was posted at bianca-benaia.blog.com, on May 8, 2006

Anger is cruel and fury overwhelming,
But who can stand before jealousy?

(Proverb 27:4)

 

Keliatannya gak terlalu gampang buat Bianca untuk terima kenyataan bahwa mulai sekarang dia harus belajar berbagi dengan Benaia. Walapun sebelum adiknya kahir, Bianca sangat excited menunggu kahadiran adikknya. Bahkan Bianca juga yang bantu kami menentukan nama Benaia. Bukan, bukannya Bianca gak sayang sama Benaia. Hanya saja, setelah menjadi “ratu” dan the absolute master di rumah kami selama 4 tahun, mungkin Bianca butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan segala macam perubahan yang ada sejak Benaia lahir.

 

Seperti suatu siang;

 

“Bi, ibu gendong Benaia dulu ya..”

“Jangan! Ibu gendong aku aja…”

“Ya, nanti setelah ibu gendong Benaia, ibu gendong Bianca. Oke?”

“Kenapa? Emangnya ibu udah ga sayang Bianca lagi?”

 

Atau beberapa waktu yang lalu:

“Wah, sekarang Bianca udah jadi Mbak ya? Ibu panggilnya Mbak Bianca ya?”

“Ga mau! Aku maunya dipanggil Ade, Yang sama Nak!”
“Oke Putriku, permata hatiku, cintaku, permaisuriku, pujaan hatiku…..”

Sedih rasanya ngedenger dan ngeliat Bianca sedih. Tapi ini memang saatnya kami semua belajar tentang sharing. Bukan hanya Bianca, tapi kami juga…

 

Yang pasti, Ibu sama Bapak punya persediaan sayang yang banyak banget. Cukup buat kalian berdua. Gak akan pernah kurang. Kita semua hanya butuh waktu untuk belajar, sampai akhirnya kita semua bisa mengerti dan menerima.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.