tadi pagi, waktu saya mandiin benaia sebelum berangkat sekolah:
“be, nanti bilang sama ibu yanti kalau ikannya benaia udah mati ya…”
“jangan, ibu! aku takut…!”
“lho, takut kenapa? bu yanti ga akan marah kok be….”
“aku bukan takut ama ibu yanti… aku takut ama ibu ikannya… kan anak2 ikannya udah aku matiin….”

jum’at siang, benaia pulang dari sekolah dengan bawa oleh2 2 ekor ikan kecil dalam sebuah kantung plastik. dia senaaaannggg sekali. sampai rumah yang pertama bebe kerjain adalah mamerin ikan2nya sama semua orang.
saya lalu ngasih benaia 1 toples kaca kecil buat tempat tinggal 2 ikan kecil itu. harapannya, umur ikan2 itu bisa rada lamaan.
sesudah dipindah ke rumah barunya, benaia langsung kasih makan ikan2 kecil itu. karena adanya cuman nasi, jadilah 2 ikan kecil itu makan nasi sampai kekenyangan 😀
ga lama, ibu pergi ke pasar untuk membeli kangkung. karena bapak hari itu minta dibikinin cah kangkung kesenengannya. sebelum berangkat, bapak sama ibu sudah wanti2 benaia, supaya ikannya jangan terlalu banyak diuyel2.
sejam kemudian, saya kembali dari pasar, langsung terima laporan dari benaia, kalau salah satu ikan kecilnya sudah meninggal.
“bu, ikanku yang satu udah mati…”
“lho, kenapa bisa mati?”
“aku ga tau, bu… aku ga matiin kok. dianya mati sendirian aja….”
saya lalu menyuruh benaia untuk memakamkan ikan kecilnya di halaman belakang rumah.
beberapa menit kemudian, benaia datang lagi dengan info terbaru, ikan kecilnya yang satu lagi juga sudah megap2. masih hidup, tapi nafasnya sudah keliatan berat. ternyata ga lama kemudian, dia juga menyusul saudaranya. mereka berdua dimakamkan berdampingan.
saya bisa mengerti, kenapa benaia agak takut ketemu ibunya si ikan tadi pagi….