aze

saya ga berhasil mengingat nama lengkapnya. tapi kami semua biasa memanggilnya aze. laki2 muda dengan perawakan kecil. hanya beberapa sentimeter lebih tinggi dari saya. rambutnya keriting kecil2. kulitnya gelap. saya tidak ingat betul, tapi rasanya aze punya sederetan gigi rapi yang selalu dia pamerkan setiap dia ketawa.

saya kenal aze sekitar tujuh belas tahun yang lalu. usia saya waktu itu delapan belas. dan aze beberapa tahun lebih tua dari saya. sekilas penampilannya memang ga terlalu menarik. bahasa indonesianya kadang suka ngaco. bikin komunikasi sering tulalit. kelakarnya lebih sering terdengar garing. dan konon, (maaf) pantatnya sering dirubung laler.

saya dan aze kemudian berteman cukup akrab. kami sering menghabiskan waktu berjam2 untuk bertukar cerita. sebagian besar, saya mendengarkan. dia bercerita tentang kampung halamannya. tentang keluarganya yang hampir semuanya sudah mati. dibunuh.

terakhir kali saya bertemu aze bulan desember tahun 1991. tepat sehari sebelum kami semua meninggalkan campbell river menuju ke vancouver. saya masih ingat jaket yang dipakainya hari itu. jaket berbahan seperti parasut warna hitam. dengan beberapa garis berwarna terang dikedua lengannya.

semua sempat kaget pagi itu. semua mencari aze. tapi aze tidak membiarkan dirinya ditemukan. sampai akhirnya kami kembali ke jakarta.

beberapa bulan kemudian saya menerima supucuk surat dari aze. saya tidak ingat betul apa isinya. terlalu takut untuk membalasnya. seorang teman saya bilang kalau saya harus berhati2. saya bisa saja kena masalah. saya nurut saja.

bertahun kemudian, seorang teman saya cerita, kalau aze sudah menyelesaikan kuliahnya di toronto. saya salut. sayang saya tidak sempat kasih ucapan selamat secara langsung. tapi saya sempat titipkan salam.

dari waktu ke waktu, saya terus mendengar cerita tentang aze dari beberapa teman yang kebetulan masih berhubungan dengannya. sementara kami sendiri tidak pernah berhasil saling menghubungi.

lepas dari apa yang pernah dia lakukan. saya merasa ikut senang dengan pencapaian aze saat ini. saya dengar sekarang aze sudah jadi orang hebat di tanah airnya, di negeri yang baru merdeka itu.

saya punya feeling, kalau orang seperti aze, dengan segala urusan dan kesibukannya saat ini, pastilah bukan tipe seorang blogger atau orang yang suka blogwalking, iseng2 googling untuk mencari teman2 lamanya. jadi ucapan selamat yang saya tulis di sini mungkin tidak akan pernah sempat dibaca aze.

tapi, hey! bukankah hidup adalah tempat keajaiban bermain?

aze, kalau kamu sempat baca tulisan ini, saya hanya ingin kasih ucapan selamat. sekalian saya mau bilang, kalau saya mengerti…

aku tak punya lawan ya tuhan,
tapi kalau pun aku punya lawan,
biarlah kami seimbang dalam kekuatan,
supaya hanya kebenaran yang menang.

khalil gibran.

7 thoughts on “aze

  1. wulan says:

    hahaha… gw inget nih cerita ini….. terutama masalah ‘bokong’nya itu… kalo orangnya beneran baca nih cerita, hati2 aja bu rumah diserbu orang seberang soalnya ngebuka privasi pejabat sana… hihihi….

  2. mom4kids says:

    bokongnya suka di rubung laler ?? piye toh Les ?? bukanya di Canada dingin ?? kok gak pake celana , bingung aku ..hihihi

  3. mengharukan ceritanya. semoga entah kapan akhirnya si aze sempet baca ucapan selamat dari mba… tapi setelah disensor bagian “pan*at” yang laleran itu. hehehe… (*ilang deh selera makan ayam bumbu sereh gara2 baca postingan ini*) hmmphhh…

  4. lescaboma says:

    lesca to te’ tie: segera ya jeng…πŸ˜€

    lesca to wulan: waduh, serem juga ya… kalo gitu mudah2an bhs indonesia aze ga tambah bagus ya… biar doi ga ngerti apa yg gw tulis d sini :-p

    lesca to susie: dirubung lalernya waktu masih di indo jengπŸ˜€ pdhl udah pake celana juga :-p

    lesac to caroline: hehehe…, sori yaaa….πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s