Sukaaa…!

Orang cerdas berdiri di dalam gelap, sehingga mereka bisa melihat sesuatu yang tak bisa dilihat orang lain.
Mereka yang tak dipahami lingkungannya, terperangkap dalam kegelapan itu. Semakin cerdas, semakin terkucil. semakin aneh mereka.
Kita menyebut mereka: orang-orang yang sulit.
Orang-orang sulit ini tidak berteman, dan mereka berteriak putus asa memohon pengertian.
DItambah dengan sedikit saja dengan sikap introver, maka orang-orang cerdas semacam ini tak jarang berakhir di sebuah kamar dengan perabot berwarna teduh dan musik klasik yang terdengar lamat-lamat, itulah ruang terapi kejiwaan.
Sebagian dari mereka amat menderita.

Sebaliknya, orang-orang yang tidak cerdas hidupnya lebih bahagia. Jiwanya sehat wal afiat. Isi kepalanya damai, tenteram, sekaligus sepi, karena tak ada apa-apa di situ, kosong.
Jika ada suara memasuki telinga mereka, maka suara itu akan terpantul-pantul sendirian di dalam sebuah ruangan yang sempit, berdengung-dengung sebentar, lalu segera keluar kembali melalui mulut mereka.

‪#‎AndreHirata‬
‪#‎LaskarPelangi‬

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar <3

Jerusalem Knafeh

This is what wikipedia says about this yummy dessert :)

knafeh

Kenafeh (Arabicكنافة‎ kunāfahTurkish: künefe, Azerbaijani: Riştə Xətayi / ریشته ختایی, Greek: κα(ν)ταΐφι kadaïfi/kataïfi,Hebrew: כנאפה knafeh), also spelled knafehKunafehkunafehknafeh, or kunafah) is a Levantine cheese pastry soaked in sweet sugar-based syrup, typical of the regions belonging to the former Ottoman Empire. It is a dessert specialty of the Levant, especially in JordanLebanonPalestineSyria and northern Egypt. It is a first cousin of the Greek kadaifi and the Turkish tel kadayıf, künefe and ekmek kadayıfı

knafeh 2

The pastry is heated in butter, margarine, or palm oil, then spread with soft white cheese, such as Nabulsi cheese, and topped with more pastry. In khishnah kanafeh the cheese is rolled in the pastry. A thick syrup of sugar, water, and a few drops of rose water or orange blossom water is poured on the pastry during the final minutes of cooking. Often the top layer of pastry is tinted with orange food coloring. Crushed pistachios are sprinkled on top as a garnish.

IMG_20150705_021338

Jerusalem kanafeh is a neon orange pastry with a crust of shredded phyllo dough or semolina filled with soft goat cheese and drenched in syrup. It is especially popular during Ramadan.

Regarding the taste, this is what I say:
It is super delicious!!!

Pasar Malem di Kota Tua (Promised Land Part 4)

Tepat pkl. 21.20, SMS dari Saber masuk. I’m in the lobby. Keren yaaa… Very punctual.

Malam itu Saber akan menemani kami jalan2 ke kota tua. Dan karena saat itu bulan Ramadhan, moslem quarter adalah area yang paling seru dan meriah di malam hari. Jalanan biasanya mulai dipadati pengunjung dan menjadi sangat ramai sesuah jam buka puasa (sekitar jam 20.00) sampai tengah malam bahkan dini hari. Anak2 ga diajak karena sudah terlalu malam. Jadi selesai makan malam, saya minta anak2 untuk segera ganti baju dan siap2 untuk tidur.

oldcitymap1

Kota tua Jerusalem terbagi menjadi 4 wilayah, masing2 Moslem Quarter, Christian Quarter, Jewish Quarter dan Armenian Quarter. Wilayah moslem quarter adalah yang terbesar, luasnya sekitar 300.000 m2. Walau pun namanya moslem quarter, tapi yang tinggal di area ini tidak semuanya muslim. Ada juga orang Kristen dan Yahudi yang tinggal di daerah ini.

Kita bisa masuk ke moslem quarter melalui 3 pintu gerbang: Herod’s gate, Lion’s gate atau Damascus gate. Kami masuk melalui Damascus gate, karena letaknya yang paling dekat, sekitar 3 km dari hotel kami. Malam itu jalanan di sekitar damascus gate terlihat benderang dengan hiasan lampu yang berjuntai2. Puluhan kedai penjual makanan2 khas bulan Ramadhan dan pedagang kaki lima yang jualan berbagai kebutuhan lebaran juga turut menghiasi sepanjang jalan Sultan Suleiman. Mirip pemandangan di daerah tanah abang atau mangga dua di Jakarta.

DSC_0263

DSC_0274

Slide1

DSC_0280

DSC_0265

Image 11

DSC_0264

DSC_0256

Image 12

Yang paling berkesan buat saya malam itu adalah saat Saber mengajak kami mampir ke Ja’far Sweets. Toko yang menjual salah satu makanan paling terkenal di Jerusalem: knafeh. Knafeh adalah sejenis dessert berupa cheese pastry yang direndam dalam sirup gula. Itu adalah pertama kalinya saya makan knafeh. Rasanya unik dan enak sekali. Ada kombinasi yang pas antara rasa gurih dari pastry, asin nya keju dan manisnya sirup gula. Benar2 lezaaatttt….. :) :) :)

DSC_0267

DSC_0270

Sekitar pukul 22.15 kami meninggalkan moslem quarter dan mulai menyusuri Sultan Suleiman Street menuju ke Salah-e-Din Street. Pemandangan di sepanjang Sultan Suleiman Street ini ga kalah menarik. Ada deretan pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai macam barang. Mulai dari buah2an, roti, permen, jagung rebus, sendal sampai perabotan dapur.

DSC_0258

DSC_0257

DSC_0271

DSC_0277

DSC_0281

DSC_0282

DSC_0260

Di dekat terminal bis yang letaknya ga jauh dari Garden Tomb, kami mampir sebentar ke warung kopi take away yang menyediakan kopi Arab yang katanya enak banget. Kebetulan saya memang bukan penggemar kopi. Saya hanya minum kopi kalau sedang ngantuk, tergoda sama aroma kopi yang kebetulan tercium,  atau karena udah ga tau lagi  mau minum apa. Jadi saya ga bisa berkomentar banyak tentang kopi arab yang saya minum malam itu. Rasanya super spicy. Seperti minum kopi yang ketumpahan sekantung bumbu dapur. Waktu Saber tanya: “how’s the coffee?“, Bapak menjawab: “it is good and very strong“. Dan saya hanya bisa bilang: “it is unforgettable”

IMG_20150705_025054

Salah-e-Din atau Salah-Al-Din Street adalah salah satu shopping street terbesar di bagian timur Jerusalem. Nama Salah-Al-Din diambil dari nama Sultan pertama Mesir dan Siria yang menjadi pahlawan dalam pertempuran melawan the Crusaders. Salah-Al-Din wafat pata tahun 1193 di Damascus dalam keadaan sangat miskin setelah ia membagi2kan seluruh kekayaannya pada rakyatnya, dan dimakamkan di sebuah mausoleum di Damascus.

DSC_0301

Image 9

Salah Al-Din is a busy street.  Bermacam bangunan besar dan kecil berjajar di sepanjang kiri dan kanannya. Mulai dari toko, restoran, hotel, klinik, bank dan juga kantor polisi. Malam itu Salah-Al-Din penuh sesak dengan orang2 yang datang untuk berbelanja. Malam sebelumnya saya juga sempet jalan2 sebentar setelah dinner, tujuan awalnya mau ke Salah-Al-Din street ini. Penasaran pengen liat karena ceritanya Saber. Sperti biasan, sebelum jalan browsing arah dulu di google map. Tapi karena saya masukin spelling nama jalannya salah, jadilah si google map nya bingung… Akhirnya kami putuskan untuk jalan pake insting aja. Dan karena kami mengambil belokan yang keliru, akhirnya cuman muter2 di sekitar hotel aja. But still it was fun and enjoyable. Jarang2 bisa jalan2 malem dengan suasana yang tenang dan nyaman seperti itu di Jakarta.

Setelah mampir di sebuah toko utnuk beli manisan dan kacang pistachio kesukaannya Benaia, kami pun kembali ke hotel. Sudah hampir mid night, Saber harus segera pulang dan mungkin bantu2 istrinya untuk menyiapkan makan sahur :D

DSC_0299

Anak2 sudah tidur nyenyak saat kami tiba di kamar. A long day, exhausting and exciting at the same time.
We were leaving Jerusalem the next day, and I just knew that we are coming back there soon.

Bendera Merah Putih

20120724124024687

Bendera merah putih
Bendera tanah airku
Gagah dan jernih tampak warnamu
Berkibarlah di langit yang biru
Bendera merah putih
Bendera bangsaku

Waktu saya jalan2 ke Turki kemarin, Lucy, Tour Leader kami cerita tentang bagaimana Bangsa Turki dididik untuk mencintai dan menghargai bendera mereka. Bendera yang melambangkan identitas dan kedaulatan Bangsa itu tidak boleh dipakai atau dijadikan gambar2 lelucon, tidak dijahit untuk pakaian dan tidak diletakan di tempat yang tidak semestinya, apalagi dirobek atau diinjak2. T-shirt bergambar bendera Turki masih diijinkan, tetapi sandal, rok, celana apalagi undies bergambar bendera Turki dilarang dipakai di sana karena dianggap merendahkan martabat bangsa serta melecehkan perjuangan para pahlawan kemerdekaan mereka.

Pagi tadi saya membaca sebuah posting di FB seorang teman tentang bagaimana Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan memungut bendera negaranya di acara KTT G20 di St. Petersberg Russia.

11233171_1671962753032729_5510359846539353134_n

 

Dalam sebuah sesi foto, Erdoğan yang tiba di tempat lokasi foto bersama PM Inggris, David Cameron, memungut gambar bendera yang berada di bawah kakinya. Padahal bendera-bendera tersebut sengaja diletakkan oleh panitia untuk menandakan posisi para pemimpin itu berdiri.  Sang Presiden tidak mau menginjak bendera negaranya sendiri. Ia pun memasukkan bendera itu ke dalam saku jasnya.

Saya jadi ingat jaman saya SMP dulu. Saya adalah aktifis kegiatan Pramuka di tingkat Kecamata dan Kabupaten  :)Pembina Pramuka selalu mengajarkan kami untuk menghormati bendera merah putih. Dasi pramuka kami yang terbuat dari sehelai kain panjang bermotif merah putih itu akan kami ikat silang di dada dengan penuh rasa hormat dan bangga. Setiap hari Senin, upacara bendera digelar, dan saat Sang Saka dikibarkan, kami akan memberi hormat dengan sikap penuh hikmat.

“Bendera merah putih ini adalah identitas negara kita, kebanggan bangsa kita. Pahlawan2 bangsa ini telah berjuang dengan suluruh kekuatan mereka untuk memerdekakan Indonesia dari tangan penjajah. Mereka harus berjuang keras supaya bendera merah putih bisa berkibar dengan gagah berani di bumi pertiwi ini. Kita harus bangga dan bersyukur. Kita harus jaga kehormatan bangsa kita, salah satunya dengan menghormati bendera merah putih ini….”

Begitu kurang lebih pesan nasionalisme yang diajarkan guru2 PMP dan PSPB di sekolah saya dulu. Dan saya akan terus mengingatnya, sampai mati.

Bendera merah putih
Bendera tanah airku
Gagah dan jernih tampak warnamu
Berkibarlah di langit yang biru
Bendera merah putih
Bendera bangsaku
(Ibu Sud)

 

Old City of Jerusalem (Promised Land Part 3)

Hari Sabat di Jerusalem.
Jalanan terlihat lebih sepi. Kendaraan yang lalu lalang di jalan lebih sedikit.
Restoran, toko2 dan beberapa mall yang letaknya di Jewish Area tutup.
Rencana jalan2 menyusuri Ben Yehuda Street dan mengeksplorasi Mahene Yehuda Market yang sudah saya susun sejak lama terpaksa batal dilaksanakan. Belum rejeki :)

Image

Sehari sebelumnya, beberapa jalan di Old City Jerusalem juga ditutup untuk keperluan shalat Jum’at di Al Aqsa. Polisi keliatan berjaga di sudut2 jalan. Karena bertepatan dengan bulan Ramadhan, maka jumlah muslim yang datang untuk shalat Jumat di Al  Aqsa juga jumlahnya banyak sekali. Hari itu mencapai 200.000 orang.

Hotel tempat kami menginap kebetulan jaraknya dekat sekali dengan old city, hanya 15 menit jalan kaki. Penutupan jalan tadi membuat kami beberapa kali harus puter balik dan cari jalan alternatif. Akhirnya setelah sedikit melobi polisi yang sedang patroli di dekat Hotel, kami pun bisa sampai ke tujuan. Kalau saja waktu Polisi ga mengijinkan mobil kami lewat, berarti saya dan anak2 harus jalan cukup jauh juga. Memang rejeki :)

Saber bilang, lain kali kalau mau dateng ke Jerusalem jangan pas Ramadhan dan Sabbath. Tapi buat saya pengalaman kami kemarin itu justru sangat menarik. Dan saya sama sekali ga menyesal datang ke Jerusalem saat Ramadhan dan Sabbath. Ada banyak pengalaman unik yang ga bisa saya dapatkan kalau saya datang di waktu yang lain :)

Anyway,
Hari Sabtu pagi setelah sarapan kami mulai jalan menuju ke old city.

800px-Map_of_Jerusalem_-_the_old_city_-_EN

Old City Jerusalem terbagi dalam 4 wilayah, masing2 Moslem Quarter, Christian Quarter, Jewish Quarter dan Armenian Quarter. Kota ini dikelilingi oleh tembok tebal  yang juga berfungi sebagai benteng serta 7 buah gerbang yang dibangun pada masa kekuasaan Ottoman pada abad ke-16.

Screen Shot 2015-07-21 at 8.03.02 AM

Tujuan pertama kami pagi itu adalah kolam Bethesda yang terletak bagian utara kota. Nama Bethesda berasal dari bahasa  Ibrani dan Aram: beth hesda, yang berarti rumah rahmat/anugerah (house of mercy/house of grace). Alkitab meyebutkan, ada 5 serambi di sekeliling kolam Bethesda. Dan di serambi2 itu biasa berbaring sejumlah besar orang sakit (orang2 buta, orang2 timpang dan orang2 lumpuh) yang menantikan goncangan air kolam. Barangsiapa yang lebih dahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu akan menjadi sembuh, apa pun penyakitnya (Yohanes 5:1-4). Injil Yohanes mencatat sebuah mujizat yang dilakukan TUHAN Yesus pada suatu hari Sabat di kolam itu, DIA menyembuhkan seorang yang sudah menderita sakit selama 38 tahun.

DSC01549

Lokasi kolam Bethesda tidak jauh dari Lion’s Gate, sekitar 30 meter dari gerbang masuk, letaknya di sebelah kanan. Dulu Lion’s Gate disebut dengan Sheep’s gate atau Gerbang Domba, karena melalui pintu gerbang inilah domba-domba untuk korban penebus dosa digiring menuju ke Bait Allah. Pada masa kekuasaan Ottoman, Sultan Suleiman membangun gerbang ini dan menghiasinya dengan gambar2 singa (1538-1539), sejak saat itu gerbang domba pun berubah nama menjadi gerbang singa.

Lion's Gate

Lion’s Gate

Pada masa kekuasaan Roma, di abad ke-5  Eudica Augusta (istri dari Kaisar Theodosius II) membangun sebuah basilika besar di dekat kolam Bethesda, yang 1 abad kemudian dihancurkan oleh bangsa Persia. Lalu pada masa Perang Salib, di atas reruntuhannya dibangun sebuah chapel. Reruntuhan dan sisa2 bangunan2 itu kini berada tepat di atas kolam Bethesda. Jadi kalau sekarang kita mau mencapai kolam itu, kita perlu terlebih dulu menuruni anak tangga terbuat dari besi yang berada di bawah reruntuhan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Remains of a pagan temple, Byzantine basilica and Crusader chapel, Bethesda

 

Image 2

Sebelum turun ke kolam, anak2 main dulu di tempat reruntuhan bangunan yang ada di atas kolam. Seneng banget sampe ga mau diajak pulang :D

Image 1

Tangga turun menuju kolam Bethesda

_DSC0161

Kolam Bethesda

Berada dalam 1 komplek dengan kolam Bethesda, berdiri sebuah gereja Katolik, Santa Anna yang dibangun pada abad ke-11 dan merupakan salah satu peninggalan dari masa Crusaders. Lokasi ini dipercaya sebagai tempat di mana kedua orang tua Maria Ibu Yesus (Anna dan Joachim) tinggal, sekaligus tempat dimana Maria dilahirkan.

Tidak seperti nasib sebagian besar gereja2 di Jerusalem, pada saat kekuasaan Islam masuk, Sultan Saladin tidak menghancurkan St. Anna, tetapi mengubahnya menjadi sebuah madrasah yang pada abad ke-15 sempat menjadi sekolah yang paling bergengsi di sana. Hingga saat ini tulisan nama Madrasa as-Salahiyya (of Saladin) yang tertulis dalam bahasa Arab masih bisa kita temukan di gerbang masuk St. Anna.

_DSC0142

Setelah terbengkalai selama hampir 3 abad, akhirnya pada tahun 1856, Ottoman menyerahkan St. Anna kepada Napoleon III, sebagai ungkapan terima kasih atas dukungan Prancis kepada Ottoman pada saat berperang melawan Rusia pada Perang Krimea (1853-1856). Hingga saat ini St. Anna menjadi milik dan dikelola oleh  pemerintah Prancis.

DSC01573

 

Gereja St. Anna adalah Gereja yang mempunyai akustik terbaik di dunia. Menyanyi tanpa iringan musik di Gereja ini bisa menghasilkan suara yang sangat indah didengar. Seorang Father yang sedang berada di sana minta Benezra menyanyikan sebuah lagu. Dan saya hampir menangis waktu denger Iyek nyanyi…

Kudaki daki daki daki gunung yang tinggi
Kuturun turun turun turun lembah yang dalam
Kumelintasi padang rumput hijau membentang 
Yesus besertaku….

Di kanan Kau ada, di kiri Kau ada
Diatas dan dibawah Kau ada
Disuka Kau ada, diduka pun Kau ada 
Karna Engkau Yesusku….

Saya tidak sempat merekam moment istimewa itu dengan video camera, tapi saya tau suara merdu Benezra yang saya dengar saat itu akan tersimpan baik di dalam memori otak saya.

Dari St. Anna, kami melanjutkan perjalanan ke Western Wall, tempat umat Yahudi biasa datang untuk berdoa. Mereka biasa menyebut tempat ini juga dengan nama Wailing Wall, Tembok Ratapan.

DSC01576

Tembok ratapan yang ada sekarang merupakan sisa dinding Bait Suci di Jerusalem yang hancur ketika orang-orang Yahudi memberontak kepada pemerintah kerajaan Romawi pada tahun 70 Masehi. Panjang tembok ini aslinya sekitar 485 meter, dan sekarang sisanya hanya sekitar 60 meter. Orang Yahudi percaya bahwa tembok ini tidak ikut hancur sebab di situlah berdiam kehadiran Ilahi, the Devine Presence. Di tempat ini orang Yahudi berdoa dan meratapi dosa-dosa mereka dengan penuh penyesalan.

Tembok Ratapan. Gambar dari Wikipedia.

Tembok Ratapan. Gambar dari Wikipedia.

Kami datang ke tempat ini untuk membayar nazar, berdoa, menangis dan membawa banyak titipan doa dari orang2 terkasih di Indonesia.

Image 16

 

Selanjutnya kami menuju ku Mount Olives, Bukit Zaitun. Mount Olives adalah pengunungan yang berada di timur Jerusalem dengan 3 puncak yang membentang dari utara ke selatan. Dinamai Bukit Zaitun karena dulu lereng  bukti ini dipenuhi dengan perkebunan zaitun. Bukit ini mempunyai hubungan sejarah dengan agama Yahudi, Kristen dan Islam. Di tempat ini terdapat kuburan Yahudi yang sudah ada sejak 3000 tahun lalu dan memuat sekitar 150,000 makam, termasuk makam nabi Zakharia dan Absalom anak Daud juga masih ada di sana. Di lereng atas, terdapat makam nabi Hagai, Maleakhi dan rabi-rabi terkenal bangsa Yahudi.Image 15

Setelah hancurnya Bait Suci, orang-orang Yahudi merayakan Sukkot (Hari Raya Pondok Daun) di Bukit ini. Letaknya yang 80 meter lebih tinggi dari Bukit Bait Suci memunginkan mereka mendapat pemandangan reruntuhan Bait Suci dengan jelas. Itu sebabnya mereka selalu datang untuk melakukan ziarah ke bukit ini. Dan di tempat inilah mereka menjalankan tradisi meratapi kehancuran Bait Suci. Sebelum memasuki masa sengsaraNYA, TUHAN Yesus juga naik ke bukit Zaitun, dan dari sana DIA menangisi kota Yerusalem.

Image 14

Tiba saatnya untuk makan siang. Karena hari itu hari Sabat, banyak restoran di Jerusalem yang tutup. Saber menawarkan 2 opsi pada kami: makan Arabic Food di Moslem Quarter, atau makan Asian Food di Bethlehem. Kami pun melakukan pemungutan suara: Bapak dan Bianca pilih Arabic, Benaia Benezra pilih Asian, dan Ibu abstain. Akhirnya Saber ikutan voting supaya ada yang menang. And he voted for Asian :D

Bethlehem, July 2015

Bethlehem, July 2015

Perjalanan dari Jerusalem ke Bethlehem makan waktu sekitar 15 menit. Bethlehem yang artinya house of bread atau rumah roti ini adalah sebuah kota Palestina yang terletak di Tepi Barat, sekitar 10 km sebelah selatan Jerusalem. Dikenal juga dengan sebutan the city of David, kota dimana Daud lahir dan dinobatkan menjadi Raja, dan juga kota tempat Yesus dilahirkan. Di kota yang dihuni oleh salah satu komunitas Kristen tertua di dunia ini terdapat Nativity Church yang dibangun oleh Ratu Helena, ibunda Contatine the Great pada abad ke-3

Interior of Nativity Church. March 2012

Interior of Nativity Church. March 2012

 

Silver star marking the place where Jesus was born according to Christian tradition

Silver star marking the place where Jesus was born according to Christian tradition

Di sebelah timur Bethlehem terdapat sebuah kota kecil bernama Beit Sahour. Penduduknya 80% adalah orang2 Christian Palestinian dan sisanya 20% adalah Moslem Palestinian. Di kota kecil Beit Sahour ini terdapat satu lokasi pilgrim yang dikunjungi banyak peziarah dari seluruh dunia, yaitu the Shepherd’s Fields, di dalamnya terdapat sebuah Catholic Chapel yang dibangun pada abad ke-4. Tempat ini dipercaya sebagai lokasi Padang Gembala, tempat Malaikat TUHAN menyampaikan kabar gembira kelahiran Yesus kepada para gembala.

 

In the eastern part of Beit Sahur is a red-domed Greek Orthodox church at a site known as Kaniset el-Ruat (Church of the Shepherds). This site is identified with the biblical Tower of Edar (Tower of the Flock) where Jacob settled after his wife Rachel died. Eusebius (AD 265-340) says the tower, 1000 paces from Bethlehem, marked the place where the shepherds received the angel’s message.

Greek Orthodox church known as Kaniset el-Ruat (Church of the Shepherds). Beit Sahour, March 2012.

Sebelum pulang kami mampir ke Bethlehem City Center, mau beli KFC untuk camilannya anak2. Sayang KFC nya masih tutup, baru buka sore selama bulan Ramadhan. Dari Bethlehem kami kembali ke Hotel. Setelah buka puasa, kami akan jalan2 lagi untuk melihat keramaian di sekitar old city di malam hari. Kami janjian untuk ketemu Saber di lobby hotel pada pkl. 21.20.