antara rokok dan susu bayi

salah satu karyawan saya, sebut saja mas timbul,  memang punya keistimewaan dibandingkan teman2nya yang lain. dia hobi sekali kasbon.

sekali waktu dia cash bon untuk ongkos kerabatnya pulang kampung. lain waktu, dia kasbon untuk perbaiki motornya yang rusak. pernah juga dia kasbon untuk keperluan anaknya sekolah. tapi yang paling sering, dia kasbon untuk beli susu anak. keperluan yang tentu saja ga bisa saya tolak.

minggu lalu, kembali mas timbul mengajukan proposal kasbon. saya sih sebenernya ga masalah. tokh, akhir bulan nanti saya tinggal memotong semua kasbon itu dari pembayaran gajinya. cuman lama2 kok saya jadi ngerasa ga enak ya? tiap akhir bulan, uang gaji yang dibawa pulang mas timbul buat istrinya kok jadi tinggal sedikit. ga sampe setengah dari upah yang harusnya dia terima. kebanyakan dipotong kasbon…

jadi, waktu terakhir dia mau kasbon, saya mengajak mas timbul bercakap2 sebentar…

“sampeyan mau kasbon buat apa lagi?”

“buat beli susu anak saya bu… sekarang anak saya nyusunya banyak. jadi asi ibunya udah ga cukup lagi. harus ditambah pake susu formula.”

“hmmm…, bagus itu. bapak yang baik itu memang sudah seharusnya memperhatikan kebutuhan anak2nya. saya setuju.”

“buat saya anak2 adalah segala-galanya bu. keperluan anak2 selalu jadi prioritas buat saya. apalagi susu. kesian kalau anak saya kekurangan susu, nanti dia ga bisa tumbuh sehat dan pinter”

“sampeyan bener. cuman kalau saya perhatikan, belakangan ini sampeyan kok sering banget kasbon ya… jadi gaji bulanan yang dibawa pulang buat istri kan berkurang banyak. mungkin sampeyan harus mulai memperbaiki cara mengatur keuangan rumah tangga…”

“iya bu, cuman saya itu kalau sudah urusannya sama susu anak, saya lebih baik ngutang sana sini, yang penting sanak saya bisa beli susu…”

“itu juga saya setuju. kalau saya jadi sampeyan, saya juga pasti akan melakukan hal yang sama… ngomong2, sehari sampeyan biasa ngerokok berapa banyak ya mas?”

“2 bungkus, bu…”

“sebungkus rokok harganya berapa mas?”

“sepuluh ribu, bu…”

“berarti kalau 2 bungkus, sehari sampeyan perlu 20.000 buat beli rokok ya. kalau 1 bulan, berarti 600 ribu ya? banyak juga ya? biasanya sampeyan beli susu anak sebulan berapa kaleng mas?”

muka mas timbul sedikit berubah warna. ah, uh, ah, uh, ga ada kalimat lengkap yang keluar dari mulutnya….

singkat kata, saya mengabulkan permohonan kasbonnya hari itu. hanya harapan saya, malam itu mas timbul akan memikirkan kembali statement2nya hari itu. dan bisa ngeset ulang prioritas hidupnya….

5 thoughts on “antara rokok dan susu bayi

  1. jangan2 kasbonnya buat ngerokok??? semoga dugaan saya salah, semoga mas timbul mau mengorbankan uang rokoknya demi anaknya, kan jd lebih sehat juga bukan??? ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s