nasi tumpeng

walaupun jaman sudah modern, saya masih sangat mencintai nasi tumpeng. #kalimat majemuk tidak setara dan tidak terlalu berhubungan#

buat saya, nasi tumpeng ga cuman kaya dengan rasa, tapi juga sarat filosofi😉

ada banyak jenis tumpeng dalam tradisi jawa, diantaranya:

– ada tumpeng nasi putih (biasanya disajikan dalam acara2 sakral/keagamaan),
– tumpeng robyong (disajikan pada acara siraman atau mantenan adat jawa),
– tumpeng pungkur (saya sering bilang tumpeng horor, karena disajikan saat ada orang yang meninggal),
– tumpeng nasi uduk/nasi santan (sering juga disebut tumpeng sasyakuran),
– tumpeng nujuh bulanan (disajikan saat perayaan kehamilan usia tujuh bulan),
– tumpeng nasi kuning, tumpeng yang biasa disajikan pada acara2 yang menyenangkan. seperti kelahiran anak, ulang tahun, atau sukuran dapet jodoh buat yang masih jomblo😀
– dan lain2, yang saya belum ngerti artinya😀

konon, kata tumpeng berasal dari akronim bahsa jawa: yen metu kudu sing mempeng (bila keluar harus dengan sungguh-sungguh). maksudnya mungkin kalau kita ngapa2in itu harus serius dan sungguh2. jangan asal2an atau setengah2. sementara lauk pauk yang biasa menghiasi nasti tumpeng menurut tradisi berjumlah 7 macam. angka 7 dalam bahasa jawa adalah pitu, maksudnya Pitulungan (pertolongan).

#saya rasa, orang jawa memang suka sekali bikin akronim. mulai dari pak harto yang bikin kelompencapir. sampai anak muda jaman sekarang yang bikin “kalah curhat”: kau telah mencuri hatiku…. #

jaman sekarang, tumpeng udah banyak mengalami modifikasi. mereka yang bosen dengan tumpeng bentuk kerucut, mulai nyoba bentuk arsitektur lain seperti piramida atau bentuk kotak/lingkaran yang disusun mengecil ke ke atas (kayak model kue ulang tahun). ada juga yang bereksperimen dengan bentuk oval, bahkan jantung hati. apakah bentuk arsitektur baru itu masih bisa disebut sebagai nasi tumpeng? entahlah. saya dulu kuliah di jurusan akuntasi😉

dari sekian banyak jenis tumpeng, yang jadi favorit saya tentu saja tumpeng nasi kuning. walaupun sekarang sudah ada sushi tei dan mc donald, saya masih sering menyajikan tumpeng nasi kuning ini untuk acara2 sukuran keluarga di rumah. seperti saat ada yang berulang tahun, sukuran pindah rumah, atau sukuran udah bisa nyetir😀

ada 2 alasan kenapa saya suka sekali dengan tumpeng nasi kuning. pertama karena rasanya yang enak bukan buatan. dan yang kedua karena saya ingin turut melestarikan tradisi dan budaya bangsa. sama sekali ga ada hubungannya sama sajen atau dewa dewi di gunung semeru.

saya yakin bayak orang yang doyan menyantap nasi tumpeng, tapi mungkin ga semuanya ngerti filosofi yang ada dibaliknya. setiap bentuk dan lauk nasi tumpeng punya arti sendiri2.

tumpeng nasi kuning
bentuk tumpeng yang menjulang menyerupai gunung menggambarkan kemakmuran sejati. air yang mengalir dari gunung akan menghidupi tumbuh-tumbuhan. sementara nasi yang warnanya kuning menggambarkan kejayaan dan kesuksesan. (#mungkin itu sebabnya kenapa orang2 kaya suka pake perhiasan emas yang kuning kinclong ya?#)

ayam ingkung
yaitu ayam jago (jantan) yang dimasak utuh (ingkung), adalah symbol menyembah Tuhan dengan khusuk (manekung) dengan hati yang tenang (wening). menyembelih ayam jago juga mempunyai makna menghindari sifat-sifat buruk yang dilambangkan oleh ayam jago, antara lain: sombong, congkak, kalau berbicara selalu menyela dan merasa tahu/menang/benar sendiri (berkokok).

ikan lele atau bandeng
ikan lele tahan hidup di air yang tidak mengalir dan di dasar sungai. ini merupakan simbol ketabahan, kesabaran dan keuletan serta kemampuan untuk bertahan hidup dalam situasi ekonomi yang paling sulit sekalipun. sementara ikan bandeng yang punya banyak duri, adalah simbol dari rejeki yang berlimpah.

teri pethek
teri/gereh pethek adalah simbol kebersamaan dan kerukunan. karena di laut, mereka selalu hidup bersama2/bergerombol. kecuali kalau ada 1-2 teri yang kesaasr, seperti nemo😀

telur
telur lauk nasi tumpeng biasanya dimasak pake bumbu pindang, dan disajikan utuh dengan kulitnya.ketiga bagian/lapisan telur ini (kulit, putih telur dan kuning telur) adalah simbol dari etos kerja yang baik. yaitu terencana, tepat perhitungan dan diselesaikan dengan tuntas.

sayur mayur
jenis sayur mayur yang biasa disajikan sebagai lauk tumpeng antara lain:

– kangkung,untuk jinangkung yang berarti melindung, tercapai.
– bayam (bayem), untuk ayem, tentrem,
– taoge/cambah, melambangkan sesuatu yang tumbuh,
– kacang panjang, menggambarkan pemikiran yang jauh ke depan. ada juga yang bilang, kalau kacang panjang juga bicara tentang umur panjang.
– brambang (bawang merah) yang melambangkan mempertimbangkan segala sesuatu dengan matang baik buruknya,
– cabe merah diujung tumpeng merupakan symbol dilah/api yang meberikan penerangan/tauladan yang bermanfaat bagi orang lain.
-kluwih, berarti linuwih atau mempunyai kelebihan dibanding lainnya.

anyway,

tumpeng atau nasi kuning pada umumnya dimasak dengan menggunakan bumbu kunyit dan santan. tapi karena saya lagi diet, maka nasi kuning bikinan saya ini sama sekali ga mengandung santen. malah, dalam rangka meningkatkan konsumsi serat, nasi kuningnya saya kasih campuran agar2 bubuk. rasanya? ga kalah enaknya sama nasi kuning yang bersantan. malah lebih enak, karena makannya ga pake mikir atau merasa bersalah😀

nasi kuning tanpa santan a la lesca.
bahan:
1 kg beras
100 gr kunyit, kupas, parut, peras airnya. supaya warna kuningnya bagus, pilih kunyit yang sudah tua
8 siung bawang merah
5 siung bawang putih
5 lembar daun jeruk
3 lembar daun salam
2 lembar daun pandan
2 batang serai, memarkan
k/l 1 liter air
1 bungkus agar2 bubuk tanpa warna
minyak untuk menumis
garam secukupnya

cara bikinnya:
– haluskan bawang merah, bawang putih dan sedikit garam, tumis hingga harum
– masukan serai, daun jeruk, daun salam dan daun pandan, aduk rata
– tambahkan air, biarkan sampai mendidih
– masukan air perasan kunyit, aduk
– tambahkan garam secukupnya
– masukan beras yang sudah dicuci bersih
– masukan bubuk agar2, aduk rata
– masak beras hingga airnya sat
– kukus beras hingga matang.


 

2 thoughts on “nasi tumpeng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s