to china with love. part 11.

guangzhou-macau-shenzhen.

ternyata yaaa…, mau nyelesein cerita jalan2 ke cina kemarin itu juga ga pampang. dan saking lamanya tertunda, sekarang saya sudah mulai lupa apa aja yang mau saya tulis…

anyway, mari mengudhal andhul isi kepala demi menemukan memori yang tersisa :D

dari guangzhou, perjalanan kami selanjutnya adalah ke macau.

perjalanan kami dari guangzhou ke macau makan waktu sekitar 2 jam naik mobil. seingat saya, traffic pagi itu cukup bersahabat. macetnya cuman di dalem kotanya aja.

sampai di border, kami sudah ditunggu sama danny, tour guide kami selama di macau. danny adalah lelaki paruh baya yang sangat ramah. walaupun umurnya sudah setengah abad lebih, tapi danny masih sangat energik. selain jago bahasa inggris dan chinesse, danny juga fasih berbahasa perancis dan portugis. hebat yaaa…

pagi itu antrian di imigrasi macau lumayan panjang. kalau ga salah, kami menghabiskan waktu lebih dari setengah jam buat ngantri. untung kami dapet cukup bantuan dengan keempat koper kami. jadi ngantrinya bisa sambil ngobrol2 atau garuk2 kepala…

macau adalah salah satu dari dua special administrative regions dari republik rakyat china (yang satunya lagi hong kong). jadi, walaupun macau ini masih merupakan bagian dari china, tapi macau punya pemerintahan sendiri. punya mata uang sendiri. dan punya imigrasi sendiri.

macau ini luasnya ga gede2 amat. ga lebih dari 28 km persegi. jadi kalau iseng, kita bisa mengelilingi macau hanya dalam 1 hari. yang menarik buat saya, saat ini kota macau seperti terbagi menjadi 2 bagian kota yang amat berbeda satu dengan yang lainnya. satu bagian kota terlihat seperti kota tua, sementara bagian yang lainnya mulai berubah wajah menjadi sangat modern. tapi dua2nya tampil dengan sangat menarik. dan bersih!

macau dulunya adalah daerah jajahan portugis, dan merupakan koloni eropa yang pertama sekaligus yang terakhir di china. pada tahun 1999, portugis menyerahkan kedaulatan macau ke china. sejak saat itu macau terus berkembang jadi salah satu pusat hiburan dan pariwisata di asia. jenis hiburan yang paling terkenal dan sekarang jadi ciri khas macau adalah casino. hampir setiap hotel yang ada di macau menyediakan fasilitas casino buat pengunjungnya. katanya, macau ini sekarang jadi seperti las vegas-nya asia.

hal lain yang menarik perhatian saya, kalau di guangzhou yang jaraknya hanya sejengkal dari macau, tulisan2 yang kita temui di sana sini umumnya ditulis dalam bahasa dan karakter china atau bahasa inggris, di macau ini sebagian besar signs boards nya berisi tulisan2 dalam bahasa inggris dan portugis. seru aja liatnya. jadi berasa abis nyebrang dari dari asia ke eropa. hehe…

selesai umpel2an di border, kami langsung menuju ke mini bus yang sudah menunggu kami. dan kalau di main land china orang mengendari mobil di sebelah kanan, di macau sebaliknya. jadi sama dengan di jakarta.

musim dingin di macau ga terlalu ekstrim. waktu itu suhunya masih belasan derajat celcius. sejuk, dan pas banget buat jalan2. dan makan ;-)

karena anak2 sudah mulai lapar, dari border kami langsung menuju ke tempat makan siang. kami makan siang di sebuah buffet restoran di down town. sayang saya lupa catat nama restorannya. menu yang disajikan siang itu adalah gabungan antara masakan eropa dan chinesse. catatan pentingnya: dessertnya enak :)

selesai makan, danny membawa kami ke macau grand prix museum. museum ini dibangun tahun 1933 untuk memperingati 40 th penyelenggaraan grand prix racing di macau. letaknya di area Tourist Activities Center di Rua Luis Gonzaga Gomes. di dalamnya terdapat sekitar 20 buah mobil dan motor balap yang pernah dikendarai oleh beberapa pembalap terkenal dunia, seperti eduarfo de carvalho, michael schumacher dan david coulthard.

persis di tengah2 museum, dipajang sebuah mobil balap dengan warna merah gonjreng yang sangat menawan hati. mobil itu adalah mobil balap yang pernah dikendarai oleh aryton senna, seorang jagoan balap mobil yang meninggal dalam sebuah kecelakan di arena balap di san moreno GP pada tahun 1994. foto mobilnya tadi saya cari2 di harddisk ga ketemu…

selain mobil dan motor balap, di dalam museum ini juga terdapat sebuah mobil antik yang dulunya adalah mobil dinas salah satu mantan gubernur macau.  

ga cuman menikmati mobil2 balap tadi, di sana anak2 juga bisa nonton simulasi racing yang di display di sebuah giant screen di salah satu dinding museum. saking asiknya sampai susah diajak keluar dari sana…

dari macau grand prix museum, perjalanan kami lanjutkan ke Monte Fortress. sebuah benteng tua yang terletak di puncak bukit. dari sana kita bisa melihat hampir seluruh macau dari kejauhan.

jalan batu yang kami lewati untuk sampai ke puncak bukit monte fortress itu sangat cantik. di sepanjang tepi kiri dan kanan jalan berjejer toko2 suvenir yg menawarkan berbagai jenis barang. kami sempat mampir di salah satu toko dan membeli beberapa suvenir buat oleh2.  

berbelanja di macau ini unik, karena kita bisa bertransaksi dengan menggunakan 3 mata uang. boleh pake pataca (mata uang lokal macau), boleh pake USD, boleh juga pake RMB. dan para penjual di sana juga sudah sangat terampil melakukan perhitungan konversi ketiga mata uang tadi.

setelah melewati deretan toko suvenir, kami lalu melintasi jalan yang dihiasi dengan deretan apartemen yang sudah agak tua. saya langsung jatuh hati dengan pemandangan kota tua macau. walaupun kelihatan sedikit kumuh, tapi buat saya malah keliatan antik. semoga saat saya dikasih kesempatan untuk kembali ke sana, bangunan dan jalan2 batu itu masih ada, dan belum disulap jadi kota modern, seperti yang sudah terjadi di sebagian besar macau.

kembali ke monte fortress.

di  monte fortress ini ada beberapa obyek wisata yang bisa kita nikmati. ada Macau Museum (yang merupakan museum terbesar di macau), benteng Monte Fortress yang dibangun thn 1617-1626 dan ada reruntuhan gereja st. Paul.

di macau museum kita bisa melihat2 berbagai peninggalan sejarah, seni dan kebudayaan khas macau. di lantai satu kita bisa belajar tentang macau original civilization. di lantai dua ada popular art and traditional culture. sedangkan di lantai tiga, kita bisa menikmati contemporary macau.

benteng monte fortress berbentuk segi empat. panjang masing2 sisinya sekitar 100 meter. jaman dulu, benteng ini merupakan pusat pertahanan macau dari serangan pihak luar dan punya peranan  yang sangat penting saat terjadi invasi belanda pada tahun 1622. sampai saat ini, beberapa perangkat senjata meriam atau cannons masih terpasang di sana.

ruins of st. paul, merupakan sisa2 bangunan sebuah gereja yang sudah berumur lebih dari 4 abad. gereja ini pertama kali dibangun pada tahun 1580. gereja ini kemudian hancur karena kebakaran hebat yang terjadi pada tahun 1595 dan 1601. pada tahun 1602 gereja ini dibangun kembali, dan baru selesai pada tahun 1637. saat itu, gereja st. paul ini menjadi gereja katolik terbesar di asia timur. sayangnya pada tahun 1835, untuk ketiga kalinya gereja ini hancur dilalap api.

ajaibnya, sampai saat ini, pintu gerbang depan gereja st. paul masih berdiri tegak. jadi masih bisa dijadikan tempat foto2 yang sangat bagus…

dalam perjalanan menuju ke pelabuhan, kami mampir dulu di venetian macau resort hotel yang terletak di Cotai Strip, Estrada da Baía de N. Senhora da Esperança. cotai strip ini merupakan sebuah area wisata seluas 980,000 meter persegi yang diresmikan pada 28 agustus 2008. di dalamnya terdapat hotel mewah, shopping malls, area bermain dan tentu saja, casino :D  

*katanya, hampir 60% penghasilan pajak china berasal dari setoran pajak casinos di macau lho….*

di daerah venetian itu saat ini juga saat ini sedang dikembangan sebuah areal untuk hotel dan resort. ada yang mewah. ada yang mewah banget. dan ada yang super mewah. hyatt, mandarin oriental, crown, you name it! harga mulai dari HKD 1,5000 per malam ;-)

setelah puas liat2, perjalanan kami lanjutkan menuju pelabuhan. sambil nunggu jet boat yang akan menyebrangkan kami ke shenzhen, kami sempet makan sore dulu di pelabuhan. nasi anget, bebek panggang, telur dan sup. badan lelah dan perut kenyang, begitu naik jet boat, anak2 ngelamun sebentar, dan ga lama kemudian ketiduran. dan baru bangun saat boat kami sudah mendekati daratan shenzhen yang malam itu dipenuhi dengan kilauan lampu berwarna-warni. pemandangan yang cantik sekali. puji tuhan, kami sampai shenzhen dengan selamat. dan ga ada yang mabok :)

to china with love. part 10

dari sun yat sen memorial park, perjalanan kami lanjutkan ke yuexiu park. yup! another park…

yuexiu park ini adalah taman kota terbesar di guangzhou. luasnya mencapai 860 ribu m2. saking luasnya, taman ini jadi lebih mirip hutan lindung. kontur tanah di taman ini bentuknya seperti perbukitan. jadi kalau kita jalan2 menjelajahi yuexiu park ini memang harus siap naik turun. jalan2 sekalian olah raga.

saat kami berkunjung ke sana, taman kota itu ramai dengan pengunjung. ada wisatawan, banyak juga penduduk lokal yang berekreasi di sana. ada yang duduk2 sambil ngobrol, main kartu atau makan2. ada yang berolah raga senam pernafasan, ada yang latihan dansa, main sepeda, main bola… pokoknya seru banget!

salah satu obyek wisata di yuexiu park yang jadi incaran pengunjung adalah patung five goats. letaknya di puncak bukit. perlu sedikit perjuangan untuk sampai ke situ. ada yang bilang, katanya belum resmi ke guangzhou kalau belum foto2 di depan patung five goats ini. jadi, to make it official, kami sekeluarga pun berfotolah di depan patung lima ekor kambing itu.

yang bikin patung five goats itu jadi sesuatu yang menarik adalah cerita legenda dibaliknya. alkisah, 2000 tahun yang lalu guangzhou pernah dilanda bencana kelaparan. dan penduduk guangzhou pun berdoa memohon pertolongan para dewa. suatu hari, 5 orang dewa turun ke guangzhou mengendarai 5 ekor kambing. kelima dewa itu membawa bibit2 padi untuk para petani dan penduduk yang kelaparan. setelah saat itu, kehidupan penduduk pun membaik. para petani mulai bisa bercocok tanam dan memanen padi lagi. setelah bencana kelaparan berakhir, kelima dewa kembali pulang ke khayangan. sementara kelima kambing itu tetap tinggal di bumi, dan menjadi penjaga rakyat guangzhou.

selesai berfoto2 dengan para kekambing itu, kami berjalan menuruni bukit dan sampai di sebuah lapangan. sambil beristirahat dan ngobrol2, anak2 dan bapak mencoba sebuah permainan tradisional disana: sepak bulu. mirip dengan sepak takraw. cuman kalau sepak takraw yang ditendang2 itu bola rotan, kalau sepak bulu ini yang jadi obyek tendangan adalah sebuah mainan kecil dengan bulu ayam di atasnya. mirip kok yang biasa dipakai untuk badminton.

bagian dari yuexiu park yang kami jelajahi hari itu memang cuman se-upil. kalau mau bener2 mengeksplorasi the whole park, mungkin butuh waktu 2 hari. some other time laaahh…

dari yuexiu park perjalanan kami lanjutkan ke qing ping market.
 
qing ping market sudah ada sejak tahun 1979 dan sampai sekarang masih menjadi street market terbesar di guangzhou. qing ping market ini bentuknya memanjang sepanjang sekitar 1 km dengan ratusan kios di sepanjang tepi, kiri dan kanannya.

qing ping market terkenal sebagai pusat penjualan bahan2 makanan dan obat2an yang sudah dikeringkan. seperti jamur, berbagai umbi, ular, kaki kijang, kalajengking, tokek, dan masih banyak yang lainnya. selain dried materials itu, di sana juga dijual beberapa jenis binatang, seperti anjing, kucing, ikan dan kura2. ada juga beberapa toko yang menjual asesoris untuk hewan peliharaan. seperti mainan buat hamster, rantai anjing, dog dan cat food, kandang burung  dll. anehnya, walaupun pasar ini dipenuhi dengan barang2 tadi, aromanya ga terlalu menyengat menurut saya. jalanan sepanjang pasar ini juga terhitung cukup bersih.

selain barang2-nya yang unik, pengalaman lain yang bikin kunjungan ke qing ping market ini menjadi tak terlupakan adalah karena saya harus menggendong iyek yang tidur sambil jalan sejauh ratusan meter. gantian sama bapak sih… tapi ya lumayan juga. berasa kayak manggul karung beras… tapi ga apa2 deh. mendingan berat2 gendong iyek dari pada iyek digendong sama orang lain, terus dibawa kabur. kapok!

di qing ping market ini kami sempat mampir ke sebuah kios yang jual barang2 loakan. katanya barang2 yang dijual di kios itu kebanyakan adalah barang2 bekas perabotan rumah2 penduduk di sekitar qing ping market, yang sekarang sudah dirobohkan dan lahannya digunakan buat membangunan apartemen dan perkantoran.

dari hari ke hari, ukuran qing market ini semakin kecil. katanya pemerintah merencanakan untuk menggusur pasar tradisional ini dan memindahkannya ke sebuah pasar modern.
selalu begitu….

puas cuci mata di qing ping market, kami menuju ke sebuah local food restoran untuk makan siang. tempatnya ga jauh dari qing ping. saya lupa namanya. restoran itu menghidangkan berbagai makanan ala canton. dan kalau di beijing makanannya enak2, di guangzhou ini makanannya uwenaaaaaakkkkkk banget! mungkin karena kebanyakan chinesse food yang dijual di indonesia basically adalah cantonesse, jadi makanan di guangzhou buat lidah kami terasa lebih familiar.

jam makan siang kami hari itu sedikit lebih panjang dari biasanya. soalnya sekalian ngelempengin kaki dan otot2 pinggang sesudah sepanjang pagi dan siang ngukur jalanan dan latihan manggul :D

selesai makan siang, kami melanjutkan perjalanan ke chen ancestral shrine. kali ini giliran benaia yang ketiduran di mobil. dan tentunya ga ada lagi yang sanggup nggendong benaia. jadi diputuskan bapak tinggal di mobil nemenin benaia. saya, bianca sama benezra aja yang turun ditemani sama hellen.

chen ancestral shrine ini adalah sebuah museum seni yang dulunya merupakan sebuah komplek bangunan milk keluarga besar Chen, seorang taipan guangzhou. sering juga disebut dengan chen family ancestral shrine.  

bangunan2 di meseum ini dipenuhi dengan ukiran2 kayu dan juga kerajinan keramik dan gerabah yang ga terhitung jumlahnya. ukir2an itu tersebar memenuhi dinding dan atap bangunan2 yang ada di komplek museum. selain itu karya2 seni lainnya, seperti lukisan, seni pahat, kerajinan ukir kayu, gading, tulang dan batuan juga bisa kita temui di sana. tempat yang sangat cocok buat dikunjungi sama mereka yang mencintai dan mengagumi seni ;-)

kunjungan kami di chen ancestral shrine berakhir sekitar jam 4.30. masih ada waktu satu setengah jam lagi sebelum memulai perjalanan ke chimelong resort buat nonton circus. jadi kami kembali dulu ke hotel untuk istirahat sebentar. tadinya sih mau mandi2 juga. tapi karena dingin dan capek, jadi cukup cuci muka saja. hehe…

jam 6 sore, perjalanan ke chimelong pun dimulai. hellen sempat menawarkan kami untuk berhenti di restoran dan cari makan malam dulu. tapi karena jamnya yang rada kagok, dan anak2 juga katanya belum laper, jadi kami putuskan untuk langsung ke tempat circus aja. kalau nanti tiba2 laper, kami akan cari makanan atau jajanan yang dijual di sana.

chimelong resort ini letaknya di panyu district. dari down town kira2 45 menit-1 jam perjalanan jauhnya. resor ini punya berbagai fasilitas rekreasi yang menarik. ada safari park, water park, golf center, dan yang paling terkenal yaitu the chimelong international circus. tiket masuk ke pertunjukan circus ini adalah rmb 250/orang buat yang tingginya 140 cm atau lebih. buat anak2 yang tingginya masih dibawah 140 cm, kalau ga salah htm nya cuman rmb 180/orang. saya rasa jauh lebih murah dari pada harga tiket nonton circus serupa di jakarta yaa… tentunya karena  harga tiket nonton di jakarta sudah termasuk ongkos pesawat para pemain circus nya :D

saat ini chimelong international circus ini merupakan pertunjukan circus profesional terbesar di dunia. sejak dimulainya tahun 2000 yang lalu, chimelong international circus ini tidak henti2nya menggelar berbagai pertunjukan circus yang spektakuler. asli, saya kagum berat dengan berbagai atraksi di pertunjukan circus malam itu. lighting yang memukau. tata panggung yang cantik. pemain2 akrobat yang kadang bikin jantung mau copot. badut2 yang berulang kali mengocok perut. hewan2 yang luar biasa terlatih. dan penari2 yang seksi. bikin waktu pertunjukan yang dua jam lamanya itu ga kerasa lama sama sekali. 

selesai pertunjukan baru berasa, ternyata kami semua harus segera pergi ke kamar kecil. dan bisa ditebak, antrian di toilet sesudah pertunjukan selama 2 jam, sudah seperti ular naga panjangnya, bukan kepalang…..

hari yang panjang dan melelahkan. anak2 langsung ketiduran begitu mereka masuk mobil. untung di tempat circus tadi mereka sempat makan beberapa potong sosis panggang dan pop corn.

selama perjalanan ke sana kemari, saya menghabisakan banyak waktu bertukar cerita dengan hellen. tentang makanan, tentang pendidikan, tentang budaya, perekonomian dan sedikit politik. iya, politik juga…. i still read too, you know.  kebetulan di rumah juga bapak langganan tempo. jadi masih ngikutin lah sedikit2 mah :D

dari sekian banyak cerita2 kami, yang paling berkesan buat saya adalah cerita hellen tentang one child policy yang diterapkan pemerintah china.

hellen cerita, setiap tiga bulan sekali, dia akan dapet ‘surat perintah’ dari kantornya dan juga dari kantor suaminya, untuk ikut medical check up. salah satu tujuannya adalah untuk memastikan, kalau dia tidak hamil. #hellen sudah punya 1 anak perempuan umur 6 tahun# kalau, somehow, seorang wanita kedapatan tengah mengandung anak keduanya, maka secara legal, dokter di rumah sakit akan segera melakukan aborsi. buat para ibu yang mangkir dari kewajibannya mengikuti medical check up ini, dan secara diam2 mengandung dan melahirkan anak kedua dan seterusnya, maka mereka (sang ibu dan juga suaminya) akan dipecat dan kehilangan pekerjaannya.

untuk beberapa kasus khusus, ada sedikit pengecualian dalam penerapan kebijakan ini. bagi masyarakat pedesaan yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, mereka diijinkan untuk punya anak lebih dari satu. pengecualian yang sama berlaku untuk ethnic minorities dan pasangan suami istri yang merupakan anak tunggal (parents without any siblings themselves).

saat ini kebijakan one child policy ini sudah diberlakukan di tingkat provinsi. jadi penerapannya bisa saja agak berbeda antara provinsi yang satu dengan provinsi yang lainnya. misalnya di henan dan beijing, warga negara masih diijinkan untuk punya dua orang anak dengan kompensasi membayar sejumlah ongkos kepada pemerintah. ada juga sebagian orang yang mencoba menghindar dari aturan ini dengan cara melahirkan di hongkong. kebijakan yang unik, menarik dan kontraversial. kapan2, saya akan mencoba nulis lagi tentang one child policy ini. nanti, kalau saya sudah cukup banyak membaca dan mengumpulkan data. hehe…

anyway, malam itu kami benar2 capek. sampai hotel, anak2 cuman kuat jalan dari lobby sampai ke kamar doang. begitu masuk kamar, langsung pada lancat ke tempat tidur, tarik selimut dan melanjutkan tidur. gosok giginya di rapel aja besok pagi yaaa…. :D

to china with love. part 9.

beijing day 6.

hari terakhir di beijing.
perasaan baruuuu aja sampe, tiba2 sudah harus pulang.

oya, malam sebelumnya, walaupun ngakunya sakit kepala, ternyata saya masih sanggup jalan ke wangfujing lagi. berdua saja sama bianca. bukan maksud hati mau pecicilan, tapi waktu itu saya dihadapkan pada kenyataan bahwa saya sama sekali belum beli oleh2 buat dibawa pulang ke jakarta. jadilah, sekitar jam setengah sembilan malam saya sama bianca dingin2 nyari toko suvenir yang masih buka. sementara bapak jaga anak2 laki di hotel. lumayan, dapet beberapa cindera mata buat oleh2. ada kipas, gelang, topi dan pembatas buku.

paginya, selama hampir sejam lebih saya berjibaku dengan koper2 kami. karena kota selanjutnya yang kami kunjungin udaranya ga sedingin beijing, jadi semua peralatan winter yang berat2, seperti boots dan coat, masuk koper lagi. tambahan muatan berupa robot2an dan mainan kapal selam yang ukurannya hampir menuhin 1 koper sendiri bikin saya terpaksa merelakan beberapa baju kotor yang kebetulan juga memang sudah butut untuk ditinggal di sana.

jam delapan packing selesai. jam sembilan lewat anak2 juga sudah selesai dandan. turun untuk breakfast, terus naik lagi buat final packing. ngurusin printilannya anak2 emang kayak ga ada abisnya. tapi saya seneng. selama jumlah anak saya lengkap, 3 orang.

jam 11 siang, kami dijemput larry di lobby hotel. setelah selesai urusan di counter check out, kami langsung jalan menuju airport. larry mengantar kami sampai di counter check in. dan lucunya, saying goodbye to larry, yang baru kami kenal selama 6 hari saja, ternyata cukup berat. bianca keliatan sedih sekali. semoga kami bisa ketemu lagi sama larry, mungkin 4-5 tahun lagi dari sekarang. kayaknya asik juga kalau mampir dulu ke beijing sebelum mengunjungi mongol dan himalaya :D

guangzhou day 1

kami meninggalkan beijing dengan china southern airlines CZ3106 menuju guangzhou. perjalananan udara beijing-guangzhou makan waktu sekitar 3,5 jam.

kami tiba di Guangzhou Baiyun Airport sekitar jam 5 sore. di sana kami sudah ditunggu sama hellen. tour guide kami selama di gz. komentar pertama bianca waktu liat hellen adalah: “dia ga seperti larry…. :(“

hellen mungkin usianya beberapa tahun dibawah saya. seperti kebanyakan city girl, hellen kelihatan lebih dinamis dibanding larry. dan sedikit lebih cerewet. selain bahasa cina dan inggris, hellen juga fasih berbahasa perancis. katanya dulu dia kuliah sastra perancis di paris. pantes ajaaa… hellen juga sebetulnya sangat hangat dan ramah. tapi dia memang ga pernah ngajak anak2 main tebak2an atau bikin rumah2an dari karet gelang.

perjalanan dari baiyun airport ke hotel tempat kami menginap makan waktu hampir 1 jam. maklum, jam pulang kantor, jadi jalanan macet berat. macam di kuningan dan kebayoran saja…

awalnya, kami direncanakan untuk menginap di garden hotel guangzhou. tapi beberapa hari sebelumnya travel advisor saya telfon, dia bilang di hari itu ga ada 2 kamar dengan interconnecting door yang available. jadi dia tanya, apakah saya bersedia dipindahkan ke hotel china marriot. karena ‘kesalahan’ ada di pihak mereka, acara upgrade hotel ini sifatnya free of extra charge. saya rasa cuman orang bingung atau sakit aja yang bakalan nolak :)

china marriot guangzhou ini letaknya di pusat kota, berseberangan dengan Jinhan Exhibition Center. kemana2 deket. 3 menit ke mc. donald, 5 menit ke seven eleven. dan 8 menit ke mall.

di sebelah hotel juga banyak toko2 yang jual baju2, tas, sepatu dan macem2 suvenir. dan kabar yang saya denger dari temen2 yang sudah pernah ke guanzhou, ternyata benar. barang2 di sana memang murah-muraahhh…

bukan cuman lokasinya aja yang bikin saya kasih lima jempol buat hotel ini. desain, interior dan fasilitas kamar serta makanannya juga saya kasih ponten 8 koma 5. hampir sama bagusnya dengan hotel2 mewah di jakarta dan bali ;-)

anyway, setelah istirahat sebentar, kami sekeluarga keluar lagi untuk cari makan malem. kata hellen di deket hotel ada restoran china dengan menu sea food yang enak. tapi karena anak2 sudah laper berat, kami mampir dulu di mc d yang kebetulan kelewatan. niat awalnya cuman mau nyemil dulu dikit. tapi ternyata setelah makan di mc d, anak2 kekenyangan. jadi ga mau lagi diajak makan seafood. ya sutralah…., next time aja.

fyi, walaupun org china juga selalu makan nasi, mc d di sana ga jual nasi. jadi harus puas makan burger atau kentang saja yaa…

setelah makan kami mampir ke satu pertokoan. entah apa namanya. kalau saya bilang, isinya mirip itc di jakarta. beli beberapa suvenir lagi buat oleh2. kali ini saya sudah lebih cerdas. hanya beli barang2 yang kecil dan ringan saja. sudah kebayang2 robot2an dan kapal selam yang bikin penuh koper kemarin…

balik hotel, ganti baju, tiduuuurrrr……

guangzhou day 2

kesibukan besok paginya ga seheboh waktu kami di beijing. pasti salah satunya karena baju yang mau dipake anak2 jumlahnya lebih sedikit. dan sedihnya, di guangzhou inilah saya untuk pertama kalinya menyadari, kalau berat saya pasti sudah naik setidaknya 2-3 kilo. waktu masih di beijing, saat saya merasa kalau baju dan celana saya mulai sempit, saya masih bisa menuduh long john yang saya pakai sebagai penyebabnya. pasti gara2 bajunya di dobel long john, jadi selananya sempit. tapi ternyata, setelah tiba di guangzhou dan saya ga pake long john lagi, celana2 itu tetep aja sempit.
hiks :(

setelah sarapan, kami langsung menemui hellen yang sudah nunggu di lobby. langsung jalan lagi.

walaupun sama2 china daratan, keadaan di beijing dan guangzhou amat jauh berbeda. kalau beijing itu adalah china tradisional. maka guangzhou adalah gambar dari china modern. mungkin seperti jogja-bali dibandingkan dengan jakarta.

guangzhou adalah kota terbesar di propinsi guangdong dan seluruh china bagian selatan. jaraknya hanya 120 km saja dari hongkong dan merupakan pusat kegiatan politik, ekonomi, science, pendidikan dan kebudayaan di provinsi Guangdong dan sekitarnya. seperti kebanyakan kota modern, guangzhou juga dipenuhi dengan gedung2 bertingkat, berbagai bangunan komersial seperti mall, apartemen, hotel, perkantoran, toko2, restoran, macam2 tempat hiburan dan lain2. mirip dengan jakarta atau singapore. berdasarkan pengalaman saya kemarin, di guangzhou ini lebih banyak orang yang bisa bahasa inggris dibanding di beijing. tapi tetep aja, di banyak kesempatan bahasa tarzan tetap jadi andalan.

dari sekian banyak tempat yang menarik untuk dikunjungi di guangzhou, saya memilih: the temple of six banyan tress, yuexiu park, qing ping market, chen ancestral shrine, sun yat sen memorial park dan chimelong international circus. awalnya chimelong circus ini ga termasuk dalam itinerary kami. tapi mumpung udah nyampe guangzhou, rasanya sayang juga kalau ga nyempetin nonton. local tour advisor kami membantu semua arrangement-nya. mulai dari transportasi, sampai reservasi ticketnya.

jarak tempuh dari satu tempat ke tempat lainnya yang kami kunjungi di guangzhou relatif deket. jadi saya bisa ambil cukup banyak tour dalam satu hari.

sarapan pagi di china marriott ini makan waktu lebih lama dari biasanya. terlalu banyak makanan enak yang bisa dinikmati :D

selesai sarapan, kami turun untuk ketemu hellen yang sudah menunggu di lobby. kami langsung meluncur ke kuil “temple of six banyan trees”.

six banyan trees temple adalah kuil buddha paling terkenal di guangzhou. kuil yang terletak di liurong street ini dibangun tahun 537, pada masa dinasti liang, jadi sekarang umurnya sudah lebih dari 1.400 tahun. dan sepanjang umurnya yang panjang itu, kuil ini sudah mengalami beberapa kali renovasi dan pergantian nama. awalnya nama kuil ini adalah changshou temple (artinya kuil panjang umur). lalu namanya pernah diganti jadi kuil Jinghui. dan kemudian sekarang namanya jadi kuil liu rong si yang kalau diterjemahkan dalam bahasa inggris artinya six banyan trees.

nama six banyan tress diberikan oleh seorang sastrawan besar bernama su Dongpo pada jaman dinasti Song (960-1279). ceritanya, suatu saat dia berkunjung ke situ, dan melihat ada 6 pohon beringin yang keliatan sangat mencolok dan menarik perhatiannya. keenam pohon beringin itu berhasil membuat sang sastrawan menjadi terinspirasi dan merasa sangat bersemangat. maka saat kepala biara meminta pendapatnya, Su Dongpo pun memberinya nama baru untuk kuil ini: Lu Riong Si. Temple of the Six Banyan Trees. 

ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi sebuah kuil buddha.  seru juga liat banyak patung2 buddha dan berbagai ornamen di kuil. di dekat pintu masuk, ada patung 4 dewa yang menguasai empat musim. patung2 itu ukurannya besar2. lalu di bagian selanjutnya ada sebuah patung mirip dewa khrisna, saya lupa namanya. tugasnya menjaga bumi dan manusia dari kerusakan.

di kuil ini juga ada sebuah benda mirip stupa. orang2 bisa melemparkan koin ke arah stupa itu. katanya kalau koin yang kita lempar berhasil masuk ke dalam stupa melalui salah satu lubang yang ada, maka doa atau harapan kita bisa terkabul. kami juga mencoba melempar masing2 satu koin. dan ga ada satu koin pun yang masuk. tapi kami tetep yakin kalau mimpi dan harapan kami bisa terkabul. selama kita mau berusaha dan berdoa tentunya :D

di tengah komplek kuil itu juga berdiri megah sebuah pagoda besar berbentuk segi delapan yang dikenal dengan nama Six Banyan Pagoda atau Flowery Pagoda. pagoda ini tinggi nya 57 meter. dan dari luar pagoda ini terlihat seperti bangunan 9 lantai. tetapi sebetulnya, pagoda ini terdiri dari 17 lantai. di lantai paling atas ada 1.000 buah patung buddha yang dipahat pada sebatang perunggu. dulu, pengunjung bisa masuk dan naik ke puncak flowery pagoda ini. tetapi  karena usia pagoda ini sudah semakin uzur, sekarang kita hanya bisa menikmati bangunan bersejarah ini dari luar.

di bagian yang lebih dalam, ada sebuah bangunan tempat orang2 biasa berdoa. di dalamnya ada 3 buah patung buddha berwarna keemasan dengan ukuran super extra large. XXXXXXXXXXXL. saat kami berkunjung ke sana, kebetulan ada jam doa, jadi sempet liat dan denger para biarawan dan beberapa pengunjung yang masuk dan berdoa di sana.

yang paling berkesan buat saya, lagi2 kebersihan komplek kuil ini. saya ga menemukan sepotong sampah pun yang bertebaran di jalan. para biarawan yang tinggal di kuil ini pasti rajin sekali nyapu dan bersih2. seperti hal nya pohon2 tua di beijing, di kuil ini pohon2 yang sudah berumur ratusan tahun tetap dijaga dan dirawat dengan baik. diikat dan diberi penunjang supaya bisa tetap berdiri tegak.

di salah satu sudut kuil, ada kolam ikan kecil yang airnya jernih sekali. anak2 senang sekali liat ikan2 dan kura2 kecil yang hidup di situ.

dari liurong road, perjalanan kami lanjutkan ke sun yat sen memorial park.

sun yat sen memorial park ini dibangun dari tahun 1929 hingga 1931. seperti namanya, memorial park ini dibangun untuk mengenang dr. sun yat sen (1866-1925).

 

sun yat sen adalah seorang pemimpin kunci revolusi Cina dan diakui secara luas sebagai Bapak Negara Cina Modern, baik di Cina Daratan maupun Taiwan. pada tahun 1895, ia memimpin suatu gerakan pemberontakan terhadap kekaisaran cina yang berkuasa saat itu, tetapi dapat diredam. secara keseluruhan, ia telah memimpin sebelas kali revolusi terhadap Dinasti Qing dan akhirnya berhasil menumbangkan kekaisaran, sehingga kaisar harus meletakkan jabatannya. Cina selanjutnya menjadi Republik Cina pada tahun 1911. ia juga dikenal sebagai pendiri partai tertua dalam sejarah modern Cina, Kuomintang (KMT). sun yat sen menjadi presiden selama 2 tahun, dari 1923 hingga 1925. pada tahun 1925 dr. sun yat sen meninggal dunia. 3 tahun kemudian, salah seorang pengikutnya, Chiang Kai-shek, terpilih menjadi presiden.

sun yat sen memorial park ini cantik sekali. bahkan di saat musim dingin seperti kemarin, taman ini dipenuhi dengan bunga2 berwarna warni. di dalam taman inilah terdapat bangunan megah yang amat terkenal di guangzhou: yun yat sen memorial hall. bangunan ini didisain oleh seorang arsitek china yang amat terkenal, Mr. Lu Yanzhi.

dari luar sun yat sen memorial hall ini terlihat seperti bangunan tradisional china dengan warna2 khas seperti merah, biru, kuning dan golden. merah adalah warna keberuntungan dan kegembiraan. biru adalah warna langit. dulu kaisar china juga mendapat gelar: putra langit. sementara kuning dan golden adalah warna kerajaan, keagungan dan kejayaan.
tidak seperti penampakan luarnya yang sangat tradisional, bagian dalam memorial hall ini terlihat sangat modern. seperti sebuah gedung pertunjukan akbar dengan deretan kursi yang bisa menampung ribuan orang, serta sebuah panggung besar dengan falisitas yang serba modern juga. kata hellen, gedung ini biasa digunakan buat acara2 besar seperti konferensi international atau pun pagelaran seni dan musik.

di sepanjang pelataran dalam gedung, berderet foto2 dan berbagai dokumen yang menceritakan tentang perjalanan sejarah republik rakyat china. ada juga beberapa kios yang menjual macam2 suvenir.

halaman gedung dan taman yang luas dengan udaranya yang seger bikin anak2 betah main2 di sana. mereka asik lari2 dan main perosotan di tangga masuk gedung.

 

sudah jam 3 sore. saatnya siap2 jemput bianca. nanti dilanjut lagi yaaa….