ngurus ijin usaha rumah makan

jadi lagi, kalau kita udah membulatkan tekad dan menentukan mau buka rumah makan apa, langkah selanjutnya yang mesti dikerjakan adalah ngurus ijin2 usahanya. di jakarta, urusan perijinan ini lumayan costy. mesti pinter2 dan nekat2 bernegosiasi deh pokoknya…

karena kebetulan lokasi rumah makan saya masih masuk radius ring 1, yang katanya kalau kita kentut aja bisa dideteksi dari istana, jangan coba2 aja buka usaha tanpa ijin….

pertama, kita harus ngurus ijin undang2 gangguan. biasanya disebut “uug”. beda2 tipis sama “uud”. caranya kita dateng ke kantor pemda prov. dki, di kantor balai kota, jalan medan merdeka, persis sebelah kantor gubernur. di sana ngambil formulir isian buat permohonan izin undang2 gangguan.  dokumen yang harus disertakan dengan formulir itu adalah:
– foto kopi bukti hak atas tanah/bangunan
– imb
– ktp dan npwp pemohon
– surat peretujuan tetangga (form nya dikasih dari sana)
– bukti pembayaran pbb terakhir.

setelah dokumen lengkap dan formulir kita serahkan ke pemda, kita akan dapet resi dan surat ketetapan retribusi daerah (skrd). waktu saya ngurus kemarin, makan waktu sekitar 3 minggu.

setelah dapet resi dan skrd dari pemda, selanjutnya kita ngurus ijin lagi ke dinas pariwisata. cerita di dinas pariwisatanya besok lagi yaaa….

btw, kalau ada yang butuh informasi mengenai biaya urus ijin2 ini, japri aja yaaa…. 😀

 

merintis usaha rumah makan

jadi ni yaaa…., kalau hari2 ini ada yang bertanya2 kenapa saya jarang ngeblog, itu karena saya sedang sibuk mempersiapkan usaha baru saya. dan kalau kebetulan ga ada yang bertanya2, yaaa… itu artinya kita udah pinter semua 😀

jadi, setelah 2 tahun yang lalu saya naik pangkat jadi ibu kepala rumah tangga, akhir tahun lalu saya naik pangkat lagi. selain tetep jadi ibu kepala rumah tangga, saya juga dipromosikan jadi ibu pengusaha rumah makan. yang promosiin siapa? bapaknya anak2. kenapa usaha rumah makan? ya, rejeki aja….

jadi, sebagai seorang blogger yang baik, saya akan mulai mencatat pengalaman saya merintis usaha ini di blog kesayangan saya. buat harta pribadi, sekalian buat sharing sama temen2 yang mungkin juga sedang mencoba merintis bisnis yang sama.

pertama, sebelum kita mulai merintis usaha rm ini, tentu yang harus disiapkan adalah niat, semangat dan modal. niat harus kuat. semangat harus baja. dan modal harus cukup 😀 modal ga selamanya harus pake duit sendiri. bisa juga dari pinjeman, kredit atau pake duit suami. hehehe…

sesudah itu pilih lokasi yang menurut kita cukup strategis. sesuaikan dengan pangsa pasar yang mau dibidik. kalau targetnya pelajar dan mahasiswa, cari lokasi usaha di deket2 sekolahan atau kampus. kalau targetnya karyawan, cari lokasi di daerah perkantoran, pabrik2 atau rumah sakit. kalau targetnya buka 24 jam, cari lokasi di deket2 terminal atau stasiun kereta api. ya, kurang lebih begitulah…

kalau sudah ketemu lokasi yang cucok, selanjutnya tentukan jenis makanan yang mau dijual. misalnya masakan padang, sunda, jawa, menado, cina, korea, jepang dll. kalau bisa sih pilih jenis makanan yang belum ada di daerah situ. kecuali kalau kita yakin banget bahwa makanan yang kita jual 2-3 kali lebih enak dari yang udah ada.

setelah ketemu lokasi dan menentukan jenis makanannya, pilih nama yang tepat buat rumah makan kita. nama yang mewakili ‘perusahaan’ kita, termasuk jenis makanan yang mau kita jual. kalau mau buka rm masakan jepang, sebaiknya jangan pake nama griya dahar bu endang. kasian nanti pelanggannya kena migren. 😛

sementara ini dulu. besok begitu sempet saya terusin lagi 😀