klinik akupuntur
Posted: November 26, 2009 Filed under: Uncategorized | Tags: health issue, klinik akupuntur 7 Comments »chi-hai
jl. palmerah barat 111
samping hotel pitagiri
0816 181 37 59
klinik akupuntur dr. heldy
stc senayan-it mall 2nd floor
(021) 5014 1579
0819 843 539
sinshe jiang
komp. ruko mutiara taman palem
blok a9-9
jakarta barat
(021) 5435 0901
husada oriental
pondok gede
(021) 9448 6687
0815 1485 7857
hadiah terbesar
Posted: November 25, 2009 Filed under: berries for the soul 11 Comments »laki-laki itu tertidur nyenyak di sofa ruang depan. keliatannya dia sangat kelelahan. saya bisa mendengar suara dengkurnya dari dapur.
minggu siang itu tidak seperti biasanya. kami memutuskan untuk menghabiskan sore kami di rumah saja. sepulang dari gereja, kami mampir ke bioskop untuk menonton christmas carol, dan sesudah itu langsung pulang.
setelah kecapekan bermain dengan puzzle2 baru mereka, anak2 juga tertidur pulas di depan tv. saatnya saya beraksi membereskan rumah yang sudah mulai keliatan seperti maket kapal pecah.
saat membersihkan lantai ruang depan, saya melirik laki2 besar yang sedang tertidur pulas itu. dia jelas berubah dalam 10 tahun terakhir ini. lebih dewasa. lebih gagah. dengan rambut yang mulai sedikit berkurang, dan perut yang sedikit lebih membuncit.
sebentar saya jadi mengingat tahun2 yang sudah saya lewati dengan laki2 itu. hari2 yang penuh dengan tawa dan air mata. juga dengan banyak sate kambing dan nasi tim ayam.
tiba2 saja saya mengerti, kalau ketiga hadiah hidup itu ternyata adalah bonus. karena hadiah terbesar saya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, adalah laki2 itu.
i love you, pak. can never thank god enough to have you in my life…
belajar
Posted: November 13, 2009 Filed under: berries for the soul, children | Tags: benezra 3 Comments »ma-aaaff.
Posted: November 11, 2009 Filed under: daily living 14 Comments »bapak jarang banget marah besar sama istrinya. kalau marah2 kecil mah, ya… jamak lah…
sampe hari minggu pagi kemarin.
ceritanya saya lagi nemenin bapak ke kolam renang deket rumah. sesudah dirayu2 berbulan2, akhirnya bapak setuju untuk mulai mengganti kegiatan olah raga rutinnya dari badminton, ke renang aja. biar istrinya ga jantungan.
sesudah sarapan dan sedikit berbohong sama anak2 (kalau bilang mau berenang pasti semua pengen ikut. padahal kalau anak2 ikut, bapaknya jadi ga bisa berenang. sibuk jagain anak2nya main air…), berangkatlah kami berdua. anak2 semua di rumah sama eyang putrinya.
pagi yang cerah dan penuh semangat. ga setiap hari kami bisa menikmati jalan2 berdua kayak gitu. sepanjang jalan dari rumah ke kolam renang yang jaraknya hanya kurang dari 10 menit itu saya nyerocos cerita macem2. bapak lebih banyak ngedengerin sambil sekali2 kasih komen. perfect. hangat dan mesra
tiba di tempat berenang, udah agak rame. maklum, minggu pagi. masih dengan semangat, kami cari tempat buat duduk. dapet tempat yang lumayan enak dan adem. sebuah kursi kayu, persis di bawah pohon yang rindang.
saya langsung mulai bongkar muatan. tas kresek kecil buat baju basah. handuk. baju ganti. novel perahu kertas. sisir. sabun, shampo. terus, baju renang sama kaca mata renangnya kok ga ada?
mulai ndredeg saya. tapi belum putus asa. saya coba bongkar tas oranye di tangan saya sekali lagi. hasilnya tetep sama. dengan takut2, saya mendongak. di sebelah saya bapak berdiri sambil merhatiin istrinya yang mulai panik. mukanya yang tadi romantis, mulai berubah kusut kayak baju belum disetrika.
“maaf…., baju renangnya ketinggalan….”
“ya udah. kita pulang aja”
“ntar kita langsung balik lagi ke sini ya… pulang bentar ambil bajunya aja.”
“ga usah! aku udah males. lagian kok bisa2nya sih… kita kan jauh2 ke sini mau berenang. kok malah baju renangnya ga kamu bawa…”
tiba2 saya ngerasa sedang bertransformasi jadi orang ter-oon se-universe…
begitulah, minggu pagi yang tadinya hangat dan penuh cinta itu sekonyong2 berubah jadi kelabu…
sampai malemnya, semua kembali normal setelah kami berdua makan 15 tusuk sate kambing dan semangkuk sop kambing anget di warung langganan di cawang. dan pulangnya mampir beli duren petruk di jati ranggon…
just that simple…
epigram
Posted: November 10, 2009 Filed under: children, daily living | Tags: bianca 8 Comments »anak perempuan saya yang 7 tahun itu seneng banget nyindir2 ibunya. mungkin turunan. kalau ga dari bapaknya, ya ibunya
desktop theme
komputer umum di rumah kami sebenernya emang punya bianca. maksudnya, dulu bapaknya beli buat bianca. tapi seiring dengan berjalannya waktu dan tuntutan peran, belakangan komputer itu emang lebih sering dipake sama bapak dan ibunya. cuman sekali2 aja bianca ngejalanin beberapa aplikasi game nya di u-buntu, os favoritnya
suatu hari:
“bu, fotoku yang di desktop komputer itu mendingan diganti aja deh sama fotonya ibu….”
“lho, emang kenapa? foto kakak yang dipajang itu kan bagus?”
“ga papa bu. aku kan juga udah jarang pake komputernya…. seringan ibuk
“
baca buku
minggu lalu, akhirnya saya beli juga novel terbarunya dewi lestari, perahu kertas. ini adalah novel pertama yang saya baca dalam hampir 4 tahun belakangan. terakhir saya baca parjs van java-nya remi silado waktu hamil benaia
penyakit saya emang kalau udah asik baca suka lupa daratan…
“bu, ibu itu kayak aku ya…”
“apanya, bi?”
“kalau udah baca buku ga bisa berenti. sekarang kan udah wantunya makan malem bu….”
handphone
karena kebetulan hp gsm saya meninggal mendadak, beberapa minggu ini saya emang selalu pinjem hp cdma nya bianca buat telpon2an dan sms-an. karena keterusan, hp merah gonjreng hadiah ulang tahun dari bapak itu emang lebih sering nempel di tangan saya dari pada yang punyanya. dia ga cuman saya pake waktu di rumah doang. tapi juga selalu saya bawa kemana2.
“bu, henpon yang merah itu buat ibu aja deh….”
“aduh, sori bi… ibu pinjemnya kelamaan ya?”
“ga papa kok… biar itu buat ibu aja. ntar aku mau minta dibeliin blekberi sama bapak…..”












