my lovely berries


tidak dikenali
September 26, 2007, 9:35 pm
Filed under: Other Stories

komentar kedua anak saya waktu liat foto ibunya 7 tahun yang lalu…

Bianca:
+
“Ini foto bapak sama siapa, bu?”
- “O, itu ibu nak…
+ “Bukan! Ini tante!

Benaia:
+ (sambil nunjuk2 foto bapaknya) “babap… babap…”
- “iya, itu bapak nak… kalau ini siapa?” (saya menunjuk gambar perempuan muda disebelahnya)
+ (geleng2 kepala)
- “itu ibu nak….”
+ “waakkk…” (sambil geleng kepala dan ngeluarin lidahnya. mungkin dalam hatinya benaia berpikir: emangnya gw bisa diboongin gitu aja….)

Well, i guess i have changed a little …. :(



melestarikan tradisi lungsuran
September 25, 2007, 11:36 am
Filed under: Journal

be-tkk5.jpg

setiap tahun, bianca selalu dapet jatah satu stel pakaian olah raga baru dari sekolahnya. tahun ini adalah tahun ketiga. jadi bianca sudah punya tiga stel pakaian olah raga yang sama persis. kecuali ukurannya yang sedikit lebih besar sekarang :D

karena bianca cuma perlu 1 stel baju olah raga, jadi yang 2 stelnya dilungsurin buat benaia aja. ternyata dengan baju itu, bebe bener2 keliatan seperti anak tk sungguhan :D



baju ketek
September 20, 2007, 10:56 am
Filed under: Journal

sore2 di rumah. iseng nonton salah satu acara infotainment sama bianca…

+: Bi, kalo udah besar mau ga jadi pemain sinetron?

-: Ga mau ah Buk!

+: Kenapa Dek?

-: Yaaa…., karena orang2 itu aja pake bajunya keliatan ketheknya semua….

**PS**
sudah sekitar dua bulan belakangan ini bianca memang sudah ga mau lagi pake baju model2 yang keliatan ketheknya. katanya malu. saya tanya malu sama siapa. dia bilang malu sama siapa aja…. :D
ya sudahlah…., kita kan harus menghargai kebebasan memilih pada anak ya ;-)

seandainya ukuran baju kita sama ya Nak….



eight weird habits :D
September 19, 2007, 12:51 pm
Filed under: Uncategorized

kemaren sore dapet lemparan pe-er dari bunda pembimbing pramuka kita. lumayan….., dari pada dapet lemparan sendal jepit atos… :D

kali ini tentang 8 kebiasaan saya…

1. bangun tidur ku terus makan. hamil ga hamil. biar cuman sepotong roti atau semangkuk mie instant. pokoknya isi perut dulu, baru ke kamar mandi.

2. ga suka baca koran. tulisannya kecil2, lembaran kertasnya gede banget, susah megangnya. kadang lagi enak2 baca satu artikel, tiba2 harus cari lanjutannya di halaman sekian kolom sekian. repot :( lebih enak ngakses detik.com aja… :D

3. addicted to uncle google. beliau bukan saja membuat hidup saya menjadi lebih mudah, tapi juga bikin saya selalu keliatan sedikit lebih pintar ;-)

4. selalu pesan lunch paling tidak 30 menit sebelum waktunya. saya punya penyakit maag… ;-)

5. senang berkhayal. setidaknya setengah jam dalam sehari saya habiskan buat menghayal dan membangun mimpi2 saya :D entah itu di kamar mandi, di meja makan, atau dalam perjalanan ke kantor.  mulai dari menghayal jadi fotografer, penulis profesional, pengusaha katering yg  sukses, jalan2 keliling eropa sampai besanan sama pangeran charles :D

6. suka ngumpulin kertas2 dan bon2 dalam tas. ini adalah habit saya yang paling sering dikomplen sama suami. suami saya paling jijik kalo udah liat isi tas saya. katanya kayak tong sampah. kalau tiba2 ada kecoak atau  tikus yang beranak dalam tas saya pasti ga ketauan :D

7. pelupa. ga bisa diceritain satu per satu. yang jelas sudah terlalu banyak masalah yang menimpa saya gara2 kebiasaan (atau sifat bawaan ya?) yang satu ini…. :(

8. seneng me-reka2 dan mencari arti nama2 bayi. kalau bisa semua orang saya kenal, temen, sodara atau tetangga saya yang baru punya anak pengen saya kasih nama anaknya… ;-p

sebenernya itu cuman delapan dari sekian banyak habits saya yang sifatnya biasa2 saja. yang bagus2 saya simpen buat sendiri aja. kalau ditulis di sini, takut ntar dibilang sombong :D

eniwei, sesuai peraturan yang berlaku, pe er ini saya lanjutkan ke sodara2 berikut ini ya…. dengan pesan: empat tambah empat sama dengan delapan. sempat tidak sempat harus dikerjakan… :D

1. Budhe Dena
2. Jeng Emma, kalo udah lebih leluasa ngenet… ;-)
3. Jeng Dian
4. Mama Aura
5. Mamanya Laura
6. Melanie
7. Eliza
8. Jeng Ratih, kalo lagi ga sibuk sama pesenan kuenya :D

 

Undang-undang tag :

1. Each blogger must post these rules
2. Each blogger starts with eight random facts/habits about themselves
3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their eight things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose eight people to get tagged and list their names.
4. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read ur blog.



rara & rere
September 18, 2007, 2:02 pm
Filed under: Other Stories

ada 2 orang teman main bianca, yang setiap kali saya denger namanya, mata saya suka tiba2 mbrebesmili. sebut saja rara dan rere. umur mereka semua sebaya.

rara adalah anak kedua dari tiga bersaudara. kakak laki2nya sekarang duduk di bangku SD, sedangkan adik perempuannya sedikit lebih tua dari benaia. rambut rara lurus dipotong pendek model dora. mukanya bundar dengan pipi2 yang agak tembem. hidungnya standard, tidak terlalu mancung. matanya bulat dan gigi2 susunya sudah mulai roges. sekilas, tidak keliatan ada yang salah dengan kehidupan rara. kedua orang tuanya bekerja. rara dan kakaknya lahir di amerika, saat itu ayah mereka sedang belajar di sana.

satu hal yang bikin saya impressed adalah nafsu makan rara yang jauh lebih baik dari bianca. menurut cerita mbak inem, rara selalu menghabiskan 1 porsi makannya, apa pun lauknya. padahal katanya, porsi makan yang dikasih ke rara hampir sama besar dengan porsi makan orang dewasa. namun tanpa komplen, rara akan menghabiskannya. saya sempat iri, andai saja anak saya bianca punya nafsu makan sebaik itu…

suatu sore, rara datang menjemput bianca & benaia untuk jalan2 sore di sekitar rumah kami. seperti yang sudah jadi kebiasaan mereka. saya sempat melihat butiran keringat yang mungucur di wajah bundar rara, kelihatannya karena baju yang dipakainya memang tidak terlalu nyaman. bahannya tebal dan agak kasar dengan warna yang mencolok. jelas keliatan kalau dia tidak nyaman dengan bajunya. mungkin rara memang tidak punya kebiasaan protes sama mbak2nya, dan nrimo saja dengan apa yang disodorkan mereka. saya dengar, ibu rara memang sangat sibuk dengan pekerjaannya, jadi biasanya mbak2nya yang mengurus semua keperluan rara dan adik kakaknya. termasuk membelikan baju2 mereka. rasanya saya ingin bilang sama mbaknya, kalau di pasar pondok gede juga dijual pakaian anak2 yang terbuat dari bahan kaus dan katun yang cukup nyaman dipakai. harganya mulai dari lima belas ribu rupiah satu stel.

di hari yang lain, saya juga sempat melihat bagaimana mbaknya rara menyuapi anak2 asuhnya. satu sendok munjung nasi dan lauknya dipaksa masuk ke dalam mulut kecil rara yang dengan sedikit kerepotan berusaha menatanya di dalam mulutnya untuk kemudian mengunyahnya.  rara sempat menunjukkan muka protes. tapi mbaknya langsung bilang: “kalo ga mau makan, nanti mbak pulang kampung aja!” no wonder rara selalu menghabiskan makanannya :( 

minggu lalu, saat saya baru pulang dari kantor, bianca cerita kalau malam sebelumnya rara jatuh waktu sedang main2 di tangga mesjid di dekat rumah kami. tulang lengan kirinya retak. tangannya bengkak dan sekarang harus diperban dan digendong dengan sepotong kain. katanya mbaknya sedang ngobrol sama temennya waktu rara jatuh. malam itu rara kesakitan dan sama sekali tidak bisa tidur sampai besoknya dia dibawa ke tukang urut. anak jatuh itu memang biasa. kedua anak saya juga pernah jatuh. bianca malah pernah jatuh terantuk batu waktu kami sedang jalan2 ke kebun binatang ragunan, bibirnya sobek dan berdarah. tapi membayangkan rara kecil menangis semalaman, menahan sakit, menunggu tibanya besok, rasanya saya ga bisa ga mbrebesmili:(

rere punya cerita yang berbeda. ibunya meninggal karena sakit beberapa tahun yang lalu. sekarang ia tinggal dengan ayah dan beberapa orang kakaknya. perawakan rere tinggi langsing. proporsional :D dia suka bersepeda sore2 di sekitar tempat tinggal kami. dia tidak pernah memakai baju yang berbahan kasar dan panas, atau dipaksa mengunyah satu sendok penuh nasi dan lauknya. tapi tetap saja, kalau menlihat raut wajahnya, saya masih suka mendadak mbrebesmili.

dulu saya sempat mengenal pengasuhnya, namanya saya lupa. wajahnya saya masih ingat betul. tidak terlalu cantik, tapi keliatan cukup sayang dan perhatian sama rere. sudah hampir satu tahun ini saya tidak pernah melihatnya lagi. kata rere dia sedang pulang kampung. nanti juga mau balik lagi. hanya rere juga ga pernah tau kapan :(

beberapa hari yang lalu rere berkunjung ke rumah kami. dia membawa sebuah dompet kecil berwarna coklat. di dalamnya ada sepotong foto perempuan setengah baya. ibunya. saya ga bisa menahan rasa ingin tahu saya dan bertanya sama rere, apakah dia kangen sama mamanya. pertanyaan bodoh, saya tahu :(. rere bilang kalau dia masih menyimpan semua baju ibunya. “setiap aku kangen sama mama, aku tinggal pake aja baju2nya mama.” begitu jawaban lugunya.

sombong sekali saya ini, kalau berani bilang bahwa kedua anak ini kurang beruntung. karena mungkin saja mereka bahagia dengan hidupnya sekarang. dan yang pasti, saya yakin kalau PENJAGA mereka juga tidak pernah tertidur.

kiranya TUHAN senantiasa menjaga dan melindungi kedua malaikat kecil itu.  menjadi ibu dan sahabat buat mereka, from time to time

and for my own children, may GOD give me enough time and change. to hold, to hug and to kiss them… 



menjadi seperti teman
September 14, 2007, 3:18 pm
Filed under: Journal

ada pepatah yang bilang: “tell me who your friends are, and I will tell you who you really are…”

mungkin benar juga. setidaknya hal yang mendekati terjadi sama kedua anak saya. di usianya yang ke lima tahun, bianca memang gampang sekali ‘terbawa’ dengan karakter teman2 dekatnya. maksudnya: teman yang sedang dekat sama dia… :D

di sekolah, bianca punya seorang teman dekat bernama alexandra. kalau saya lihat sepintas, alexandra ini memang terlihat agak dewasa. temuwo, kalau kata orang jawa. baik dari caranya berpikir dan bertutur, terlebih dari caranya berdandan :D

ini beberapa buktinya:

percakapan bianca dan mbak inem beberapa hari yang lalu, yang ga sengaja sampai ke telinga saya:

+: “Mbak, sekali-sekali aku pengen nonton sinetron Cincin dong…”
-: ” Lho, kenapa kok bianca tiba-tiba pengen nonton sinetron cincin?
+: “Iya.., soalnya kata alexnadra, sinetron itu bagus banget lho Mbak…”
-: “Tapi kata ibu kan bianca ga boleh nonton sinetron…”
+: “Ya sudah…. Kalo suster ngesot?”

atau seperti percakapan bianca dan saya jumat pagi minggu lalu, waktu saya sedang mendandani bianca dengan make up seadanya buat acara lomba nari tingkat TK se Jakarta Timur:

+: “Bu, emang ibu punya dandanan yang buat merah2 pipi?”
-: “Tenang aja. Pokonya ntar Ibu akalin. Beres deh!”
+: “Ibu punya bulu mata palsu ga?”
-: “Hah? Buat apa?”
+: “Kata alexandra, dia mau pake bulu mata palsu pas nari nanti Bu… Kalau ibu punya, aku juga mau pake….”

bb-alexandra.jpg

Lain bianca, lain juga benaia. mungkin karena terlalu kerap bergaul dengan mbak inem dan mbak munah di rumah, benaia cenderung punya naluri dan semangat bekerja seperti kedua teman mbak dekatnya…. :D

benaia-nyapu.jpg



oom mulyana
September 11, 2007, 6:07 pm
Filed under: Other Stories

bukan mulyana w. kusumah. atau mulyana kembarannya mulyani. yang ini mulyana kenalan saya. laki-laki sepertiga baya. dengan enam anaknya.

kalau baca cerita jaman nabi2 dulu, punya 6 orang anak memang bukan hal yang aneh. yakub saja punya 13 orang anak, 12 laki2 dan 1 perempuan. tapi jaman sekarang? 6 orang anak, agak jarang ya? apalagi kalo mereka berasal dari keluarga yang biasa2 saja. bukan penganut kepercayaan yang mengharamkan penggunakan kontrasepsi KB, atau keluarga konglomerat yang ga pernah mikir berapa harga susu atau biaya sekolah jaman sekarang, atau keluarga yang mewajibkan adanya kelengkapan jenis kelamin anak2 mereka.

bukan hanya jumlah dan jenis kelaminnya saja yang menarik dari anak2 oom mul ini. tapi lebih pada proses terjadinya :D

oom mul dan istrinya bukan model suami istri yang kompak. yang selalu runtang-runtung ke sana kemari kayak sendok sama garpu. walaupun mereka tinggal serumah, mereka jarang bertegur sapa apalagi ngobrol berdua sambil makan pisang goreng dan minum teh panas di teras rumah. oom mul hampir selalu meninggalkan rumah tanpa berpamitan sama bu mul. bu mul sendiri mungkin ga pernah tau kapan suaminya terakhir menyikat giginya :-p. konon bertahun-tahun mereka hidup dengan life style itu.

menurut pengakuan oom mul, dulu sebenernya dia ga terlalu suka sama bu mul. mungkin karena bu mul memang tipe perempuan sederhana yang ga suka berdandan dan cenderung keliatan kurang atraktif. tapi agresif :D Rupanya TUHAN punya rencana sendiri. mereka dibuat berjodoh. dan per hari ini, mereka sudah menikah selama lebih dari tiga belas tahun!

ketika pertama kali saya kenal oom mul, anaknya baru 5 orang. pendowo limo. namanya saya tidak hapal satu persatu. apalagi karena oom mul hampir tidak pernah bercerita kepada saya tentang kelima anaknya. dua bulan yang lalu saya mendengar kabar kalo bu mul sedang hamil lagi. walaupun menurut pengakuannya dia sama sekali ga menyangka istrinya bisa hamil lagi, tapi oom mul tetap berdoa, mudah2an yang sekarang anaknya perempuan.

hari rabu sore, iseng2 saya tanya sama mbak inem, yang karena kebiasaannya nemenin anak2 ngider2 sore di komplek, jadi banyak tau tentang perkembangan dan gosip seputar rw 02, kapan kira2 bu mul akan melahirkan. mungkin masih lama, kata oom mul sekarang bu mul baru hamil 6 bulan saja.

hari jum’at pagi, saat kami sedang sarapan, suami saya terima sms dari oom mul, memberi kabar kalau tadi malam bu mul sudah melahirkan anak mereka yang keenam. prematur? bukan, cuman oom mul saja yang ternyata ga tau persis kapan istrinya mulai mengandung :D

sayangnya doa oom mul belum dikabulkan TUHAN. entah karena berdoanya yang kurang serius, atau semata2 karena kromosom x-nya lebih dominan, atau lingkungan sekitar organ pentingnya bu mul cenderung lebih bersifat basa, anak keenam yang dilahirkannya berjenis kelamin laki2 lagi…

sebenernya, yang agak mengganggu pikiran saya bukan jenis kelamin anak keenam bu mul, tapi lebih pada bagaimana bu mul bisa terus2an melahirkan anak2 buat oom mul padahal mereka jarang sekali bersama-sama…. 

 ah, sudahlah…. itu kan urusan pribadi mereka… ;-)



menjelang tujuh belas
September 9, 2007, 7:09 am
Filed under: Journal

be-17-mo-2.jpg

benaia nyaris tujuh belas bulan,
beratnya nyaris tujuh belas kilo :D

be-17-mo-1.jpg

makin pinter, makin ga bisa diem,
makin sering ‘gangguin’ mbakyunya,
makin ganteng & rajin bekerja,
makin keliatan keras kepalanya,
makin mirip sama Bapaknya…. :D

terima kasih buat benaia ya TUHAN….



nonton berdua
September 4, 2007, 11:24 am
Filed under: Other Stories

akhirnyaaa…., bisa juga jalan berdua-duaan saja dengan bapaknya anak… :D

bourne-dlm.jpg

Nonton bourne ultimatum di citos. Keren banget! Teknologi GPS dan perabotan intelijen yang dipamerin di felm ini jauh lebih menarik dari yang dipake di Bourne Identity dan Bourne Supremacy :D

Seperti biasa, saking dalamnya penghayatan saya terhadap felm ini, malemnya saya mimpi jadi jagoan :D dengan badan selangsing Pamela Landy, bergerak cepat segesit Jason Bourne, dan punya sepatu jaket kulit sekeren punyanya Nicky Parson ;-p