introducing

a new member of our family: baby fillo ;-)


to china with love. part 3.

tibalah saat yang dinanti2kan. the d-day.

beberapa minggu sebelum berangkat saya menerapkan regulasi diet super ketat terhadap diri sendiri, sebagai bentuk antisipasi melonjaknya nafsu makan selama di china. hey, we’re talking china here… the land of the best food in the universe… #my version#

karena flight kami dari jakarta jam-nya rada sadis (jam 5 pagi sajaaa…), saya putuskan untuk nginep semalam sebelumnya di hotel transit di airport. you know, just in case :D

jam 4 pagi, barengan sama pak tani ke sawah dan tukang sayur jalan ke pasar induk, kami sekeluarga juga berlari2 kecil menuju counter check in. puji tuhan, pagi itu semua berjalan dengan lancar. pertanda baik untuk memulai sebuah perjalanan. hehehe…

perjalanan jakarta-kuala lumpur juga lancar. begitu duduk di pesawat anak2 langsung melanjutkan tidur mereka yang terganggu :) sampe kuala lumpur jam 8 pagi lewat dikit. sempet jalan2 dalem airport, ngabisin waktu transit sekitar 1,5 jam. abis itu, lanjut KL-beijing. ini adalah pertama kalinya anak2 naik boeing 777-200. they were so excited. pertunjukan film dan musik di kabin cukup membuat mereka tenang selama 6 jam perjalanan KL-PEK. dan 2x meals juga berhasil membuat perut kami bahagia :)

sampe di beijing sekitar jam 3.30 sore. saya ga terlalu kaget waktu ngeliat para petugas imigrasi yang tampangnya sedikit horor. boro2 senyum atau bilang halo, menganggukan kepala aja kayaknya berat banget. penampilan kami yang lucu2 ini sama sekali ga mampu menggerakan hati mereka untuk menunjukan sikap hangat. dari apa yang pernah saya baca, petugas imigrasi china memang terkenal sangat serius. itu karena mereka memang ga dibayar untuk senyum dan bersikap ramah. mereka dibayar untuk melindungi perbatasan dan itu adalah pekerjaan serius ;-) ya sudahlah…, kalau itu memang sudah jadi pilihan hidup mereka, kita terima saja dengan lapang dada :-P

signs boards di airport cukup bersahabat. kami bisa dengan selamat sampai di pintu keluar tanpa harus mengganggu petugas di airport dengan: “maaf mbak, mas, kalau luggage claim mh 378 di belt nomor berapa ya?”

di pintu keluar, tour guide kami sudah menunggu. namanya larry. orangnya ramah dan sumringah. enak diliat. dan bahasa inggrisnya hampir sebagus saya. hehe :D

sebelum meninggalkan airport kami mampir di kfc. cari cemilan sekalian mecahin uang, karena saya akan perlu uang ‘receh’ buat tipping. berdasarkan informasi dari tour agent saya, besaran tip secara umum adalah:
- rmb 10 per koper buat potter/bell boy
- rmb 50/hari untuk tour driver
- rmb 100-200/hari untuk tour guide. bergantung pada tingkat kepuasan kita atas service yang mereka kasih.

bianca dan benaia suka sekali dengan chicken wings nya kfc. mereka bilang rasanya beda dengan kfc di jakarta. mungkin juga karena di sana udaranya dingin :-P

dari airport kami langsung menuju ke hotel. sama seperti jakarta, beijing juga menganut sistem jam macet di waktu2 bubaran kantor. sore itu perjalanan dari BCIA ke hotel kami makan waktu sekitar 50 menit. dan seperti layaknya orang yang baru pertama kali ke china, saya juga sempet foto2 di airport dong… ;-)

selama di beijing kami menginap di crowne palza, letaknya di daerah wangfujing. a very convenient area. kemana2 deket. major shopping malls, restaurants, drugs store, subway station, semuanya bisa ditempuh dengan jalan kaki 10-20 menit. mungkin seperti malioboro kalau di jogja. kalau kepepet2 perlu cemilan atau minum bisa lari ke kfc atau 7-eleven. di kfc, saat kita mau order, kalau keliatan kita ga bisa ngomong bahasa cina, mereka akan kasih selembar daftar menu, lengkap dengan gambar dan harga untuk masing2 item. jadi kita tinggal nunjuk apa yang mau kita pesen. untuk kuantitinya, bisa pake one, two, three, atau bisa juga pake bahasa jari :)

eniwey, karena sudah capek dan kami merasa masih cukup kenyang (3x makan di pesawat plus 1x ‘nyemil’ di airport), kami putuskan untuk istirahat aja di hotel malem itu. dan buat yang mendadak laper lagi, masih ada beberapa potong chicken wings dan pop mie yang saya bawa dari jakarta. cukuplah :)

beijing, day2.
agenda hari kedua kami di beijing adalah mengunjungi mutianyu great wall dan nonton kungfu show. hari itu kami awali dengan telat 1,5 jam saja :) janjian ketemu larry sang tour guide jam 8.30 pagi. dan kami baru selesai sarapan jam 10. ternyata yaaa…., ndandani anak2 dengan kostum winter itu ga semudah yang saya bayangkan. hehe… apalagi anak2 belum terbiasa, terutama benaia. dipakein long john protes. dipakein sweater, katanya kayak baju anak perempuan. dipakein gloves, katanya gatel… jadi, dengan 4 rangkep baju, 1 anak bisa makan waktu 15 menit sendiri. jadi total jendral, rata2 waktu yang saya perlukan buat ndandanin 3 anak + 1 suami adalah 45 menit. no wonder lah grup kami jadi juara telat :D

perjalanan dari hotel ke mutianyu great wall makan waktu sekitar 2 jam. mutianyu ini adalah satu bagian dari the great wall yang menurut tour agent kami punya view paling cantik. di samping  less crowded dan ada fasilitas cable car yang juga paling baik. sebagai informasi, selain muntianyu, bagian dari great wall lain yang juga banyak dikunjungi wisatawan adalah badaling.

dalam perjalanan ke mutianyu, kami mampir dulu di sha he cloisonne factory. cloisonne adalah sebuah teknik pembuatan kerajinan antik dari logam. yang kemarin saya liat di china adalah dari tembaga. sekilas bentuknya seperti gerabah atau tembikar. tapi karena ini dari logam tentu lebih tahan banting. jaman kekaisaran china masih berjaya, cloisonne ini juga banyak dipake buat dekorasi di istana, termasuk di singasana sang kaisar.


buat cindera mata, di situ kami beli 3 hiasan kecil bentuk kuda, anjing dan tikus. sesuai dengan shio kami sekeluarga :D harga cloisonne di pabrik ini memang relatif lebih mahal dibandingin dengan yang dijual di toko2 cindera mata di wangfujing. cuman kalau saya perhatikan cloisonne yang saya beli di pabriknya ini kualitasnya memang lebih baik. detail cutting dan finishing-nya terlihat lebih rapi.


so, sekitar jam 11 kami melanjutkan perjalanan ke great wall. dan ternyata yaaa, great wall itu memang cantiiikkk sekali!

great wall yang sering juga disebut dengan tembok raksasa ini merupakan kumpulan tembok kokoh yang mengikuti bentuk pegunungan cina utara.  tembok besar sepanjang 8.851 km ini dibangun jaman dinasti ming. dan saya baru tahu, bahwa dalam masa pembangunannya, orang china menggunakan campuran batu kapur dan beras ketan yang berfungsi sebagai semen yang merekatkan batu bata. amazing!

selain dikenal sebagai tembok raksasa tepanjang di dunia, great wall juga sering disebut sebagai kuburan terbesar di dunia. ada ribuan orang yang mati dan terkubur di bawahnya. mereka adalah para pekerja dan tukang bangunan. sebagian dari mereka mati karena kelelahan, kedinginan atau kelaparan.

satu fakta menarik tentang great wall, walaupun great wall sudah ditetapkan sebagai situs peninggalan sejarah yang dilindungi, dari tahun ke tahun great wall mengalami banyak kerusakan yang sebagian besar diakibatkan oleh pembangunan infrastruktur yang serampangan, pencurian artefak dan renovasi bagian2 tembok yang dilakukan sembarangan.

“Laporan konservasi pada awal tahun 2004 melaporkan bahwa hanya 1/3 dari panjang 6.350 km tembok yang sekarang masih terpelihara, membuat rentang tembok “semakin pendek”. Banyak warga di sekitar situs-situs kuno tidak mengetahui mereka tinggal berdekatan karena pandangan mengenai tembok raksasa merupakan benteng arsitektur Ming yang kokoh, namun sebenarnya kondisi Tembok Raksasa Cina tidak seragam. Penduduk sekitar menggunakan batu bata tembok besar untuk membangun rumah dan kandang hewan ternak.”

ga di indonesia, ga di china, sama aja ya… :(

dan akhirnya, setelah bertahun2 ngimpi berfoto di tembok china, puji tuhan, kemarin kesampaian juga :D

di daerah dekat pos cable car, banyak orang berjualan suvenir, manisan dan kacang2an. suvenir yg dijual bermacam2, mulai dari syal, topi, sarung tangan, kaos sampe selimut. ada juga hiasan2 rumah dan peralatan makan seperti lampu, jam meja, kipas, gelas dan sumpit. deretan penjual suvenir itu memberikan pemandangan yang mirip dengan yang biasa kita temui di gunung tangkuban perahu di lembang.

tergoda dengan penampilannya yang cantik dan berwarna warni, saya dan bapak memutuskan untuk membeli beberapa kantung kacang2an. ada kacang almond yang diselimuti semacam karamel dengan taburan wijen, luar biasa enak! ada juga kacang pistacio, dan satu lagi semacam kacang tanah yang dikasih bumbu beraroma rempah. harganya rata2 rmb 30 per seperempat kilogram. bergantung pada keterampilan kita menawar tentunya.

dalam perjalanan kembali ke beijing, kami berhenti di restoran  Xin Shuang Quan untuk makan siang. waktu itu sekitar jam 13.30. kalau bayi baru lahir biasanya perlu disusui setiap 30 menit, maka di daerah super dingin, perut kami selalu minta diisi setiap 4 jam :D

xin shuang quan adalah sebuah restoran taman (tapi kalau winter jadi restoran indoor juga) yang menyediakan farmhouse dishes. siang itu kami pesan menu ayam yang dimasak dengan siraman saus berwarna kemerahan,  mirip dengan saus asam manis. tumis sayuran segar dan roasted pork. semuanya enak!

ada satu cerita lucu saat saya mau minta sambel di restoran itu. bapak mencoba menjelaskan pake bahasa inggris dan bahasa isyarat, mbak2 waiter nya tetep ga dong. doi baru ngerti setelah bapak bilang: sshah… sshah… sshah…, sambil menirukan mimik orang kepedesan :D pada akhirnya, bahasa tarzan memang selalu efektif. dan sambel tradisionalnya itu, minta ampun enaknya. sampe hari ini saya masih bisa bayangin aroma dan rasanya… :D

hal yang menarik dan mungkin perlu kita perhatikan, di beijing rata2 restoran akan tutup pada jam 2 siang, dan baru buka lagi jam 5 sore. jadi kalau kita telat lunch sampe lewat dari jam 2, terpaksa sabar nunggu sampe sore, atau ke kfc lagi… hehe :D

sekitar 1,5 jam kemudian kami sudah sampai kembali di beijing. sebetulnya waktu itu masih ada 1 tempat lagi yang mau dikunjungi, yaitu temple of heaven. tapi karena sudah kesorean akhirnya terpaksa di skipped. sebagai gantinya, sambil nunggu waktunya makan malam (iya, makan lagi…), kami mampir sebentar di carrefour. beli beberapa kebutuhan perut dan rumah tangga. carrefour di beijing atmosfirnya mirip2 juga dengan carrefour di jakarta. kecuali di sana terasa sedikit lebih crowded. dan tentu saja ga gampang nyari orang yang bisa bahasa inggris. sama lah dengan kondisi di carrefour buaran :D

dari carrefour, kami nyebrang lewat terowongan bawah tanah menuju ke Quanjude restaurant di daerah fangzhuang untuk menikmati our longing for roasted duck dinner :D beijing roast duck dikenal sebagai the most delicious food of beijing. agak sulit menggambarkan rasa roast duck yang kami makan malam itu. yang pasti, semua hidangan yang disuguhkan hanya punya 2 rasa: enak, dan enak sekali!

selesai makan, kami langsung menuju ke red theater untuk nonton pertunjukan kung fu. pertunjukan malam itu berjudul The Legend of Kung Fu, presented by China Heaven Creation International Performing Arts Co. Ltd. (CHC).

HTM untuk nonton kung fu show ini bergantung pada masing2 PW, alias posisi wuenak. semakin tinggi derajat PW nya, semakin tinggi juga harga tiketnya. jadi harga tiket untuk masing2 row beda2. untuk dapet VIP seat di row 5-7 kita harus bayar rmb 680/org. tapi kita ga bakalan nyesel ngeluarin dana sebesar itu, karena pertunjukan kung fu di red theater itu baguuuussss sekali. tata panggung, sound sistem, lighting, atraksi kung fu dan akrobatnya luar biasa. kung fu show berlangsung dari jam 7.30 sampe jam 9 malem. dan selama 1,5 jam itu anak2 asik sekali menikmati acara. malah besoknya minta ke sana lagi. hehe…

saking berkesannya, setelah selesai nonton benezra minta dibeliin wooden knocker seperti yang dipake para monks. dan setiap kali kita membunyikan wooden knocker itu, benezra akan langsung ambil posisi duduk bersila, siap melakukan meditasi :D

selama pertunjukan berlangsung kita ga boleh motret atau bikin rekaman video. tapi kalau kita mau, bisa beli dvd nya di sana. in case kangen berat pengen nonton lagi tapi belum sempet balik lagi ke sana :D

selesai nonton, kami langsung pulang ke hotel. malam itu adalah malam natal. dan walaupun orang china sebetulanya tidak merayakan natal, tapi beberapa tahun belakangan ini muda mudi china sudah mulai mengikuti beberapa tradisi natal. menurut mereka, christmas itu romantis. dan kostum yang dipake santa juga cute. dan malam itu sepanjang jalan down town di sekitar hotel juga penuh dengan orang2 yang mencoba ikut menikmati romantisme malam natal. dan kami sekeluarga, memilih menghabiskan malam natal di kamar hotel kami yang hangat dan nyaman. sambil ga berhenti mengucap syukur buat semua kemurahan yang sudah Tuhan hadiahkan buat kami hari itu.

 

 


in action

drumband tkk tiga!
beri hormat!

*brang-breng-brung…. *

everybody get ready!
lagu pembuka…

belom2 udah dideketin cewek2…. ;-)


to china with love. part 2.

makan siangnya anak sudah siap. rumah sudah di-pel. lantai kamar mandi sudah disikat. nyuci pakaian bisa disambi. dan masih ada 1 jam lagi sebelum waktunya jemput anak2 sekolah. lumayan buat ngapdet blog :D

mari kita lanjutkan cerita persiapan jalan2 ke china kemarin…

ini adalah kunjungan saya yang pertama ke china. dan menurut cerita bapak yang sebelumnya sudah beberapa kali ke sana, persoalan bahasa bisa jadi cerita panjang yang melelahkan.  jadi dari pada liburan kami isinya cuman marah2 dan senewen, saya putuskan untuk mencari bantuan saja. menggunakan jasa private guide. pilihan saya jatuh pada chinahighlights, salah satu tour agent terbaik di china yang punya spesialisasi di customizing tours for individuals, family and groups. saya tinggal bilang ke mereka saya mau ke mana, kapan, naik apa atau ngeliat apa. mereka lalu akan kasih kita proposal, lengkap dengan itinerary dan budget quotation-nya. kalau kita ok, kita bisa langsung accept. kalau belum sreg kita bisa minta mereka adjust lagi. begitu terus, sampai kita bener2 ngerasa sreg. very convenient. khusus untuk perjalanan di hongkong, saya putuskan untuk melakukannya secara mandiri saja, tanpa bantuan tour agent. karena kata bapak, it’s easy to travel and eat in hongkong :D

kalau bicara biaya, menggunakan jasa local agent seperti ini tentunya relatif lebih costy. bagaimana pun, selalu ada harga yang harus dibayar untuk sebuah kenyamanan bukan? tinggal bijak2nya kita mengatur saja. kalau biaya sedikit menggelembung untuk kegiatan tour, mungkin kita bisa mengimbanginya dengan menekan biaya untuk tiket pesawatnya, atau mengurangi budget buat belanja-belanji misalnya…

fyi, berikut beberapa highlights yang saya sampaikan dalam korespondensi saya dengan local agent di china:

- kami akan tinggal di beijing selama 6 hari. di guangzhou 2 hari. di macao 1 hari. dan di shenzhen 2 hari. dengan mempertimbangkan interest dan daya tahan anak2, saya membatasi tempat2 wisata yang akan kami kunjungin setiap harinya. cukup 2-3 tempat saja. mereka kemudian mengajukan beberapa usulan obyek wisata yang mungkin mau kami kunjungi.

- saya minta mereka memasukan komponen makan siang dalam itinerary kami. saya pikir itu lebih convenient, mengingat jam makan siang tentunya akan sering berada di tengah2 waktu kami berwisata. saya sampaikan juga jenis makanan apa yang kami sukai dan yang kami hindari. mereka lalu memilihkan beberapa restoran, dan menginformasikan jumlah meal allowance yang akan kami dapat. dan ternyata “jatah” yang mereka siapkan selalu lebih dari cukup.

- i asked them for a certified english speaking guide

- karena hotel2 di sana ga mengijinkan kami berlima tinggal dalam 1 kamar, maka saya minta mereka memastikan kalau 2 kamar tidur yang kami pesan di masing2 hotel punya interconnecting door.

- saya tanya sama mereka, apakah saya perlu membawa baby stroller untuk anak saya yang berumur 3 tahun. dan jawabannya tidak.

- saya minta mereka mencarikan gereja yang dapat kami kunjungi untuk melakukan ibadah natal pada tanggal 25 desember

- saya minta mereka mengirimkan weather forecast (untuk jangka waktu 2 minggu selama kami berada di sana), suggested night activities dan recommended restaurants. untuk referensi saja, karena sebetulnya dengan browsing saja kita bisa dapat semua informasi itu :D

- saya tanya sama mereka berapa besar tips yang perlu saya siapkan untuk tour guide, driver, petugas angkat koper dll.

begitu kurang lebihnya. dan setelah semuanya fixed, tibalah saat yang paling kurang menyenangkan: membayar.

sementara mereka menyiapkan segala sesuatunya di sana, saya juga menyiapkan segala sesuatunya di sini. biar adil :D

visa.
untuk mengunjungi mainland china diperlukan visa. kemarin saya ngurus di vayatour, ongkosnya sekitar 500 ribu/orang, untuk 1x entry.

waktu itu saya kurang teliti. rute yang saya pilih ternyata memerlukan 2x entry visa. yang pertama untuk masuk beijing. dan yang kedua untuk masuk ke shenzhen (kembali ke mainland) dari macao. jadi terpaksa saya ngurus/bikin visa lagi di shenzhen. ga susah sih… cuman sempet sedikit panik aja selama sekitar setengah detik (waktu nyadar kalau visa kami cuman cukup buat 1x entry doang :D )

khusus buat yang menggunakan group visa, dan di dalamnya ada anak kecil atau lansia, pastikan urutan nama yang tercantum dalam dokumen berada di posisi yang pas. karena pas di imigrasi, kita harus berbaris dan diperiksa sesuai dengan urutan nama yang ada di dokumen. seperti yang saya alamin kemarin, urutan nama kami dalam dokumen visa adalah sbb:

- saya
- bapak
- bianca
- benaia
- benezra

jadi antrian kita di loket imigrasi harus sesuai dengan urutan itu. awalnya karena ga ngerti, saya maju duluan dengan menggendong benezra. saya pikir kan wajar, karena benezra itungannya masih di bawah umur. tapi ternyata ga bisa. petugasnya ‘ngomel’ pake bahasa china sambil nunjuk2 daftar nama dalam visa. buat bianca (9 thn) dan benaia (5 thn) memang udah ga ada masalah. mereka udah biasa jalan dan menyerahkan paspornya sendiri di loket imigrasi. cuman benezra aja yang sempet nangis sebentar. aturan yang kaku banget. tapi apa boleh buat. namanya juga tamu, terpaksa manut aturan yang punya rumah…

baju dan perlengkapan khusus
desember-februari di china adalah winter. suhu bulan desember berkisar antara -4 sampe -8 derajat celcius. di bulan februari bisa sampe -16 derajat c. jadi winter coat, long john, boots, topi dan gloves adalah perlengkapan winter yang ga boleh ketinggalan.

di jakarta banyak shopping mall yang menawarkan berbagai koleksi winter yang cantik2. biasanya sih sekitar waktu akhir tahun. cuman biasanya harganya bisa saingan sama harga tiket ke beijing-nya :D

selain di mall2 itu, ada beberapa tempat lain yang bisa dijadiin target hunting perlengkapan winter:
- untuk yang high end: laxmi winter wear. kaos kaki wool rata2 rp. 150 ribu/pair. long john: sekitar rp. 500 ribu/pasang. boots, mulai dari 300 ribuan (buat anak2) dan sekitar 600 ribu sampe 2 jutaan buat dewasa.

- untuk yang middle end: pasar pagi mangga dua. di sana banyak dijual barang2 bikinan china (barang dengan merk, bentuk dan warna yang sama banyak saya temui juga di china. jadi beli barang china di mangga dua, buat dipake ke china… :D ). long john antara 60-100 ribu. coat sekitar 300-800 ribuan. kaos kaki wool 50 ribuan. topi, syal wool mulai dari harga 30 ribuan. gloves mulai dari 50 ribuan.

- untuk yang low end, mungkin ada yang mau nyoba hunting ke pasar uler? so far, ini adalah tempat belanja favorit saya. hehehe… asal mau sedikit sabar dan keringetan, di sini kita bisa dapet coat dengan harga 150 ribu, sweater antara 30-60 ribu, sepatu/winter boots mulai dari harga 250 ribuan.

selain tempat2 di atas, beberapa factory outlet di bandung juga menjual berbagai perlengkapan winter. model dan harganya hampir sama dengan yang dijual di mangga dua. dan saran saya, bawa baju secukupnya aja. khususnya kalau kita ke sana pas winter. udara yang dingin bikin kita jarang keringetan, jadi baju2 bisa dipake ulang. kalau pun ntar kekurangan baju, beli di sana juga murah2.

uang china
jaman udah modern, kita bisa narik uang china pake kartu debit kita di berbagai atm di china. kemarin saya pake kartu debet mandiri berlogo visa untuk beberapa kali narik cash di atm bank of china. jadi ga perlu bawa duit sekoper, cukup bawa kartu atm aja :D

cuman buat persediaan, tentulah kita perlu bawa uang china juga secukupnya. buat bayar tips, atau buat sekedar beli kopi di airport. waktu saya pergi kemarin, 1 RMB jatuhnya 1.450 ribu rupiah dan 1 dollar hongkong antara  rp. 1.100-1.200, ga inget persisnya.

international roaming
kebetulan nomor telkomsel saya sdh bebas international roaming. jadi selama di sana bisa tetep telpon-telponan atau sms-an (kalau sempet nge-charge batere handphone-nya :D ). alternatif lainnya, tentu beli nomor lokal china. kemarin saya dapet pinjeman handphone+nomornya dari tour agent saya. tapi kalau ga salah, kalau kita beli nomer perdana, harganya sekitar RMB 50. cuman saya ga tau talk time nya berapa lama.

untuk pengguna blackberry dengan nomor telkomsel, di sana kita juga bisa aktifkan fasilitasnya. biayanya (kalau ga salah) sekitar 50 ribu/hari. kalau XL belum bisa dipake buat BB di mainland china, tapi kalau di hongkong udah bisa. biayanya hampir sama dengan telkomsel. persisnya saya lupa, catetannya udah ilang… 

khusus buat penggemar FB, nasib kita kurang beruntung kali ini, karena fesbuk dilarang di china. kecuali di beberapa lokasi di perbatasan shenzhen-hongkong. jadi ga bisa sering2 upload foto atau update status :)   

hampir jam setengah satu. saya harus siap2 jemput anak2 dulu… ntar diterusin lagi ya :D


rest ini peace, Mbreng…

terima kasih buat semua waktu, cerita dan kenangan yang sudah kamu bagikan,
buat pelajaran tentang kesabaran, ketekunan dan kesetiaan yang kamu tinggalkan buat kami,

selamat jalan, Mbreng…
giliranmu untuk berjuang sudah selesai,
berisitirahatlah dengan tenang…

  
dalam kenangan sabahat terkasih, Ade Dharma Rivai.
garut, 7 januari 2012


to china with love. part 1.

banyak yg penasaran, kenapa kami sekelurga memilih china sebagai tujuan liburan kami akhir tahun lalu.

frankly saying, sebenernya bapak lah yang memilih. dan sebagai istri yang saleh dan taat, tentu saja saya dengan senang hati sepakat tanpa sedikit pun menolak :D

awalnya saya sempat berpikir untuk mengambil paket tour dari travel agent di jakarta. ada banyak pilihan paket tour. keliatannya lebih praktis. semua sudah ada yang ngurus. tapi terus saya mikir lagi, dengan 3 anak yang kadang merasa lapar dan kebelet pipis di saat2 yang tidak terduga, pasti ga gampang bergabung dengan rombongan yang jadwalnya ketat dan padat. alamat sering ditinggal rombongan. atau mungkin ditungguin tapi dipelototin dan dicemberutin orang sekampung. antara kami yang bludreg. atau mereka yang kena gejala stroke.

so, untuk menghindari terjadinya hal2 yang tidak diharapkan, jadilah saya putuskan untuk pergi sendiri saja. dan karena kami pergi sendiri, semua jadi fleksibel. mulai dari tujuan wisata, waktu berangkat dan jenis transportasi yang mau kita pakai.

buat temen2 yang mungkin juga berencana untuk berlibur ke china, mungkin pengalaman yang akan saya sharing di blog ini bisa bermanfaat.

menentuan tujuan dan rute perjalanan.
sebagai negara terluas nomor 3 di dunia (setelah rusia dan canada), china mempunyai luas daratan yang ampun-ampunan gedenya. beberapa kali lipet lebih gede dari indonesia. jadi ga mungkin kita bisa ngelilingin china dalam 1 kali kunjungan.

berdasarkan hasil browsing dan liat2 atlas nya bianca, akhirnya saya menetapkan 5 titik tujuan tour kami: beijing, guangzhou, shenzhen, macao dan hongkong.

beijing, is a must! dari jaman pak harto dulu, saya sudah ngimpi2 pengen nyambangin yang namanya great wall dan forbidden city.

guangzhou dan shenzhen selalu diceritakan sebagai bagian china baru yang modern. pasti menarik untuk diliat.

macao kata orang adalah negri yang cantik dan unik. tanah bekas jajahan portugis yang sekarang jadi gudangnya kasino itu terlalu berharga buat dilewatkan. secara jarak tempuhnya dari main land china juga cuman sejengkal raksasa doang. lagian, masuk keluar macao itu harus lewat imigrasi. jadi lumayan juga lah, buat menuh2in lembaran paspor ;-)

hongkong, karena ada disneyland. gimana pun juga, partai penting yang harus dibahagiakan dalam perjalanan liburan kami tentunya adalah anak2. disneyland seemed like a perfect target ;-)

setelah kota tujuan ditetapkan, selanjutnya adalah menentukan rute perjalanan. setelah melalui banyak pertimbangan, rute perjalanan yang saya pilih adalah: jakarta-beijing, beijing-guangzhou, guangzhou-macao, macao-shenzhen, shenzhen-hongkong, dan hongkong-jakarta.

setelah rutenya jelas, berikutnya tentu mencari alat transportasi yang bisa membawa kita melewati rute itu.

dari jakarta-beijing kami naik pesawat (karena kalau naik bis kayaknya terlalu lama). ada banyak pilihan flight dari jakarta ke beijing. garuda indonesia salah satunya. tapi waktu saya mau book tiketnya, yang kelas ekonomi katanya sudah sold out, tinggal yang bisnis. saya takutnya kalau ngambil yang kelas bisnis, selama di china nanti kami terpaksa tidur di kelenteng. so dengan pertimbangan a la ibu rumah tangga, akhirnya saya pilih maskapai penerbangannya upin ipin saja.  total jam terbangnya sekitar 8,5 jam, ga termasuk waktu transit di KL.

untuk perjalanan dari beijing ke guangzhou ada beberapa pilihan. bisa naik kereta atau pesawat. atau kalau nekat bisa juga naik kuda seperti saat jaman dinasti ming. waktu tempuh dengan pesawat sekitar 3 jam. sementara kalau naik kereta makan waktu sehari penuh (sekitar 21 sd 29 jam, tergantung keretanya). tapi katanya, di tahun 2012 ini bakalan mulai dioperasikan high speed railway yang bikin jarak tempuh beijing-gz by train hanya sekitar 8 jam saja.

rute selanjutnya: guangzhou-macao. sebenernya bisa juga kita ambil route guangzhou-shenzhen lalu shenzhen-macao. rute GZ-MC-SZ saya pilih berdasarkan liat letak geografisnya di peta. dan supaya kami punya kesempatan nyobain naik jet boat dari macao ke shenzhen. perjalanan dari guangzhou ke macao kami tempuh dengan naik mobil, sekitar 2 jam perjalanan.

selanjutnya dari macao ke shenzhen kami naik jet boat dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.

dan dari shenzhen ke hongkong kami naik alphard ;-) waktu tempuhnya sekitar 1 jam.

demikianlah part 1 catatan persiapan liburan kami.
besok dilanjut lagi yaaa… :D

 


super carbo

ketika saya merenungkan makanan kesukaan saya:

nasi uduk/nasi kuning.
lauknya mie goreng/bihun goreng
ditambah sambel goreng kentang
dan perkedel jagung…

no wonder, seumur hidup IPK saya belum pernah mencapai angka 4.


doa benaia sebelum tidur

“tuhan Yesus, tolong ibu
biar ibu ga kecapekan,
tolong bapak,
biar kerjaannya lancar.
terima kasih tuhan Yesus,
dalam nama tuhan Yesus, kami berdoa.
amin…”

Duren sawit, 8 desember 2011.


calon mantu?

a: “aku suka sama yang itu…”

b: “yang pake batik coklat itu kan? ih, aku juga sukaaaa…”

c: “sama, aku juga. dia kan ganteng banget yaa…”

d: “emaaang… itu kan temen sekelas aku. namanya benaia. benaia mayoret…”


cerita anak bujang

“buk, temenku di sekolahan ada yang sudah punya pacar lho…”

“o, ya? hebat sekali ya… umur temennya mas be sekarang berapa tahun ya?”

“sama dengan aku, lima”

“oohhh…, kalau mas be sudah punya pacar?”

“belum lah bu… aku kan masih kecil…”

“ibu rasa sebaiknya memang begitu. nanti kalau mas be sudah besar, boleh juga punya pacar. yaaa… tunggu sampe umur 20 lah…”

“aahhh…, aku ga mau umur 20 ah, buk! aku maunya umur 13 aja…”

“lho, kenapa ga mau umur 20? umur 13 itu juga ibu rasa masih terlalu kecil. umur segitu kan mas be juga belum bisa nyetir…”

“tapi kalau sampe umur 20 tahun kelamaan, buk…”

“kalau 19 tahun aja gimana?”

“sebenernya aku maunya umur 13 aja. tapi kalau ibu sama bapak, dulu pacarannya umur berapa?”

“28 tahun”

“ya sudah deh…, kalau gitu aku juga mau pacarannya umur 28 tahun aja….”


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.