before and after

halaman depan

car port

car port

halaman belakang

teras belakang

Advertisements

taman baru

sesudah melewati diskusi, pertimbangan dan perhitungan yang cukup panjang, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan renovasi taman di rumah. dan karena kami2 ini ga begitu ngerti soal pertamanan, landscaping dan tanaman hias, kami putuskan untuk menggunakan jasa konsultan saja.

jadi, yang saya lakukan adalah:

  • seperti biasa, browsing cari referensi konsultan yang sesuai dengan keinginan. kata kunci yang saya pake untuk modal browsing, antara lain: desain taman, jasa landscaping, tukang taman, dan tanaman hias.
  • liat2 contoh taman yang ada di internet, sebelum akhirnya menentukan model taman apa yang kita inginkan. apakah taman model jepang, taman minimalis, taman model bali, atau taman safari πŸ˜€ saya sendiri milih taman yang ga terlalu “rame”, tapi tetep teduh. kombinasi antara taman minimalis dengan hutan lindung πŸ˜€
  • konsultan akan dateng untuk survey dan ngobrol2 sama kita, ya… semacam brain storming gitu. sampai akhirnya ada kesepakatan mengenai konsep dan desain taman yang akan dibikin
  • berikutnya konsultan akan membuatkan gambar desain + rab-nya. gambar biasanya bikin saya jadi sangat excited. sementara rab seringnya bikin saya sakit perutΒ  πŸ˜›
  • jika terjadi kondisi seperti yang sering saya alami, dimana rab berada jauh di atas garis budget, yang bisa kita lakukan adalah bernegosiasi. mengurangi atau mengganti jenis material yang digunakan (misalnya mengganti jenis tanaman hias atau rumput yang akan dipakai) adalah salah satunya. dan tentu saja, nawar harga jasa/ongkos tenaganya. pokoknya gimanalah caranya, supaya di akhir sesi kita bisa shake hand dengan sang konsultan.
  • selesai brainstorming dan dicapai kesepakatan, langsung deh dikerjain…

bagaimana cara menentukan konsultan yang sesuai? saya sih ga punya teorinya. cuman pake feeling aja. liat port folio, dan pake indera keenam saat ‘wawancara’ dengan mereka.

jangan lupa untuk selalu ngecek harga referensi di internet, khususnya buat harga tanaman hias dan material pendukung, seperti batu dan tanah. biar ga diboongin sama konsultannya πŸ˜€

sementara itu dulu. sudah ga sabar pengen liat hasilnya…

a piece of heaven on earth: home.

i love our new house πŸ™‚
dengan segala kelebihan dan kekurangannya…

dekorasi bunga model center piece, dengan white lily dan pink rose itu saya beli on line di purple blossom. sementara round marble table dan wooden sofanya saya dapet di pameran furnitur di jcc.

salah satu dinding di ruang kerja bapak dicat dengan ici paint-ocean blue. biar seger πŸ˜€ sofa bed hitamnya juga saya dapet di pameran furnitur di jcc. buat mempercantik, saya taruh 2 bantal kursi dengan sarung bergambar wayang yang juga saya beli on line. kalau ga salah nama tokonya ‘unique craft’. untuk hiasan dindingnya, saya pilih 9 pigura kayu putih yg disusun seperti kolase.

untuk menemani meja makan kayu kami, dipilih bangku model panjang tanpa sandaran seperti yang biasa dipake di warung2. penjualnya menyebutnya dengan “kursi bakso”. kalau lagi ga dipake, bangku panjang itu bisa didorong masuk ke bawah mejanya. jadi bikin ruangan lebih lega.

kolam ikan di belakang rumah sejauh ini nasibnya kurang beruntung. sudah 2 kali ganti penghuni. mulai dari ikan2 mikro segede2 upil, sampe ikan mas yang seukuran siap goreng. semuanya ga ada yang bisa bertahan lebih dari 2 hari. resiko punya anak2 pinter yang suka bereksperimen πŸ˜‰

ruang tv mungil yang lantainya dilapisi parquet adalah spot favorit kami sekeluarga. anak2 bisa menghabiskan banyak waktu mereka di situ. buat nonton tv, baca buku, tidur2an, sampe ngerjain pe er.

dengan mempertimbakan populasi rayap, kami memutuskan buat menggunakan solid wood, in stead ofΒ  engineered parquet. saya dapet produk berbahan jati solid dengan harga yang sangat bagus, lagi2 di pameran furnitur di jcc.

sofa sederhana di teras belakang rumah itu adalah sofa kenangan. jadi walaupun sudah butut dan agak rusak, tetep saya bawa ke sana kemari. sofa itu adalah sofa pertama yang saya beli sama bapak. jaman masih di bandung, sekitar 11 tahun yang lalu. sebelum kami menikah. dalam perjalanannya mengabdi kepada kami, sofa itu sudah 4-5 kali ganti kulit. pernah ganti gara2 keselomot rokok tamu yang ga sopan, pernah juga ganti gara2 sudah dekil dicoret bolpen sama anak2 sampe ga bisa dikenalin lagi warna aslinya.

setalah 10 tahun menahan diri dari keinginan punya karpet, karena mempertimbangkan alergi nya anak2, kali ini saya berani mencoba menggelar beberapa lembar penutup lantai ini. 2 buah karpet yang menurut saya cantik itu saya beli secara on line juga di karpet sale. yang satu karpet pekin warna hijau, hand made, bikinan cina. dan satunya lagi turkish, dengan material wool bikinan mesin di iran.

kalau ada yang lagi hunting2 karpet juga, boleh liat2 di webnya karpet sale ini. pilihannya buanyak banget. harganya variatif. mulai dari yang puluhan dollar, sampe yang ratusan ribu dollar. di samping itu, pelayanan mereka juga baik sekali. semua barang dikirim pake fedex, jadi kita bisa selalu melakukan on line tracking. sales person di kantor mereka di jakarta juga sangat baik dan koperatif. kebetulan kemarin saya sempat mengalami sedikit masalah dengan barang yang saya beli. ketahan di bea cukai sampai berminggu2.Β  dengan sabar karpet sale membantu saya menyelesaikan proses clearence, sampai akhirnya barang bisa keluar, tanpa ada biaya apa pun πŸ™‚

yah, segitu dulu deh ceritanya… ntar kepanjangan bikin bosen πŸ˜€

nice week end everyone!

one floor. back yard. and a wooden floor.

dreamer. that is my middle name πŸ˜‰

dari kecil, saya emang sudah hobi menghayal. bahkan sebelum saya mengalami menstruasi, saya sudah bercita2,Β  kalau saya besar nanti, dan punya anak laki2, saya ingin menamainya william. sayang, lady di tampaknya sudah lebih dulu mencuri ide saya πŸ˜‰

dari ribuan mimpi2 saya, sebagian ada yang saya naikan harkatnya menjadi doa. sebagian lainnya hanya numpang lewat saja.

salah satu dari mimpi besar yang ada di kepala saya selama bertahun2, adalah tentang rumah idaman. dari dulu, saya ingin sekali punya rumah dengan 3 kriteria penting ini:

* rumah 1 lantai dengan banyak jendela. entah kenapa, saya ga begitu suka dengan rumah bertingkat. pertama, mungkin karena saya takut ketinggian. kedua, bisa jadi karena saya takut ketinggian. dan yang ketiga saya rasa karena saya takut ketinggian. saya suka rumah dengan banyak jendela supaya terang. ruangan yang gelap selalu bikin saya seperti sesak nafas.

* saya selalu ingin punya rumah yang ada halaman belakangnya. nanti saya akan membuat ruang makan yang menghadap ke halaman belakang itu. di salah satu sisi ruang makan itu akan dibuat pintu geser kaca yang cukup besar. supaya saya bisa duduk di meja makan sambil menikmati udara luar dan pemandangan halaman belakang. apapun makanan yang tersuguh di meja makan, kalau pemandangandi depannya enak dilihat, pasti berasa enak πŸ˜€

* saya jatuh cinta dengan lantai parquet, sejak pertama kali kami dipertemukan. sejak saat itu pula, saya selalu berhayal, kalau saya punya rumah nanti, saya ingin ada 1 bagian rumah yang lantainya dilapisi parquet. dengan sebuah rak buku sederhana di salah satu sisinya. sedikit agak berbeda prinsip dengan bapak. yang ga suka permukaan dinding atau lantai berwarna gelap. katanya bikin susah nyari nyamuk.

saya tidak ingat betul, apakah saya pernah benar2 berdoa untuk rumah hayalan saya itu. yang saya mengerti, adalah bahwa tuhan saya begitu baik. dia sudahΒ  memberikan apa yang saya harapkan. bahkan jauh melampaui apa yang berani saya pikirkan.

matur sembah nuwun, Gusti Yesus,
matur sembah nuwun….