang, begitu naik jet boat, anak2 ngelamun sebentar, dan ga lama kemudian ketiduran. dan baru bangun saat boat kami sudah mendekati daratan shenzhen yang malam itu dipenuhi dengan kilauan lampu berwarna-warni. pemandangan yang cantik sekali. puji tuhan, kami sampai shenzhen dengan selamat. dan ga ada yang mabok :)


to china with love. part 10

dari sun yat sen memorial park, perjalanan kami lanjutkan ke yuexiu park. yup! another park…

yuexiu park ini adalah taman kota terbesar di guangzhou. luasnya mencapai 860 ribu m2. saking luasnya, taman ini jadi lebih mirip hutan lindung. kontur tanah di taman ini bentuknya seperti perbukitan. jadi kalau kita jalan2 menjelajahi yuexiu park ini memang harus siap naik turun. jalan2 sekalian olah raga.

saat kami berkunjung ke sana, taman kota itu ramai dengan pengunjung. ada wisatawan, banyak juga penduduk lokal yang berekreasi di sana. ada yang duduk2 sambil ngobrol, main kartu atau makan2. ada yang berolah raga senam pernafasan, ada yang latihan dansa, main sepeda, main bola… pokoknya seru banget!

salah satu obyek wisata di yuexiu park yang jadi incaran pengunjung adalah patung five goats. letaknya di puncak bukit. perlu sedikit perjuangan untuk sampai ke situ. ada yang bilang, katanya belum resmi ke guangzhou kalau belum foto2 di depan patung five goats ini. jadi, to make it official, kami sekeluarga pun berfotolah di depan patung lima ekor kambing itu.

yang bikin patung five goats itu jadi sesuatu yang menarik adalah cerita legenda dibaliknya. alkisah, 2000 tahun yang lalu guangzhou pernah dilanda bencana kelaparan. dan penduduk guangzhou pun berdoa memohon pertolongan para dewa. suatu hari, 5 orang dewa turun ke guangzhou mengendarai 5 ekor kambing. kelima dewa itu membawa bibit2 padi untuk para petani dan penduduk yang kelaparan. setelah saat itu, kehidupan penduduk pun membaik. para petani mulai bisa bercocok tanam dan memanen padi lagi. setelah bencana kelaparan berakhir, kelima dewa kembali pulang ke khayangan. sementara kelima kambing itu tetap tinggal di bumi, dan menjadi penjaga rakyat guangzhou.

selesai berfoto2 dengan para kekambing itu, kami berjalan menuruni bukit dan sampai di sebuah lapangan. sambil beristirahat dan ngobrol2, anak2 dan bapak mencoba sebuah permainan tradisional disana: sepak bulu. mirip dengan sepak takraw. cuman kalau sepak takraw yang ditendang2 itu bola rotan, kalau sepak bulu ini yang jadi obyek tendangan adalah sebuah mainan kecil dengan bulu ayam di atasnya. mirip kok yang biasa dipakai untuk badminton.

bagian dari yuexiu park yang kami jelajahi hari itu memang cuman se-upil. kalau mau bener2 mengeksplorasi the whole park, mungkin butuh waktu 2 hari. some other time laaahh…

dari yuexiu park perjalanan kami lanjutkan ke qing ping market.
 
qing ping market sudah ada sejak tahun 1979 dan sampai sekarang masih menjadi street market terbesar di guangzhou. qing ping market ini bentuknya memanjang sepanjang sekitar 1 km dengan ratusan kios di sepanjang tepi, kiri dan kanannya.

qing ping market terkenal sebagai pusat penjualan bahan2 makanan dan obat2an yang sudah dikeringkan. seperti jamur, berbagai umbi, ular, kaki kijang, kalajengking, tokek, dan masih banyak yang lainnya. selain dried materials itu, di sana juga dijual beberapa jenis binatang, seperti anjing, kucing, ikan dan kura2. ada juga beberapa toko yang menjual asesoris untuk hewan peliharaan. seperti mainan buat hamster, rantai anjing, dog dan cat food, kandang burung  dll. anehnya, walaupun pasar ini dipenuhi dengan barang2 tadi, aromanya ga terlalu menyengat menurut saya. jalanan sepanjang pasar ini juga terhitung cukup bersih.

selain barang2-nya yang unik, pengalaman lain yang bikin kunjungan ke qing ping market ini menjadi tak terlupakan adalah karena saya harus menggendong iyek yang tidur sambil jalan sejauh ratusan meter. gantian sama bapak sih… tapi ya lumayan juga. berasa kayak manggul karung beras… tapi ga apa2 deh. mendingan berat2 gendong iyek dari pada iyek digendong sama orang lain, terus dibawa kabur. kapok!

di qing ping market ini kami sempat mampir ke sebuah kios yang jual barang2 loakan. katanya barang2 yang dijual di kios itu kebanyakan adalah barang2 bekas perabotan rumah2 penduduk di sekitar qing ping market, yang sekarang sudah dirobohkan dan lahannya digunakan buat membangunan apartemen dan perkantoran.

dari hari ke hari, ukuran qing market ini semakin kecil. katanya pemerintah merencanakan untuk menggusur pasar tradisional ini dan memindahkannya ke sebuah pasar modern.
selalu begitu….

puas cuci mata di qing ping market, kami menuju ke sebuah local food restoran untuk makan siang. tempatnya ga jauh dari qing ping. saya lupa namanya. restoran itu menghidangkan berbagai makanan ala canton. dan kalau di beijing makanannya enak2, di guangzhou ini makanannya uwenaaaaaakkkkkk banget! mungkin karena kebanyakan chinesse food yang dijual di indonesia basically adalah cantonesse, jadi makanan di guangzhou buat lidah kami terasa lebih familiar.

jam makan siang kami hari itu sedikit lebih panjang dari biasanya. soalnya sekalian ngelempengin kaki dan otot2 pinggang sesudah sepanjang pagi dan siang ngukur jalanan dan latihan manggul :D

selesai makan siang, kami melanjutkan perjalanan ke chen ancestral shrine. kali ini giliran benaia yang ketiduran di mobil. dan tentunya ga ada lagi yang sanggup nggendong benaia. jadi diputuskan bapak tinggal di mobil nemenin benaia. saya, bianca sama benezra aja yang turun ditemani sama hellen.

chen ancestral shrine ini adalah sebuah museum seni yang dulunya merupakan sebuah komplek bangunan milk keluarga besar Chen, seorang taipan guangzhou. sering juga disebut dengan chen family ancestral shrine.  

bangunan2 di meseum ini dipenuhi dengan ukiran2 kayu dan juga kerajinan keramik dan gerabah yang ga terhitung jumlahnya. ukir2an itu tersebar memenuhi dinding dan atap bangunan2 yang ada di komplek museum. selain itu karya2 seni lainnya, seperti lukisan, seni pahat, kerajinan ukir kayu, gading, tulang dan batuan juga bisa kita temui di sana. tempat yang sangat cocok buat dikunjungi sama mereka yang mencintai dan mengagumi seni ;-)

kunjungan kami di chen ancestral shrine berakhir sekitar jam 4.30. masih ada waktu satu setengah jam lagi sebelum memulai perjalanan ke chimelong resort buat nonton circus. jadi kami kembali dulu ke hotel untuk istirahat sebentar. tadinya sih mau mandi2 juga. tapi karena dingin dan capek, jadi cukup cuci muka saja. hehe…

jam 6 sore, perjalanan ke chimelong pun dimulai. hellen sempat menawarkan kami untuk berhenti di restoran dan cari makan malam dulu. tapi karena jamnya yang rada kagok, dan anak2 juga katanya belum laper, jadi kami putuskan untuk langsung ke tempat circus aja. kalau nanti tiba2 laper, kami akan cari makanan atau jajanan yang dijual di sana.

chimelong resort ini letaknya di panyu district. dari down town kira2 45 menit-1 jam perjalanan jauhnya. resor ini punya berbagai fasilitas rekreasi yang menarik. ada safari park, water park, golf center, dan yang paling terkenal yaitu the chimelong international circus. tiket masuk ke pertunjukan circus ini adalah rmb 250/orang buat yang tingginya 140 cm atau lebih. buat anak2 yang tingginya masih dibawah 140 cm, kalau ga salah htm nya cuman rmb 180/orang. saya rasa jauh lebih murah dari pada harga tiket nonton circus serupa di jakarta yaa… tentunya karena  harga tiket nonton di jakarta sudah termasuk ongkos pesawat para pemain circus nya :D

saat ini chimelong international circus ini merupakan pertunjukan circus profesional terbesar di dunia. sejak dimulainya tahun 2000 yang lalu, chimelong international circus ini tidak henti2nya menggelar berbagai pertunjukan circus yang spektakuler. asli, saya kagum berat dengan berbagai atraksi di pertunjukan circus malam itu. lighting yang memukau. tata panggung yang cantik. pemain2 akrobat yang kadang bikin jantung mau copot. badut2 yang berulang kali mengocok perut. hewan2 yang luar biasa terlatih. dan penari2 yang seksi. bikin waktu pertunjukan yang dua jam lamanya itu ga kerasa lama sama sekali. 

selesai pertunjukan baru berasa, ternyata kami semua harus segera pergi ke kamar kecil. dan bisa ditebak, antrian di toilet sesudah pertunjukan selama 2 jam, sudah seperti ular naga panjangnya, bukan kepalang…..

hari yang panjang dan melelahkan. anak2 langsung ketiduran begitu mereka masuk mobil. untung di tempat circus tadi mereka sempat makan beberapa potong sosis panggang dan pop corn.

selama perjalanan ke sana kemari, saya menghabisakan banyak waktu bertukar cerita dengan hellen. tentang makanan, tentang pendidikan, tentang budaya, perekonomian dan sedikit politik. iya, politik juga…. i still read too, you know.  kebetulan di rumah juga bapak langganan tempo. jadi masih ngikutin lah sedikit2 mah :D

dari sekian banyak cerita2 kami, yang paling berkesan buat saya adalah cerita hellen tentang one child policy yang diterapkan pemerintah china.

hellen cerita, setiap tiga bulan sekali, dia akan dapet ‘surat perintah’ dari kantornya dan juga dari kantor suaminya, untuk ikut medical check up. salah satu tujuannya adalah untuk memastikan, kalau dia tidak hamil. #hellen sudah punya 1 anak perempuan umur 6 tahun# kalau, somehow, seorang wanita kedapatan tengah mengandung anak keduanya, maka secara legal, dokter di rumah sakit akan segera melakukan aborsi. buat para ibu yang mangkir dari kewajibannya mengikuti medical check up ini, dan secara diam2 mengandung dan melahirkan anak kedua dan seterusnya, maka mereka (sang ibu dan juga suaminya) akan dipecat dan kehilangan pekerjaannya.

untuk beberapa kasus khusus, ada sedikit pengecualian dalam penerapan kebijakan ini. bagi masyarakat pedesaan yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, mereka diijinkan untuk punya anak lebih dari satu. pengecualian yang sama berlaku untuk ethnic minorities dan pasangan suami istri yang merupakan anak tunggal (parents without any siblings themselves).

saat ini kebijakan one child policy ini sudah diberlakukan di tingkat provinsi. jadi penerapannya bisa saja agak berbeda antara provinsi yang satu dengan provinsi yang lainnya. misalnya di henan dan beijing, warga negara masih diijinkan untuk punya dua orang anak dengan kompensasi membayar sejumlah ongkos kepada pemerintah. ada juga sebagian orang yang mencoba menghindar dari aturan ini dengan cara melahirkan di hongkong. kebijakan yang unik, menarik dan kontraversial. kapan2, saya akan mencoba nulis lagi tentang one child policy ini. nanti, kalau saya sudah cukup banyak membaca dan mengumpulkan data. hehe…

anyway, malam itu kami benar2 capek. sampai hotel, anak2 cuman kuat jalan dari lobby sampai ke kamar doang. begitu masuk kamar, langsung pada lancat ke tempat tidur, tarik selimut dan melanjutkan tidur. gosok giginya di rapel aja besok pagi yaaa…. :D


to china with love. part 9.

beijing day 6.

hari terakhir di beijing.
perasaan baruuuu aja sampe, tiba2 sudah harus pulang.

oya, malam sebelumnya, walaupun ngakunya sakit kepala, ternyata saya masih sanggup jalan ke wangfujing lagi. berdua saja sama bianca. bukan maksud hati mau pecicilan, tapi waktu itu saya dihadapkan pada kenyataan bahwa saya sama sekali belum beli oleh2 buat dibawa pulang ke jakarta. jadilah, sekitar jam setengah sembilan malam saya sama bianca dingin2 nyari toko suvenir yang masih buka. sementara bapak jaga anak2 laki di hotel. lumayan, dapet beberapa cindera mata buat oleh2. ada kipas, gelang, topi dan pembatas buku.

paginya, selama hampir sejam lebih saya berjibaku dengan koper2 kami. karena kota selanjutnya yang kami kunjungin udaranya ga sedingin beijing, jadi semua peralatan winter yang berat2, seperti boots dan coat, masuk koper lagi. tambahan muatan berupa robot2an dan mainan kapal selam yang ukurannya hampir menuhin 1 koper sendiri bikin saya terpaksa merelakan beberapa baju kotor yang kebetulan juga memang sudah butut untuk ditinggal di sana.

jam delapan packing selesai. jam sembilan lewat anak2 juga sudah selesai dandan. turun untuk breakfast, terus naik lagi buat final packing. ngurusin printilannya anak2 emang kayak ga ada abisnya. tapi saya seneng. selama jumlah anak saya lengkap, 3 orang.

jam 11 siang, kami dijemput larry di lobby hotel. setelah selesai urusan di counter check out, kami langsung jalan menuju airport. larry mengantar kami sampai di counter check in. dan lucunya, saying goodbye to larry, yang baru kami kenal selama 6 hari saja, ternyata cukup berat. bianca keliatan sedih sekali. semoga kami bisa ketemu lagi sama larry, mungkin 4-5 tahun lagi dari sekarang. kayaknya asik juga kalau mampir dulu ke beijing sebelum mengunjungi mongol dan himalaya :D

guangzhou day 1

kami meninggalkan beijing dengan china southern airlines CZ3106 menuju guangzhou. perjalananan udara beijing-guangzhou makan waktu sekitar 3,5 jam.

kami tiba di Guangzhou Baiyun Airport sekitar jam 5 sore. di sana kami sudah ditunggu sama hellen. tour guide kami selama di gz. komentar pertama bianca waktu liat hellen adalah: “dia ga seperti larry…. :(

hellen mungkin usianya beberapa tahun dibawah saya. seperti kebanyakan city girl, hellen kelihatan lebih dinamis dibanding larry. dan sedikit lebih cerewet. selain bahasa cina dan inggris, hellen juga fasih berbahasa perancis. katanya dulu dia kuliah sastra perancis di paris. pantes ajaaa… hellen juga sebetulnya sangat hangat dan ramah. tapi dia memang ga pernah ngajak anak2 main tebak2an atau bikin rumah2an dari karet gelang.

perjalanan dari baiyun airport ke hotel tempat kami menginap makan waktu hampir 1 jam. maklum, jam pulang kantor, jadi jalanan macet berat. macam di kuningan dan kebayoran saja…

awalnya, kami direncanakan untuk menginap di garden hotel guangzhou. tapi beberapa hari sebelumnya travel advisor saya telfon, dia bilang di hari itu ga ada 2 kamar dengan interconnecting door yang available. jadi dia tanya, apakah saya bersedia dipindahkan ke hotel china marriot. karena ‘kesalahan’ ada di pihak mereka, acara upgrade hotel ini sifatnya free of extra charge. saya rasa cuman orang bingung atau sakit aja yang bakalan nolak :)

china marriot guangzhou ini letaknya di pusat kota, berseberangan dengan Jinhan Exhibition Center. kemana2 deket. 3 menit ke mc. donald, 5 menit ke seven eleven. dan 8 menit ke mall.

di sebelah hotel juga banyak toko2 yang jual baju2, tas, sepatu dan macem2 suvenir. dan kabar yang saya denger dari temen2 yang sudah pernah ke guanzhou, ternyata benar. barang2 di sana memang murah-muraahhh…

bukan cuman lokasinya aja yang bikin saya kasih lima jempol buat hotel ini. desain, interior dan fasilitas kamar serta makanannya juga saya kasih ponten 8 koma 5. hampir sama bagusnya dengan hotel2 mewah di jakarta dan bali ;-)

anyway, setelah istirahat sebentar, kami sekeluarga keluar lagi untuk cari makan malem. kata hellen di deket hotel ada restoran china dengan menu sea food yang enak. tapi karena anak2 sudah laper berat, kami mampir dulu di mc d yang kebetulan kelewatan. niat awalnya cuman mau nyemil dulu dikit. tapi ternyata setelah makan di mc d, anak2 kekenyangan. jadi ga mau lagi diajak makan seafood. ya sutralah…., next time aja.

fyi, walaupun org china juga selalu makan nasi, mc d di sana ga jual nasi. jadi harus puas makan burger atau kentang saja yaa…

setelah makan kami mampir ke satu pertokoan. entah apa namanya. kalau saya bilang, isinya mirip itc di jakarta. beli beberapa suvenir lagi buat oleh2. kali ini saya sudah lebih cerdas. hanya beli barang2 yang kecil dan ringan saja. sudah kebayang2 robot2an dan kapal selam yang bikin penuh koper kemarin…

balik hotel, ganti baju, tiduuuurrrr……

guangzhou day 2

kesibukan besok paginya ga seheboh waktu kami di beijing. pasti salah satunya karena baju yang mau dipake anak2 jumlahnya lebih sedikit. dan sedihnya, di guangzhou inilah saya untuk pertama kalinya menyadari, kalau berat saya pasti sudah naik setidaknya 2-3 kilo. waktu masih di beijing, saat saya merasa kalau baju dan celana saya mulai sempit, saya masih bisa menuduh long john yang saya pakai sebagai penyebabnya. pasti gara2 bajunya di dobel long john, jadi selananya sempit. tapi ternyata, setelah tiba di guangzhou dan saya ga pake long john lagi, celana2 itu tetep aja sempit.
hiks :(

setelah sarapan, kami langsung menemui hellen yang sudah nunggu di lobby. langsung jalan lagi.

walaupun sama2 china daratan, keadaan di beijing dan guangzhou amat jauh berbeda. kalau beijing itu adalah china tradisional. maka guangzhou adalah gambar dari china modern. mungkin seperti jogja-bali dibandingkan dengan jakarta.

guangzhou adalah kota terbesar di propinsi guangdong dan seluruh china bagian selatan. jaraknya hanya 120 km saja dari hongkong dan merupakan pusat kegiatan politik, ekonomi, science, pendidikan dan kebudayaan di provinsi Guangdong dan sekitarnya. seperti kebanyakan kota modern, guangzhou juga dipenuhi dengan gedung2 bertingkat, berbagai bangunan komersial seperti mall, apartemen, hotel, perkantoran, toko2, restoran, macam2 tempat hiburan dan lain2. mirip dengan jakarta atau singapore. berdasarkan pengalaman saya kemarin, di guangzhou ini lebih banyak orang yang bisa bahasa inggris dibanding di beijing. tapi tetep aja, di banyak kesempatan bahasa tarzan tetap jadi andalan.

dari sekian banyak tempat yang menarik untuk dikunjungi di guangzhou, saya memilih: the temple of six banyan tress, yuexiu park, qing ping market, chen ancestral shrine, sun yat sen memorial park dan chimelong international circus. awalnya chimelong circus ini ga termasuk dalam itinerary kami. tapi mumpung udah nyampe guangzhou, rasanya sayang juga kalau ga nyempetin nonton. local tour advisor kami membantu semua arrangement-nya. mulai dari transportasi, sampai reservasi ticketnya.

jarak tempuh dari satu tempat ke tempat lainnya yang kami kunjungi di guangzhou relatif deket. jadi saya bisa ambil cukup banyak tour dalam satu hari.

sarapan pagi di china marriott ini makan waktu lebih lama dari biasanya. terlalu banyak makanan enak yang bisa dinikmati :D

selesai sarapan, kami turun untuk ketemu hellen yang sudah menunggu di lobby. kami langsung meluncur ke kuil “temple of six banyan trees”.

six banyan trees temple adalah kuil buddha paling terkenal di guangzhou. kuil yang terletak di liurong street ini dibangun tahun 537, pada masa dinasti liang, jadi sekarang umurnya sudah lebih dari 1.400 tahun. dan sepanjang umurnya yang panjang itu, kuil ini sudah mengalami beberapa kali renovasi dan pergantian nama. awalnya nama kuil ini adalah changshou temple (artinya kuil panjang umur). lalu namanya pernah diganti jadi kuil Jinghui. dan kemudian sekarang namanya jadi kuil liu rong si yang kalau diterjemahkan dalam bahasa inggris artinya six banyan trees.

nama six banyan tress diberikan oleh seorang sastrawan besar bernama su Dongpo pada jaman dinasti Song (960-1279). ceritanya, suatu saat dia berkunjung ke situ, dan melihat ada 6 pohon beringin yang keliatan sangat mencolok dan menarik perhatiannya. keenam pohon beringin itu berhasil membuat sang sastrawan menjadi terinspirasi dan merasa sangat bersemangat. maka saat kepala biara meminta pendapatnya, Su Dongpo pun memberinya nama baru untuk kuil ini: Lu Riong Si. Temple of the Six Banyan Trees. 

ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi sebuah kuil buddha.  seru juga liat banyak patung2 buddha dan berbagai ornamen di kuil. di dekat pintu masuk, ada patung 4 dewa yang menguasai empat musim. patung2 itu ukurannya besar2. lalu di bagian selanjutnya ada sebuah patung mirip dewa khrisna, saya lupa namanya. tugasnya menjaga bumi dan manusia dari kerusakan.

di kuil ini juga ada sebuah benda mirip stupa. orang2 bisa melemparkan koin ke arah stupa itu. katanya kalau koin yang kita lempar berhasil masuk ke dalam stupa melalui salah satu lubang yang ada, maka doa atau harapan kita bisa terkabul. kami juga mencoba melempar masing2 satu koin. dan ga ada satu koin pun yang masuk. tapi kami tetep yakin kalau mimpi dan harapan kami bisa terkabul. selama kita mau berusaha dan berdoa tentunya :D

di tengah komplek kuil itu juga berdiri megah sebuah pagoda besar berbentuk segi delapan yang dikenal dengan nama Six Banyan Pagoda atau Flowery Pagoda. pagoda ini tinggi nya 57 meter. dan dari luar pagoda ini terlihat seperti bangunan 9 lantai. tetapi sebetulnya, pagoda ini terdiri dari 17 lantai. di lantai paling atas ada 1.000 buah patung buddha yang dipahat pada sebatang perunggu. dulu, pengunjung bisa masuk dan naik ke puncak flowery pagoda ini. tetapi  karena usia pagoda ini sudah semakin uzur, sekarang kita hanya bisa menikmati bangunan bersejarah ini dari luar.

di bagian yang lebih dalam, ada sebuah bangunan tempat orang2 biasa berdoa. di dalamnya ada 3 buah patung buddha berwarna keemasan dengan ukuran super extra large. XXXXXXXXXXXL. saat kami berkunjung ke sana, kebetulan ada jam doa, jadi sempet liat dan denger para biarawan dan beberapa pengunjung yang masuk dan berdoa di sana.

yang paling berkesan buat saya, lagi2 kebersihan komplek kuil ini. saya ga menemukan sepotong sampah pun yang bertebaran di jalan. para biarawan yang tinggal di kuil ini pasti rajin sekali nyapu dan bersih2. seperti hal nya pohon2 tua di beijing, di kuil ini pohon2 yang sudah berumur ratusan tahun tetap dijaga dan dirawat dengan baik. diikat dan diberi penunjang supaya bisa tetap berdiri tegak.

di salah satu sudut kuil, ada kolam ikan kecil yang airnya jernih sekali. anak2 senang sekali liat ikan2 dan kura2 kecil yang hidup di situ.

dari liurong road, perjalanan kami lanjutkan ke sun yat sen memorial park.

sun yat sen memorial park ini dibangun dari tahun 1929 hingga 1931. seperti namanya, memorial park ini dibangun untuk mengenang dr. sun yat sen (1866-1925).

 

sun yat sen adalah seorang pemimpin kunci revolusi Cina dan diakui secara luas sebagai Bapak Negara Cina Modern, baik di Cina Daratan maupun Taiwan. pada tahun 1895, ia memimpin suatu gerakan pemberontakan terhadap kekaisaran cina yang berkuasa saat itu, tetapi dapat diredam. secara keseluruhan, ia telah memimpin sebelas kali revolusi terhadap Dinasti Qing dan akhirnya berhasil menumbangkan kekaisaran, sehingga kaisar harus meletakkan jabatannya. Cina selanjutnya menjadi Republik Cina pada tahun 1911. ia juga dikenal sebagai pendiri partai tertua dalam sejarah modern Cina, Kuomintang (KMT). sun yat sen menjadi presiden selama 2 tahun, dari 1923 hingga 1925. pada tahun 1925 dr. sun yat sen meninggal dunia. 3 tahun kemudian, salah seorang pengikutnya, Chiang Kai-shek, terpilih menjadi presiden.

sun yat sen memorial park ini cantik sekali. bahkan di saat musim dingin seperti kemarin, taman ini dipenuhi dengan bunga2 berwarna warni. di dalam taman inilah terdapat bangunan megah yang amat terkenal di guangzhou: yun yat sen memorial hall. bangunan ini didisain oleh seorang arsitek china yang amat terkenal, Mr. Lu Yanzhi.

dari luar sun yat sen memorial hall ini terlihat seperti bangunan tradisional china dengan warna2 khas seperti merah, biru, kuning dan golden. merah adalah warna keberuntungan dan kegembiraan. biru adalah warna langit. dulu kaisar china juga mendapat gelar: putra langit. sementara kuning dan golden adalah warna kerajaan, keagungan dan kejayaan.
tidak seperti penampakan luarnya yang sangat tradisional, bagian dalam memorial hall ini terlihat sangat modern. seperti sebuah gedung pertunjukan akbar dengan deretan kursi yang bisa menampung ribuan orang, serta sebuah panggung besar dengan falisitas yang serba modern juga. kata hellen, gedung ini biasa digunakan buat acara2 besar seperti konferensi international atau pun pagelaran seni dan musik.

di sepanjang pelataran dalam gedung, berderet foto2 dan berbagai dokumen yang menceritakan tentang perjalanan sejarah republik rakyat china. ada juga beberapa kios yang menjual macam2 suvenir.

halaman gedung dan taman yang luas dengan udaranya yang seger bikin anak2 betah main2 di sana. mereka asik lari2 dan main perosotan di tangga masuk gedung.

 

sudah jam 3 sore. saatnya siap2 jemput bianca. nanti dilanjut lagi yaaa….

 

 

 

 

 

 

 


to china with love. part 8.

beijing day 5

hari kelima di beijing adalah hari bebas. bebas maksudnya ga ada tour khusus yang di-arrange sama travel agent. tapi karena kebetulan hari itu larry bisa ambil off, kami minta dia untuk menemani kami jalan2.

kami janjian ketemu larry jam 11 siang di lobby hotel. dari sana kami menuju ke subway station di wangfujing.

wangfujing adalah salah satu jalan paling beken di beijing. di sepanjang jalan ini berderet rapi shopping malls, toko2 dengan berbagai merk dagang terkenal di dunia dan tentunya restaurants. pedestrian/trotoar buat pejalan kaki dibuat lebar sekali. mirip seperti di orchard singapore.

stasiun subway yang kami tuju letaknya ada di lantai bawah tanah sebuah mall. sebenernya saya sama bapak rada males juga mau jalan2 naik subway. apalagi setelah larry cerita kalau jalur subway yang akan kami ambil biasanya lumayan crowded. tapi karena bianca penasaran, akhirnya kami pergi juga.

di sepanjang terowongan bawah tanah menuju subway station, berderet penjual2 yang menggelar berbagai macam barang dagangan. ada tas, sendal, sepatu, cd bajakan, berbagai alat elektronik, sampai parfum dan lem tikus. mirip dimana ya….? tas2 yang dijual di sana merknya macem2. ada chanel, LV, guess, fendi dll. semuanya asli. asli bikinan china :D

laksana orang kurang kerjaan, kami serombongan berdesak2an naik kereta melewati beberapa station. abis itu turun, pindah kereta, balik lagi ke stasiun awal. harga sebuah pengalaman dan kepuasan. dan kami happy!

dari sana kami kembali ke jalan wangfujing. niatnya sambil balik ke arah hotel, saya mau mampir ke beberapa toko. ada toko silk dan hat store yang katanya punya koleksi bagus2. selain itu bapak juga pengen berenti di toys store yang dari tadi kayaknya memanggil2 terus. mau bench marking sama pasar gembrong :D

toko pertama yang kami singgahi adalah hat store. saya lupa nama tokonya. tapi katanya itu toko topi terbaik di beijing. toko itu juga yang memproduksi topi yang dipake sama perdana mentri dan banyak selebrita di sana. saya tertarik dengan sebuah topi warna merah marun yang dijual berpasangan dengan syal dari bahan dan warna yang sama. tapi karena harganya menurut saya terlalu mahal, saya ga jadi beli.

toko berikutnya yang kami kunjungi adalah silk store. tokonya gede banget. koleksinya juga cantik2. harganya menurut saya juga reasonable. saya jatuh hati sama 1 selendang sutra warna merah cabe dengan sedikit motif karakter bahasa china yang nimbul seperti di-embosed. kata mbak2 pelayanannya, tulisan/gambar karakter yang ada di syal itu punya arti yang bagus. good fortune. of course. kalau artinya jelek, siapa yang mau beli…

saat saya sedang pilih2, anak2 saya minta untuk menunggu sebentar sambil duduk di salah satu sudut toko bersama larry. dari awal niat saya memang hanya mau beli 1-2 barang aja. buat kenang2an. jadi targetnya ga akan makan watu lebih dari 15 menit di situ. dan ternyata, sesuatu yang buruk juga bisa terjadi dalam waktu yang hanya 15 menit itu.

saya masih sempat melirik anak2 yang asik main2 di bawah anak tangga di salah satu sudut toko sebelum berjalan menuju kasir. semua kelihatan aman terkendali.

waktu saya sedang bertransaksi di kasir, tiba2 bianca dateng menghampiri saya sambil nangis:

“ibu, cepetaaannn… bapak marah2…”
“ok, 1 menit lagi ibu selesai. bapak marah2 kenapa?”
“bapak marahin aku sama benaia karena iyek ga ada”
“iyek ga ada gimana? kakak sama mas ga jagain iyek?”
“aku ga tau bu, tadi iyek ada, tiba2 iyek ga ada lagi. aku udah cari2 ga ketemu….”

mendadak dengkul saya gemeter. saya sama bianca langsung lari menuju ke pintu keluar. di sana saya liat benaia sama bapak yang mukanya sudah pucat. dan saya ga liat iyek!

“iyek mana pak?”
“ga ada! iyek ilang!”

jantung saya bener2 mau loncat keluar dari mulut.

saya sempet denger samar2 bapak ngomel2 karena panik. ga jelas ngomong apa. sambil ngelempar ransel dan ngelepas coat yang dipake bapak langsung lari keluar.

saya bingung mau bikin apa. saya melangkah keluar toko. tengok kiri kanan. tambah lemes dan panik ngeliat begitu banyak orang di jalanan. ga kebayang, iyek kecil yang ilang di tengah kerumunan orang sebanyak itu. dan saya pun mulai nangis.

saya balik lagi ke arah pintu masuk toko. memastikan dua anak saya yang lain, bianca dan benaia aman di sana. bianca sudah mulai nangis dan teriak2. jelas sekali saya denger anak permpuan saya berdoa: “tuhan Yesus, tolong kembaliin iyek… tuhan Yesus, tolong kembaliin iyek…. maafin aku tuhan karena aku ga jaga iyek…, tolong kembaliin iyek sekarang tuhan…”

benaia, mungkin karena masih kecil, cuman duduk bengong aja di sebelah kakaknya.

dengan panik, saya nyoba untuk nyari iyek sekali lagi di dalem toko. sambil nanya ke semua orang yang saya temui: “did you see my son? did you see my son?”

sebagian dari mereka hanya menggeleng. sebagian lagi menjawab dengan bahasa cina yang saya ga ngerti artinya. tapi semua maksudnya sama. ga ada yang tau iyek di mana. hanya ada satu ibu saja yang bilang, kalau tadi dia liat anak kecil pake coat warna abu2 lari keluar toko.

langit kayaknya bener2 runtuh di atas ubun2 saya. detik2 berlalu sangat lambat. berbagai pikiran kotor lalu lalang di otak saya. saya merasa bener2 hopeless. dan sungguh2 perlu pertolongan sang pembuat mujizat. di sudut toko itu saya hanya bisa nangis sambil memeluk kedua anak saya. tuhan yesus tolong kami. tolong kembalikan iyek pada kami…

samar2 saya liat larry yang mondar mandir di depan toko sambil ga berenti2 telepon ke sana kemari.

tiba2, seorang ibu setengah baya berjalan menghampiri ke arah kami. dia melihat saya sambil berteriak2. tangannya menunjuk2 ke arah kanan toko. saya langsung berdiri dan lari mengikuti arah yang dia tunjuk2. saya liat bapak lari sambil menggedong iyek!

untuk kedua kalinya jantung saya mau loncat keluar.

saya langsung ambil iyek dari gendongan bapak. iyek nangis keras sekali. dan saya hanya bisa memeluk bayi kecil saya dengan rasa syukur yang ga bisa saya ceritain.

setiap tahun, lebih dari 1000 orang anak hilang di china. dan mereka ga pernah ditemukan. dan benezra, anak laki2 saya yang berumur 3,5 tahun, sempat hilang selama hampir setengah jam di wangfujing. salah satu jalan paling sibuk di kota beijing.

silakan tebak, seperti apa perasaan kami sekeluarga waktu itu… 

beberapa saat kemudian, setelah kami sudah agak tenang. bapak baru cerita. Tuhan sudah menuntun bapak untuk jalan dan nyari iyek ke arah kanan, bukan sebaliknya. dan setelah jalan sejauh sekitar 300 meter, bapak ngeliat iyek yang sedang digendong sama seorang laki2 setengah baya. di deket situ memang ada 1 mobil polisi yang sedang parkir. tapi mobil itu kosong. ga ada satu petugas polisi pun di sekitar situ. waktu bapak liat iyek, bapak langsung ngerebut iyek dari gendongan laki2 itu sambi teriak2: “this is my son, this is my son!” 

di situ ada seorang ibu2 tua yang ngeliat kejadian itu, dia datang menghampiri dan mulai memukuli bapak dengan tangannya, karena disangka mau menculik iyek. untung bapak bisa meyakinkan mereka kalau iyek adalah anaknya. akhirnya mereka membiarkan bapak pergi membawa iyek.

300 meter! bukan jarak tempuh yang pendek buat anak sebesar iyek. dan saya ga berani berpikir, apa yang terjadi kalau waktu itu bapak ngejar iyek ke arah kiri toko. bener2 mujizat yang luar biasa buat kami. dan sampai hari ini, kami ga pernah berhenti2 bersyukur…

dengan perasaan yang masih campur aduk, kami pun meninggalkan TKP dan meneruskan perjalanan pulang ke hotel. saya masih merinding waktu bapak menunjukan ke saya posisi dimana iyek tadi ditemukan. bener2 ga bisa ngebayangin gimana iyek bisa jalan sendiri sejauh itu.

malamnya, waktu saya tanya iyek:

“kenapa tadi iyek jalan keluar sendirian?”
“iyek mau cari ibu. ibunya ga ada. iyek mau sama ibu…”

mau pingsan lagi saya rasanya.

anyway, dalam perjalanan pulang, kami tetep mampir ke toys store dulu. karena sudah janji sama anak2. sekalian mengendorkan syaraf2 yang tegang. dan begitu ngeliat tumpukan mainan yang minta ampun banyaknya, anak2 langsung lupa sama kejadian menakutkan yang baru saja kami alami. dan buat syukuran, hari itu anak2 kami bebaskan untuk milih mainan apa aja yang mereka suka. saking bebasnya, sampe lupa mikir, gimana cara ngepak mainan2 itu buat dibawa ke indonesia :D biarlah… yang penting anak2 happy :D

malamnya, saya ga bisa nahan air mata waktu ngeliat anak2 main di kamar hotel, asik dengan mainannya masing2. bolak balik saya menghitung jumlah mereka. satu, dua, tiga orang. lengkap! puji Tuhan.

kemudian saya baru sadar. kalau ternyata kepala saya sakit sekali. mestinya karena siangnya bolak balik kaget dan hampir semaput :)

wangfujing, oh wangfujing…
nama yang tidak akan pernah saya lupakan…

 


to china with love. part 7.

beijing day 4.

masih di hari yang sama, selesai makan siang petualangan selanjutnya adalah ke summer palace. begitu turun dari mobil, laksana selebriti kami langsung dikerubutin para pedagang asongan. ada yang jualan kacang, jagung, manisan, topi, sarung tangan, dan macem2 suvenir lainnya. karena kedinginan, kami sempat beli 3 pairs gloves. buat bapak, benaia dan benezra. kalau ga salah harganya rmb 5/pasang. jauh lebih murah dari harga gloves di itc mangga dua. padahal barangnya samaaaaa persis…

dari sekian banyak makanan yang ditawarkan para pedagang asongan itu, ada 1 yang paling menarik perhatian saya. bing tang hulu.

bing tang hulu adalah traditional street snack yang sangat populer di beijing dan dengan mudah bisa kita temui di jalan2 saat musim dingin. terdiri dari beberapa buah sejenis berry merah yang namanya hawthorns berry (shan zha) yang  ditusukan ke sebatang stick bambu yang panjangnya 20-25 cm. satu tusuk tang hulu biasanya terdiri dari 5 sampai 10 buah shan zha. berry merah ini lalu dilapisi dengan gula yang sudah dibuat karamel. udara dingin saat winter membantu karamel tetap beku dan tidak mencair. sebagian penjual ada juga yang menambahkan taburan wijen diatas lapisan karamel tadi.

menurut cerita, bing tang hulu ini mulai dikenal di china pada masa dinasti Song (1147-1200). suatu saat, salah satu selir kesayangan sang kaisar kehilangan nafsu makannya. segala macam obat sudah dicoba, tapi ga ada yang berhasil. sampai suatu saat ada seorang tabib yang datang dan kasih resep ini: makan beberapa buah hawthorns berry yang dicampur gula batu sebelum makan. dan ternyata resep ini ces pleng. sang selir sembuh dan mendapatkan nafsu makannya kembali. sejak saat itulah, bing tang hulu jadi terkenal di beijing.

bing tang hulu ini rasanya manis2 asem. mirip permen. dan katanya mengandung zat2 penting seperti cratae golic acid, beta-carotene, vitamin C and B2, calcium, phosphorus dan iron yang bisa memperbaiki sistem pencernaan dan sistem peredaran darah dalam tubuh… :D

lanjut lagi,

setelah turun dari mobil kami masih harus jalan lagi beberapa ratus meter untuk sampai ke gerbang summer palace. waktu kami tiba di sana hari sudah sore dan udara sudah benar2 dingin. sampai terasa menusuk di kalbu.

namanya juga summer palace, jadi katanya this place is best visited in the summer. tapi buat kami, saat winter pun summer palace ini tetap terlihat menawan. justru di saat musim dingin seperti kemarin, pengunjung summer palace ga terlalu membludak. jadi kita bisa liat2 dengan lebih santai. katanya di musim panas, tempat wisata ini penuh orang. very crowded.

summer palace ini luasnya hampir 3000 m2, dan sepertiga bagiannya adalah danau. dibangun khusus buat kaisar dan keluarga kerjaan buat ngadem di musim panas. di dalamnya ada banyak paviliun, taman2 dan sebuah koridor yang panjangnya mencapai 728 meter. koridor atau lapangan bola ya?

koridor panjang ini dibangun pada masa pemerintahan kaisar Qian Long, sekitar tahun 1760.  kayu2 disepanjang koridor dipenuhi dengan 14.000 lukisan2 cantik yang bercerita tentang sejarah bangsa china. seperti legenda dan cerita2 perang dan kisah2 kepahlawanan lainnya. waktu saya tanya larry, apa gunanya koridor itu, dia bilang, yaaa… buat kaisar dan keluarganya jalan2 cari angin sambil menikmati pemandangan di sekeliling danau. mungkin juga cari angin sambil olah raga cari keringet yaa…

di pintu masuk dipajang 2 patung tembaga, masing2 berbentuk dragon dan phoenix. dragon adalah lambang sang emperor. sementara phoenix adalah sang empress.

katanya, buat orang china ada 3 elemen penting yang sebaiknya ada di dalam sebuah taman. air, kayu dan batu. di summer palace, air jelas banyak. kan ada danau segede gambreng di sana. kayu juga ga kurang2 jumlahnya. selain banyak pohon, sebagian besar bangunan di sana juga terbuat dari kayu. untuk urusan batu, kaisar dan keluarganya juga punya koleksi sendiri. salah satunya adalah batu gede yang dipajang di salah satu halaman gerbang istana. konon, batu ini adalah hadiah dari sang kaisar untuk ibundanya. beliau jatuh cinta pada pandangan pertama dengan batu itu karena bentuknya yang unik, mirip gambar orang yang sedang berdoa :D

kalau kita datang ke summer palace di musim panas kita bisa menyeberangi danau kunming dengan menggunakan boat atau menyusuri jembatan The Seventeen Arch Bridge dan mengunjungi Tower of the Fragrance of the Buddha yang ada di tengah danau. tapi karena waktu itu musim dingin, jadi kami hanya menikmati pemandangan kuil itu dari kejauhan saja.  

saya sempat memperhatikan, pohon2 yang ada di summer palace semuanya ga ada ujungnya, alias headless. menurut cerita, dulu sang empress sempat bermimpi, kalau ada roh jahat yang mengganggu kerajaan. dan katanya, roh jahat itu akan membawa nasib buruk yang bisa mengakibatkan kehancuran buat kerajaan. sang empress lalu berkonsultasi dengan seorang ahli roh. dan menurut penerawangan sang ahli, roh jahat itu bersemayam di atas pohon. so, demi menghalau roh2 jahat itu, sang empress pun memerintahkan supaya semua pucuk pohon di sana dipotong. begituuuu… tapi lagi2 saya dibuat kagum. di china pohon2 tua yang umurnya sudah ratusan tahun itu tetap dirawat dan dipelihara dengan baik. diikat dan diberi penopang supaya bisa tetap berdiri. semoga masa tua saya juga akan sebaik pohon2 itu :)

sebelum pulang, kami sempet mampir ke sebuah kedai foto. di sana kita bisa sewa kostum a la emperor dan empress. kalau ga salah, dengan bayar rmb 20/orang, kita bisa berfoto sepuas2nya pake kostum sewaan itu tapi dengan menggunakan kamera kita sendiri. ya, ga sepuas2nya banget sih, soalnya kan waktunya dijatah juga…

maksud hati sih pengen nyuruh anak2 yang foto pake baju kerajaan, apa daya, anak2 ga ada yang mau. jadilah ibu bapaknya aja yang pecicilan foto2 pake baju kaisar. hehehe… biarin deh, kapan lagi kaaannn…. :D

puas mengeksplorasi summer palace, kami berjalan keluar, kembali ke tempat kami di drop mobil tadi. dalam perjalanan, kami melewati sebuah fire station yang letaknya ga jauh dari palace. waktu itu kayaknya pas jam petugas pulang atau ganti shift. karena pintunya terbuka, saya sempet liat seorang petugas yang turun ke basement lewat sebuah tiang besi sambil merosot (bahasa yang aneh ya?). kayak di film2 gitu… sebelum merosot di tiang itu, si petugas pemadam kebakaran sempet kesandung meja/box yang ada di deket2 situ. mungkin grogi karena ditontonin orang. cerita yang ga penting emang, tapi tiap kali saya ngebayangin adegan itu, selalu aja pengen ketawa geli… hehehe…

perjalanan terkahir kami hari itu adalah ke Beijing National Stadium atau yang sering juga disebut dengan “bird nest”. disebut begitu, karena stadium yang desain dan arsitekturnya dibangun sama sebuah perusahaan Swiss bernama Herzog & de Meuron ini bentuknya memang mirip dengan sarang burung.

stadium ini dibangun pada april 2003 dengan biaya 423 juta us dollar untuk keperluan Summer Olympic tahun 2008. kemudian pada tahun 2009 dan 2011 dipake juga buat ajang Supercoppa Italiana. dan rencananya tahun 2015 nanti mau dipake lagi buat acara World Championships in Athletics.  

di malam hari pemandangan stadium itu cantik sekali. dari kejauhan bird nest itu keliatan bersinar dengan warna keemasan. di sekitar stadium banyak juga orang yang jualan makanan dan suvenir. dan ada juga pengamen modern yang nyanyi dipinggir jalan dengan bawa peralatan audio dan sound sistem lengkap. waktu itu ada juga bapak2 tua yang memainkan alat musik tradisional yang suaranya mendayu-dayu, bikin hati sedih dan pilu. saya sempet keingetan sama pemain kecapi tua yang biasa mangkal di jalan braga bandung.

di deket stadium itu juga ada satu stasiun subway yang hanya dioperasikan saat olimpiade diselenggarakan. tapi walaupun waktu itu stasiun itu ga beroperasi, tapi tetep terlihat bersih dan terawat.

ada cerita lucu tentang bird nest hari itu. karena sudah agak capek jalan2 di summer palace, saya sempet bilang sama bapak:

“pak, kalau capek, apa kita ga usah mampir ke bird nest ya? lagian malem2 gini ngapain juga kita liat2 sarang burung?”

hehehe…., darah ndeso saya emang kadang2 muncul di saat2 yang tidak terduga :D  


to china with love. part 6.

beijing day 4.

hari keempat di beijing. kami masih penuh semangat!
setelah puas sarapan di hotel, kami memulai perjalanan hari itu dengan mengunjungi the beijing zoo. ga salah? jauh2 ke china kok cuman main ke kebon binatang? apa yang kurang dengan ragunan atau taman safari? hehe…, let me share you a story, yaa…

anak2 saya sukaaaa banget nonton film kartun. kalau pas wiken dan kami ga ada acara kemana2, mereka bisa tahan berjam2 di depan tv nonton film kartun yang mungkin sudah diputer 2000 kali. pernah juga suatu kali kami bawa anak2 nonton film kungfu panda di bioskop. besoknya mereka minta dibeliin dvd nya. dan abis itu, setiap ada kesempatan minta diputerin film kung fu panda. pernah sehari sampe 3x. dengan buku begitu juga. anak2 punya buku2 bacaan favorit yang berulang2 kali mereka baca. benezra pernah 5 hari berturut2 minta dibacain buku pesawat terbang sebelum tidur. anehnya, mereka ga bosen2. yang ada, ibunya yang mblenger.

jadi yang saya mau bilang, ga masalah berapa kali anak2 liat monyet di kebun binatang, jalan2 ke zoo tetep bisa bikin mereka happy. dan in fact, saya melihat perbedaan signifikan antara kebon binatang di indonesia dengan di beijing. di sana jauuuhhhh lebih bersih, dan saya ga ngeliat ada orang2 yang pacaran di pojok2 kebon.

saya ga ingat persis, berapa jauh jarak dari hotel kami ke beijing zoo. tapi kalau ga salah, rasanya sekitar setengah jam perjalanan naik mobil.

dulu, beijing zoo yang dibangun tahun 1908 ini juga dikenal dengan nama Ten Thousands Animals Garden. tapi saya rasa binatang yang ada di sana jumlahnya ga ada seribu2 acan. kecuali kalau semut dan cacing tanah dimasukin dalam hitungan.

target utama kunjungan kami ke beijing zoo tentu saja ngeliat panda. dan secara kasat mata, panda yang ada di sana dengan yang pernah kami liat di jakarta yo podho wae… :D

selain panda, di sana juga ada beberapa jenis primata, singa, harimau, macan, rusa, ular dan lain2. standar laaahhh…

setelah puas liat2, ngobrol2, lari2 dan makan pop corn, kami pun meninggalkan beijing zoo. on our way out, bapak took these cool pictures ;-)

 

a lion never never uses his strength to humiliate another

the only difference between panthers and leopards is color

 bears don’t descriminate when their young are female

elephants never abandon the elderly

when two clans of gorillas meet they always avoid conflict

when a dolphin finds a hurt dolphin he helps it stay afloat

agaknya kita disuruh ‘ngaca’ sama binatang ya? :-P

anyway, petualangan selanjutnya adalah mengunjungi Li Heng Tang Peral store. kenapa ke sana? karena saat ini china adalah negara penghasil mutiara air tawar terbesar di dunia. jadi pengen liat juga kayak apa sih mutiara air tawarnya china yang kesohor itu.

di li heng tang kita bisa liat proses budi daya mutiara air tawar ini. mulai dari dia diternakan, sampai jadi kerajinan mutiara seperti perhiasan atau kosmetik. selain berbagai produk mutiara air tawar, di sana juga dijual macem2 produk dari sea water pearls. saya ga beli apa2 di toko ini. karena menurut saya, kerajinan mutiara di bali masih jauh lebih menarik.

yang jadi catatan saya dari pearl store ini justru adalah alamatnya: No. 2 North Gate Kongjunzhihuixueyuan. rasanya belum pernah saya ngeliat deretan konsonan sepanjang itu dalam sebuah nama.

selesai liat2 pearls, perhentian berikutnya adalah di rumah makan. saya ga inget nama restorannya apa. lagi2 yang saya inget cuman rasa makanannya. enak! siang itu kami makan ikan, kodok dan daging keledai. plus nasi goreng dan chinesse tea seperti biasa. kenapa selalu pesen nasi goreng? karena benezra sukaaa sekali. kalau kami pesan 1 porsi nasi goreng, biasanya benezra akan makan 1/2 porsinya sendiri. sisanya yang setengah porsi lagi dibagi buat 4 orang. nasi goreng yang selalu kami makan disana rasanya emang enak. bumbunya kalau tebakan saya cuman bawang putih + garem doang, ditambah taburan daun bawang yang diiris tipis. tanpa tambahan telur, bakso , ayam atau udang seperti kebanyakan nasi goreng yang biasa kami makan di sini. jadi fungsinya sama dengan nasi putih aja. dimakan anget2 emang maknyus. no wonder benezra ketagihan.

kalau ada yang bertanya kenapa makanan yang kami pesan ga pernah ada foto/gambarnya, itu karena biasanya begitu makanan sampai di meja, kami berlima langsung sibuk sendiri2. ga ada yang inget lagi sama kamera. lagian kalau ga buru2 disantap, makanannya bisa keburu dingin. dan begitu selesai makan, biasanya kami langsung leyeh2 kekenyangan. jadi rada males mau foto2…

selesai makan siang, perjalanan dilanjutkan ke summer palace.

oh, ternyata foto2 yang di summer palace belum sempet di-edit. jadi ceritanya besok lagi yaaa…


to china with love. part 5.

beijing day 3

masih cerita di beijing hari ke 3.

setelah puas (puas ga puas harus udahan dulu, hehehe…) liat2 forbidden city, tibalah saatnya makan siang. kali ini kami diajak ke Ba guo bu yi restaurant. letaknya di #68 Nanxiao Road, bersebelahan dengan Beijing Youth Palace. jaraknya dari forbidden city ga jauh. naik mobil cuman sekitar 5 menit. baru naro pantat sebentar di mobil, udah diminta turun lagi…

masuk ke ba guo bu yi serasa masuk dalam sebuah scene felm kung fu. sebuah ruangan yang cukup besar, penuh dengan orang2 yang sibuk menyajikan makanan, meja2 yang penuh dengan makanan, dan kursi2 yang penuh dengan orang2 yang sibuk menyantap makanannya. orang2 yang mungkin asing satu sama lain, dipersatukan dengan 1 kebutuhan yang sama: makan.

dekorasi restoran yang dipenuhi dengan bermacam ornamen dan lampion berwarna warni bikin restoran ini tampil semakin meriah. saya mulai kesulitan memutuskan, apakah pemandangan yang saya lihat lebih mirip scene film kung fu atau pesta ulang tahun anak TK.

restoran ba guo bu yi ini menyajikan berbagai hidangan asli sichuan. authentic sichuan meals. seperti biasa, kami order 1 menu ayam, 1 menu ikan, 1 menu pork dan nasi goreng :D nama menunya ga ada yang saya inget. yang saya ingat cuman rasanya yang enak dan cucok di lidah kami. dan waktu itu, karena sempet ngeliat tetangga di meja sebelah yang makan mie dan keliatannya enaaakkkk banget, saya juga jadi tergoda untuk mencoba. saya minta tolong larry untuk memesankan 1 menu noodle. sembarang aja, yang penting authentic sichuan dan spicy. saya sempet sedikit shock waktu liat pesanan saya datang. 1 mangkuk besar mie tradisional yang masing2 lembarnya berdiameter hampir 1 cm :-P jarang2 lho, saya menyerah dan ga berhasil menghabiskan makanan yang saya pesan. bukan karena rasanya yang ga enak, tapi menghabisakn sebaskom traditional noodle ternyata memang bukan pekerjaan enteng. dan saya terpaksa menyerah. kan saya juga masih pengen ngicipin makanan yang lainnya… hehehe…

di buku catetan saya, ada beberapa pointer yang saya bikin tentang restoran ini:

- tempat cuci tangannya ada di bagian luar ruang makan. airnya dinggiiiinnnnn banget!
- semua toiletnya masih pake closet jongkok. tapi signs-nya sudah menggunakan istilah: “toilet”, “ladies” dan “gents”. bukan “wc/water closet”. dengan baju rangkep2, perlu keterampilan khusus buat buang air kecil apalagi besar di sana.
- perlu perjuangan juga untuk minta air mineral dan piring makan. ga ada satu waiter-pun yang mengerti bahasa indonesia, apalagi bahasa inggris :D

selesai makan, sekitar jam 14.30, perjalanan kami lanjutkan ke Xicheng District. saatnya untuk Hutong Tour. kami naik rickshaw untuk mencapai xicheng district.

 

rickshaw ini bentuknya mirip becak, tapi lebih lebar, dan abangnya ‘bekerja’ di depan. jadi kalau kita naik becak berasa didorong, kalau naik rickshaw ini berasa ditarik. begitu naik, dengan sigap si abang rickshaw nya langsung menutupi penumpangnya dengan selimut. angin yang menerpa badan kita selama rickshaw melaju dengan kecepatan 20 km/jam bisa bikin kita menggigil kedinginan.

hutong adalah semacam perumahan penduduk yang bentuknya seperti maze/petak2. sebuah hutong terdiri dari beberapa courtyard yang berfungsi sebagai rumah tinggal/residence. sebuah courtyard/residence biasanya ditempati oleh sebuah keluarga besar yang terdiri dari beberapa kepala keluarga. misalnya ada kakek+nenek, anak2nya yang sudah berkeluarga, cucu2 yang sudah mulai dewasa, dan mungkin juga beberapa kerabat dekat lainnya. begitu kurang lebih.

 

 

pada zaman dinasti Ming (awal abad ke-15) china berpusat di forbidden city. di luar forbidden city, penduduk dibagi2 dalam kelompok2 sesuai dengan status sosialnya. mereka yang punya status sosial lebih tinggi diperbolehkan tinggal lebih dekat dengan pusat kekuasaan. untuk penduduk dengan status sosial menengah, disediakan perumahan dalam bentuk petak2 yang letaknya lebih jauh dari pusat kerajaan. bentuk petak2 ini amat sederhana dan hampir seragam. walaupun ukurannya memang tidak sama. sekali lagi sesuai dengan status sosial, dan pekerjaan mereka masing2.

yang unik adalah, lay out kota tua beijing dengan hutongs-nya ini praktis tidak berubah selama ratusan tahun. penghuninya silih berganti. renovasi mungkin sudah dilakukan di sana sini. tapi lay out dasarnya tetap tidak berubah. sayangnya modernisasi terpaksa menggeser hutong2 tua itu, dan mulai menggatikannya dengan deretan gedung bertingkat, perkantoran dan apartemen. selalu sama di seluruh dunia. jumlah hutong di beijing semakin hari semakin sedikit.

jadi kalau kita ingin melihat hutong dan mencoba membayangkan seperti apa dan bagaimana beijing 600 tahun yang lalu, sebaiknya segera ke sana sekarang. mumpung hutong belum punah :(

salah satu residence yang kami kunjungi di xicheng district kemarin luasnya sekitar 300 meter persegi. di dalamnya ada beberapa bangunan. ada rumah keluarga inti. dapur dan kamar mandi yang dipakai bersama2. dan beberapa kamar yang bentuknya seperti rumah2 petak di jakarta.

pemilik rumah itu adalah seorang pensiunan akuntan di salah satu perusahaan swasta di beijing. dan karena beberapa anggota keluarganya sekarang sudah tidak tinggal bersama di courtyard itu, maka dia menyewakan beberapa dari kamar/rumah petak yang ada di courtyard itu untuk para pendatang.

bapak itu bercerita, suatu kali ada sepasang pelajar yang ngontrak di situ. terus mereka pacaran dan akhirnya menikah. maka si bapak tuan rumah itu berbaik hati menyediakan salah satu bangunan rumah petaknya untuk dijadikan kamar pengantin mereka. dihias dengan ornamen khas pengantenan china, logo double happiness dalam chinesse character, dan dekorasi serba merah. dengan sedikit maksa, si bapak meminta kami untuk berfoto di kamar pengantin itu, dan karena ga bisa ngomong pake bahasa china, kami terpaksa menurut. bagaimana pun kami kan sebetulnya masih terhitung pengantin baru. baru 10 tahun menikah dan baru punya 3 anak ;-)

selesai liat2 dan ngobrol2 dengan sang bapak pensiunan, kami melanjutkan perjalanan keliling district, kembali dengan naik rickshaw. pemandangan sepanjang jalan luar biasa bagusnya. dan yang bikin sight seeing kali ini lebih istimewa adalah kami melihatnya secara langsung, bukan dari balik jendela mobil yang kami tumpangi.

puas dan kedinginan jalan2 naik rickshaw, perjalanan kami lanjutkan ke gereja. rencananya mau ikut kebaktian natal jam 4 sore. sayangnya kami tiba sedikit terlambat. gerejanya sudah tutup. iya…, saya juga bingung, katanya orang china ga ada yang natalan, tapi kok gerejanya penuh ya? dan pake acara ditutup segala. kalau di indonesia, yang namanya gereja itu ga pernah pake acara tutup. kalau pun kursi2 di ruang kebaktian sudah penuh, para pekerja dan majelis gereja biasanya akan mengeluarkan kursi2 tambahan untuk ditaruh di teras gereja, dan semua orang yang datang bisa tetep ikut kebaktian. tapi sekali lagi, ini china, bukan indonesia. bebas aja kalau mereka mau bikin peraturan sendiri.

dan menjawab pertanyaan kenapa gereja penuh padahal orang2 di sana ga natalan, ini jawaban yang saya dapat: orang2 di sana penasaran, pengen tau kayak apa sih kebaktian natal di gereja itu? hehehe…, jawaban yang jujur banget. ya sudahlah, kami mengalah saja sama orang2 yang penasaran tadi. batal ikut kebaktian natal, kami langsung balik ke hotel, kebaktian dan syukuran sendiri saja.

malamnya, larry menemani kami pergi ke wangfujing night market. bapak penasaran sekali pengen ke sana gara2 pernah liat liputannya di TV. night market ini modelnya seperti pasar malam di blok S mungkin ya? sepanjang jalan dipenuhi dengan deretan penjual makanan. bedanya, makanan yang dijual di sepanjang jalan ini adalah makanan2 ekstrim. mulai dari ular, serangga, cacing, jeroan sampai kalajengking. kalau jeroan mah kami sudah ga kaget. sekali makan soto betawi aja kita udah bisa langsung menikmati berbagai jenis jeron. usus, babat, juga paru2. makan nasi uduk, langsung dapet paket ati ampela. makan di rumah makan sunda bisa dapet limpa dan jantung. jadi malam itu kami ga perlu lagi nyoba jeroan. cukup makan ular, serangga (yang ukurannya hampir segede2 jempol), daging keledai dan kepala cumi2. kata bapak dan anak2 sih rasanya enak. saya sih ga tega makannya :-P

selesai jalan2 night market, kami kembali ke hotel setelah sebelumnya nengokin warung langganan dulu, beli beberapa cup mashed potato dan beberapa potong chicken wings. buat persediaan kalau ada yang kelaperan tengah malem :)

sampe hotel, anak2 ganti baju, masih sempet main2 sebentar, minum susu, langsung tiduuurrrr…

hari yang panjang dan melelahkan….


to china with love. part 4

beijing day 3

hasrat hati ingin segera menyelesaikan cerita perjalanan ke china kemarin, disamping takut keburu basi, saya juga takut keburu lupa semua… maklum, faktor U…

belajar dari pengalaman hari sebelumnya, di hari ketiga saya memutuskan untuk memulai tour pada jam 10 pagi. dan kali ini kami hanya terlambat 30 menit :D

hari ketiga ini adalah hari natal. tapi suasana natal di beijing sama sekali lain dengan di jakarta. walau pun ada beberapa toko yang memajang ornamen natal, gambar santa dan dekorasi merah hijau, tapi suasananya memang lain sekali. di hotel, kami dapet 1 kantung kukis dan coklat dengan sebuah kartu ucapan selamat natal di masing2 kamar. selebihnya, di sana 25 desember itu sama saja dengan 24 desember dan 26 desember. sampai saat ini, china memang tidak merayakan natal…

kami memulai perjalanan tour kami dengan mengunjungi tiananmen square. perjalanan dari hotel ke tiananmen square ga jauh. hanya sekitar 15 menit naik mobil. udara pagi itu cukup hangat. saat kami meninggalkan hotel suhu udaranya 4 derajat celcius. tapi menjelang siang, suhunya turun sampe -4. karna ga terlalu dingin, pagi itu saya ijinkan benaia melepas topi dan sarung tangannya, yg katanya bikin dia pengen mandi terus karena berasa badannya gatel2 :D

ngomong2 soal mandi, di hari pertama, begitu sampe di hotel anak2 sempet mandi sebelum tidur. karena kata bapak, kotor habis seharian dalem perjalanan. saya sebenernya rada ketar ketir juga, takut anak2 kena flu. besok paginya, bapak minta anak2 mandi lagi sebelum berangkat. terus terang, pengalaman winter terakhir saya adalah hampir 20 thn yang lalu. jadi udah rada2 lupa juga. walaupun agak ragu, akhirnya saya biarkan anak2 mandi lagi pagi itu. siangnya kami ngobrol2 sama larry soal frekuensi mandi manusia pada umumnya di saat winter. larry kaget karena kami memandikan anak2 2x sehari. maklum, biasa hidup di jakarte. hehe… akhirnya, dengan mempertimbangkan saran larry, anak2 selanjutnya boleh mandi 2 hari sekali aja. kalau bapak sama ibu tetep sehari sekali. biar wangiii… :-P larry sih sebenernya menyarankan buat mandi 2x seminggu :D

balik lagi ke cerita touring nya yaa….,

tiananmen square adalah sebuah alun2 yang letaknya di tengah2 kota beijing. nama tiananmen diambil dari nama salah satu gerbang yang ada di forbidden city: gerbang tiananmen atau the gate of heavenly peace yang merupakan pintu gerbang masuk ke forbidden city. kalau diliat2, arti tiananmen ini bagus juga ya… bisa jadi alternatif kalau mau buka toko roti, tempat spa, atau kasih nama anak. “tiananmen bread”, “tinanmen resort and spa” atau “tiananmen wicaksono”. panggilannyanya bisa “tian”, bisa juga “wicak”.  :D  

luas tiananmen square adalah 440.000 meter persegi (880 m x 500 m), dan merupakan alun2 terbesar di dunia saat ini. di sebelah utara alun2 ini ada sebuah tiang bendera besaaar banget. setiap hari, tentara kehormatan akan melakukan upacara penaikan dan penurunan bendera di situ.

di alun2 atau lapangan tiananmen tidak diperbolehkan dipasang billboard atau papan reklame. tapi di sana ada sebuah giant LED screen, saya lupa catet berapa ukurannya, tapi yang pasti guedeee banget. setiap hari akan ditayangkan berbagai hal tentang china. tentang tradisi, seni budaya, berita2, dan mungkin semacam tayangan layanan masyarakat di TVRI.

di sekeliling tinanmen square terdapat berbagai gedung pemerintahan, museum dan sebuah mausoleum dimana jenazah pemimpin besar partai komunis china yang juga adalah presiden republik rayat china yang pertama mao zedong,  tersimpan. mausoleum ini dikenal dengan nama mao mausoleoum atau chairman mao memorial hall. kita ga perlu masuk ke mausoleum ini untuk liat fotonya chairman mao, karena sudah ada fotonya yang segede gambreng dipajang di salah saru sisi alun2 ini.

dari tiananmen square, perjalanan dilanjutkan ke forbidden city.

forbidden city yang juga kita kenal sebagai “kota terlarang” adalah ‘mantan’ istana kekaisaran cina, yang selama sekitar 500 tahun menjadi tempat tinggal keluarga kaisar dari dinasti Ming hingga dinasti Qing. kenapa namanya forbidden city, karena pada jaman segitu ga ada orang yang boleh masuk keluar komplek istana, kecuali ada ijin dari kaisar. maklum, keluarga kaisar dianggap sebagai keturunan dewa. jadi hidupnya juga tentu harus terpisah dari manusia biasa ;-)

forbidden city ini dibangun dari tahun 1406 hingga 1420. luasnya mencapai 720.000 m2. dan didalam kompleks istana ini terdapat 980 bangunan. ada banyak ruang2 pribadi untuk kaisar, permaisuri, para selir, para pangeran, ruang 2 kerja, pendopo2, dapur, gudang, dan banyak lagi bangunan lainnya. kebayang gedenya kan?

fyi:
“The Forbidden City was declared a World Heritage Site in 1987 and is listed by UNESCO as the largest collection of preserved ancient wooden structures in the world”

bangunan dalam kompleks istana di forbidden city ini dibuat berlapis2. ada banyak pintu gerbang yang menghubungkan satu bagian istana dengan bagian istana yang lain. di masing2 gerbang/gate ada 5 buah pintu masuk dengan ukuran yang berdeda2. pintu tengah yang ukurannya paling besar, itu adalah pintu yang hanya boleh dilalui oleh sang kaisar. dua pintu yang berukuran lebih kecil yang mengapit pintu utama adalah pintu yang bisa dilalui oleh permaisuri, para selir, para pengeran dan keluarga dekat kerajaan. dan 2 pintu yang paling luar, adalah pintu yang akan dilalui oleh para pejabat istana. saya sama anak2 tentu saja selelu memilih untuk lewat pintu tengah yang paling besar :D

dalam gambar di atas yang keliatan cuman 4 pintu. silakan gunakan imaginasi anda buat membayangkan, kalau di sebelah kanan situ masih ada 1 pintu lagi yang ga kepotret :D

nama yang diberikan untuk masing2 gate juga sangat spesial dan penuh dengan filosofi.

- diawali dengan Meridian Gate, adalah pintu gerbang masuk ke dalam kompleks istana. seorang permaisuri boleh masuk melalui pintu tengah yang biasanya hanya boleh dilalui oleh sang kaisar, hanya 1 kali saja seumur hidupnya, yaitu pada hari pernikahannya. sesudah itu, sang permaisuri hanya boleh masuk lewat pintu berukuran sedang yang mengapit pintu utama sang kaisar. lumayan lah, lebih baik 1 kali seumur hidup dari pada ga pernah sama sekali yaa…

- lalu ada Gate of Supreme Harmony, pintu gerbang kedua yang akan membawa kita masuk ke Hall of Supreme Harmony, yang merupakan bangunan terbesar yang ada di forbidden city. dalam gedung inilah kaisar2 dari dinasti Ming hingga dinasti Qing mengadakan upacara pernikahan mereka. hall ini dibangun 30 meter lebih tinggi dari bangunan2 lainnya di kompleks istana ini dan menjadi salah satu bangunan inti dalam kompleks. selain hall of supreme harmony, di bagian ini juga terdapat hall of central harmony dan hall of preserving harmony. kedua halls ini biasa digunakan oleh kaisar untuk melakukan persiapan2 sebelum melakukan berbagai upacara.

konstruksi kayu, berbagai hiasan dan ornamen tembaga serta lantai marmer di istana ini jelas menggambarkan betapa mewahnya istana ini. sampai saat ini, hall of supreme harmony tercatat sebagai bangunan dengan konstruksi kayu terkokoh di china.

- lanjut ke bagian yang lebih dalam, kita akan tiba di 3 halls penting lainnya, yaitu palace of heavenly purity,  hall of union, dan palace of eathly tranquility. ketiga bangunan ini biasa digunakan oleh kaisar untuk mengadakan rapat dan dengar pendapat dengan dewan kerajaan serta menulis surat2 penting. pada masa dinasti Ming, palace of heavenly purity juga digunakan sebagai istana kediaman sang kaisar. bangunan besar ini dibagi menjadi 9 ruang yang didalamnya terdapat 27 buah tempat tidur. untuk alasan keamanan, tiap malam sang kaisar akan memilih salah satu dari tempat tidur itu untuk dia beristirahat. very smart, don’t you think? ;-)

dari cerita yang saya dapat di sana, issue keamanan di dalam forbidden city memang selalu menjadi perhatian. forbidden city dibangun sedemikian rupa untuk menghindari masuknya musuh dan penyusup. selain tembok2 yang tinggi, besar dan kokoh, jalanan di dalam kompleks ini juga dibangun dengan menggunakan batu2an yang keras dan kuat yang disusun berlapis2. 5 lapis dengan susunan yang saling silang. sehingga mustahil ada manusia yang berhasil menembus masuk kompleks istana melalui jalan bawah tanah.

kemarin tembok yang dilapisin batu kapur dan tepung beras ketan. hari ini jalanan komplek 5 lapis. harus saya akui, kaisar china memang bukan orang biasa2 saja…

pada masa dinasti ming juga, the palace of earthly tranquility digunakan sebagai istana kediaman sang permaisuri. di dalam istana ini terdapat 2 buah ruangan yang disiapkan sebagai kamar tidur untuk sang kaisar dan permaisuri di malam pengantin mereka. di dalam buku biografinya, kaisar terakhir china, pu yi bercerita, di hari pernikahannya, kamar pengantinnya di istana forbidden city itu dihias dengan sangat mewah dan didominasi warna merah. dinding merah, penutup tempat tidur merah, bantal merah, taplak meja merah. saking merahnya kamar pengantin itu, sang kaisar sampai merasa pusing dan sesak nafas. sampai dia harus meninggalkan sang permaisuri yang terduduk di atas tempat tidur, keluar untuk cari angin supaya bisa bernafas lega lagi. kesian amat yaa… :D

saat ini, ada juga sebuah bangunan dalam forbidden city yang digunakan sebagai museum jam, atau disebut dengan hall of clocks. di dalamnya dipajang sekitar 200 jam antik yang umurnya sudah ratusan tahun.  koleksi jam antik kerajaan ini sebagian adalah pemberian beberapa pemimpin negara di eropa seperti Swiss, Inggris dan Perancis. ada juga yang berasal dari amerika serikat, jepang dan china. saya perhatikan tidak ada 1 jam pun yang berasal dari indonesia. mungkin karena semua jam yang ada di indonesia memang adalah made in taiwan :D

waktu saya mengunjungi hall of clocks ini saya sempat kagum dengan banyaknya koleksi barang antik yang dipajang di sana. setelah pulang dan meneruskan membaca buku biografi pu yi, saya baru sadar, kalau koleksi jam itu ternyata belum ada apa2nya. ada jauh lebih banyak barang2 antik yang sangat berharga milik kerajaan yang sudah hilang, rusak atau pun dicuri selama masa revolusi china. mulai dari emas, berlian dan batu2 berharga lainnya, buku2 dan naskah2 kuno dan berbagai crafts lainnya. sayang banget ya :(

setelah mampir ke hall of clocks, kami beristirahat sebentar di sebuah area dalam komplek yang bentuknya seperti lapangan dengan beberapa restoran dan cafe di beberapa sisinya. anak2 makan beberapa potong sosis panggang ( di sana mereka menyebutnya hotdog. anak2 saya sempet bingung, hotdog kok ga ada roti/bun nya :D ) dan minum beberapa botol air mineral dan teh. saya sendiri sibuk selonjoran sambil mijet2 betis yang mulai menderita kecapekan :D

lanjuuuttt….,

 - di ujung sebelah utara, ada gate of devine mighty. gerbang ini adalah gerbang terakhir yang kami lewati dan membawa kita keluar dari forbidden city, menuju ke jingshan park. dulu jingshan park ini merupakan taman kerajaan. namun sekarang dijadikan sebagai publik park.

di dalam jingshan park terdapat 5 buah bukit. di atas masing2 bukit dibangung semacam pondokan yang biasa digunakan oleh para pejabat kerajaan untuk kumpul2 sambil bersenang2 ;-)

di dalam taman kerajaan ini juga terdapat banyak pohon2 tua yang umurnya sudah mencapai 300 tahun. pohon2 itu ditopang sedemikian rupa supaya bisa tetap berdiri tegak. beruntung sekali nasib pohon2 tua itu ya… diperhatikan dan disayang banget sama orang china :)  

salah satu pohon dalam taman itu sering disebut sebagai “the love tree“. katanya kaisar terakhir china, pu yi, pernah berfoto dengan sang permaisuri di depan pohon itu. jadilah banyak pasangan2 yang mengambil kesempatan untuk berfoto di situ juga, termasuk sepasang muda mudi dari indonesia ini :D

katanya, di musim panas jingshan park ini sangat hijau dan asri. banyak warga beijing yang datang ke sini untuk bertamasya :) karena kebetulan kami berkunjung ke sana saat musim dingin, pemandangan yang ada adalah pohon2 yang tak berdaun, sungai membeku dan keindahan alam khas winter lainnya.

selain gates dan halls yang saya ceritakan di atas, masih ada beberapa gate lain di forbidden city, seperti west glorious gate, west glorious gate, hall of mental cultivation, corner towers, hall of military eminence dan hall of literary glory.

kalau saya memperhatikan nama2 yang diberikan utuk masing2 istana dan gerbang di forbidden city, saya jadi teringat dengan bina graha, lokawirasabha dan manggala wanabakti.  saya tambah yakin kalau ada hubungan kekerabatan yang erat antara orang china dengan orang jawa :D

buat yang seneng baca, mungkin bisa cari atau pinjem buku2 ini dibawah ini, lumayan, bisa memberi pencerahan dan gambaran yang lebih detail, seperti apa kehidupan di dalam forbidden city jaman segitu :D

selesai melewati jingshan park, kunjungan kami di forbidden city pun secara official dinyatakan selesai. dan supaya ceritanya ga kepanjangan, lanjutannya diterusin nanti yaa… :D  

 


to china with love. part 3.

tibalah saat yang dinanti2kan. the d-day.

beberapa minggu sebelum berangkat saya menerapkan regulasi diet super ketat terhadap diri sendiri, sebagai bentuk antisipasi melonjaknya nafsu makan selama di china. hey, we’re talking china here… the land of the best food in the universe… #my version#

karena flight kami dari jakarta jam-nya rada sadis (jam 5 pagi sajaaa…), saya putuskan untuk nginep semalam sebelumnya di hotel transit di airport. you know, just in case :D

jam 4 pagi, barengan sama pak tani ke sawah dan tukang sayur jalan ke pasar induk, kami sekeluarga juga berlari2 kecil menuju counter check in. puji tuhan, pagi itu semua berjalan dengan lancar. pertanda baik untuk memulai sebuah perjalanan. hehehe…

perjalanan jakarta-kuala lumpur juga lancar. begitu duduk di pesawat anak2 langsung melanjutkan tidur mereka yang terganggu :) sampe kuala lumpur jam 8 pagi lewat dikit. sempet jalan2 dalem airport, ngabisin waktu transit sekitar 1,5 jam. abis itu, lanjut KL-beijing. ini adalah pertama kalinya anak2 naik boeing 777-200. they were so excited. pertunjukan film dan musik di kabin cukup membuat mereka tenang selama 6 jam perjalanan KL-PEK. dan 2x meals juga berhasil membuat perut kami bahagia :)

sampe di beijing sekitar jam 3.30 sore. saya ga terlalu kaget waktu ngeliat para petugas imigrasi yang tampangnya sedikit horor. boro2 senyum atau bilang halo, menganggukan kepala aja kayaknya berat banget. penampilan kami yang lucu2 ini sama sekali ga mampu menggerakan hati mereka untuk menunjukan sikap hangat. dari apa yang pernah saya baca, petugas imigrasi china memang terkenal sangat serius. itu karena mereka memang ga dibayar untuk senyum dan bersikap ramah. mereka dibayar untuk melindungi perbatasan dan itu adalah pekerjaan serius ;-) ya sudahlah…, kalau itu memang sudah jadi pilihan hidup mereka, kita terima saja dengan lapang dada :-P

signs boards di airport cukup bersahabat. kami bisa dengan selamat sampai di pintu keluar tanpa harus mengganggu petugas di airport dengan: “maaf mbak, mas, kalau luggage claim mh 378 di belt nomor berapa ya?”

di pintu keluar, tour guide kami sudah menunggu. namanya larry. orangnya ramah dan sumringah. enak diliat. dan bahasa inggrisnya hampir sebagus saya. hehe :D

sebelum meninggalkan airport kami mampir di kfc. cari cemilan sekalian mecahin uang, karena saya akan perlu uang ‘receh’ buat tipping. berdasarkan informasi dari tour agent saya, besaran tip secara umum adalah:
- rmb 10 per koper buat potter/bell boy
- rmb 50/hari untuk tour driver
- rmb 100-200/hari untuk tour guide. bergantung pada tingkat kepuasan kita atas service yang mereka kasih.

bianca dan benaia suka sekali dengan chicken wings nya kfc. mereka bilang rasanya beda dengan kfc di jakarta. mungkin juga karena di sana udaranya dingin :-P

dari airport kami langsung menuju ke hotel. sama seperti jakarta, beijing juga menganut sistem jam macet di waktu2 bubaran kantor. sore itu perjalanan dari BCIA ke hotel kami makan waktu sekitar 50 menit. dan seperti layaknya orang yang baru pertama kali ke china, saya juga sempet foto2 di airport dong… ;-)

selama di beijing kami menginap di crowne palza, letaknya di daerah wangfujing. a very convenient area. kemana2 deket. major shopping malls, restaurants, drugs store, subway station, semuanya bisa ditempuh dengan jalan kaki 10-20 menit. mungkin seperti malioboro kalau di jogja. kalau kepepet2 perlu cemilan atau minum bisa lari ke kfc atau 7-eleven. di kfc, saat kita mau order, kalau keliatan kita ga bisa ngomong bahasa cina, mereka akan kasih selembar daftar menu, lengkap dengan gambar dan harga untuk masing2 item. jadi kita tinggal nunjuk apa yang mau kita pesen. untuk kuantitinya, bisa pake one, two, three, atau bisa juga pake bahasa jari :)

eniwey, karena sudah capek dan kami merasa masih cukup kenyang (3x makan di pesawat plus 1x ‘nyemil’ di airport), kami putuskan untuk istirahat aja di hotel malem itu. dan buat yang mendadak laper lagi, masih ada beberapa potong chicken wings dan pop mie yang saya bawa dari jakarta. cukuplah :)

beijing, day2.
agenda hari kedua kami di beijing adalah mengunjungi mutianyu great wall dan nonton kungfu show. hari itu kami awali dengan telat 1,5 jam saja :) janjian ketemu larry sang tour guide jam 8.30 pagi. dan kami baru selesai sarapan jam 10. ternyata yaaa…., ndandani anak2 dengan kostum winter itu ga semudah yang saya bayangkan. hehe… apalagi anak2 belum terbiasa, terutama benaia. dipakein long john protes. dipakein sweater, katanya kayak baju anak perempuan. dipakein gloves, katanya gatel… jadi, dengan 4 rangkep baju, 1 anak bisa makan waktu 15 menit sendiri. jadi total jendral, rata2 waktu yang saya perlukan buat ndandanin 3 anak + 1 suami adalah 45 menit. no wonder lah grup kami jadi juara telat :D

perjalanan dari hotel ke mutianyu great wall makan waktu sekitar 2 jam. mutianyu ini adalah satu bagian dari the great wall yang menurut tour agent kami punya view paling cantik. di samping  less crowded dan ada fasilitas cable car yang juga paling baik. sebagai informasi, selain muntianyu, bagian dari great wall lain yang juga banyak dikunjungi wisatawan adalah badaling.

dalam perjalanan ke mutianyu, kami mampir dulu di sha he cloisonne factory. cloisonne adalah sebuah teknik pembuatan kerajinan antik dari logam. yang kemarin saya liat di china adalah dari tembaga. sekilas bentuknya seperti gerabah atau tembikar. tapi karena ini dari logam tentu lebih tahan banting. jaman kekaisaran china masih berjaya, cloisonne ini juga banyak dipake buat dekorasi di istana, termasuk di singasana sang kaisar.


buat cindera mata, di situ kami beli 3 hiasan kecil bentuk kuda, anjing dan tikus. sesuai dengan shio kami sekeluarga :D harga cloisonne di pabrik ini memang relatif lebih mahal dibandingin dengan yang dijual di toko2 cindera mata di wangfujing. cuman kalau saya perhatikan cloisonne yang saya beli di pabriknya ini kualitasnya memang lebih baik. detail cutting dan finishing-nya terlihat lebih rapi.


so, sekitar jam 11 kami melanjutkan perjalanan ke great wall. dan ternyata yaaa, great wall itu memang cantiiikkk sekali!

great wall yang sering juga disebut dengan tembok raksasa ini merupakan kumpulan tembok kokoh yang mengikuti bentuk pegunungan cina utara.  tembok besar sepanjang 8.851 km ini dibangun jaman dinasti ming. dan saya baru tahu, bahwa dalam masa pembangunannya, orang china menggunakan campuran batu kapur dan beras ketan yang berfungsi sebagai semen yang merekatkan batu bata. amazing!

selain dikenal sebagai tembok raksasa tepanjang di dunia, great wall juga sering disebut sebagai kuburan terbesar di dunia. ada ribuan orang yang mati dan terkubur di bawahnya. mereka adalah para pekerja dan tukang bangunan. sebagian dari mereka mati karena kelelahan, kedinginan atau kelaparan.

satu fakta menarik tentang great wall, walaupun great wall sudah ditetapkan sebagai situs peninggalan sejarah yang dilindungi, dari tahun ke tahun great wall mengalami banyak kerusakan yang sebagian besar diakibatkan oleh pembangunan infrastruktur yang serampangan, pencurian artefak dan renovasi bagian2 tembok yang dilakukan sembarangan.

“Laporan konservasi pada awal tahun 2004 melaporkan bahwa hanya 1/3 dari panjang 6.350 km tembok yang sekarang masih terpelihara, membuat rentang tembok “semakin pendek”. Banyak warga di sekitar situs-situs kuno tidak mengetahui mereka tinggal berdekatan karena pandangan mengenai tembok raksasa merupakan benteng arsitektur Ming yang kokoh, namun sebenarnya kondisi Tembok Raksasa Cina tidak seragam. Penduduk sekitar menggunakan batu bata tembok besar untuk membangun rumah dan kandang hewan ternak.”

ga di indonesia, ga di china, sama aja ya… :(

dan akhirnya, setelah bertahun2 ngimpi berfoto di tembok china, puji tuhan, kemarin kesampaian juga :D

di daerah dekat pos cable car, banyak orang berjualan suvenir, manisan dan kacang2an. suvenir yg dijual bermacam2, mulai dari syal, topi, sarung tangan, kaos sampe selimut. ada juga hiasan2 rumah dan peralatan makan seperti lampu, jam meja, kipas, gelas dan sumpit. deretan penjual suvenir itu memberikan pemandangan yang mirip dengan yang biasa kita temui di gunung tangkuban perahu di lembang.

tergoda dengan penampilannya yang cantik dan berwarna warni, saya dan bapak memutuskan untuk membeli beberapa kantung kacang2an. ada kacang almond yang diselimuti semacam karamel dengan taburan wijen, luar biasa enak! ada juga kacang pistacio, dan satu lagi semacam kacang tanah yang dikasih bumbu beraroma rempah. harganya rata2 rmb 30 per seperempat kilogram. bergantung pada keterampilan kita menawar tentunya.

dalam perjalanan kembali ke beijing, kami berhenti di restoran  Xin Shuang Quan untuk makan siang. waktu itu sekitar jam 13.30. kalau bayi baru lahir biasanya perlu disusui setiap 30 menit, maka di daerah super dingin, perut kami selalu minta diisi setiap 4 jam :D

xin shuang quan adalah sebuah restoran taman (tapi kalau winter jadi restoran indoor juga) yang menyediakan farmhouse dishes. siang itu kami pesan menu ayam yang dimasak dengan siraman saus berwarna kemerahan,  mirip dengan saus asam manis. tumis sayuran segar dan roasted pork. semuanya enak!

ada satu cerita lucu saat saya mau minta sambel di restoran itu. bapak mencoba menjelaskan pake bahasa inggris dan bahasa isyarat, mbak2 waiter nya tetep ga dong. doi baru ngerti setelah bapak bilang: sshah… sshah… sshah…, sambil menirukan mimik orang kepedesan :D pada akhirnya, bahasa tarzan memang selalu efektif. dan sambel tradisionalnya itu, minta ampun enaknya. sampe hari ini saya masih bisa bayangin aroma dan rasanya… :D

hal yang menarik dan mungkin perlu kita perhatikan, di beijing rata2 restoran akan tutup pada jam 2 siang, dan baru buka lagi jam 5 sore. jadi kalau kita telat lunch sampe lewat dari jam 2, terpaksa sabar nunggu sampe sore, atau ke kfc lagi… hehe :D

sekitar 1,5 jam kemudian kami sudah sampai kembali di beijing. sebetulnya waktu itu masih ada 1 tempat lagi yang mau dikunjungi, yaitu temple of heaven. tapi karena sudah kesorean akhirnya terpaksa di skipped. sebagai gantinya, sambil nunggu waktunya makan malam (iya, makan lagi…), kami mampir sebentar di carrefour. beli beberapa kebutuhan perut dan rumah tangga. carrefour di beijing atmosfirnya mirip2 juga dengan carrefour di jakarta. kecuali di sana terasa sedikit lebih crowded. dan tentu saja ga gampang nyari orang yang bisa bahasa inggris. sama lah dengan kondisi di carrefour buaran :D

dari carrefour, kami nyebrang lewat terowongan bawah tanah menuju ke Quanjude restaurant di daerah fangzhuang untuk menikmati our longing for roasted duck dinner :D beijing roast duck dikenal sebagai the most delicious food of beijing. agak sulit menggambarkan rasa roast duck yang kami makan malam itu. yang pasti, semua hidangan yang disuguhkan hanya punya 2 rasa: enak, dan enak sekali!

selesai makan, kami langsung menuju ke red theater untuk nonton pertunjukan kung fu. pertunjukan malam itu berjudul The Legend of Kung Fu, presented by China Heaven Creation International Performing Arts Co. Ltd. (CHC).

HTM untuk nonton kung fu show ini bergantung pada masing2 PW, alias posisi wuenak. semakin tinggi derajat PW nya, semakin tinggi juga harga tiketnya. jadi harga tiket untuk masing2 row beda2. untuk dapet VIP seat di row 5-7 kita harus bayar rmb 680/org. tapi kita ga bakalan nyesel ngeluarin dana sebesar itu, karena pertunjukan kung fu di red theater itu baguuuussss sekali. tata panggung, sound sistem, lighting, atraksi kung fu dan akrobatnya luar biasa. kung fu show berlangsung dari jam 7.30 sampe jam 9 malem. dan selama 1,5 jam itu anak2 asik sekali menikmati acara. malah besoknya minta ke sana lagi. hehe…

saking berkesannya, setelah selesai nonton benezra minta dibeliin wooden knocker seperti yang dipake para monks. dan setiap kali kita membunyikan wooden knocker itu, benezra akan langsung ambil posisi duduk bersila, siap melakukan meditasi :D

selama pertunjukan berlangsung kita ga boleh motret atau bikin rekaman video. tapi kalau kita mau, bisa beli dvd nya di sana. in case kangen berat pengen nonton lagi tapi belum sempet balik lagi ke sana :D

selesai nonton, kami langsung pulang ke hotel. malam itu adalah malam natal. dan walaupun orang china sebetulanya tidak merayakan natal, tapi beberapa tahun belakangan ini muda mudi china sudah mulai mengikuti beberapa tradisi natal. menurut mereka, christmas itu romantis. dan kostum yang dipake santa juga cute. dan malam itu sepanjang jalan down town di sekitar hotel juga penuh dengan orang2 yang mencoba ikut menikmati romantisme malam natal. dan kami sekeluarga, memilih menghabiskan malam natal di kamar hotel kami yang hangat dan nyaman. sambil ga berhenti mengucap syukur buat semua kemurahan yang sudah Tuhan hadiahkan buat kami hari itu.

 

 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.