a brave girl
Posted: December 1, 2009 Filed under: Uncategorized 17 Comments »untuk ukuran seorang penakut seperti saya, yang hampir saja meloncat turun dari meja operasi beberapa menit sebelum dokter anastesi menusukan jarum raksasanya di tulang belakang saya, dan yang selalu jadi pucet dan gemeter tiap denger suara klentingan perabotan dokter gigi; membiarkan seorang asing yang baru saya kenal kurang dari seperempat jam menusukan puluhan jarum di perut buncit saya, adalah sebuah prestasi.
walaupun awalnya takut, tapi keinginan yang besar untuk jadi sehat dan langsing akhirnya menguatkan saya untuk mengikuti terapi akupuntur itu.
kenapa akupuntur? ceritanya panjang dan berliku
yang pasti, terapi ini saya pilih karena terhitung aman. dan tentu saja, karena sekarang saya sudah jadi gadis pemberani
saya ambil 2 paket program. yang pertama untuk memperbaiki kondisi lambung dan saluran penceranaan yang kurang beres. dan yang kedua, buat melangsingkan tubuh, khususnya mengurangi timbunan lemak di daerah perut. untuk perbaikan lambung, jarum2 akupuntur itu dicublesin di kaki. rasanya? menurut saya sama sekali ga sama dengan rasa digigit semut. dan untuk slimmingnya, sekitar 20 biji jarum ditongkrongin di atas perut selama kurleb 30 menitan.
umumnya terapi akupuntur ini dilakukan 1 minggu 1 kali. cuman saya emang terpaksa harus rada ngebut, soalnya takut keburu nyokap balik ke bali. ntar ga ada yang dimintain tolong jagain anak2 kalau pas saya ke klinik
eniwei, setelah 2 kali terapi, per hari ini berat saya udah turun 2 kilo. sementara kondisi lambung belum bisa dilaporkan. soalnya ga keliatan
tapi kayaknya sih emang belum sembuh total. secara perut saya masih sering berasa perih dan laper ga pada waktunya….





