Khilaf (tulisan dari blog yang lama)

ntah kenapa, tiba2 saya pengen re-post tulisan ini.

hhmmm, sometimes, you just follow your heart. right?

**********************************

Gua orang yang paling setia, you know?

Setia pada profesi,

Sebagai play boy….

Bulan2 ini, saya banyak mendengar cerita tentang perselingkuhan. Ada…, satu, dua, tiga, belum termasuk kasus perselingkuhan para selebritis yang saya baca dan denger di TV. Menjadi uncountable. Karena saya memang tidak menghitung.

Seorang teman cerita, kalau suaminya ternyata punya istri muda. Gosipnya mereka menikah siri sudah sekitar 10 tahun yang lalu. Mungkin dia pernah curiga, tapi tetap saja, saat ada seorang perempuan yang menelpon tanpa memberikan identitasnya, membuka kisah perselingkuhan suaminya, teman saya sempat shock. Bercerai tidak mungkin, agamanya tidak mengijinkan. Anak2 juga tidak mungkin bisa terima. Urusan harta gono gini jelas bakalan panjang. Rumah, mobil, saham di perusahaan, bukan urusan gampang. Belum termasuk kalau teman saya ini ternyata masih punya perasaan cinta sama suaminya. Ruwet.

Teman saya yang lain, tanpa sengaja jatuh cinta pada teman kantornya. Waktu istrinya sedang hamil, dia terpaksa pergi jauh ke luar kota untuk urusan pekerjaan. Urusan pekerjaan itulah yang justru membuat dia lebih sering menghubungi kantornya ketimbang rumahnya. Dia lebih sering kirim e-mail dan chatting dengan teman kantornya dari pada telepon atau SMS istrinya. Tresno jalaran soko kulino. Perasaan teman saya semakin susah dikendalikan. Dia tidak ingin meninggalkan istri dan anaknya. Tapi juga tidak sanggup berpisah dengan teman kantornya. Tidak ada jalan keluar. Poligami. Teman kantornya tidak keberatan. Istrinya tidak memberi kesempatan. Buntu.

Masih teman saya juga, punya seorang teman, yang kebetulan saya kenal juga, atas pilihannya sendiri, sudah bertahun2 menjadi istri simpanan. Tanpa pernah direncanakan, suaminya terkena sakit parah. Hilang ingatan sementara. Perempuan yang saya kenal ini pusing 7 keliling. Suaminya sakit, tapi dia bahkan tidak bisa datang menjenguknya ke Rumah Sakit. Apalagi ikut ambil bagian dalam merawat dan membantu proses kesembuhannya. Ketika pada akhirnya laki2 itu sadar, dia memilih untuk mengakui perselingkuhannya kepada istrinya. Mukjizat, istrinya memaafkan. Lalu bagaimana nasib istri mudanya? Benang kusut.

Kenapa banyak orang terpaksa, dan biasanya tanpa disengaja, berbuat tidak setia terhadap pasangannya? Padahal istrinya sangat cantik dan pintar. Padahal suaminya sabar dan kaya. Padahal anak2nya lucu dan perempuan.

Kesurupan. Khilaf.

Atau gen?

7 thoughts on “Khilaf (tulisan dari blog yang lama)

  1. mmmmm sayang seribu sayang yah kalo ngeliat kejadian kayak gitu. Smoga keluarga dijauhkan dari hal seperti itu deh ya mom …. Kebayang deh benang kusutnya

  2. klo kata bang napi, kejahatan terjadi klo ada kesempatan, demikian juga perselingkuhan. mangkanya jangan buka celah buat si iblis yang mengaum2 mencari mangsa. jaga hati dan jaga hubungan antar suami istri terutama hubungan dengan Tuhan.

    yang paling menyedihkan kerna itu semua terjadi disekitar kita. so sad…

  3. huahauhauhauhaua…….

    hayoooo jangan2 dirimu juga punya simpanan?
    aku punya lho simpanan, uang, roti, dll… bruwakakakakkakakakakak…..

    simpanan cewek? mo disimpan diketek?? klepek klepek dia ntar😀

    blum sempat ngeBloG…. sori yeeeeeee

  4. nuke says:

    Ruwet, Buntu …hhhmm…Benang Kusut duch…, kalo boleh milih ngga usah tiga-tiganya dech…, pilih damai sejahtera aman tentram….

    How?

  5. Yang pasti semua adalah pilihan yang dilakukan secara sadar. Jadi kalau dikatakan “jatuh cinta tanpa sengaja” lah, terus pake istilah “karena sering bertemu lalu …” , ah itu adalah alasan untuk pembenaran kesalahan. Karena intinya itu adalah hasil dari sebuah keputusan …

    Jadi, kalau memang sudah tahu selingkut itu salah dan sakit tentunya kalau diselingkuhi? Ya jangan coba-coba untuk berpikir (bahkan untuk mulai berpikir) selingkuh !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s