Greenland Diary (Part 4). The Yellow House.

Kalau kita browsing di internet dengan keyword “Greenland”, maka akan muncul di layar gambar2 pegunungan yg tertutup es, glacier dan deretan rumah cantik berbentuk kotak warna warni.

Saya juga penasaran, kenapa rumah2 di Greenland dicat dengan warna2 gonjreng dan terlihat seperti kotak2 mainan lego.

Dan saya menemukan 2 jawaban ini:

  • Alasan penduduk Greenland mengecat rumah mereka dengan warna2 terang adalah supaya rumah2 itu terlihat stand out di antara warna langit musim dingin yang suram.
  • Selama 4000 tahun, suku Innuit tinggal di dalam iglo atau tenda2 yg dibangun menggunakan bahan kayu apung, rerumputan, tulang dan bulu2 hewan. Bangunan bergaya kolonial mulai diperkenalkan tahun 1721, diawali dengan dikirimnya rumah-rumah kayu dari Skandinavia. Tradisi mengecat rumah dengan warna2 cerah pun dimulai.

Awalnya warna2 bangunan itu menunjukan fungsinya masing2. Warna merah untuk bangunan komersial. Kuning untuk rumah sakit. Kantor polisi berwarna hitam, perusahaan telepon berwarna hijau, dan pabrik ikan berwarna biru.

Kalau saya punya 1 kesempatan untuk membangun rumah di Greenland, I think I am going to go with yellow.

Di bagian depan rumah akan saya buat tulisan:
“Ini rumah LescaBoma, bukan Rumah Sakit”
😎😎😎