Liburan bareng Oriflame. Part 1: KOREA

 

Sejak kecil, saya sudah punya kebiasaan mencatat nama-nama tempat yang ingin saya kunjungi. Per hari ini, saya sudah punya agenda kunjungan sampai tahun 2020. Bertepatan dengan saat Bianca lulus SMA ūüėÄ
Awalnya Korea ga ada dalam list saya. Mungkin karena ikatan bathin saya sama Korea nyaris belum terjalin. Pengetahuan saya tentang Korea juga masih sangat terbatas. Selain restoran Korea langganannya Bapak di daerah Kebayoran Baru dan Mr. Byun yang selalu pesan ayam bakar rica di restoran saya dulu, saya nyaris ga kenal apa-apa tentang Korea.
Semua berubah saat awal tahun 2015 lalu saya berhasil lolos salah satu challenge nya Oriflame. Hadiahnya adalah liburan ke luar negeri gratis. Tujuannya boleh pilih, mau Umroh, Turki atau Korea dan Hongkong. Dan saya pilih Korea dan Hongkong.
Saya pun mengajak suami semata wayang saya. Sebagai hadiah ulang tahun yang kecepetan 1 bulan ūüėÄ
Ga seperti kebanyakan perjalanan liburan yang saya siapkan sendiri, jalan-jalan ke Korea kemarin semuanya sudah disiapkan sama Oriflame. Saya tinggal setor paspor dan nenteng koper aja. Urusan visa, akomodasi dan itinerary semua sudah diatur sama Oriflame.
Annyeong haseo!
Setelah menempuh perjalanan bersama Cathay Pacific selama 5 jam dari Jakarta ke Hongkong dan dilanjutkan dengan 3 jam berikutnya dari Hongkong ke Jeju, saya pun menginjakan kaki untuk pertama kalinya di Bandar Udara International Jeju, Jeju Gukje Gonghang. Disambut dengan udara siang hari yang sejuk dan berangin, serta senyum lebar dari Jun, Local Tour Leader kami yang ramah dan lucu.
5231702_orig
Korea ternyata adalah sebuah negeri yang sangat cantik, dengan udara yang bersih dan perempuan2 berkulit wajah kencang dan mengkilap seperti porselen serta makanan serba organik dan nyaris ga ada yang diolah secara deep fried. Rata-rata orang Korea yang saya temui amat fashionable

JEJU ISLAND
Tujuan pertama kami di Korea kemarin adalah Jeju island. Pulau¬†terbesar yang ada di semenanjung Korea¬†dan merupakan¬†satu-satunya provinsi berotonomi khusus di Korea Selatan. Kita bisa mengunjungi Pulau ini tanpa perlu mengurus Visa. Ada banyak pilihan penerbangan dari Jakarta dan Denpasar yang langsung menuju Jeju (Garuda, Hongkong Airlines, China Southern Airlines, Chine Eastern, Cathay Pacific, Korea Airlines dan Singapore Airlines). Jadi kalau kita mau jalan-jalan ke Jeju saja, tanpa mengunjungi main land, ga perlu urus Visa yaaa…

korea1

Di tengah pulau Jeju berdiri dengan megah Hallasan (Gunung Halla), yang merupakan gunung tertinggi di seluruh Korea (1.950 m). Pulau ini bercuaca hangat sepanjang tahun dan pada musim dingin jarang turun salju, sehingga tanaman-tanaman yang tumbuh di daerah subtropis bisa bertahan hidup di sana.

Pulau Jeju dijuluki Samdado, yang artinya pulau yang berlimpah dengan 3 hal, yaitu bebatuan, wanita dan angin. Bebatuan berasal dari letusan2 gunung Halla. Jumlah wanita di pulau Jeju jauh lebih banyak dari pria, karena sejak dahulu penduduk pria biasanya meninggalkan desa mereka untuk bekerja di Gunung Halla atau menjadi nelayan di laut. Letak geografis pulau ini membuatnya selalu dilingkupi angin sepanjang tahun. Karena memiliki keindahan alam dan kebudayaan yang unik, Pulau Jeju adalah salah satu objek wisata paling terkenal di Korea.

Selama berabad-abad, penduduk Pulau Jeju dijuluki sebagai yukgoyeok yang artinya enam jenis pekerja keras. Karena penduduk pulau ini biasa mengerjakan berbagai pekerjaan yang sulit dan berat untuk bertahan hidup, seperti menyelam ke dasar laut untuk mencari abalon dan kerang, membangun pelabuhan, beternak, membuat kapal serta bertani.

Banyak sudut Jeju yang mengingatkan saya pada Campbell River, sebuah kota kecil di Vancouver Island, BC Canada pada tahun 90an. Tenang, sejuk dan cantik. Hari pertama di Jeju rombongan kami menginap di Jeju Aerospace Hotel. Tempatnya baguuussss banget! Pagi harinya saat keluar dari hotel kami disambut dengan udara dingin dan pemandangan kabut yang cukup tebal.
korea2
IMG_20150420_060021
Apa saja yang bisa kita nikmatin di Pulau Jeju?

Seonim Bridge

Dari atas jembatan Seonim yang ini kita bisa menikmati keindahan air terjun Cheonjiyeon. Seonim bridge ini juga dikenal dengan nama Chilseonyeogyo yang artinya Jembatan Tujuh Bidadari, simbol dari cerita legenda orang Korea yang merupakan keturunan dari 7 bidadari yang turun dari langit. Ornamen berbentuk bidadari yang sedang memainkan alat musik yang berbeda menghiasi sepanjang Seonim Bridge. Jembatan Seonim ini menghubungkan Cheonjeyeon waterfalls dengan area wisata Jungmun.

_DSC0102

_DSC0116

 

Seongeup Folk Village

Merupakan desa tradisional masyarakat Jeju yang terletak di kaki gunung Halla. Memasuki  Seongeup Folk Village ini seperti kembali ke masa lalu, di mana manusia masih hidup dengan cara yang sangat tradisional dan serba sederhana. Hingga sekarang, penduduk desa ini masih mempertahankan cara hidup dan arsitektur tempat tinggal mereka yang kuno sekaligus unik. Dinding rumah terbuat dari bebatuan hasil lahar gunung berapi yang dicampurkan dengan tanah liat dan atap rumah yang terbuat dari jerami.

_DSC0117

_DSC0124

_DSC0122

IMG_20150420_090100

IMG_20150420_090200

Hal menarik lain pada rumah penduduk Jeju adalah palang pintu terbuat dari kayu yang  berfungsi sebagai pagar rumah mereka sekaligus sebagai penanda apakah pemiknya da di rumah atau ga.
Kalau palang yang terpasang hanya 1, artinya yang punya rumah lagi keluar sebentar. Perginya ga jauh-jauh, bisa ke tetangga atau ke pasar. Atau mungkin juga di rumah ada orang, tapi cuman anak2 aja.
Kalau palang yang terpasang ada 2, artinya yang punya rumah sedang pergi bekerja, umumnya di gunung Halla. Tamu bisa kembali dalam 4-5 jam.
Kalau palang yang terpasang 3 buah, artinya yang punya rumah sedang pergi jauh. Keluar kota atau ke mana gitu yang lebih jauh ūüėÄ
Dan karena di Jeju ga ada maling, jadinya sistem pagar dan palang pintu ini sudah dianggap memadai dan cukup aman.
Neat yaaa… ūüôā

IMG_20150420_081854

 

Kesuburan tanah Jeju juga dimanfaatkan benar oleh warga Seongeup Folk Village. Di sana kita bisa melihat banyak ladang yang ditanami aneka sayur dan buah. Jeruk2 ranum yang siap panen menghiasi hampir sepanjang jalan yang kami lewati. Tadinya kami juga berharap bisa menikmati kecantikan cherry blossom, sayang kami datang sedikit terlambat. Bunga2 sakura di sana sudah gugur sekitar 1 minggu sebelum kami tiba. Sebagi gantinya, Jun membawa kami ke lapangan yang dipenuhi dengan bunga canola yang juga ga kalah cantik.

_DSC0153

_DSC0151

Mysterious Road

Mysterious road atau Dokkaebi ini terletak di sebuah bukit di kaki gunung dan menghubungkan dua jalan raya utama di Jeju. Mengapa jalan ini disebut sebagai mysterious road karena adanya kandungan magnet yang membuat mobil atau benda apapun yang berjalan di atas Dokkaebi bisa bergerak sendiri ke atas. Misalnya, mobil yang di parkir dalam kondisi netral mampu berjalan sendiri tanpa dikendalikan sopirnya. Air yang dituang diatas jalan ini juga tidak akan mengalir ke bawah melainkan justru naik ke bagian jalan yang posisinya lebih tinggi.

11

Dragon Head Rock
Atau yang sering disebut juga dungeon Yongduam adalah batu karang yang bentuknya menyerupai kepala naga, konon terbentuk dari hembusan udara yang kencang dan terpaan ombak selama ratusan tahun. Saat tiba di sana cuaca sedang hujan dan angin bertiup cukup kencang. Saya hanya ke sana selama 5 menit untuk ambil foto dan setelah itu lari kembali ke bis untuk menghangatkan diri ^_^

IMG_20150420_144352

 

Nanta Show

Nanta show ini meruapakan salah satu attraction yang paling terkenal di Korea. Kami diajak menikmati sekelompok seniman yang mementaskan pertunjukkan musik non-vokal, yang hanya terdiri dari ritme dan ketukan semacam pertunjukan perkusi. Yang unik adalah Nanta memainkan musik dengan menggunakan berbagai peralatan dapur seperti talenan, panci, wajan dan piring yang dimaikan seperti ritme musik tradisional Korea, samulnori.  Pertunjukan yang lucu, ringan dan menghibur.

 

DSC00719

 

nanta1

Gimnyeong Labirin Maze Park
Gimnyeong Maze Park berada di Donggimnyeong-ri. Tempat ini didesain oleh perusahaan terkenal Adrian Fisher Minotaur Maze Designs, dan didanai oleh seorang professor Amerika di Universitas Nasional Cheju, Frederic H. Dustin. Cintanya pada Jeju telah membuatnya bertahan selama lebih dari 27 tahun di pulau itu. Labirin yang unik ini terdiri dari tumbuh-tumbuhan dari seluruh Asia dan dirawat dengan sangat baik.

_DSC0156

Gimnyeong Maze Park terdiri dari sebuah labirin yang mempunyai tujuh gambar yang digabungkan menjadi satu. Labirin ini berbentuk seperti Pulau Jeju, dan gambarnya dapat terlihat jelas dari atas, yang mencakup: seekor ular, yang merupakan objek yang disembah sampai pertengahan tahun 70an; kuda asli Pulau Jeju, yang dibawa ke tempat itu oleh orang Mongolia pada tahun 1276.

Konon, diperlukan waktu ¬†sekitar 20 sampai 30 menit untuk menemukan jalan keluar dari Labirin ini. Disarankan untuk membawa handphone sebelum masuk ke Labirin, just in case ga bisa ketemu jalan keluarnya, bisa telpon untuk minta bantuan ūüôā

Ice Museum dan trick Eye Museum. 
Pada dasarnya hampir sama dengan museum2 3D yang ada di kota2 lain seperti Jakarta, Bali, Singapore atau Hongkong. Bedanya Museum 3D di sana semua petunjuk arahnya menggunakan bahasa Korea ūüėȬ†Seru buat bikin foto lucu2an…

DSC00728

 

Seongsan Ilchulbong atau Ilchulbong.

_DSC0133
Dikenal juga dengan sebutan Puncak Matahari Terbit, adalah sebuah kawah gunung berapi  yang memiliki luas 99.000 m² dan tinggi 182 m di ujung timur Pulau Jeju. Terbentuk karena proses erupsi hydrovulkanis dimana terjadi letusan gunung api yang sangat dahsyat yang terjadi ratusan tahun yang lalu. Letusan itu menyemburkan magma dalam jumlah besar ke angkasa sehingga meninggalkan bekas berupa kawah yang lebar dengan dengan tepi yang dangkal. Sesuai dengan namanya, tempat ini sangat tepat untuk menyaksikan matahari terbit. Kami menikmati keindahan kawah ini dari kejauhan. Pemandangan yang cantik sekaligus bikin merinding. Merinding ngebayangin gimana kawah itu bisa terbentuk, dan merinding ngebayangin kalau harus jalan sampe ke situ ^_^ ^_^

 

IMG_20150420_112649

_DSC0136

 

Di komplek wisata ini kita juga bisa menyaksikan pertunjukan wanita2 penyelam yang biasa mencari abalon. Umumnya mereka sudah cukup sepuh. Tapi fisiknya keliatan masih sangat kuat. Dan kemampuan menyelamnya juga jangan ditanya yaa… Juara deh pokoknya!

Teddy Bear Museum

DSC00803

 

Koleksinya banyak dan bagus baguuusss…. Berbagai¬†ukuran boneka beruang dengan bermacam pose dan busana bisa kita nikmatin di sana. Sayang saya¬†bukan termasuk fans nya teddy bear, bahkan sejak kecil saya memang ga terlalu suka sama boneka. Jadi pas mampir di toko suvenirnya saya cuman beli 1 selendang warna olive green yang bahannya menurut saya nyaman banget buat dipake ūüėÄ

Daaannnn…..,
Setelah selama 4 hari menikmati keindahan dan kesejukan Pulau Jeju, perjalanan kami lanjutkan menuju Seoul. Penerbangan dari Jeju ke Gimpo Airport di Seoul makan waktu sekitar 1 jam.

DSC00823

_DSC0266

Berbeda jauh dengan Jeju, pemandangan kota Seoul amat mirip dengan banyak kota modern lain di dunia. Jalanan yang dipenuhi deretan gedung tinggi, berbagai jenis kendaraan, orang2 yang berjalan dengan cepat dan penunjuk arah menuju subway stations. Terus, apa saja yang bisa kita lihat saat kita menunjungi Seoul?

Nami Island

Konon, pulau yang dipenuhi dengan barisan pepohonan yang cantik ini amat terkenal di kalangan para pencinta drama Korea. Ukuran pulau ini imut banget, hanya berdiameter 6 kilometer dengan¬†luas area sekitar 460.000 m2. Sekali berkunjung ke sana bisa langsung menjelajah ke seluruh pulau ūüôā

Lama perjalanan dari Seoul ke Nami Island sekitar 1 jam. Waktu tempuh penyebrangan dengan ferry nya sekitar 15 menit. Sebentar banget yaa… Jangan ngebayangin jarak Jakarta Merak atau Ancol – Pulau Seribu… ^_^ ^_^

Pulau yang namanya diambil dari nama salah satu pahlawan bangsa Korea, Jenderal Nami ini menjadi sangat terkenal setelah digunakan untuk shooting serial drama Winter Sonata (2002). Saya sendiri belum pernah nonton drama nya. Tapi begitu sampai di Nami Island ini, saya bisa langsung merasakan sensasi drama dan romantisme kisah cinta Kang Joon-sang dan¬†Jung Yoo-jin yang fenomenal itu. ¬†ūüėÄ ūüėĬ†

Jalan2 di berwisata ke Nami Island ini memang sangat menyenangkan. Udaranya sejuk, pulaunya bersih, pemandangannya cantik dan makanannya enak2 ^_^. Pemandangan pulau Nami dengan deretan pinus¬†yang berbaris¬†rapi ini memang selalu cantik sepanjang musim. Karena saya baru 1 kali ke Nami di musim semi, jadinya foto2 musim yang lainnya saya pinjam dari hasil googling saja yaaa…

summer

summer

 

5119136215_ee390c5a1c_b

autumn

 

winter

winter

 

spring, april 2015. pose a la bintang film Korea ^_^

spring, april 2015. pose a la bintang film Korea ^_^

Mount Seorak National Park.

Tempat wajib lain yang perlu diliat saat kita mengunjungi Korea ini merupakan wisata alam lain yang menjadi tujuan para wisatawan saat mengunjungi Korea Selatan. Jaraknya sekitar 3 jam perjalanan dari Seoul.

mount sorak

Tebing-tebing¬†Mount Seorak¬†berwarna pucat dan nampak seperti salju abadi. Itulah sebabnya gunung ini dinamakan Seorak, Seor berarti salju dan ak berarti gunung besar. Gunung kapur ini selalu ramai dikunjungi wisatawan sepanjang tahun. Pantas saja rombongan kami perlu mengantri beberapa waktu untuk bisa dapat gilira naik cable car menuju Gwongeumseong Fortress, salah satu puncak Mount Seorak. Di musim dingin puncak gunung Seorak biasanya tertutup salju. Bisa dibayangkan betapa cantiknya yaa…

Mount Seorak ramai dikunjungi para wisatawan sepanjang tahun, namun katanya puncak kunjungan para wisatawan pada saat musim gugur. Kecantikan musim gugur di Mount Sorak katanya merupakan salah satu yang terindah. We’ll just have to check that out later yaa… ūüėČ

 

_DSC0193

 

_DSC0220

 

Selain menawarkan alam yang indah, sejak lama Seoraksan juga menjadi salah satu pusat peribadatan umat Buddha. Di sini berdiri Sinheungsa Temple, kompleks kuil tua Buddha yang dibangun pertama kali sekitar abad ke-7. Pada dua sisi di pintu masuk kuil terdapat patung-patung besar yang merepresentasikan empat raja/dewa langit dalam kepercayaan Buddha Korea (Cheonwang).

_DSC0231

 

Baekdamsa Temple
Saya bukan penggemar temple. Mungkin karena selama ini temple2 yang saya kunjungi nampak nyaris sama satu sama lain. Tapi Baekdamsa ini beda banget! Lokasinya ga begitu jauh dari Mt. Seorak. Dan begitu menginjakan kaki di komplek Baekdamsa, saya langsung merasa jatuh hati. Tempatnya super bersih, tenang dan nyaman.

DSC00887

DSC00880
Kuil Baekdamsa¬†dibangun oleh¬†Ja Jang (590~658) di masa kekuasaan¬† Queen Jin-Deok (647-654), penguasa ke 28 di Kerajaan Silla¬†di Korea. Kuil ini telah beberapa hancur akibat perang dan bencana alam, salah satunya adalah bencana kebakaran besar yang¬†terjadi pada tahun 690 yang menyebabkan kuil ini rata dengan tanah.¬†Bangunan yang bisa kita lihat sekarang adalah versi renovasinya yang selesai dibangun pada tahun 1957.¬†Kuil Baekdamsa ini berdiri dengan tegak di tengah pesona alam sekitarnya.¬†Dikelilingi hutan dan perbukitan, Baekdamsa terlihat sangat elegan. Saya sukaaaaa sekali menikmati udara sejuk dan suasana tenang di sana. Rasanya betah sekali berlama2 di komplek kuil ini. Apalagi karena di sana juga tersedia fasilitas free wifi ūüėÄ Seperti biasa, saya dan rombongan selalu excited kalau ketemu wifi. Langsung update status dan chek kondisi Jaringan di group chat nya masing2. Itulah enaknya punya bisnis online yaaa… ‚̧

DSC00881

 

Everland
Everland merupakan theme park atau taman hiburan terbesar Korea Selatan. Dikelola dan dioperasikan oleh Group Perusahaan raksasa Korea, Samsung, theme park ini menjadi theme park terbesar di Korea yang dikunjungi lebih dari 8 juta pengunjung per tahun. Sama seperti Dufan, Universal Studio dan Disneyland, Everland ini juga dipenuhi dengan ratusan wahana permainan yang bisa dinikmati semua umur. Saya bersama suami memang kebetulan kurang suka sama mainan2 yang yang ada di sana. Mungkin karena perginya ga sama anak2 yaa… Jadi liat wahana2 itu malah bikin kami jadi kangen sama Bianca Benaia dan Benezra yang kami tinggal di rumah. Jadinya kami memilih untuk duduk2 sambil nontonin orang yang lalu lalang dan makan spons es krim khas Everland yang unik dan wienaaaakk tenan… ‚̧

spoons-ice-cream-only

Bentuk es krim nya bulet2 kecil, teksturnya seperti spons yang lembuuuutttt banget.

Saat kami berkunjung ke Everland juga sedang digelar festival bunga tulip. Ribuan tulip berbagai warna menghiasa sudut2 theme park ini. Cantiiikkkk sekali. Ga perlu jauh2 ke Belanda buat bikin foto sama tulips yaaa…, cukup dengan bergabung jadi independent consultant nya Oriflame dan kejar challange yang hadiahnya bisa jalan2 ke Korea ūüėÄ

 

tulip festival everland

 

Gyeongbok Palace

Gyeongbokgung adalah salah satu dari lima istana yang ada di Seoul. Di dalamnya tersimpan sejarah Korea selama lebih dari 500 tahun. Dibangun oleh Raja pendiri Dinasti Joseon, Lee Seong-Gye, pada tahun 1395 ketika ibu kota Negara dipindahkan dari Gyeseong ke Seoul, dan direkonstruksi pada tahun 1867. Gyeongbokgung berarti Istana yang Menyinarkan Kebahagiaan. Sayangnya banyak bagian yang rusak pada saat penjajahan Jepang di awal abad 20. Namun saat ini beberapa bangunan dan tempat yang tersisa pelan-pelan telah diperbaiki.

Gyeongbokgung berdiri di atas lahan seluas 180,000 m2. Letaknya di ujung utara Sejongro Boulevard, katanya mah cuma sepelemparan batu jauhnya dari Blue House, kediaman Presiden Korea Selatan. Waktu itu kami ga sempat mampir ke Blue House, hanya lewat dan liat dari kejauhan saja. Kalau saya ga salah, saat itu ada jalan menujun Blue House yang ditutup sehinggga kami harus mengambil jalur lain.

DSC00907

 

Saya suka liat pintu2 dan jendela di komplek istana ini. Mirip rumah2 tua di Jawa dan rumah2 peranakan yaaa… ūüėÄ

_DSC0277

 

National Folk Museum

National Folk Museum of Korea terletak di halaman Istana Gyeongbok. Di dalamnya tersimpan lebih dari 2000 koleksi artefak dan alat-alat yang digunakan oleh masyarakat Korea pada masa lalu sampai sekarang. Bangunan museum ini didesain mengikuti arsitektur kuil-kuil Buddha yang terkenal di Korea.  

DSC00899

 

Shopping!!
Seoul punya banyaaaaaaakkkkk banget tempat buat shopping. Bisa seharian kalau mau nulis review tempat belanja di Seoul. Tapi kemarin itu kami diajak mampir ke tempat2 belanja turis yang beberapa diantarannya saya lupa namanya. Maklum, kalau ikut tour semuanya terjadi begitu cepat. Dan kadang kita belum sepenuhnya sadar berada di mana, tau2 sudah diminta naik bis lagi untuk lanjut ke destinasi berikutnya. Tempat2 yang kami datengin kemarin itu ada:

National Ginseng Center
Ginseng Store
Produsen Red Pine Needle Oil
Donghwa Duty Free Shop
Amethyst Showcase (tempat pengolahan batu amethys jadi berbagai macam perhiasan. Konon Korea Amethyst is the best quality in the World)
Myeongdong Street
Dongdaemun

Selain tempat2 shoping itu rombongan kami juga diajak ke tempat belajar bikin kimchi dan foto2 menganakan Hanbok, baju tradisional Korea. Di mananya saya lupa ūüėÄ

IMG_20150421_123708

IMG_20150421_132248

 

Maka, setelah menghabiskan 5 hari yang sangat menyenangkan di negeri ginseng Korea, perjalanan pun kami lanjutkan menuju Hongkong!
Ngapain aja di Hongkong, nanti ceritanya di Part 2 yaaaa…. ^_^ ^_^ ^_^

 

Story of my life: I love Monday!

Sejak kapan? Persisnya saya lupaaa‚Ķ ūüėÄ

Tapi duluuu‚Ķ, saya sebeeelll deh sama yang namanya Monday. Rasanya bangun pagi dan memulai hari Senin itu lebih berat dari hari2 yang lainnya. Bayangan jalanan yang muacet di sana sini, kerjaan yang numpuk di kantor, tampang boss yang ga bersahabat, antrian panjang di Bank‚Ķ What can possibly make it worse? Tanggal tua, dimana persediaan uang ongkos dan uang makan semakin menipis ūüėÄ

Ngomong2 soal hari Senin, saya jadi inget sama masa lalu saya dulu…

Saya bersyukur pernah bekerja sebagai seorang karyawan Perusahaan partikelir selama hampir 13 tahun lamanya. 3, 5 tahun di Bandung, dan sisanya di Jakarta. Dua-duanya Perusahaan IT dan Telekomunikasi yang bergerak di bidang trading. Walau pun waktu itu karir saya ga hebat2 amat, tapi pengalaman bekerja saat itu banyak memberikan saya pelajaran penting dan berharga.

Dari sanalah saya belajar yang namanya menguasai produk knowledge, mulai dari yang namanya harddisk SCSI, router, jaringan fiber optic sampai membangun integrated contact center. Belajar juga tentang administrasi perusahaan mulai dari pencatatan inventory di gudang, nyiapin dokumen tender, bikin bid bond, sampai bikin proposal dan draft kontrak. Belum lagi ilmu2 praktis lain yang priceless nilainya, seperti pengembangan diri, leadership, human approach dan lain-lain. Pluuuussss‚Ķ., bonus jalan-jalan keluar kota dan keluar negeri walau pun sekalian tugas ūüėÄ

Tapi semua pengalaman berharga itu harus saya bayar dengan harga yang sangat mahal. Saya kehilangan banyak waktu dengan kedua buah hati saya. Setiap hari saya pergi meninggalkan rumah saat mereka masih tidur, dan baru kembali ke rumah saat mereka sudah tidur. Saya tidak melihat sendiri apa yang di makan Bianca setiap hari. Dan saya juga ga tau seperti apa mukanya Benaia saat matanya terkena air dan sabun waktu dia dimandikan.

Waktu masih umur 1-2 tahun, Bianca suka nangis jerit2 kalau liat Ibunya mau berangkat ngantor. Ritualnya waktu itu adalah, Bianca dibawa jalan2 sama si mbak, untuk liat ayam tetangga atau beli es krim ke warung. Biar keslimur dan ga sadar kalau ibunya sudah pergi. Tapi lama2 anak juga jadi kebal yaa… Dia jadi seperti sudah biasa ditinggal ibunya setiap hari. Belakangan kalau saya harus pergi ngantor atau dinas ke luar kota, Bianca akan mengantar saya sampai ke teras, salim lalu melambaikan tangannya. Iya, begitu aja… Berbeda kalau mbak Inem yang mau mudik ke Wonosobo, Bianca bisa nangis kejer minta ikut.

Pernah suatu hari saya pulang dari kantor, saya liat Bianca sedang menggeret2 kopor mainannya yang berbentuk kodok warna hijau. Waktu saya tanya: ‚ÄúBianca mau kemana?‚ÄĚ Jawabannya: ‚ÄúMau pulang ke Wonosobo sama mbak Inem‚Ķ‚ÄĚ

Suatu hari saat Benaia mau tumbuh gigi badannya sempat panas. Dan waktu Benaia terbangun di tengah malam, yang dilakukannya adalah nangis, mencari kain panjang yang biasa dipake untuk nggendong, dan langsung lari¬†keluar kamar sambil manggil2 mbak Inem. Padahal saya, ibunya ada di sebelahnya. Lucu ya? Gaaaa, tapi sediiiih sekali‚Ķ. ¬†ūüė¶

Meninggalkan buah hati saya dengan seorang asisten rumah tangga juga memang bukannya tanpa resiko. Tapi waktu itu kami memang ga punya pilihan yang lebih baik.

Saya tidak pernah menyesali pilihan saya yang menjadi Ibu bekerja saat itu. Saya yakin, sama seperti semua Ibu bekerja yang lain, kami juga adalah pejuang2 dan pahlawan keluarga. Kami bekerja demi mewujudkan cita2, harapan dan mimpi2 kami juga…

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya pada awal tahun 2008, saya memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai karyawan, saat itu bertepatan dengan persiapan kelahiran anak ketiga kami, Benezra. Rasanya? Campur aduk‚Ķ Antara seneng, bergairah, deg degan juga takut. Dulu mantan boss saya pernah bertaruh, saya hanya akan bisa bertahan jadi ibu rumah tangga selama 1 bulan saja. Hehehe‚Ķ Nyatanya, sudah lewat 6 tahun, dan saya ga pernah menyesali keputusan saya…

_DSC1789

Melewati masa2 transisi itu memang ga gampang yaa… Apalagi tepat sebulan setelah saya jadi ibu rumah tangga, saya ditinggal mbak Inem, asisten kepercayaan yang sudah membantu saya selama hampir 5 tahun. Tapiii…, karena yang mau saya urusin itu adalah keluarga saya sendiri, anak2 yang saya lahirkan, jadi ya… saya yakin saya pasti bisa…

Begitulah‚Ķ, makin hari saya semakin bisa menikmati menjadi seorang ibu rumah tangga. Saya semakin mengerti betapa berat sekaligus menyenangkannya mendedikasikan waktu kita untuk keluarga. Kadang saya hanya bisa tidur 2 jam dalam sehari. Pernah selama berhari2 saya ga liat jalan raya. Ga jarang saya juga kehilangan orientasi waktu, ga inget ini hari apa, tanggal berapa ūüėÄ Tapi saya senang bisa menghabiskan banyak waktu saya sama anak2. Saya seperti bayar utang, seperti balas dendam‚Ķ Hehehe ūüėÄ

Tahun 2010, saya memberanikan diri untuk mulai berkarir lagi. Pilihannya kali itu adalah menjadi pengusaha restoran. Bapak menawarkan sebuah kesempatan yang menurut saya luar biasa! Saya merintis sebuah rumah makan di daerah Juanda, Jakarta Pusat. Buat saya itu adalah kesempatan emas yang ga mungkin ditolak. Ide buka restoran itu adalah sesuatu yang super mewah buat saya yang dulu pernah punya cita2 punya warung nasi…

Persiapan saya lakukan selama 2 bulan. Mulai dari menentukan jenis restoran apa yang akan saya buka, menentukan sistem produksi dan marketingnya, merekrut karyawan, mendesain ruang, sampai menyiapkan semua perabotannya. Semua saya lakukan dengan penuh semangat dan gairah. Berkali2 saya blusukan ke Pasar Senen buat cari piring, gelas, sendok garpu dan teman2nya. Ke pasar kecapi untuk cari supplier bumbu2 dapur yang kualitasnya baik dan harganya bagus. Dan yang paling seru sekaligus melelahkan adalah mengeksplorasi pasar ikan Muara Angke!

Hari2 pertama di restoran saya adalah kenangan manis yang ga akan terlupakan. Menerima pesanan, menyiapkan makanan di atas piring saji dan menyajikannya kepada pelanggan restoran adalah sesuatu yang sangat saya nikmati. Melihat wajah2 pelanggan yang puas dan akhirnya memutuskan untuk datang kembali ke restoran kami adalah sesuatu yang ga ternilai harganya.

Saya menghabiskan banyak sekali waktu saya di restoran itu. Dari pagi hingga malam, bahkan juga di akhir pekan. Saat anak2 tidak sekolah, mereka akan ikut bersama saya ke restoran. Tapi tentu saja tidak bisa tiap hari. Tidak ada tempat yang cukup nyaman untuk mereka beristirahat di restoran. Dan jarak dari rumah kami ke restoran yang ga bisa terbilang dekat itu juga jadi kendala. Terlalu melelahkan untuk ketiga anak saya. Lagi2 saya merasa kekurangan waktu untuk dihabiskan dengan mereka…

Setelah 2 tahun, ketika masa sewa ruang restoran saya habis, akhirnya saya memutuskan untuk berhenti dulu. Kembali menjadi full time mother yang menghabiskan nyaris 24 jam sehari dengan anak2.

Hari berjalan dengan cepat. Anak2 mulai besar. Dan saya merasa mulai ada waktu lebih untuk memulai sebuah usaha baru ūüôā

Suatu hari di bulan November 2013 yang lalu, seorang teman blogger yang saya kenal bertahun2 menghubungi saya:

‚ÄúMbak, mau ga jalanin bisnis Oriflame bareng aku?‚ÄĚ

Lho, kok seperti pucuk dicinta ulam tiba ya?

Begitulah, akhirnya sekarang saya kembali menjadi sorang ibu rumah tangga yang juga seorang ibu bekerja. Penjadi pengusaha mandiri melalui mekanisme bisnis MLM yang bekerja sama dengan sebuah multi national company bernama Oriflame.

Sejak bergabung dengan Oriflame, hari2 saya pun menjadi semakin berwarna dan menggairahkan. Saya mulai kembali menghabiskan banyak waktu saya untuk belajar. Mulai dari belajar dandan, belajar merekrut orang, belajar tentang teori internet marketing, sampe belajar tentang ilmu leadership dan pengembangan diri.

Dari yang ga pernah pake body lotion dan hanya sisiran sehari sekali, sekarang saya udah bisa mengaplikasikan foundation dan eye liner dengan benar. Dari yang ‚Äúpendiem‚ÄĚ sekarang sudah mulai belajar untuk bisa terbuka dan berani memotivasi orang. Dari yang suka bersikap pesimis, jadi orang yang optimis dan percaya diri. Saya merasa menjadi manusia yang lebih baik.

Sama seperti pekerjaan2 saya sebelumnya, bisnis Oriflame saya ini juga menyita banyak waktu dan perhatian saya. Saya menghabiskan sekitar 12 jam sehari untuk menjalankan bisnis saya. Saya menukar jam nonton TV dan tidur siang saya untuk mengikuti etraining atau mem-follow up prospek dan jaringan saya. Dan saya menerima hasil yang lebih dari sepadan!

Bagaimana dengan ketiga anak saya?

Saya tetap bisa menghabiskan sebagian besar waktu saya bersama mereka. Saya menyiapkan semua bekal sekolah mereka setiap pagi. Mengantar dan menjemput mereka dari sekolah. Menemani Benaia bermain scrabble, mengajari Bianca cara membuat muffin. Menemani Benezra latihan piano. Mendampingi ketiganya mengerjakan PR dan belajar untuk ulangan. Menghabiskan akhir pekan sambil menemani anak2 latihan renang, menonton film di bioskop, atau sekedar nonton TV rame2 di rumah. Membacakan buku dan berdoa bersama mereka sebelum tidur.

Bukankah itu luar biasa?

Saya bukanlah seorang yang percaya dengan teori ‚Äúkebetulan‚ÄĚ. Saya yakin segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita bukanlah suatu kebetulan. Semuanya adalah kemurahan. Semua ada dalam koridor rencana TUHAN. Bukan kebetulan saya bekerja menjadi karyawan di Bandung dan Jakarta. Bukan kebetulan saya ketemu Yulia Riani 10 tahun yang lalu. Bukan kebetulan restoran saya tutup¬†karena sewanya ga bisa diperpanjang. Saya yakin perkenalan saya dengan Oriflame juga adalah sesutau yang sudah TUHAN siapkan untuk saya dan masa depan kami sekeluarga.

Jadi kembali ke pertanyaan tadi, sejak kapan saya suka hari Senin? Saya tetap ga ingat‚Ķ ūüėÄ Tapi yang pasti buat saya Senin sekarang tidak lagi menakutkan. Setelah selama akhir pekan tubuh dan jiwa di re-charge, Senin justru menjadi hari yang penuh gairah!

Selamat hari Senin, Selamat mensyukuri hidup. Jangan lupa bahagia…

madam delay

Kalau sudah urusan delaying pekerjaan, mungkin saya pantas masuk nominasi sebagai juara.

Ga tau kenapa, saya ini memang hobi banget menunda2 pekerjaan. Bentar lagi lah…, besok pagi aja lah…, nunggu ini lah…, nunggu itu dulu lah… Selalu aja ada alasan untuk menunda pekerjaan.

Mau olah raga, bentar lagi deh… nurunin nasi dulu biar enteng. Setengah jam kemudian, nasinya udah turun, tapi nanggung lagi nonton cake boss. Nunggu dulu lah bentar sambil refreshing. Abis itu anak2 minta makan. Nyiapin makan dulu, abis itu ada bbm masuk. Abis itu duduk2 lagi sebentar, mondar mandir, mondar mandir, tau2 udah jam 10 malem. Akhirnya batal olah raga…

Mau motong kukunya anak2, nunggu besok deh… Besok paginya, nunggu sore deh, kalau abis mandi kan kukunya lembek, lebih gampang dipotong. Abis mandi lupa, inget2 udah malem. Katanya potong kuku malem2 pamali, bisa kepotong jarinya kalau ga ati2. Besok paginya telat bangun, keburu2 berangkat sekolah. Tau2 sorenya dapet terguran dari guru piano: “ibu…, tolong kukunya Bianca dipotong yang rapi yaa…

Mau bikin laporan bulanan, ntar aja deh… baru tanggal segini. Besok kan masih sempet. Besoknya ditunda lagi karena belum kepepet. Besoknya gitu lagi. Sampai tiba2 ga sengaja liat kalender, udah tanggal 29 aja. Mau ngerjain dari pagi ga sempet2, baru kepegang malem sesudah anak2 tidur. Selesai dini hari. Tidur jam 2 pagi, jam 4 alarm udah bunyi. Jadilah sepanjang hari itu badan lunglai dan gontai gara2 kurang tidur.

Mau bayar tagihan credit card, besok lagi deh… Besoknya, ngerjain yang lain dulu deh, besok kan masih sempet. Besoknya lagi lupa. Besoknya lagi inget, tapi pas inget pas lagi di jalan. Ga apa2, kan masih ada waktu besok, besoknya lagi pas mau transfer, internet banking-nya ga bisa diakses. Gpp deh, kita coba lagi besok. Tiba2, pas mau dipake bayar belanjaan, mbak2 kasirnya bilang: “maaf, Bu… Kartunya declined…”. Bukan cuman malu, tapi juga rugi bandar karena harus bayar bunga…

Udah ga tau berapa banyak kerugian, baik materil dan moril, yang harus saya tanggung akibat kebiasaan buruk saya itu…

Tapi itu duluuu….
Sekarang?
Masiiihhh… ūüėÄ

Bedanya, sekarang saya sudah lebih nyadar, dan berusaha untuk mulai mengubah kebiasaan jelek saya.

Apa yang bisa dikerjakan hari ini, saya usahakan untuk menyelesaikannya sekarang. Kalau masih ada waktu, apa yang seharusnya dikerjakan besok, saya coba selesaikan juga hari ini. Jadi besoknya saya bisa mengerjakan sesuatu yang lain lagi.

Saya juga mulai belajar untuk memanfaatkan waktu saya dengan lebih baik dan produktif. Nurunin nasi sambil baca materi training. Memanfaatkan waktu cooling down setelah olah raga sambi jalanin bisnis online saya lewat FB dan BBM chat. Mengganti waktu tidur siang dengan belajar. Nemenin anak2 main sambil menyelesaikan tugas2 Gereja. Nunggu suami pulang sambil latihan menulis. Dan semakin kita rajin berlatih semakin mahirlah kita memanfaatkan waktu…

Dan ternyata, my life doesn’t get any less fun. Justru sebaliknya, mengerjakan banyak hal yang positif malah membuat kita lebih bersemangat, bergairah dan gembira. Dan semakin kita gembira, semakin sehat lah kita. Lahir dan bathin. Raga dan jiwa…

Dan jangan lupa, kita ga pernah tau seberapa banyak waktu dan kesempatan yang kita punya… Kalau kesempatan itu kita liat saat ini, kejarlah. Kalau peluang itu kita temukan hari ini, ambilah. Sekarang, bukan bulan depan, besok atau 10 menit lagi. Karena besok atau 10 menit lagi mungkin kesempatan itu sudah tidak ada di sana lagi. Ataauuu…, mungkin kesempatannya masih ada di situ tapi justru kitanya yang sudah ga kuat mengejar kesempatan itu…

Kalau dulu saya masuk nominasi sebagai madam delay, sekarang saya mau belajar untuk jadi madam winner ūüėČ
Saat yang lain tidur, saya sudah bangun,
Saat yang lain bangun, saya sudah duduk,
Saat yang lain duduk, saya sudah berjalan,
Saat yang lain berjalan, saya sudah berlari,
Saat yang lain berlari, saya sudah sampai di tujuan.

So help me GOD…

Jadi, mari bekerja sekarang, karena akan ada waktunya di mana kita tidak bisa bekerja lagi… Dan ga ada ruginya menunda kesenangan hari ini, untuk sesuatu yang lebih besar di kemudian hari…

Selamat malam,
Jangan lupa bahagia!

spend less vs. earn more

Saya bukan seorang multi milyoner. Setidaknya belum. Tapi saya banyak sekali ‘maunya’. Jadi gimana dooonnnggg?

Ya jelas saya harus berhemat! Bijaksana mengelola pemasukan, cerdas dalam mengatur pengeluaran.

Saya suka belanja di pasar tradisional karena bisa nawar. Dan kalau sudah langganan, kadang suka dikasih bonus ūüôā Beli cabe 2000 dapet 5 biji, terus dikasih tambahnya 2 biji. Ga mungkin kejadian kalau belanja di supermarket.

Saya masak dan nyuci pakaian sendiri. Masak dan membawa bekal makanan dari rumah  disamping lebih murah, juga lebih sehat. Pakaian2 yang sensitif yang biasanya dimasukin ke laundry, saya cuci pake tangan. Supaya tangannya ga panas kena detergen, nyucinya pake sabun mandi sisa2 yang udah kecil.

Saya selalu usahakan agar anak2 cukup makan dan olah raga, biar mereka sehat dan ga gampang sakit. Karena kalau sampe sakit dan harus ke dokter, ngantrinya panjang dan bayarnya mahaaalll….

Kalau sampai anak2 sakit, saya usahakan untuk kasih obat2 alami dulu, kalau terpaksa baru dibawa ke dokter. Kalau batuk pilek, kasih susu anget dan minum nutrishake. Balurin dada, punggung, leher dan telapak kakinya pake vicks. Kalau batuknya agak parah, kasih nanas dan perasan jeruk nipis + kecap. Kalau pas mau musim hujan dan perubahan cuacanya drastis, kasih suplemen madu + minyak zaitun dan black seed oil.

Kalau makan di restoran, teliti dalam memilih menu. Jangan semua dipesen, terus akhirnya ga kemakan. Kalau pun ada makanan yang tersisa, saya ga sungkan untuk minta dibungkus dan dibawa pulang.

Kalau belanja di supermarket, saya suka bawa kalkulator kecil. Kadang harga susu yng 400 gram jauh lebih muranh dari pada kalau kita beli 2 x 200 gram…

Saat mau bayar belanjaan di kasir, saya selalu tanya, sedang ada promo apa hari itu. Apakah ada potongan/cash back kalau bayar dengan metode tertentu? Atau bisa redeem poin kalau bayar pake kartu kredit tertentu? Kalau mau beli barang2 yang spesifik, sehari sebelumnya cari referensi harga di internet.

Saya lebih suka berkomunikasi via bbm atau whatsapp dari pada sms atau telpon. Jauh lebih murah…

Di daerah Tanjung Priuk, Jakarta Utara ada tempat belanja yang namanya Pasar Uler. Kalau kita telaten dan teliti, bisa dapet barang2 bagus dengan harga sangat murah.

Anak anak saya biasakan untuk selalu membawa botol minuman mereka kemana2. Termasuk kalau kami makan di restoran. Ada restoran2 tertentu yang mengijinkan anak2 membawa minuman mereka sendiri, jadi anak2 tidak perlu pesan minuman lagi. Karena tokh anak2 saya hanya bisa minum air putih sesudah makan.

Saya juga mencoba berhemat dengan melakukan belanja online. Hemat waktu karena ga harus keluar rumah. Hemat bensin dan parkir juga. Parkir di Jakarta kan mahaaallll sekali. Bayangkan kalau saya harus ke Plaza Senayan untuk beli bedak dan lipstik. Perjalanan pulang pergi dari rumah ke Senayan makan waktu 1-2 jam. Bensinnya 5 litter. Parkirnya per jam 4.000. Empat jam sudah 16.000. Belum jajannya… Bisa jadi mahalan ongkosnya dari pada belanjanya. Sementara kalau saya order ke Oriflame, saya tinggal duduk manis di depan komputer. Klik klik klak klik. Dua hari kemudian barang dianter ke rumah.

Acara2 penting dalam keluarga, seperti perjalanan liburan, mudik dan syukuran selalu saya siapkan jauh2 hari sebelumnya. Dengan begitu saya punya cukup kesempatan untuk mencari harga2 dan alternatif yang paling ekonomis. Saya bisa menghemat dengan memanfaatkan berbagaii tawaran promo seperti early birds, buy one get one, cash back atau potongan harga untuk pembelian pada periode tertentu.

Kadang kala barang consumable yang harganya berkesan mahal, ternyata malah jatuhnya  lebih murah karena awet. Misalnya pasta gigi anak Oriflame yang saya pakai. Satu tube bisa dipake sama 2 anak untuk 1 bulan.

Dan masih banyak lagi….

Berhemat itu baik kaannnn…
Sayangnya, kadang berhemat saja ga cukup.

Biaya sekolah tiap tahun naik. BBM juga. Listrik juga. PDAM juga. Tiket pesawat juga ūüėÄ Ga ada yang turun selain hujan.
Dan kenaikannya ga berbanding lurus dengan penghematan yang sudah kita lakukan. Sudah diirit2, tagihan listrik tetep aja mahal. Sudah rajin belajar dan mengerjakan PR, uang sekolah tetep aja naik. Sudah mentaati peraturan lalu lintas, harga bensin tetep aja ga pernah ada diskon.

Terpaksa deh kita dihadapkan sama dua pilihan. Mengurangi pengeluaran, atau menambah pemasukan. Saya memilih menambah pemasukan.

Gimana caranya?
Bekerja!
Karena manusia memang harus bekerja. Dan saya memilih untuk bekerja sekarang, selagi saya masih bisa. Karena ga selamanya manusia bisa bekerja. 

Kerja apa?
Saya milih kerjaan yang bisa saya lakukan di rumah. Yang waktunya fleksibel. Yang boss nya ga suka marah2. Yang gajinya bisa buat nabung untuk kuliahnya anak2 nanti…

Dan ternyata, pekerjaan yang saya cari2 itu adaaa…
Sudah lama saya punya cita-cita pengen punya online store…

Dengan bergabung sama dBC, saya ga perlu lagi repot-repot bikin online store. ‘Toko’, ¬†fasilitas dan tools jualan yang saya perlukan sudah tersedia semua. Saya juga ga harus kuliah marketing dulu, karena banyak materi dan ilmu2 marketing yang diajarkan gratis di dBC. Saya juga ga perlu mengajukan kredit usaha ke bank, karena modal untuk jualan Oriflame juga relatif kecil. Dan kalau saya tekun dan konsisten, saya bisa punya penghasilan cukup buat pensiun. ¬†Tinggal mau aja. Karena peluangnya ada…

Jadi begitulah…
Hidup memang selalu dipenuhi dengan pilihan.
Dan dalam Nama Yesus, kali ini juga saya yakin dengan pilihan saya…

sekarang saya sudah gabung di d’bc yaaa….

“when you have more,
you can do more,
you can give more… “

IBU DAN BIANCA.

“Ibu sekarang mau jualan Oriflame, Kak…”
“Hah?!?! Emang Ibu bisa? Ibu kan ga pernah pake make up…”
“Hehehe…. Nanti kan Ibu bisa belajar…”
“Ibu mau belajar sama siapa?”
“Ada, temen Ibu. Namanya tante Yulia.”
“Terus, Ibu nanti mau julanannya ke siapa?”
“Yaaa…, ke siapa aja yang mau beli dong… Hehehe ”
“Terus, caranya gimana?”
“Nah, yang itu juga Ibu baru mau belajar… ”
“Kenapa kok tiba-tiba Ibu mau jualan?”
“Sebenernya ga tiba-tiba juga kok, Nak. Ibu sudah belajar jualan dari waktu Ibu masih SD. Dan mungkin juga hampir sepanjang umur Ibu habiskan buat jualan. Nganterin kue-kue buatan Yangti ke warung juga jualan. Bantuin Bapak ikut tender juga jualan. Punya restoran juga kan jualan… Jualan itu asik lho, Nak. Kan kita jadi bisa dapet uang. Hehehe… ”
“Kalau aku ikut jualan, nanti aku juga bisa dapet uang?”
Of course, sayang… ”
“Kalau gitu, aku juga boleh ikut jualan, Bu?”
“Jualan itu sebetulnya sama saja dengan”bekerja”. Dan menjadi pekerja profesional itu ada waktunya. Dan karena sekarang Bianca masih anak-anak, belum waktunya buat Bianca bekerja. Sekarang Bianca bisa belajar sambil memperhatikan Ibu bekerja.”
“Terus, sekarang aku bisa bantu Ibu apa?”
“Bantu Ibu kasih semangat aja yaa… ”

BIANCA DAN BAPAK.

Pak, Bapak sudah tahu rencana Ibu mau jualan Oriflame?”
“Sudah.”
“Terus, Bapak kasih ijin?”
“Enggak”
Kenapa, Pak?”
“Kasian… Ibumu itu sudah terlalu banyak yang diurusin…”
Terus, kenapa Bapak ga ngelarang Ibu?”
“Ibumu itu kan keras kepala… ”
“Tapi kalau jualan nanti kan Ibu bisa dapat uang, Pak…”
“Biar Bapak aja yang cari uang…”
Terus, kalau Ibu tetap mau jualan gimana, Pak?”
“Yaaa…, Kakak bantuin Ibu kasih semangat aja terus yaa…”

SAYA DAN TUHAN.

“Tuhan, saya mau belajar bisnis lagi yaa…Seperti cita-cita saya, kalau Iyek sudah SD saya kan pengen kerja lagi. Tapi kali ini kerja yang kantornya di rumah saja. Yang kerjanya bisa disambi masak, nyuci dan nemenin anak-anak ngerjain PR.

Tolong berkati usaha dan cita-cita saya ya Tuhan. Supaya apa yang saya lakukan juga bisa jadi berkat buat banyak orang.

Amin.”