to china with love. part 9.

beijing day 6.

hari terakhir di beijing.
perasaan baruuuu aja sampe, tiba2 sudah harus pulang.

oya, malam sebelumnya, walaupun ngakunya sakit kepala, ternyata saya masih sanggup jalan ke wangfujing lagi. berdua saja sama bianca. bukan maksud hati mau pecicilan, tapi waktu itu saya dihadapkan pada kenyataan bahwa saya sama sekali belum beli oleh2 buat dibawa pulang ke jakarta. jadilah, sekitar jam setengah sembilan malam saya sama bianca dingin2 nyari toko suvenir yang masih buka. sementara bapak jaga anak2 laki di hotel. lumayan, dapet beberapa cindera mata buat oleh2. ada kipas, gelang, topi dan pembatas buku.

paginya, selama hampir sejam lebih saya berjibaku dengan koper2 kami. karena kota selanjutnya yang kami kunjungin udaranya ga sedingin beijing, jadi semua peralatan winter yang berat2, seperti boots dan coat, masuk koper lagi. tambahan muatan berupa robot2an dan mainan kapal selam yang ukurannya hampir menuhin 1 koper sendiri bikin saya terpaksa merelakan beberapa baju kotor yang kebetulan juga memang sudah butut untuk ditinggal di sana.

jam delapan packing selesai. jam sembilan lewat anak2 juga sudah selesai dandan. turun untuk breakfast, terus naik lagi buat final packing. ngurusin printilannya anak2 emang kayak ga ada abisnya. tapi saya seneng. selama jumlah anak saya lengkap, 3 orang.

jam 11 siang, kami dijemput larry di lobby hotel. setelah selesai urusan di counter check out, kami langsung jalan menuju airport. larry mengantar kami sampai di counter check in. dan lucunya, saying goodbye to larry, yang baru kami kenal selama 6 hari saja, ternyata cukup berat. bianca keliatan sedih sekali. semoga kami bisa ketemu lagi sama larry, mungkin 4-5 tahun lagi dari sekarang. kayaknya asik juga kalau mampir dulu ke beijing sebelum mengunjungi mongol dan himalaya ­čśÇ

guangzhou day 1

kami meninggalkan beijing dengan china southern airlines CZ3106 menuju guangzhou. perjalananan udara beijing-guangzhou makan waktu sekitar 3,5 jam.

kami tiba di Guangzhou Baiyun Airport sekitar jam 5 sore. di sana kami sudah ditunggu sama hellen. tour guide kami selama di gz. komentar pertama bianca waktu liat hellen adalah: “dia ga seperti larry…. :(“

hellen mungkin usianya beberapa tahun dibawah saya. seperti kebanyakan city girl, hellen kelihatan lebih dinamis dibanding larry. dan sedikit lebih cerewet. selain bahasa cina dan inggris, hellen juga fasih berbahasa perancis. katanya dulu dia kuliah sastra perancis di paris. pantes ajaaa… hellen juga sebetulnya sangat hangat dan ramah. tapi dia memang ga pernah ngajak anak2 main tebak2an atau bikin rumah2an dari karet gelang.

perjalanan dari baiyun airport ke hotel tempat kami menginap makan waktu hampir 1 jam. maklum, jam pulang kantor, jadi jalanan macet berat. macam di kuningan dan kebayoran saja…

awalnya, kami direncanakan untuk menginap di garden hotel guangzhou. tapi beberapa hari sebelumnya travel advisor saya telfon, dia bilang di hari itu ga ada 2 kamar dengan interconnecting door yang available. jadi dia tanya, apakah saya bersedia dipindahkan ke hotel china marriot. karena ‘kesalahan’ ada di pihak mereka, acara upgrade hotel ini sifatnya free of extra charge. saya rasa cuman orang bingung atau sakit aja yang bakalan nolak ­čÖé

china marriot guangzhou ini letaknya di pusat kota, berseberangan dengan Jinhan Exhibition Center. kemana2 deket. 3 menit ke mc. donald, 5 menit ke seven eleven. dan 8 menit ke mall.

di sebelah hotel juga banyak toko2 yang jual baju2, tas, sepatu dan macem2 suvenir. dan kabar yang saya denger dari temen2 yang sudah pernah ke guanzhou, ternyata benar. barang2 di sana memang murah-muraahhh…

bukan cuman lokasinya aja yang bikin saya kasih lima jempol buat hotel ini. desain, interior dan fasilitas kamar serta makanannya juga saya kasih ponten 8 koma 5. hampir sama bagusnya dengan hotel2 mewah di jakarta dan bali ­čśë

anyway, setelah istirahat sebentar, kami sekeluarga keluar lagi untuk cari makan malem. kata hellen di deket hotel ada restoran china dengan menu sea food yang enak. tapi karena anak2 sudah laper berat, kami mampir dulu di mc d yang kebetulan kelewatan. niat awalnya cuman mau nyemil dulu dikit. tapi ternyata setelah makan di mc d, anak2 kekenyangan. jadi ga mau lagi diajak makan seafood. ya sutralah…., next time aja.

fyi, walaupun org china juga selalu makan nasi, mc d di sana ga jual nasi. jadi harus puas makan burger atau kentang saja yaa…

setelah makan kami mampir ke satu pertokoan. entah apa namanya. kalau saya bilang, isinya mirip itc di jakarta. beli beberapa suvenir lagi buat oleh2. kali ini saya sudah lebih cerdas. hanya beli barang2 yang kecil dan ringan saja. sudah kebayang2 robot2an dan kapal selam yang bikin penuh koper kemarin…

balik hotel, ganti baju, tiduuuurrrr……

guangzhou day 2

kesibukan besok paginya ga seheboh waktu kami di beijing. pasti salah satunya karena baju yang mau dipake anak2 jumlahnya lebih sedikit. dan sedihnya, di guangzhou inilah saya untuk pertama kalinya menyadari, kalau berat saya pasti sudah naik setidaknya 2-3 kilo. waktu masih di beijing, saat saya merasa kalau baju dan celana saya mulai sempit, saya masih bisa menuduh long john yang saya pakai sebagai penyebabnya. pasti gara2 bajunya di dobel long john, jadi selananya sempit. tapi ternyata, setelah tiba di guangzhou dan saya ga pake long john lagi, celana2 itu tetep aja sempit.
hiks ­čśŽ

setelah sarapan, kami langsung menemui hellen yang sudah nunggu di lobby. langsung jalan lagi.

walaupun sama2 china daratan, keadaan di beijing dan guangzhou amat jauh berbeda. kalau beijing itu adalah china tradisional. maka guangzhou adalah gambar dari china modern. mungkin seperti jogja-bali dibandingkan dengan jakarta.

guangzhou adalah kota terbesar di propinsi guangdong dan seluruh china bagian selatan. jaraknya hanya 120 km saja dari hongkong dan merupakan pusat kegiatan politik, ekonomi, science, pendidikan dan kebudayaan di provinsi Guangdong dan sekitarnya. seperti kebanyakan kota modern, guangzhou juga dipenuhi dengan gedung2 bertingkat, berbagai bangunan komersial seperti mall, apartemen, hotel, perkantoran, toko2, restoran, macam2 tempat hiburan dan lain2. mirip dengan jakarta atau singapore. berdasarkan pengalaman saya kemarin, di guangzhou ini lebih banyak orang yang bisa bahasa inggris dibanding di beijing. tapi tetep aja, di banyak kesempatan bahasa tarzan tetap jadi andalan.

dari sekian banyak tempat yang menarik untuk dikunjungi di guangzhou, saya memilih: the temple of six banyan tress, yuexiu park, qing ping market, chen ancestral shrine, sun yat sen memorial park dan chimelong international circus. awalnya chimelong circus ini ga termasuk dalam itinerary kami. tapi mumpung udah nyampe guangzhou, rasanya sayang juga kalau ga nyempetin nonton. local tour advisor kami membantu semua arrangement-nya. mulai dari transportasi, sampai reservasi ticketnya.

jarak tempuh dari satu tempat ke tempat lainnya yang kami kunjungi di guangzhou relatif deket. jadi saya bisa ambil cukup banyak tour dalam satu hari.

sarapan pagi di china marriott ini makan waktu lebih lama dari biasanya. terlalu banyak makanan enak yang bisa dinikmati ­čśÇ

selesai sarapan, kami turun untuk ketemu hellen yang sudah menunggu di lobby. kami langsung meluncur ke kuil “temple of six banyan trees”.

six banyan trees temple adalah kuil buddha paling terkenal di guangzhou. kuil yang terletak di liurong street ini dibangun tahun 537, pada masa dinasti liang, jadi sekarang umurnya sudah lebih dari 1.400 tahun. dan sepanjang umurnya yang panjang itu, kuil ini sudah mengalami beberapa kali renovasi dan pergantian nama. awalnya nama kuil ini adalah changshou temple (artinya kuil panjang umur). lalu namanya pernah diganti jadi kuil Jinghui. dan kemudian sekarang namanya jadi kuil liu rong si yang kalau diterjemahkan dalam bahasa inggris artinya six banyan trees.

nama six banyan tress diberikan oleh seorang sastrawan besar bernama su Dongpo pada jaman dinasti Song (960-1279). ceritanya, suatu saat dia berkunjung ke situ, dan melihat ada 6 pohon beringin yang keliatan sangat mencolok dan menarik perhatiannya. keenam pohon beringin itu berhasil membuat sang sastrawan menjadi terinspirasi dan merasa sangat bersemangat. maka saat kepala biara meminta pendapatnya, Su Dongpo pun memberinya nama baru untuk kuil ini: Lu Riong Si. Temple of the Six Banyan Trees. 

ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi sebuah kuil buddha.  seru juga liat banyak patung2 buddha dan berbagai ornamen di kuil. di dekat pintu masuk, ada patung 4 dewa yang menguasai empat musim. patung2 itu ukurannya besar2. lalu di bagian selanjutnya ada sebuah patung mirip dewa khrisna, saya lupa namanya. tugasnya menjaga bumi dan manusia dari kerusakan.

di kuil ini juga ada sebuah benda mirip stupa. orang2 bisa melemparkan koin ke arah stupa itu. katanya kalau koin yang kita lempar berhasil masuk ke dalam stupa melalui salah satu lubang yang ada, maka doa atau harapan kita bisa terkabul. kami juga mencoba melempar masing2 satu koin. dan ga ada satu koin pun yang masuk. tapi kami tetep yakin kalau mimpi dan harapan kami bisa terkabul. selama kita mau berusaha dan berdoa tentunya┬á­čśÇ

di tengah komplek kuil itu juga berdiri megah sebuah pagoda besar berbentuk segi delapan yang dikenal dengan nama Six Banyan Pagoda atau Flowery Pagoda. pagoda ini tinggi nya 57 meter. dan dari luar pagoda ini terlihat seperti bangunan 9 lantai. tetapi sebetulnya, pagoda ini terdiri dari 17 lantai. di lantai paling atas ada 1.000 buah patung buddha yang dipahat pada sebatang perunggu. dulu, pengunjung bisa masuk dan naik ke puncak flowery pagoda ini. tetapi  karena usia pagoda ini sudah semakin uzur, sekarang kita hanya bisa menikmati bangunan bersejarah ini dari luar.

di bagian yang lebih dalam, ada sebuah bangunan tempat orang2 biasa berdoa. di dalamnya ada 3 buah patung buddha berwarna keemasan dengan ukuran super extra large. XXXXXXXXXXXL. saat kami berkunjung ke sana, kebetulan ada jam doa, jadi sempet liat dan denger para biarawan dan beberapa pengunjung yang masuk dan berdoa di sana.

yang paling berkesan buat saya, lagi2 kebersihan komplek kuil ini. saya ga menemukan sepotong sampah pun yang bertebaran di jalan. para biarawan yang tinggal di kuil ini pasti rajin sekali nyapu dan bersih2. seperti hal nya pohon2 tua di beijing, di kuil ini pohon2 yang sudah berumur ratusan tahun tetap dijaga dan dirawat dengan baik. diikat dan diberi penunjang supaya bisa tetap berdiri tegak.

di salah satu sudut kuil, ada kolam ikan kecil yang airnya jernih sekali. anak2 senang sekali liat ikan2 dan kura2 kecil yang hidup di situ.

dari liurong road, perjalanan kami lanjutkan ke sun yat sen memorial park.

sun yat sen memorial park ini dibangun dari tahun 1929 hingga 1931. seperti namanya, memorial park ini dibangun untuk mengenang dr. sun yat sen (1866-1925).

 

sun yat sen adalah seorang pemimpin kunci revolusi Cina dan diakui secara luas sebagai Bapak Negara Cina Modern, baik di Cina Daratan maupun Taiwan. pada tahun 1895, ia memimpin suatu gerakan pemberontakan terhadap kekaisaran cina yang berkuasa saat itu, tetapi dapat diredam. secara keseluruhan, ia telah memimpin sebelas kali revolusi terhadap Dinasti Qing dan akhirnya berhasil menumbangkan kekaisaran, sehingga kaisar harus meletakkan jabatannya. Cina selanjutnya menjadi Republik Cina pada tahun 1911. ia juga dikenal sebagai pendiri partai tertua dalam sejarah modern Cina, Kuomintang (KMT). sun yat sen menjadi presiden selama 2 tahun, dari 1923 hingga 1925. pada tahun 1925 dr. sun yat sen meninggal dunia. 3 tahun kemudian, salah seorang pengikutnya, Chiang Kai-shek, terpilih menjadi presiden.

sun yat sen memorial park ini cantik sekali. bahkan di saat musim dingin seperti kemarin, taman ini dipenuhi dengan bunga2 berwarna warni. di dalam taman inilah terdapat bangunan megah yang amat terkenal di guangzhou: yun yat sen memorial hall. bangunan ini didisain oleh seorang arsitek china yang amat terkenal, Mr. Lu Yanzhi.

dari luar sun yat sen memorial hall ini terlihat seperti bangunan tradisional china dengan warna2 khas seperti merah, biru, kuning dan golden. merah adalah warna keberuntungan dan kegembiraan. biru adalah warna langit. dulu kaisar china juga mendapat gelar: putra langit. sementara kuning dan golden adalah warna kerajaan, keagungan dan kejayaan.
tidak seperti penampakan luarnya yang sangat tradisional, bagian dalam memorial hall ini terlihat sangat modern. seperti sebuah gedung pertunjukan akbar dengan deretan kursi yang bisa menampung ribuan orang, serta sebuah panggung besar dengan falisitas yang serba modern juga. kata hellen, gedung ini biasa digunakan buat acara2 besar seperti konferensi international atau pun pagelaran seni dan musik.

di sepanjang pelataran dalam gedung, berderet foto2 dan berbagai dokumen yang menceritakan tentang perjalanan sejarah republik rakyat china. ada juga beberapa kios yang menjual macam2 suvenir.

halaman gedung dan taman yang luas dengan udaranya yang seger bikin anak2 betah main2 di sana. mereka asik lari2 dan main perosotan di tangga masuk gedung.

 

sudah jam 3 sore. saatnya siap2 jemput bianca. nanti dilanjut lagi yaaa….

 

 

 

 

 

 

 

to china with love. part 8.

beijing day 5

hari kelima di beijing adalah hari bebas. bebas maksudnya ga ada tour khusus yang di-arrange sama travel agent. tapi karena kebetulan hari itu larry bisa ambil off, kami minta dia untuk menemani kami jalan2.

kami janjian ketemu larry jam 11 siang di lobby hotel. dari sana kami menuju ke subway station di wangfujing.

wangfujing adalah salah satu jalan paling beken di beijing. di sepanjang jalan ini berderet rapi shopping malls, toko2 dengan berbagai merk dagang terkenal di dunia dan tentunya restaurants. pedestrian/trotoar buat pejalan kaki dibuat lebar sekali. mirip seperti di orchard singapore.

stasiun subway yang kami tuju letaknya ada di lantai bawah tanah sebuah mall. sebenernya saya sama bapak rada males juga mau jalan2 naik subway. apalagi setelah larry cerita kalau jalur subway yang akan kami ambil biasanya lumayan crowded. tapi karena bianca penasaran, akhirnya kami pergi juga.

di sepanjang terowongan bawah tanah menuju subway station, berderet penjual2 yang menggelar berbagai macam barang dagangan. ada tas, sendal, sepatu, cd bajakan, berbagai alat elektronik, sampai parfum dan lem tikus. mirip dimana ya….? tas2 yang dijual di sana merknya macem2. ada chanel, LV, guess, fendi dll. semuanya asli. asli bikinan china ­čśÇ

laksana orang kurang kerjaan, kami serombongan berdesak2an naik kereta melewati beberapa station. abis itu turun, pindah kereta, balik lagi ke stasiun awal. harga sebuah pengalaman dan kepuasan. dan kami happy!

dari sana kami kembali ke jalan wangfujing. niatnya sambil balik ke arah hotel, saya┬ámau┬ámampir ke┬ábeberapa toko. ada toko silk dan hat store yang katanya punya koleksi bagus2. selain itu bapak juga pengen berenti di toys store yang dari tadi kayaknya memanggil2 terus. mau bench marking sama pasar gembrong ­čśÇ

toko pertama yang kami singgahi adalah hat store. saya lupa nama tokonya. tapi katanya itu toko topi terbaik di beijing. toko itu juga yang memproduksi topi yang dipake sama perdana mentri dan banyak selebrita di sana. saya tertarik dengan sebuah topi warna merah marun yang dijual berpasangan dengan syal dari bahan dan warna yang sama. tapi karena harganya menurut saya terlalu mahal, saya ga jadi beli.

toko berikutnya yang kami kunjungi adalah silk store. tokonya gede banget. koleksinya juga cantik2. harganya menurut saya juga reasonable. saya jatuh hati sama 1 selendang sutra warna merah cabe dengan sedikit motif karakter bahasa china yang nimbul seperti di-embosed. kata mbak2 pelayanannya, tulisan/gambar karakter yang ada di syal itu punya arti yang bagus. good fortune. of course. kalau artinya jelek, siapa yang mau beli…

saat saya sedang pilih2, anak2 saya minta untuk menunggu sebentar sambil duduk di salah satu sudut toko bersama larry. dari awal niat saya memang hanya mau beli 1-2 barang aja. buat kenang2an. jadi targetnya ga akan makan watu lebih dari 15 menit di situ. dan ternyata, sesuatu yang buruk juga bisa terjadi dalam waktu yang hanya 15 menit itu.

saya masih sempat melirik anak2 yang asik main2 di bawah anak tangga di salah satu sudut toko sebelum berjalan menuju kasir. semua kelihatan aman terkendali.

waktu saya sedang bertransaksi di kasir, tiba2 bianca dateng menghampiri saya sambil nangis:

“ibu, cepetaaannn… bapak marah2…”
“ok, 1 menit lagi ibu selesai. bapak marah2 kenapa?”
“bapak marahin aku sama benaia karena iyek ga ada”
“iyek ga ada gimana? kakak sama mas ga jagain iyek?”
“aku ga tau bu, tadi iyek ada, tiba2 iyek ga ada lagi. aku udah cari2 ga ketemu….”

mendadak dengkul saya gemeter. saya sama bianca langsung lari menuju ke pintu keluar. di sana saya liat benaia sama bapak yang mukanya sudah pucat. dan saya ga liat iyek!

“iyek mana pak?”
“ga ada! iyek ilang!”

jantung saya bener2 mau loncat keluar dari mulut.

saya sempet denger samar2 bapak ngomel2 karena panik. ga jelas ngomong apa. sambil ngelempar ransel dan ngelepas coat yang dipake bapak langsung lari keluar.

saya bingung mau bikin apa. saya melangkah keluar toko. tengok kiri kanan. tambah lemes dan panik ngeliat begitu banyak orang di jalanan. ga kebayang, iyek kecil yang ilang di tengah kerumunan orang sebanyak itu. dan saya pun mulai nangis.

saya balik lagi ke arah pintu masuk toko. memastikan dua anak saya yang lain, bianca dan benaia aman di sana. bianca sudah mulai nangis dan teriak2. jelas sekali saya denger anak permpuan saya berdoa: “tuhan Yesus, tolong kembaliin iyek… tuhan Yesus, tolong kembaliin iyek…. maafin aku tuhan karena aku ga jaga iyek…, tolong kembaliin iyek sekarang tuhan…”

benaia, mungkin karena masih kecil, cuman duduk bengong aja di sebelah kakaknya.

dengan panik, saya nyoba untuk nyari iyek sekali┬álagi di dalem toko. sambil nanya ke semua orang yang saya temui: “did you see my son? did you see my son?”

sebagian dari mereka hanya menggeleng. sebagian lagi menjawab dengan bahasa cina yang saya ga ngerti artinya. tapi semua maksudnya sama. ga ada yang tau iyek di mana. hanya ada satu ibu saja yang bilang, kalau tadi dia liat anak kecil pake coat warna abu2 lari keluar toko.

langit kayaknya bener2 runtuh di atas ubun2 saya. detik2 berlalu sangat lambat. berbagai pikiran kotor lalu lalang di otak saya. saya merasa bener2 hopeless. dan sungguh2 perlu pertolongan sang pembuat mujizat. di sudut toko itu saya hanya bisa nangis sambil memeluk kedua anak saya. tuhan yesus tolong kami. tolong kembalikan iyek pada kami…

samar2 saya liat larry yang mondar mandir di depan toko sambil ga berenti2 telepon ke sana kemari.

tiba2, seorang ibu setengah baya berjalan menghampiri ke arah kami. dia melihat saya sambil berteriak2. tangannya menunjuk2 ke arah kanan toko. saya langsung berdiri dan lari mengikuti arah yang dia tunjuk2. saya liat bapak lari sambil menggedong iyek!

untuk kedua kalinya jantung saya mau loncat keluar.

saya langsung ambil iyek dari gendongan bapak. iyek nangis keras sekali. dan saya hanya bisa memeluk bayi kecil saya dengan rasa syukur yang ga bisa saya ceritain.

setiap tahun, lebih dari 1000 orang anak hilang di china. dan mereka ga pernah ditemukan. dan benezra, anak laki2 saya yang berumur 3,5 tahun, sempat hilang selama hampir setengah jam di wangfujing. salah satu jalan paling sibuk di kota beijing.

silakan tebak, seperti apa perasaan kami sekeluarga waktu itu…┬á

beberapa saat kemudian, setelah kami sudah agak tenang. bapak baru cerita. Tuhan sudah menuntun bapak untuk jalan dan nyari iyek ke arah kanan, bukan sebaliknya. dan setelah jalan sejauh sekitar 300 meter, bapak ngeliat iyek yang sedang digendong sama seorang laki2 setengah baya. di deket situ memang ada 1 mobil polisi yang sedang parkir. tapi mobil itu kosong. ga ada satu petugas polisi pun di sekitar situ. waktu bapak liat iyek, bapak langsung ngerebut iyek dari gendongan laki2 itu sambi teriak2: “this is my son, this is my son!”┬á

di situ ada seorang ibu2 tua yang ngeliat kejadian itu, dia datang menghampiri dan mulai memukuli bapak dengan tangannya, karena disangka mau menculik iyek. untung bapak bisa meyakinkan mereka kalau iyek adalah anaknya. akhirnya mereka membiarkan bapak pergi membawa iyek.

300 meter! bukan jarak tempuh yang pendek buat anak sebesar iyek. dan saya ga berani berpikir, apa yang terjadi kalau waktu itu bapak ngejar iyek ke arah kiri toko. bener2 mujizat yang luar biasa buat kami. dan sampai hari ini, kami ga pernah berhenti2 bersyukur…

dengan perasaan yang masih campur aduk, kami pun meninggalkan TKP dan meneruskan perjalanan pulang ke hotel. saya masih merinding waktu bapak menunjukan ke saya posisi dimana iyek tadi ditemukan. bener2 ga bisa ngebayangin gimana iyek bisa jalan sendiri sejauh itu.

malamnya, waktu saya tanya iyek:

“kenapa tadi iyek jalan keluar sendirian?”
“iyek mau cari ibu. ibunya ga ada. iyek mau sama ibu…”

mau pingsan lagi saya rasanya.

anyway, dalam perjalanan pulang, kami tetep mampir ke toys store dulu. karena sudah janji sama anak2. sekalian mengendorkan syaraf2 yang tegang. dan begitu ngeliat tumpukan mainan yang minta ampun banyaknya, anak2 langsung lupa sama kejadian menakutkan yang baru saja kami alami. dan buat syukuran, hari itu anak2 kami bebaskan untuk milih mainan apa aja yang mereka suka. saking bebasnya, sampe lupa mikir, gimana cara ngepak mainan2 itu buat dibawa ke indonesia ­čśÇ biarlah… yang penting anak2 happy ­čśÇ

malamnya, saya ga bisa nahan air mata waktu ngeliat anak2 main di kamar hotel, asik dengan mainannya masing2. bolak balik saya menghitung jumlah mereka. satu, dua, tiga orang. lengkap! puji Tuhan.

kemudian saya baru sadar. kalau ternyata kepala saya sakit sekali. mestinya karena siangnya bolak balik kaget dan hampir semaput ­čÖé

wangfujing, oh wangfujing…
nama yang tidak akan pernah saya lupakan…

 

to china with love. part 7.

beijing day 4.

masih di hari yang sama, selesai makan siang petualangan selanjutnya adalah ke summer palace. begitu turun dari mobil, laksana selebriti kami langsung dikerubutin para pedagang asongan. ada yang jualan kacang, jagung, manisan, topi, sarung tangan, dan macem2 suvenir lainnya. karena kedinginan, kami sempat beli 3 pairs gloves. buat bapak, benaia dan benezra. kalau ga salah harganya rmb 5/pasang. jauh lebih murah dari harga┬ágloves di itc mangga dua. padahal barangnya samaaaaa persis…

dari sekian banyak makanan yang ditawarkan para pedagang asongan itu, ada 1 yang paling menarik perhatian saya. bing tang hulu.

bing tang hulu adalah traditional street snack yang sangat populer di beijing dan dengan mudah bisa kita temui di jalan2 saat musim dingin. terdiri dari beberapa buah sejenis berry merah yang namanya hawthorns berry (shan zha) yang  ditusukan ke sebatang stick bambu yang panjangnya 20-25 cm. satu tusuk tang hulu biasanya terdiri dari 5 sampai 10 buah shan zha. berry merah ini lalu dilapisi dengan gula yang sudah dibuat karamel. udara dingin saat winter membantu karamel tetap beku dan tidak mencair. sebagian penjual ada juga yang menambahkan taburan wijen diatas lapisan karamel tadi.

menurut cerita, bing tang hulu ini mulai dikenal di china pada masa dinasti Song (1147-1200). suatu saat, salah satu selir kesayangan sang kaisar kehilangan nafsu makannya. segala macam obat sudah dicoba, tapi ga ada yang berhasil. sampai suatu saat ada seorang tabib yang datang dan kasih resep ini: makan beberapa buah hawthorns berry yang dicampur gula batu sebelum makan. dan ternyata resep ini ces pleng. sang selir sembuh dan mendapatkan nafsu makannya kembali. sejak saat itulah, bing tang hulu jadi terkenal di beijing.

bing tang hulu ini rasanya manis2 asem. mirip permen. dan katanya mengandung zat2 penting seperti cratae golic acid, beta-carotene, vitamin C and B2, calcium, phosphorus dan iron yang bisa memperbaiki sistem pencernaan dan sistem peredaran darah dalam tubuh… ­čśÇ

lanjut lagi,

setelah turun dari mobil kami masih harus jalan lagi beberapa ratus meter untuk sampai ke gerbang summer palace. waktu kami tiba di sana hari sudah sore dan udara sudah benar2 dingin. sampai terasa menusuk di kalbu.

namanya juga summer palace, jadi katanya this place is best visited in the summer. tapi buat kami, saat winter pun summer palace ini tetap terlihat menawan. justru di saat musim dingin seperti kemarin, pengunjung summer palace ga terlalu membludak. jadi kita bisa liat2 dengan lebih santai. katanya di musim panas, tempat wisata ini penuh orang. very crowded.

summer palace ini luasnya hampir 3000 m2, dan sepertiga bagiannya adalah danau. dibangun khusus buat kaisar dan keluarga kerjaan buat ngadem di musim panas. di dalamnya ada banyak paviliun, taman2 dan sebuah koridor yang panjangnya mencapai 728 meter. koridor atau lapangan bola ya?

koridor panjang ini dibangun pada masa pemerintahan kaisar Qian Long, sekitar tahun 1760.┬á┬ákayu2 disepanjang koridor dipenuhi dengan 14.000 lukisan2 cantik yang bercerita tentang sejarah bangsa china. seperti legenda dan cerita2 perang dan kisah2 kepahlawanan lainnya. waktu saya tanya larry, apa gunanya koridor itu, dia bilang, yaaa… buat kaisar dan keluarganya jalan2 cari angin sambil menikmati pemandangan di sekeliling danau. mungkin juga cari angin sambil olah raga cari keringet yaa…

di pintu masuk dipajang 2 patung tembaga, masing2 berbentuk dragon dan phoenix. dragon adalah lambang sang emperor. sementara phoenix adalah sang empress.

katanya, buat orang china ada 3 elemen penting yang sebaiknya ada di dalam sebuah taman. air, kayu dan batu. di summer palace, air jelas banyak. kan ada danau segede gambreng di sana. kayu juga ga kurang2 jumlahnya. selain banyak pohon, sebagian besar bangunan di sana juga terbuat dari kayu. untuk urusan batu, kaisar dan keluarganya juga punya koleksi sendiri. salah satunya adalah batu gede yang dipajang di salah satu halaman gerbang istana. konon, batu ini adalah hadiah dari sang kaisar untuk ibundanya. beliau jatuh cinta pada pandangan pertama dengan batu itu karena bentuknya yang unik, mirip gambar orang yang sedang berdoa ­čśÇ

kalau kita datang ke summer palace di musim panas kita bisa menyeberangi danau kunming dengan menggunakan boat atau menyusuri jembatan The Seventeen Arch Bridge dan mengunjungi Tower of the Fragrance of the Buddha yang ada di tengah danau. tapi karena waktu itu musim dingin, jadi kami hanya menikmati pemandangan kuil itu dari kejauhan saja.  

saya sempat memperhatikan, pohon2 yang ada di summer palace semuanya ga ada ujungnya, alias headless. menurut cerita, dulu sang empress sempat bermimpi, kalau ada roh jahat yang mengganggu kerajaan. dan katanya, roh jahat itu akan membawa nasib buruk yang bisa mengakibatkan kehancuran buat kerajaan. sang empress lalu berkonsultasi dengan seorang ahli roh. dan menurut penerawangan sang ahli, roh jahat itu bersemayam di atas pohon. so, demi menghalau roh2 jahat itu, sang empress pun memerintahkan supaya semua pucuk pohon di sana dipotong. begituuuu… tapi lagi2 saya dibuat kagum. di china pohon2 tua yang umurnya sudah ratusan tahun itu tetap dirawat dan dipelihara dengan baik. diikat dan diberi penopang supaya bisa tetap berdiri. semoga masa tua saya juga akan sebaik pohon2 itu ­čÖé

sebelum pulang, kami sempet mampir ke sebuah kedai foto. di sana kita bisa sewa kostum a la emperor dan empress. kalau ga salah, dengan bayar rmb 20/orang, kita bisa berfoto sepuas2nya┬ápake kostum sewaan itu tapi dengan menggunakan kamera kita sendiri. ya, ga sepuas2nya banget sih, soalnya kan waktunya dijatah juga…

maksud hati sih pengen nyuruh anak2 yang foto pake baju kerajaan, apa daya, anak2 ga ada yang mau. jadilah ibu bapaknya aja yang pecicilan foto2 pake baju kaisar. hehehe… biarin deh, kapan lagi kaaannn…. ­čśÇ

puas mengeksplorasi summer palace, kami berjalan keluar, kembali ke tempat kami di drop mobil tadi. dalam perjalanan, kami melewati sebuah fire station yang letaknya ga jauh dari palace. waktu itu kayaknya pas jam petugas pulang atau ganti shift. karena pintunya terbuka, saya sempet liat seorang petugas yang turun ke basement┬álewat sebuah tiang besi sambil merosot (bahasa yang aneh ya?). kayak di film2 gitu… sebelum merosot di tiang itu, si petugas pemadam kebakaran sempet kesandung meja/box yang ada di deket2 situ. mungkin grogi karena ditontonin orang. cerita yang ga penting emang, tapi tiap kali saya ngebayangin adegan itu, selalu aja pengen ketawa geli… hehehe…

perjalanan terkahir kami hari itu adalah ke Beijing National Stadium┬áatau yang sering juga disebut dengan “bird nest”. disebut begitu, karena stadium yang desain dan arsitekturnya┬ádibangun sama sebuah perusahaan Swiss bernama Herzog & de Meuron ini bentuknya memang mirip dengan sarang burung.

stadium ini dibangun pada april 2003 dengan biaya 423 juta us dollar untuk keperluan Summer Olympic tahun 2008. kemudian pada tahun 2009 dan 2011 dipake juga buat ajang Supercoppa Italiana. dan rencananya tahun 2015 nanti mau dipake lagi buat acara World Championships in Athletics.  

di malam hari pemandangan stadium itu cantik sekali. dari kejauhan bird nest itu keliatan bersinar dengan warna keemasan. di sekitar stadium banyak juga orang yang jualan makanan dan suvenir. dan ada juga pengamen modern yang nyanyi dipinggir jalan dengan bawa peralatan audio dan sound sistem lengkap. waktu itu ada juga bapak2 tua yang memainkan alat musik tradisional yang suaranya mendayu-dayu, bikin hati sedih dan pilu. saya sempet keingetan sama pemain kecapi tua yang biasa mangkal di jalan braga bandung.

di deket stadium itu juga ada satu stasiun subway yang hanya dioperasikan saat olimpiade diselenggarakan. tapi walaupun waktu itu stasiun itu ga beroperasi, tapi tetep terlihat bersih dan terawat.

ada cerita lucu tentang bird nest hari itu. karena sudah agak capek jalan2 di summer palace, saya sempet bilang sama bapak:

“pak, kalau capek, apa kita ga usah┬ámampir ke┬ábird nest ya? lagian malem2 gini ngapain juga kita liat2 sarang burung?”

hehehe…., darah ndeso saya emang kadang2 muncul di saat2 yang tidak terduga ­čśÇ┬á

to china with love. part 6.

beijing day 4.

hari keempat di beijing. kami masih penuh semangat!
setelah puas sarapan di hotel, kami memulai perjalanan hari itu dengan mengunjungi the beijing zoo. ga salah? jauh2 ke china kok cuman main ke kebon binatang? apa yang kurang dengan ragunan atau taman safari? hehe…, let me share you a story, yaa…

anak2 saya sukaaaa banget nonton film kartun. kalau pas wiken dan kami ga ada acara kemana2, mereka bisa tahan berjam2 di depan tv nonton film kartun yang mungkin sudah diputer 2000 kali. pernah juga suatu kali kami bawa anak2 nonton film kungfu panda di bioskop. besoknya mereka minta dibeliin dvd nya. dan abis itu, setiap ada kesempatan minta diputerin film kung fu panda. pernah sehari sampe 3x. dengan buku begitu juga. anak2 punya buku2 bacaan favorit yang berulang2 kali mereka baca. benezra pernah 5 hari berturut2 minta dibacain buku pesawat terbang sebelum tidur. anehnya, mereka ga bosen2. yang ada, ibunya yang mblenger.

jadi yang saya mau bilang, ga masalah berapa kali anak2 liat monyet di kebun binatang, jalan2 ke zoo tetep bisa bikin mereka happy. dan in fact, saya melihat perbedaan signifikan antara kebon binatang di indonesia dengan di beijing. di sana jauuuhhhh lebih bersih, dan saya ga ngeliat ada orang2 yang pacaran di pojok2 kebon.

saya ga ingat persis, berapa jauh jarak dari hotel kami ke beijing zoo. tapi kalau ga salah, rasanya sekitar setengah jam perjalanan naik mobil.

dulu, beijing zoo yang dibangun tahun 1908 ini juga dikenal dengan nama Ten Thousands Animals Garden. tapi saya rasa binatang yang ada di sana jumlahnya ga ada seribu2 acan. kecuali kalau semut dan cacing tanah dimasukin dalam hitungan.

target utama kunjungan kami ke beijing zoo tentu saja ngeliat panda. dan secara kasat mata, panda yang ada di sana dengan yang pernah kami liat di jakarta yo podho wae… ­čśÇ

selain panda, di sana juga ada beberapa jenis primata, singa, harimau, macan, rusa, ular dan lain2. standar laaahhh…

setelah puas liat2, ngobrol2,┬álari2 dan makan pop corn, kami pun meninggalkan beijing zoo. on our way out, bapak took these cool pictures ­čśë

 

a lion never never uses his strength to humiliate another

the only difference between panthers and leopards is color

┬ábears don’t descriminate when their young are female

elephants never abandon the elderly

when two clans of gorillas meet they always avoid conflict

when a dolphin finds a hurt dolphin he helps it stay afloat

agaknya kita disuruh ‘ngaca’ sama binatang ya? ­čśŤ

anyway, petualangan selanjutnya adalah mengunjungi Li Heng Tang Peral store. kenapa ke sana? karena saat ini china adalah negara penghasil mutiara air tawar terbesar di dunia. jadi pengen liat juga kayak apa sih mutiara air tawarnya china yang kesohor itu.

di li heng tang kita bisa liat proses budi daya mutiara air tawar ini. mulai dari dia diternakan, sampai jadi kerajinan mutiara seperti perhiasan atau kosmetik. selain berbagai produk mutiara air tawar, di sana juga dijual macem2 produk dari sea water pearls. saya ga beli apa2 di toko ini. karena menurut saya, kerajinan mutiara di bali masih jauh lebih menarik.

yang jadi catatan saya dari pearl store ini justru adalah alamatnya: No. 2 North Gate Kongjunzhihuixueyuan. rasanya belum pernah saya ngeliat deretan konsonan sepanjang itu dalam sebuah nama.

selesai liat2 pearls, perhentian berikutnya adalah di rumah makan. saya ga inget nama restorannya apa. lagi2 yang saya inget cuman rasa makanannya. enak! siang itu kami makan ikan, kodok dan daging keledai. plus nasi goreng dan chinesse tea seperti biasa. kenapa selalu pesen nasi goreng? karena benezra sukaaa sekali. kalau kami pesan 1 porsi nasi goreng, biasanya benezra akan makan 1/2 porsinya sendiri. sisanya yang setengah porsi lagi dibagi buat 4 orang. nasi goreng yang selalu kami makan disana rasanya emang enak. bumbunya kalau tebakan saya cuman bawang putih + garem doang, ditambah taburan daun bawang yang diiris tipis. tanpa tambahan telur, bakso , ayam atau udang seperti kebanyakan nasi goreng yang biasa kami makan di sini. jadi fungsinya sama dengan nasi putih aja. dimakan anget2 emang maknyus. no wonder benezra ketagihan.

kalau ada yang bertanya kenapa makanan yang kami pesan ga pernah ada foto/gambarnya, itu karena biasanya begitu makanan sampai di meja, kami berlima langsung sibuk sendiri2. ga ada yang inget lagi sama kamera. lagian kalau ga buru2 disantap, makanannya bisa keburu dingin. dan begitu selesai makan, biasanya kami langsung leyeh2 kekenyangan. jadi rada males mau foto2…

selesai makan siang, perjalanan dilanjutkan ke summer palace.

oh, ternyata foto2 yang di summer palace belum sempet di-edit. jadi ceritanya besok lagi yaaa…

to china with love. part 5.

beijing day 3

masih cerita di beijing hari ke 3.

setelah puas (puas ga puas harus udahan dulu, hehehe…) liat2 forbidden city, tibalah saatnya makan siang. kali ini kami diajak ke Ba guo bu yi restaurant. letaknya di #68 Nanxiao Road, bersebelahan dengan Beijing Youth Palace. jaraknya dari forbidden city ga jauh. naik mobil cuman sekitar 5 menit. baru naro pantat sebentar di mobil, udah diminta turun lagi…

masuk ke ba guo bu yi serasa masuk dalam sebuah scene felm kung fu. sebuah ruangan yang cukup besar, penuh dengan orang2 yang sibuk menyajikan makanan, meja2 yang penuh dengan makanan, dan kursi2 yang penuh dengan orang2 yang sibuk menyantap makanannya. orang2 yang mungkin asing satu sama lain, dipersatukan dengan 1 kebutuhan yang sama: makan.

dekorasi restoran yang dipenuhi dengan bermacam ornamen dan lampion berwarna warni bikin restoran ini tampil semakin meriah. saya mulai kesulitan memutuskan, apakah pemandangan yang saya lihat lebih mirip scene film kung fu atau pesta ulang tahun anak TK.

restoran ba guo bu yi ini menyajikan berbagai hidangan asli sichuan. authentic sichuan meals. seperti biasa, kami order 1 menu ayam, 1 menu ikan, 1 menu pork dan nasi goreng ­čśÇ nama menunya ga ada yang saya inget. yang saya ingat cuman rasanya yang enak dan cucok di lidah kami. dan waktu itu, karena sempet ngeliat tetangga di meja sebelah yang makan mie dan keliatannya enaaakkkk banget, saya juga jadi tergoda untuk mencoba. saya minta tolong larry untuk memesankan 1 menu noodle. sembarang aja, yang penting authentic sichuan dan spicy. saya sempet sedikit shock waktu liat pesanan saya datang. 1 mangkuk besar mie tradisional yang masing2 lembarnya berdiameter hampir 1 cm ­čśŤ jarang2 lho, saya menyerah dan ga berhasil menghabiskan makanan yang saya pesan. bukan karena rasanya yang ga enak, tapi menghabisakn sebaskom traditional noodle ternyata memang bukan pekerjaan enteng. dan saya terpaksa menyerah. kan saya juga masih pengen ngicipin makanan yang lainnya… hehehe…

di buku catetan saya, ada beberapa pointer yang saya bikin tentang restoran ini:

– tempat cuci tangannya ada di bagian luar ruang makan. airnya dinggiiiinnnnn banget!
– semua toiletnya masih pake closet jongkok. tapi signs-nya sudah menggunakan istilah: “toilet”, “ladies” dan “gents”. bukan “wc/water closet”. dengan baju rangkep2, perlu keterampilan khusus buat buang air kecil apalagi besar di sana.
– perlu perjuangan juga untuk minta air mineral dan piring makan. ga ada satu waiter-pun yang mengerti bahasa indonesia, apalagi bahasa inggris ­čśÇ

selesai makan, sekitar jam 14.30, perjalanan kami lanjutkan ke Xicheng District. saatnya untuk Hutong Tour. kami naik rickshaw untuk mencapai xicheng district.

 

rickshaw ini bentuknya mirip becak, tapi lebih lebar, dan abangnya ‘bekerja’ di depan. jadi kalau kita naik becak berasa didorong, kalau naik rickshaw ini berasa ditarik.┬ábegitu naik, dengan sigap si abang rickshaw nya langsung menutupi penumpangnya dengan selimut. angin yang menerpa badan kita selama rickshaw melaju dengan kecepatan 20 km/jam bisa bikin kita menggigil kedinginan.

hutong adalah semacam perumahan penduduk yang bentuknya seperti maze/petak2. sebuah hutong terdiri dari beberapa courtyard yang berfungsi sebagai rumah tinggal/residence. sebuah courtyard/residence biasanya ditempati oleh sebuah keluarga besar yang terdiri dari beberapa kepala keluarga. misalnya ada kakek+nenek, anak2nya yang sudah berkeluarga, cucu2 yang sudah mulai dewasa, dan mungkin juga beberapa kerabat dekat lainnya. begitu kurang lebih.

 

 

pada zaman dinasti Ming (awal abad ke-15) china berpusat di forbidden city. di luar forbidden city, penduduk dibagi2 dalam kelompok2 sesuai dengan status sosialnya. mereka yang punya status sosial lebih tinggi diperbolehkan tinggal lebih dekat dengan pusat kekuasaan. untuk penduduk dengan status sosial menengah, disediakan perumahan dalam bentuk petak2 yang letaknya lebih jauh dari pusat kerajaan. bentuk petak2 ini amat sederhana dan hampir seragam. walaupun ukurannya memang tidak sama. sekali lagi sesuai dengan status sosial, dan pekerjaan mereka masing2.

yang unik adalah, lay out kota tua beijing dengan hutongs-nya ini praktis tidak berubah selama ratusan tahun. penghuninya silih berganti. renovasi mungkin sudah dilakukan di sana sini. tapi lay out dasarnya tetap tidak berubah. sayangnya modernisasi terpaksa menggeser hutong2 tua itu, dan mulai menggatikannya dengan deretan gedung bertingkat, perkantoran dan apartemen. selalu sama di seluruh dunia. jumlah hutong di beijing semakin hari semakin sedikit.

jadi kalau kita ingin melihat hutong dan mencoba membayangkan seperti apa dan bagaimana beijing 600 tahun yang lalu, sebaiknya segera ke sana sekarang. mumpung hutong belum punah ­čśŽ

salah satu residence yang kami kunjungi di xicheng district kemarin luasnya sekitar 300 meter persegi. di dalamnya ada beberapa bangunan. ada rumah keluarga inti. dapur dan kamar mandi yang dipakai bersama2. dan beberapa kamar yang bentuknya seperti rumah2 petak di jakarta.

pemilik rumah itu adalah seorang pensiunan akuntan di salah satu perusahaan swasta di beijing. dan karena beberapa anggota keluarganya sekarang sudah tidak tinggal bersama di courtyard itu, maka dia menyewakan beberapa dari kamar/rumah petak yang ada di courtyard itu untuk para pendatang.

bapak itu bercerita, suatu kali ada sepasang pelajar yang ngontrak di situ. terus mereka pacaran dan akhirnya menikah. maka si bapak tuan rumah itu berbaik hati menyediakan salah satu bangunan rumah petaknya untuk dijadikan kamar pengantin mereka. dihias dengan ornamen khas pengantenan china, logo double happiness dalam chinesse character, dan dekorasi serba merah. dengan sedikit maksa, si bapak meminta kami untuk berfoto di kamar pengantin itu, dan karena ga bisa┬ángomong pake bahasa china, kami terpaksa menurut.┬ábagaimana pun kami kan sebetulnya masih terhitung pengantin baru. baru 10 tahun menikah dan baru punya 3 anak ­čśë

selesai liat2 dan ngobrol2 dengan sang bapak pensiunan, kami melanjutkan perjalanan keliling district, kembali dengan naik rickshaw. pemandangan sepanjang jalan luar biasa bagusnya. dan yang bikin sight seeing kali ini lebih istimewa adalah kami melihatnya secara langsung, bukan dari balik jendela mobil yang kami tumpangi.

puas dan kedinginan jalan2 naik rickshaw, perjalanan kami lanjutkan ke gereja. rencananya mau ikut kebaktian natal jam 4 sore. sayangnya kami tiba sedikit terlambat. gerejanya sudah tutup. iya…, saya juga bingung, katanya orang china ga ada yang natalan, tapi kok gerejanya penuh ya? dan pake acara ditutup segala. kalau di indonesia, yang namanya gereja itu ga pernah pake acara tutup. kalau pun kursi2 di ruang kebaktian sudah penuh, para pekerja dan majelis gereja biasanya akan mengeluarkan kursi2 tambahan untuk ditaruh di teras gereja, dan semua orang yang datang bisa tetep ikut kebaktian. tapi sekali lagi, ini china, bukan indonesia. bebas aja kalau mereka mau bikin peraturan sendiri.

dan menjawab pertanyaan kenapa gereja penuh padahal orang2 di sana ga natalan, ini jawaban yang saya dapat: orang2 di sana penasaran, pengen tau kayak apa sih kebaktian natal di gereja itu? hehehe…, jawaban yang jujur banget. ya sudahlah, kami mengalah saja sama orang2 yang penasaran tadi. batal ikut kebaktian natal, kami langsung balik ke hotel, kebaktian dan syukuran sendiri saja.

malamnya, larry menemani kami pergi ke wangfujing┬ánight market. bapak penasaran sekali pengen ke sana gara2 pernah liat liputannya di TV.┬ánight market ini modelnya seperti pasar malam di blok S mungkin ya? sepanjang jalan dipenuhi dengan deretan penjual makanan. bedanya, makanan yang dijual di sepanjang jalan ini adalah makanan2 ekstrim. mulai dari ular, serangga, cacing, jeroan sampai kalajengking. kalau jeroan mah kami sudah ga kaget. sekali makan soto betawi aja kita udah bisa langsung menikmati berbagai jenis jeron. usus, babat, juga paru2. makan nasi uduk, langsung dapet paket ati ampela. makan di rumah makan sunda bisa dapet limpa dan jantung. jadi malam itu kami ga perlu lagi nyoba jeroan. cukup makan ular, serangga (yang ukurannya hampir segede2 jempol), daging keledai dan kepala cumi2. kata bapak dan anak2 sih rasanya enak. saya sih ga tega makannya ­čśŤ

selesai jalan2 night market, kami kembali ke hotel setelah sebelumnya nengokin warung langganan dulu, beli beberapa cup mashed potato dan beberapa potong chicken wings. buat persediaan kalau ada yang kelaperan tengah malem ­čÖé

sampe hotel, anak2 ganti baju, masih sempet main2 sebentar, minum susu, langsung tiduuurrrr…

hari yang panjang dan melelahkan….