dalam rangka memperingati hari kesaktian pancasila yang jatuh di bulan oktober ini, wiken kemarin saya ngajak anak2 jalan2 ke monumen pancasila sakti di daerah lubang buaya, jaktim.
dan ga kayak jaman saya es de dulu, dimana pancasila sebagai ideologi bangsa bener2 naplok dan ngelotok di kepala, anak saya yang kelas 2 es de sama sekali ga apal sama isi pancasila. katanya belum diajarin di sekolah 😦 sedih dan miris banget saya dengernya.
ya sudah, kalau emang belum diajarin di sekolah, sekarang kita belajar sendiri aja dulu… 😉
monumen pancasila sakti dibangun atas gagasan mantan presiden soeharto. dibangun diatas tanah seluas 14,6 hektar dengan tujuan mengingat perjuangan para pahlawan revolusi yang berjuang mempertahankan pancasila dari ancaman ideologi komunis.
karena dikelola sama tentara, area monumen ini keliatan cukup bersih dan terawat. pohon2nya rindang, rumput2nya juga hijau cepak seperti permadani. untuk bisa masuk ke areal monumen kita cuman perlu bayar tiket masuk rp. 2,500/orang. kemarin saya bayar 21 ribu dan dapet 4 tiket masuk, sumbangan pmi, stiker pancasila dan 1 buku panduan. pengunjung bisa dateng setiap hari. dari jam 9 pagi sampe jam 4 sore.
ada 3 bagian utama dari komplek monumen ini. museum pengkhianatan pki, paseban dan monumen pancasila sakti. museum dan paseban berisi berbagai diorama yang menurut saya bagus banget! berbagai kejadian sejarah yang berhubungan dengan pemberontakan pki dari tahun 1945 sampai 1966 disajikan dengan apik di sana. bikin kuduk saya berdiri. merinding.
di areal monumen, kita bisa liat2 bangunan2 yang dulu dipake pki buat menyiksa para petinggi tni. termasuk rumah komando, dapur umum, sumur maut tempat pki ngebuang jasad2 para pahlawan revolusi, dan tentu saja monumen pahlawan revolusi yang majang patung ke-7 pahlawan. di rumah penyiksaan ada diorama dengan patung2 seukuran manusia asli yang menggambarkan situasi saat penyiksaan dilakukan. lengkap dengan backgroud suaranya.
walaupun ini bukan study tour, tapi saya berharap anak2 bisa belajar sedikit tentang sejarah besar bangsanya. supaya nasionalisme mereka juga bisa terbangun. dan rasa cinta tanah air bisa tertanam di hati mereka.
selesai mengunjungi ke3 areal tadi, kita bisa langsung cari makan siang di plaza pondok gede, tamini square atau ke plaza indonesia kalau mau yang rada jauh 😛
yang lucu, dalam perjalanan pulang benaia sempet nanya: “lho buk, kita ga jadi ke lubang buaya?”
hehehe…, next time mungkin kita perlu jalan2 ke kebon binatang ya nak… 😀
eniwei, ini ada beberapa foto oleh2 dari lubang buaya kemarin. lengkap, tanpa buaya 😀





