Bubuh Mebase

kajane

 

Pertama kali liat namanya di daftar menu sebuah restoran di Ubud, saya sempet ragu. Apakah saya akan doyan? Secara otak saya langsung mengirim sinyal2 yg menyatakan bahwa kombinasi antara bubur dan urab itu bukan sesuatu yg biasa.

Sebenernya saya doyan dua2nya.
Saya doyan bubur kalau disantap sama suwiran ayam, bawang goreng, seledri, kerupuk dan kecap asin + sambel.

Saya juga doyan urab kalau disajikan bersama nasi anget dan tempe goreng yg kemriuk.
Tapi kalau bubur disandingkan dengan urab sayur?

Entahlah….
Mari kita coba saja dulu…
😊😊😊😊😊

bubuh-mebase

Dan ternyata, rasanya enaaakkkk…
Ada rasa gurih, asin, manis dan juga pedas.
Bubuh mebase (bubur berbumbu) yg konon berasal dari Buleleng ini memang kaya akan aroma dan cita rasa rempah seperti kunyit, ketumbar, kencur bawang merah dan putih, cabai dan juga jahe.

Dinikmati hangat dengan secangkir teh atau segelas jeruh nipis panas saat sarapan pagi memang passss sekali.

Jadiiii, kalau teman2 sedang traveling ke tempat baru, jangan lupa untuk mencicipi kuliner khas daerahnya yaaaa….

Happy eating!
Happy traveling!!

#bubuh_mebase
#wisatakuliner
#jaganti

Undangan Istimewa

Selalu seneeeennnggg deehhh, kalau dapet oleh2 dari temen2 yg abis jalan2….

Buat saya, suvenir oleh2 itu seperti kode panggilan atau undangan. 😍😍😍😍

Latvia, ini memang ada di list 100 negara yg mau saya kunjungi sebelum usia 70. Letaknya di Laut Baltic, berbatasan dengan Lithuania dan Estonia. 
Tahun 2013 yg lalu saya dan suami sempat mampir di Riga, tapi belum sempat eksplor negerinya.

img_1116

Terima kasih undangannya ya bu Fe Angka
Kami akan usahakan untuk segera memenuhinya 

Warming Up.

pensPuji Tuhan, minggu ini anak2 sudah mulai masuk sekolah lagi.
Bianca masuk kelas 9. Benaia kelas 5, dan Benezra kelas 3.

Selalu bahagia tiap kali nyiapin keperluan sekolahnya anak2.
Bersyukur bisa beliin seragam baru, buku2 baru, alat2 tulis baru…
Kali ini anak2 belum mau dibelikan tas dan sepatu yg baru karena yg lama masih baik dan bisa dipakai.

Saya jadi ingat jaman saya kecil dulu.
Saat2 liburan sekolah adalah saatnya keluarga kami mengumpulkan lungsuran2 seragam dan perlengkapan sekolah dari para kerabat. Saya biasanya akan dapat baju, sepatu dan buku2 pelajaran dari kakak2 sepupu yg usianya beberapa tahun di atas saya. Lalu almarhum papi saya akan mengecilkan beberapa bagian kemeja seragam yg kebesaran dan mencari ganjel untuk sepatu2 supaya pas. Buku2 pelajaran akan disampul ulang sama mama supaya kembali keliatan bersih dan rapi. Buku2 tulis yg masih banyak halaman kosongnya diakalin supaya bisa dipake lagi.

Pernah suatu saat, saya dapet lungsuran kemeja putih seragam SMP yg masih bagus. Warnanya masih putih bersih. Sayangnya waktu itu saya masih SD 😊😊
Karena eman2 kalau dipermak, akhirnya diputuskan untuk menimpa badge osis warna kuning yg ada di saku kemeja itu dengan badge yg buat anak SD. Bagian lengannya dilinting aja biar ga kepanjangan 😊😊😊.

Puji Tuhan,
Buat semuanya….
Buat pengalaman di masa lalu, buat anugerah saat ini, dan buat harapan di masa depan ❤️❤️❤️❤️

Selamat kembali berjuang ya anak2 hebat…
GOD be with you, all the time, all the way.

Edensor

Entah kenapa, beberapa waktu belakangan ini, setiap kali saya liat foto2 desa kecil di Inggris ini, perut saya langsung berasa mules.
Dan yang aneh lagi, tiap kali ada kesempatan duduk depan komputer untuk browsing,  reflek jari2 tangan saya menekan rangkain huruf ini di keyboard: e-d-e-n-s-o-r.

edensor

 

Sure, lof! It’s Edensor.
-Andrea Hirata-