kembali ke pasar

nerusin cerita saya tentang pasar, kali ini giliran pasar kecapi 😉

pasar tradisional ini adalah yang paling deket dengan tempat tinggal saya sekarang. barusan saya coba googling dengan memasukan keyword pasar kecapi pondok melati, beberapa result muncul. salah satunya yang ngelink ke wikipedia, tapi pas di klik kok yang nongol duluan gambar mbak2 pake bikini di tepi pantai…

saya beruntung, karena pada suatu malam suami tercinta bersedia mengantarkan istrinya yang tercinta juga, untuk menjelajah pasar kecapi. maka terjadilah, bak seorang selebritis yang dikuntit paparazzi, saya berbelanja sambil difoto2 😀

tentu saja saya selalu memasang pose “cuek”, kan ceritanya gambar2 diambil secara “candid” 😉

sayuran di pasar kecapi umumnya hasil kulakan para pedagang di pasar induk kramat jati. waktu yang paling pas buat dapetin sayuran yang seger adalah sore hingga menjelang malam hari. karena biasanya para pedagang sayuran di pasar kecapi baru kulakan setelah jam shalat azhar. dan sayura2an itu baru didrop dari pasar induk sore hari.

bumbu2 juga lumayan lengkap. mulai dari kemiri, keluwek, jinten, pekak, cabe kering sampe kecap, sambel botolan dll. ada yang dijual di tukang sayuran, ada juga yang dijual di toko kelontong. seperti biasa, jangan lupa cek tanggal kaladularsa 😉

di bagian depan pasar juga ada tukang jualan ikan dan ayam. saya biasanya beli ayam atau bebek yang masih hidup, terus nanti minta tolong bakulnya buat menyembelih dan membersihkannya. lebih puas 😉

sayang, di pasar kecapi ini ga ada tukang jualan daging sapi atau kambing. tapi beberapa ratus meter dari pasar ini, ada pasar lain yang ada penjual dagingnya. hanya pasar yang satunya itu bukanya dari subuh sampai tengah hari. jadi, ya… diatur2 sajalah … 😀

selain ngeliat berbagai macam sayuran yang seger dan berwarna warni menggoda, selalu saja ada pemandangan menarik lain yang bisa saya temui di pasar kecapi. entah itu abang penjual kerak telor, penjual mainan anak2, timbangan tua yang pasti sudah rada ngaco, dan anak2 kecil yang dengan setia mendampingi ibu bapaknya jualan di pasar. terus terang, saya salut sama mereka. keliatannya angin malam yang biasanyas sering bikin masuk angin itu udah takluk sama mereka…

daaannn, if we get lucky, we can find those sexy legs in pasar kecapi 😉

karena ukuran pasarnya yang ga terlalu luas, setelah 4-5 kali kita belanja ke situ, pasti para pedagang di sana udah apal sama kita. para pedagang di sana juga cukup ramah, dan kalau sudah jadi langganan, mereka akan bersikap cukup kekeluargaan. dan tentunya selalu ada harga khusus buat keluarga’ 😀

itulah pasar kecapi. saya pasti akan kangen sama pasar ini kalau kami sudah pindah rumah akhir tahun nanti….