Belajar bikin kopi.

IMG_3658

Apa susahnya beli kopi sachet yang tinggal seduh air panas? Atau kalau mau yang lebih fancy , jalan ke café, pesan dan duduk manis menunggu kopi siap dihidangkan?

Ga ada susahnya.

Tapi kadang, sedikit merepotkan diri sendiri untuk menyiapkan secangkir kopi, mulai dari biji, bisa jadi pengalaman yang unik dan menyenangkan.

So, making coffee from scratch, why not?

IMG_3007

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan mengunjungi salah satu desa tradisional tercantik di Indonesia, Waerebo di Flores, Nusa Tenggara Timur. Butuh waktu 4 jam perjalanan mendaki dari pos pertama di desa Denge untuk sampai di Waerebo. Letaknya yang berada di ketinggian sekitar 1200 mdpl membuat desa ini menjadi tempat yang sangat cocok buat perkebunan kopi. Di sekeliling desa memang banyak terdapat perkebunan kopi milik masyarakat yang dikelola dengan cara yang sangat tradisonal (tanpa pupuk atau pestisida, tanpa alat dan mesin canggih) dan hasilnya adalah biji kopi organik berkualitas sangat baik. Sebagian hasil kebun kopi itu dikonsumsi sendiri oleh penduduk Waerebo dan sebagian lagi dijual di pasar di Denge. Biasanya setiap hari Senin mereka akan turun ke Denge dengan membawa kopi, dan kembali ke Waerebo dengan membawa bahan makanan seperti beras, gula dan telur.

Sore itu udara di desa Waerebo sangat dingin. Hujan baru saja berhenti dan kabut masih menari-nari centil. Semenit datang, semenit kemudian pergi, sesuka hatinya saja. Pak Ben, salah seorang penduduk desa mengundang saya dan beberapa kawan Jaganti mampir ke rumahnya untuk mencicipi kopi hasil panen kebunnya. Saat saya sampai di rumahnya, terlihat ibu Ben sedang asik duduk di depan tungku sambil menyangrai biji kopi. Aroma kopi yang harum memenuhi ruangan tempat kami ngobrol sambil ngopi. Menenun kain dan membuat kopi adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh hampir semua perempuan dewasa di Waerebo.

IMG_5292

Sore itu saya meninggalkan rumah pak Ben dengan menenteng 2 kantong plastik berisi biji kopi Robusta dan Arabica, masing-masing 1 kg.

cf84ed58-3fba-418a-995a-a2c09f603b47

Beberapa hari yang lalu saya akhirnya berhasil mengumpulkan semangat dan nyali untuk mengolah green bean yang saya bawa dari Waerebo, dengan cara tradisional seperti yang diajarkan bu Ben. Pekerjaan terberat adalah menyangrai biji kopinya. Saya sempat merinding waktu membayangkan 2-3 jam yang akan saya habiskan di depan kompor dan wajan panas. But, it is not something that I will do on daily basis. So, let’s just do it!

34ae38d0-5583-4e7f-b32c-14e5a436bd58

Green bean yang saya bawa dari Waerebo adalah green bean yang sudah dibersihkan dari kulit arinya. Jadi sudah bisa langsung disangrai. Wajan berbahan baja biasanya dipilih karena bisa membantu panas menyebar dengan sempurna. Tapi kalau ga ada, wajan berbahan alumunium pun jadilah. Untuk sutilnya pilih sutil dari bahan kayu supaya ga panas, karena proses menyangrai biji kopi ini bisa makan waktu berjam-jam, jangan sampai tangan kita melepuh gara2 kelamaan pegang sutil panas. Karena ga punya tungku atau kompor kayu bakar, kemarin saya pake kompor gas. Besarnya api perlu selalu diperhatikan, kalau sudah terlalu panas, kecilkan. Kalau terasa mulai kurang panas, besarkan.

b25c651b-34e7-41a2-bcac-412cc7f0ea2b

Setelah 2 jam berjibaku dengan wajan panas, peluh bercucuran dan lengan yang pegal karena tidak berhenti2 mengaduk biji kopi, akhirnya saya mendapatkan biji kopi matang dengan warna hitam sesuai harapan. Selama proses menyangrai, berkali2 saya mencicipi biji kopi untuk memastikan rasanya sudah sesuai, seperti rasa biji kopi buatan bu Ben yang saya ingat.

b8cb66a0-836d-4432-befc-3ebf7d0d05ab

Untuk menghaluskan biji kopi yang sudah matang, saya menggunakan jasa mesin coffee maker. Ga sanggup kalau harus menumbuk biji kopi sampai halus dengan menggunakan lesung dan alu.

df8f656e-f126-48be-88eb-b27f09d60b84

Saya memang belum jadi pencinta kopi. Pengetahuan saya tentang kopi juga masih sangat cetek. Tapi pertemuan saya dengan para petani kopi di Flores kemarin, dan pengalaman pertama saya membuat kopi sendiri secara tradisional, definitely telah mengubah cara pandang saya terhadap kopi.

IMG_5291

Dan yang pasti, rasa secangkir kopi yang kita dapat melalui sebuah perjuangan akan menyuguhkan rasa dan sensasi akan sangat istimewa 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s