seri membesarkan anak perawan #2

ternyata, di samping dokter, penulis dan pemain piano, di dunia ini ada 1 kelompok orang lagi yang saya nilai jenius: psikolog!

“anak perempuan saya sekarang umurnya 9 tahun. terakhir saya lihat, payudaranya sudah mulai tumbuh ya. padahal seingat saya, dulu payudara saya baru tumbuh waktu umur saya hampir 12 tahun… “

“betul les, anak2 sekarang memang cenderung lebih cepat besar dibandingkan jaman kita kecil dulu. faktor lingkungannya kan beda. makanannya, tontonannya…. “

“iya, ya… lucunya, walaupun fisiknya sudah mulai berubah jadi remaja, tapi ‘kelakukannya’ masih anak2 banget. dia masih dengan cueknya running around the house in her under wears or some times wearing nothing…”

“iya, itu karena sebetulnya secara emosional mereka belum betul2 siap. lain dengan kita dulu. perkembangan fisik kita terjadi di saat kita sudah lebih matang. saat kita memang sudah siap jadi remaja. misalnya sekitar umu2 11-12 tahun. sebaiknya, pelan2 kita kasih pengertian sama mereka, kalau sekarang mereka sudah mulai beranjak remaja. akan ada perubahan2 fisik yang timbul. dan ada norma2 yang perlu diperhatikan sebagai remaja. “

“terus, anak umur2 segitu memang cenderung gampang marah ya? salah sedikit, langsung merengut…”

“hahaha…, itu belum apa2 les… tunggu sebentar lagi kalau dia sudah masuk masa puber… dampingi saja dengan sabar. berusahalah untuk selalu menjadi teman buat mereka. bikin mereka merasa nyaman untuk cerita sama orang tuanya. semakin banyak dia cerita, semakin mudah buat kita mengawasi mereka….”

“saat ini, saya sudah membiasakan anak saya buat mandi sendiri. tapi keliatannya kok belum bersih ya?”

“membiasakan anak untuk mandi dan tidur sendiri memang baik sekali. karena itu salah satu cara kita mengajarkan tentang privacy dan ruang publik. saat mandi misalnya, adalah saat dia berada di ruang privacy nya. jangan sekali2 kita ganggu. walaupun untuk sekedar mengambil odol atau sabun yang tertinggal dalam kamar mandi. begitu juga dengan ruang tidur. biasakan mengetuk pintu kamar tidur anak saat kita ingin masuk. tentang mandi yang kurang bersih, sesekali ibu bisa menemaninya mandi, sekalian mengajarkan dan menunjukan ke anak, bagaimana cara membersihkan badan yang benar.”

“berarti di umur2 segitu, anak perempuan sudah ga boleh lagi dimandiin sama bapaknya ya?”

“betul sekali! dan bicara tentang hubungan anak perempuan dengan ayahnya, ada beberapa hal yang penting juga buat diperhatikan. 

apa yang seorang ayah lakukan dengan anak perempuannya akan berdampak jauh pada masa depannya. penelitian membuktikan, bahwa seorang anak perempuan yang mempunyai hubungan yang dekat dan baik dengan ayahnya, pada saat dia dewasa, dia akan mempunyai penghargaan yang baik terhadap dirinya sendiri. dan pada saat mereka mulai membangun relasi dengan lawan jenisnya, baik itu saat mereka berpacaran atau menikah, umumnya mereka mampu membangun hubungan yang baik dan harmonis.

“tadinya saya pikir, ibu lah yang harus punya hubungan lebih dekat dengan anak perempuannya. ternyata hubungan dengan ayahnya juga sebegitu penting ya… “

“betul. dengan meniru ibu dan mengamati reaksi ayah, seorang anak perempuan mengembangkan intuisi dan sikapnya dalam berhubungan dengan lawan jenis. dengan cara ini pula si gadis kecil, kelak, akan mengasah kemampuannya untuk berhubungan dengan lawan jenis. karenanya, ayah harus tetap menjaga sikap terhadap ibu di depan anak perempuannya. kenangan hubungan anak perempuan dengan ayahnya membuat ia lebih objektif menilai teman prianya. hal ini juga membekalinya dengan kemampuan menjalin hubungan kasih yang lebih sehat kelak. banyak catatan yang membuktikan, banyak perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual atau kdrt (kekerasan dalam rumah tangga), adalah mereka yang mempunyai pengalaman massa kecil dengan hubungan yang tidak harmonis dengan ayahnya”

“jadi, ternyata bukan cuman ibu aja yang punya banyak pr yaaa… kali ini, bapak juga :D”

“bapaknya sebaiknya berusaha untuk menyediakan lebih banyak waktu untuk anak perempuannya. sekali2, pergilah berdua saja. dengarkan ceritanya. jadilah temannya. dan bangun kedekatan dengannya”

semua keliatan tidak terlalu rumit. tapi pelaksanaannya mungkin ga sesederhana bahasanya. tapi most of all, feeling  saya tentang psikolog bener juga kan? they are very smart. if you don’t feel like calling the genius!😉

2 thoughts on “seri membesarkan anak perawan #2

  1. ini berlaku buat remaja pria juga ga ya?

    yg saya tau emang butuh keterlibatan ayah dan ibunya dalam membimbing anak2nya..thanks for sharing ya🙂

  2. Susan says:

    Lesca, anakku udah masuk masa puber nih..:)
    dan emang susaaaaaaaah sekali… jadi inget masa2 ku dulu, tapi beda sekali.
    yg penting kita dekat dengan mereka mungkin jadi sedikit membantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s