to china with love. part 10
Posted: March 14, 2012 Filed under: traveling | Tags: china, guangzhou 2 Comments »dari sun yat sen memorial park, perjalanan kami lanjutkan ke yuexiu park. yup! another park…
yuexiu park ini adalah taman kota terbesar di guangzhou. luasnya mencapai 860 ribu m2. saking luasnya, taman ini jadi lebih mirip hutan lindung. kontur tanah di taman ini bentuknya seperti perbukitan. jadi kalau kita jalan2 menjelajahi yuexiu park ini memang harus siap naik turun. jalan2 sekalian olah raga.
saat kami berkunjung ke sana, taman kota itu ramai dengan pengunjung. ada wisatawan, banyak juga penduduk lokal yang berekreasi di sana. ada yang duduk2 sambil ngobrol, main kartu atau makan2. ada yang berolah raga senam pernafasan, ada yang latihan dansa, main sepeda, main bola… pokoknya seru banget!
salah satu obyek wisata di yuexiu park yang jadi incaran pengunjung adalah patung five goats. letaknya di puncak bukit. perlu sedikit perjuangan untuk sampai ke situ. ada yang bilang, katanya belum resmi ke guangzhou kalau belum foto2 di depan patung five goats ini. jadi, to make it official, kami sekeluarga pun berfotolah di depan patung lima ekor kambing itu.
yang bikin patung five goats itu jadi sesuatu yang menarik adalah cerita legenda dibaliknya. alkisah, 2000 tahun yang lalu guangzhou pernah dilanda bencana kelaparan. dan penduduk guangzhou pun berdoa memohon pertolongan para dewa. suatu hari, 5 orang dewa turun ke guangzhou mengendarai 5 ekor kambing. kelima dewa itu membawa bibit2 padi untuk para petani dan penduduk yang kelaparan. setelah saat itu, kehidupan penduduk pun membaik. para petani mulai bisa bercocok tanam dan memanen padi lagi. setelah bencana kelaparan berakhir, kelima dewa kembali pulang ke khayangan. sementara kelima kambing itu tetap tinggal di bumi, dan menjadi penjaga rakyat guangzhou.
selesai berfoto2 dengan para kekambing itu, kami berjalan menuruni bukit dan sampai di sebuah lapangan. sambil beristirahat dan ngobrol2, anak2 dan bapak mencoba sebuah permainan tradisional disana: sepak bulu. mirip dengan sepak takraw. cuman kalau sepak takraw yang ditendang2 itu bola rotan, kalau sepak bulu ini yang jadi obyek tendangan adalah sebuah mainan kecil dengan bulu ayam di atasnya. mirip kok yang biasa dipakai untuk badminton.
bagian dari yuexiu park yang kami jelajahi hari itu memang cuman se-upil. kalau mau bener2 mengeksplorasi the whole park, mungkin butuh waktu 2 hari. some other time laaahh…
dari yuexiu park perjalanan kami lanjutkan ke qing ping market.
qing ping market sudah ada sejak tahun 1979 dan sampai sekarang masih menjadi street market terbesar di guangzhou. qing ping market ini bentuknya memanjang sepanjang sekitar 1 km dengan ratusan kios di sepanjang tepi, kiri dan kanannya.
qing ping market terkenal sebagai pusat penjualan bahan2 makanan dan obat2an yang sudah dikeringkan. seperti jamur, berbagai umbi, ular, kaki kijang, kalajengking, tokek, dan masih banyak yang lainnya. selain dried materials itu, di sana juga dijual beberapa jenis binatang, seperti anjing, kucing, ikan dan kura2. ada juga beberapa toko yang menjual asesoris untuk hewan peliharaan. seperti mainan buat hamster, rantai anjing, dog dan cat food, kandang burung dll. anehnya, walaupun pasar ini dipenuhi dengan barang2 tadi, aromanya ga terlalu menyengat menurut saya. jalanan sepanjang pasar ini juga terhitung cukup bersih.
selain barang2-nya yang unik, pengalaman lain yang bikin kunjungan ke qing ping market ini menjadi tak terlupakan adalah karena saya harus menggendong iyek yang tidur sambil jalan sejauh ratusan meter. gantian sama bapak sih… tapi ya lumayan juga. berasa kayak manggul karung beras… tapi ga apa2 deh. mendingan berat2 gendong iyek dari pada iyek digendong sama orang lain, terus dibawa kabur. kapok!
di qing ping market ini kami sempat mampir ke sebuah kios yang jual barang2 loakan. katanya barang2 yang dijual di kios itu kebanyakan adalah barang2 bekas perabotan rumah2 penduduk di sekitar qing ping market, yang sekarang sudah dirobohkan dan lahannya digunakan buat membangunan apartemen dan perkantoran.
dari hari ke hari, ukuran qing market ini semakin kecil. katanya pemerintah merencanakan untuk menggusur pasar tradisional ini dan memindahkannya ke sebuah pasar modern.
selalu begitu….
puas cuci mata di qing ping market, kami menuju ke sebuah local food restoran untuk makan siang. tempatnya ga jauh dari qing ping. saya lupa namanya. restoran itu menghidangkan berbagai makanan ala canton. dan kalau di beijing makanannya enak2, di guangzhou ini makanannya uwenaaaaaakkkkkk banget! mungkin karena kebanyakan chinesse food yang dijual di indonesia basically adalah cantonesse, jadi makanan di guangzhou buat lidah kami terasa lebih familiar.
jam makan siang kami hari itu sedikit lebih panjang dari biasanya. soalnya sekalian ngelempengin kaki dan otot2 pinggang sesudah sepanjang pagi dan siang ngukur jalanan dan latihan manggul
selesai makan siang, kami melanjutkan perjalanan ke chen ancestral shrine. kali ini giliran benaia yang ketiduran di mobil. dan tentunya ga ada lagi yang sanggup nggendong benaia. jadi diputuskan bapak tinggal di mobil nemenin benaia. saya, bianca sama benezra aja yang turun ditemani sama hellen.
chen ancestral shrine ini adalah sebuah museum seni yang dulunya merupakan sebuah komplek bangunan milk keluarga besar Chen, seorang taipan guangzhou. sering juga disebut dengan chen family ancestral shrine.
bangunan2 di meseum ini dipenuhi dengan ukiran2 kayu dan juga kerajinan keramik dan gerabah yang ga terhitung jumlahnya. ukir2an itu tersebar memenuhi dinding dan atap bangunan2 yang ada di komplek museum. selain itu karya2 seni lainnya, seperti lukisan, seni pahat, kerajinan ukir kayu, gading, tulang dan batuan juga bisa kita temui di sana. tempat yang sangat cocok buat dikunjungi sama mereka yang mencintai dan mengagumi seni
kunjungan kami di chen ancestral shrine berakhir sekitar jam 4.30. masih ada waktu satu setengah jam lagi sebelum memulai perjalanan ke chimelong resort buat nonton circus. jadi kami kembali dulu ke hotel untuk istirahat sebentar. tadinya sih mau mandi2 juga. tapi karena dingin dan capek, jadi cukup cuci muka saja. hehe…
jam 6 sore, perjalanan ke chimelong pun dimulai. hellen sempat menawarkan kami untuk berhenti di restoran dan cari makan malam dulu. tapi karena jamnya yang rada kagok, dan anak2 juga katanya belum laper, jadi kami putuskan untuk langsung ke tempat circus aja. kalau nanti tiba2 laper, kami akan cari makanan atau jajanan yang dijual di sana.
chimelong resort ini letaknya di panyu district. dari down town kira2 45 menit-1 jam perjalanan jauhnya. resor ini punya berbagai fasilitas rekreasi yang menarik. ada safari park, water park, golf center, dan yang paling terkenal yaitu the chimelong international circus. tiket masuk ke pertunjukan circus ini adalah rmb 250/orang buat yang tingginya 140 cm atau lebih. buat anak2 yang tingginya masih dibawah 140 cm, kalau ga salah htm nya cuman rmb 180/orang. saya rasa jauh lebih murah dari pada harga tiket nonton circus serupa di jakarta yaa… tentunya karena harga tiket nonton di jakarta sudah termasuk ongkos pesawat para pemain circus nya
saat ini chimelong international circus ini merupakan pertunjukan circus profesional terbesar di dunia. sejak dimulainya tahun 2000 yang lalu, chimelong international circus ini tidak henti2nya menggelar berbagai pertunjukan circus yang spektakuler. asli, saya kagum berat dengan berbagai atraksi di pertunjukan circus malam itu. lighting yang memukau. tata panggung yang cantik. pemain2 akrobat yang kadang bikin jantung mau copot. badut2 yang berulang kali mengocok perut. hewan2 yang luar biasa terlatih. dan penari2 yang seksi. bikin waktu pertunjukan yang dua jam lamanya itu ga kerasa lama sama sekali.
selesai pertunjukan baru berasa, ternyata kami semua harus segera pergi ke kamar kecil. dan bisa ditebak, antrian di toilet sesudah pertunjukan selama 2 jam, sudah seperti ular naga panjangnya, bukan kepalang…..
hari yang panjang dan melelahkan. anak2 langsung ketiduran begitu mereka masuk mobil. untung di tempat circus tadi mereka sempat makan beberapa potong sosis panggang dan pop corn.
selama perjalanan ke sana kemari, saya menghabisakan banyak waktu bertukar cerita dengan hellen. tentang makanan, tentang pendidikan, tentang budaya, perekonomian dan sedikit politik. iya, politik juga…. i still read too, you know. kebetulan di rumah juga bapak langganan tempo. jadi masih ngikutin lah sedikit2 mah
dari sekian banyak cerita2 kami, yang paling berkesan buat saya adalah cerita hellen tentang one child policy yang diterapkan pemerintah china.
hellen cerita, setiap tiga bulan sekali, dia akan dapet ‘surat perintah’ dari kantornya dan juga dari kantor suaminya, untuk ikut medical check up. salah satu tujuannya adalah untuk memastikan, kalau dia tidak hamil. #hellen sudah punya 1 anak perempuan umur 6 tahun# kalau, somehow, seorang wanita kedapatan tengah mengandung anak keduanya, maka secara legal, dokter di rumah sakit akan segera melakukan aborsi. buat para ibu yang mangkir dari kewajibannya mengikuti medical check up ini, dan secara diam2 mengandung dan melahirkan anak kedua dan seterusnya, maka mereka (sang ibu dan juga suaminya) akan dipecat dan kehilangan pekerjaannya.
untuk beberapa kasus khusus, ada sedikit pengecualian dalam penerapan kebijakan ini. bagi masyarakat pedesaan yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, mereka diijinkan untuk punya anak lebih dari satu. pengecualian yang sama berlaku untuk ethnic minorities dan pasangan suami istri yang merupakan anak tunggal (parents without any siblings themselves).
saat ini kebijakan one child policy ini sudah diberlakukan di tingkat provinsi. jadi penerapannya bisa saja agak berbeda antara provinsi yang satu dengan provinsi yang lainnya. misalnya di henan dan beijing, warga negara masih diijinkan untuk punya dua orang anak dengan kompensasi membayar sejumlah ongkos kepada pemerintah. ada juga sebagian orang yang mencoba menghindar dari aturan ini dengan cara melahirkan di hongkong. kebijakan yang unik, menarik dan kontraversial. kapan2, saya akan mencoba nulis lagi tentang one child policy ini. nanti, kalau saya sudah cukup banyak membaca dan mengumpulkan data. hehe…
anyway, malam itu kami benar2 capek. sampai hotel, anak2 cuman kuat jalan dari lobby sampai ke kamar doang. begitu masuk kamar, langsung pada lancat ke tempat tidur, tarik selimut dan melanjutkan tidur. gosok giginya di rapel aja besok pagi yaaa….
to china with love. part 9.
Posted: March 12, 2012 Filed under: traveling | Tags: beijing, china, guangzhou Leave a comment »beijing day 6.
hari terakhir di beijing.
perasaan baruuuu aja sampe, tiba2 sudah harus pulang.
oya, malam sebelumnya, walaupun ngakunya sakit kepala, ternyata saya masih sanggup jalan ke wangfujing lagi. berdua saja sama bianca. bukan maksud hati mau pecicilan, tapi waktu itu saya dihadapkan pada kenyataan bahwa saya sama sekali belum beli oleh2 buat dibawa pulang ke jakarta. jadilah, sekitar jam setengah sembilan malam saya sama bianca dingin2 nyari toko suvenir yang masih buka. sementara bapak jaga anak2 laki di hotel. lumayan, dapet beberapa cindera mata buat oleh2. ada kipas, gelang, topi dan pembatas buku.
paginya, selama hampir sejam lebih saya berjibaku dengan koper2 kami. karena kota selanjutnya yang kami kunjungin udaranya ga sedingin beijing, jadi semua peralatan winter yang berat2, seperti boots dan coat, masuk koper lagi. tambahan muatan berupa robot2an dan mainan kapal selam yang ukurannya hampir menuhin 1 koper sendiri bikin saya terpaksa merelakan beberapa baju kotor yang kebetulan juga memang sudah butut untuk ditinggal di sana.
jam delapan packing selesai. jam sembilan lewat anak2 juga sudah selesai dandan. turun untuk breakfast, terus naik lagi buat final packing. ngurusin printilannya anak2 emang kayak ga ada abisnya. tapi saya seneng. selama jumlah anak saya lengkap, 3 orang.
jam 11 siang, kami dijemput larry di lobby hotel. setelah selesai urusan di counter check out, kami langsung jalan menuju airport. larry mengantar kami sampai di counter check in. dan lucunya, saying goodbye to larry, yang baru kami kenal selama 6 hari saja, ternyata cukup berat. bianca keliatan sedih sekali. semoga kami bisa ketemu lagi sama larry, mungkin 4-5 tahun lagi dari sekarang. kayaknya asik juga kalau mampir dulu ke beijing sebelum mengunjungi mongol dan himalaya
guangzhou day 1
kami meninggalkan beijing dengan china southern airlines CZ3106 menuju guangzhou. perjalananan udara beijing-guangzhou makan waktu sekitar 3,5 jam.
kami tiba di Guangzhou Baiyun Airport sekitar jam 5 sore. di sana kami sudah ditunggu sama hellen. tour guide kami selama di gz. komentar pertama bianca waktu liat hellen adalah: “dia ga seperti larry….
“
hellen mungkin usianya beberapa tahun dibawah saya. seperti kebanyakan city girl, hellen kelihatan lebih dinamis dibanding larry. dan sedikit lebih cerewet. selain bahasa cina dan inggris, hellen juga fasih berbahasa perancis. katanya dulu dia kuliah sastra perancis di paris. pantes ajaaa… hellen juga sebetulnya sangat hangat dan ramah. tapi dia memang ga pernah ngajak anak2 main tebak2an atau bikin rumah2an dari karet gelang.
perjalanan dari baiyun airport ke hotel tempat kami menginap makan waktu hampir 1 jam. maklum, jam pulang kantor, jadi jalanan macet berat. macam di kuningan dan kebayoran saja…
awalnya, kami direncanakan untuk menginap di garden hotel guangzhou. tapi beberapa hari sebelumnya travel advisor saya telfon, dia bilang di hari itu ga ada 2 kamar dengan interconnecting door yang available. jadi dia tanya, apakah saya bersedia dipindahkan ke hotel china marriot. karena ‘kesalahan’ ada di pihak mereka, acara upgrade hotel ini sifatnya free of extra charge. saya rasa cuman orang bingung atau sakit aja yang bakalan nolak
china marriot guangzhou ini letaknya di pusat kota, berseberangan dengan Jinhan Exhibition Center. kemana2 deket. 3 menit ke mc. donald, 5 menit ke seven eleven. dan 8 menit ke mall.
di sebelah hotel juga banyak toko2 yang jual baju2, tas, sepatu dan macem2 suvenir. dan kabar yang saya denger dari temen2 yang sudah pernah ke guanzhou, ternyata benar. barang2 di sana memang murah-muraahhh…
bukan cuman lokasinya aja yang bikin saya kasih lima jempol buat hotel ini. desain, interior dan fasilitas kamar serta makanannya juga saya kasih ponten 8 koma 5. hampir sama bagusnya dengan hotel2 mewah di jakarta dan bali
anyway, setelah istirahat sebentar, kami sekeluarga keluar lagi untuk cari makan malem. kata hellen di deket hotel ada restoran china dengan menu sea food yang enak. tapi karena anak2 sudah laper berat, kami mampir dulu di mc d yang kebetulan kelewatan. niat awalnya cuman mau nyemil dulu dikit. tapi ternyata setelah makan di mc d, anak2 kekenyangan. jadi ga mau lagi diajak makan seafood. ya sutralah…., next time aja.
fyi, walaupun org china juga selalu makan nasi, mc d di sana ga jual nasi. jadi harus puas makan burger atau kentang saja yaa…
setelah makan kami mampir ke satu pertokoan. entah apa namanya. kalau saya bilang, isinya mirip itc di jakarta. beli beberapa suvenir lagi buat oleh2. kali ini saya sudah lebih cerdas. hanya beli barang2 yang kecil dan ringan saja. sudah kebayang2 robot2an dan kapal selam yang bikin penuh koper kemarin…
balik hotel, ganti baju, tiduuuurrrr……
guangzhou day 2
kesibukan besok paginya ga seheboh waktu kami di beijing. pasti salah satunya karena baju yang mau dipake anak2 jumlahnya lebih sedikit. dan sedihnya, di guangzhou inilah saya untuk pertama kalinya menyadari, kalau berat saya pasti sudah naik setidaknya 2-3 kilo. waktu masih di beijing, saat saya merasa kalau baju dan celana saya mulai sempit, saya masih bisa menuduh long john yang saya pakai sebagai penyebabnya. pasti gara2 bajunya di dobel long john, jadi selananya sempit. tapi ternyata, setelah tiba di guangzhou dan saya ga pake long john lagi, celana2 itu tetep aja sempit.
hiks
setelah sarapan, kami langsung menemui hellen yang sudah nunggu di lobby. langsung jalan lagi.
walaupun sama2 china daratan, keadaan di beijing dan guangzhou amat jauh berbeda. kalau beijing itu adalah china tradisional. maka guangzhou adalah gambar dari china modern. mungkin seperti jogja-bali dibandingkan dengan jakarta.
guangzhou adalah kota terbesar di propinsi guangdong dan seluruh china bagian selatan. jaraknya hanya 120 km saja dari hongkong dan merupakan pusat kegiatan politik, ekonomi, science, pendidikan dan kebudayaan di provinsi Guangdong dan sekitarnya. seperti kebanyakan kota modern, guangzhou juga dipenuhi dengan gedung2 bertingkat, berbagai bangunan komersial seperti mall, apartemen, hotel, perkantoran, toko2, restoran, macam2 tempat hiburan dan lain2. mirip dengan jakarta atau singapore. berdasarkan pengalaman saya kemarin, di guangzhou ini lebih banyak orang yang bisa bahasa inggris dibanding di beijing. tapi tetep aja, di banyak kesempatan bahasa tarzan tetap jadi andalan.
dari sekian banyak tempat yang menarik untuk dikunjungi di guangzhou, saya memilih: the temple of six banyan tress, yuexiu park, qing ping market, chen ancestral shrine, sun yat sen memorial park dan chimelong international circus. awalnya chimelong circus ini ga termasuk dalam itinerary kami. tapi mumpung udah nyampe guangzhou, rasanya sayang juga kalau ga nyempetin nonton. local tour advisor kami membantu semua arrangement-nya. mulai dari transportasi, sampai reservasi ticketnya.
jarak tempuh dari satu tempat ke tempat lainnya yang kami kunjungi di guangzhou relatif deket. jadi saya bisa ambil cukup banyak tour dalam satu hari.
sarapan pagi di china marriott ini makan waktu lebih lama dari biasanya. terlalu banyak makanan enak yang bisa dinikmati
selesai sarapan, kami turun untuk ketemu hellen yang sudah menunggu di lobby. kami langsung meluncur ke kuil “temple of six banyan trees”.
six banyan trees temple adalah kuil buddha paling terkenal di guangzhou. kuil yang terletak di liurong street ini dibangun tahun 537, pada masa dinasti liang, jadi sekarang umurnya sudah lebih dari 1.400 tahun. dan sepanjang umurnya yang panjang itu, kuil ini sudah mengalami beberapa kali renovasi dan pergantian nama. awalnya nama kuil ini adalah changshou temple (artinya kuil panjang umur). lalu namanya pernah diganti jadi kuil Jinghui. dan kemudian sekarang namanya jadi kuil liu rong si yang kalau diterjemahkan dalam bahasa inggris artinya six banyan trees.
nama six banyan tress diberikan oleh seorang sastrawan besar bernama su Dongpo pada jaman dinasti Song (960-1279). ceritanya, suatu saat dia berkunjung ke situ, dan melihat ada 6 pohon beringin yang keliatan sangat mencolok dan menarik perhatiannya. keenam pohon beringin itu berhasil membuat sang sastrawan menjadi terinspirasi dan merasa sangat bersemangat. maka saat kepala biara meminta pendapatnya, Su Dongpo pun memberinya nama baru untuk kuil ini: Lu Riong Si. Temple of the Six Banyan Trees.
ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi sebuah kuil buddha. seru juga liat banyak patung2 buddha dan berbagai ornamen di kuil. di dekat pintu masuk, ada patung 4 dewa yang menguasai empat musim. patung2 itu ukurannya besar2. lalu di bagian selanjutnya ada sebuah patung mirip dewa khrisna, saya lupa namanya. tugasnya menjaga bumi dan manusia dari kerusakan.
di kuil ini juga ada sebuah benda mirip stupa. orang2 bisa melemparkan koin ke arah stupa itu. katanya kalau koin yang kita lempar berhasil masuk ke dalam stupa melalui salah satu lubang yang ada, maka doa atau harapan kita bisa terkabul. kami juga mencoba melempar masing2 satu koin. dan ga ada satu koin pun yang masuk. tapi kami tetep yakin kalau mimpi dan harapan kami bisa terkabul. selama kita mau berusaha dan berdoa tentunya :D
di tengah komplek kuil itu juga berdiri megah sebuah pagoda besar berbentuk segi delapan yang dikenal dengan nama Six Banyan Pagoda atau Flowery Pagoda. pagoda ini tinggi nya 57 meter. dan dari luar pagoda ini terlihat seperti bangunan 9 lantai. tetapi sebetulnya, pagoda ini terdiri dari 17 lantai. di lantai paling atas ada 1.000 buah patung buddha yang dipahat pada sebatang perunggu. dulu, pengunjung bisa masuk dan naik ke puncak flowery pagoda ini. tetapi karena usia pagoda ini sudah semakin uzur, sekarang kita hanya bisa menikmati bangunan bersejarah ini dari luar.
di bagian yang lebih dalam, ada sebuah bangunan tempat orang2 biasa berdoa. di dalamnya ada 3 buah patung buddha berwarna keemasan dengan ukuran super extra large. XXXXXXXXXXXL. saat kami berkunjung ke sana, kebetulan ada jam doa, jadi sempet liat dan denger para biarawan dan beberapa pengunjung yang masuk dan berdoa di sana.
yang paling berkesan buat saya, lagi2 kebersihan komplek kuil ini. saya ga menemukan sepotong sampah pun yang bertebaran di jalan. para biarawan yang tinggal di kuil ini pasti rajin sekali nyapu dan bersih2. seperti hal nya pohon2 tua di beijing, di kuil ini pohon2 yang sudah berumur ratusan tahun tetap dijaga dan dirawat dengan baik. diikat dan diberi penunjang supaya bisa tetap berdiri tegak.
di salah satu sudut kuil, ada kolam ikan kecil yang airnya jernih sekali. anak2 senang sekali liat ikan2 dan kura2 kecil yang hidup di situ.
dari liurong road, perjalanan kami lanjutkan ke sun yat sen memorial park.
sun yat sen memorial park ini dibangun dari tahun 1929 hingga 1931. seperti namanya, memorial park ini dibangun untuk mengenang dr. sun yat sen (1866-1925).
sun yat sen adalah seorang pemimpin kunci revolusi Cina dan diakui secara luas sebagai Bapak Negara Cina Modern, baik di Cina Daratan maupun Taiwan. pada tahun 1895, ia memimpin suatu gerakan pemberontakan terhadap kekaisaran cina yang berkuasa saat itu, tetapi dapat diredam. secara keseluruhan, ia telah memimpin sebelas kali revolusi terhadap Dinasti Qing dan akhirnya berhasil menumbangkan kekaisaran, sehingga kaisar harus meletakkan jabatannya. Cina selanjutnya menjadi Republik Cina pada tahun 1911. ia juga dikenal sebagai pendiri partai tertua dalam sejarah modern Cina, Kuomintang (KMT). sun yat sen menjadi presiden selama 2 tahun, dari 1923 hingga 1925. pada tahun 1925 dr. sun yat sen meninggal dunia. 3 tahun kemudian, salah seorang pengikutnya, Chiang Kai-shek, terpilih menjadi presiden.
sun yat sen memorial park ini cantik sekali. bahkan di saat musim dingin seperti kemarin, taman ini dipenuhi dengan bunga2 berwarna warni. di dalam taman inilah terdapat bangunan megah yang amat terkenal di guangzhou: yun yat sen memorial hall. bangunan ini didisain oleh seorang arsitek china yang amat terkenal, Mr. Lu Yanzhi.
dari luar sun yat sen memorial hall ini terlihat seperti bangunan tradisional china dengan warna2 khas seperti merah, biru, kuning dan golden. merah adalah warna keberuntungan dan kegembiraan. biru adalah warna langit. dulu kaisar china juga mendapat gelar: putra langit. sementara kuning dan golden adalah warna kerajaan, keagungan dan kejayaan.
tidak seperti penampakan luarnya yang sangat tradisional, bagian dalam memorial hall ini terlihat sangat modern. seperti sebuah gedung pertunjukan akbar dengan deretan kursi yang bisa menampung ribuan orang, serta sebuah panggung besar dengan falisitas yang serba modern juga. kata hellen, gedung ini biasa digunakan buat acara2 besar seperti konferensi international atau pun pagelaran seni dan musik.
di sepanjang pelataran dalam gedung, berderet foto2 dan berbagai dokumen yang menceritakan tentang perjalanan sejarah republik rakyat china. ada juga beberapa kios yang menjual macam2 suvenir.
halaman gedung dan taman yang luas dengan udaranya yang seger bikin anak2 betah main2 di sana. mereka asik lari2 dan main perosotan di tangga masuk gedung.
sudah jam 3 sore. saatnya siap2 jemput bianca. nanti dilanjut lagi yaaa….
to china with love. part 8.
Posted: March 8, 2012 Filed under: traveling | Tags: beijing, china 7 Comments »beijing day 5
hari kelima di beijing adalah hari bebas. bebas maksudnya ga ada tour khusus yang di-arrange sama travel agent. tapi karena kebetulan hari itu larry bisa ambil off, kami minta dia untuk menemani kami jalan2.
kami janjian ketemu larry jam 11 siang di lobby hotel. dari sana kami menuju ke subway station di wangfujing.
wangfujing adalah salah satu jalan paling beken di beijing. di sepanjang jalan ini berderet rapi shopping malls, toko2 dengan berbagai merk dagang terkenal di dunia dan tentunya restaurants. pedestrian/trotoar buat pejalan kaki dibuat lebar sekali. mirip seperti di orchard singapore.
stasiun subway yang kami tuju letaknya ada di lantai bawah tanah sebuah mall. sebenernya saya sama bapak rada males juga mau jalan2 naik subway. apalagi setelah larry cerita kalau jalur subway yang akan kami ambil biasanya lumayan crowded. tapi karena bianca penasaran, akhirnya kami pergi juga.
di sepanjang terowongan bawah tanah menuju subway station, berderet penjual2 yang menggelar berbagai macam barang dagangan. ada tas, sendal, sepatu, cd bajakan, berbagai alat elektronik, sampai parfum dan lem tikus. mirip dimana ya….? tas2 yang dijual di sana merknya macem2. ada chanel, LV, guess, fendi dll. semuanya asli. asli bikinan china
laksana orang kurang kerjaan, kami serombongan berdesak2an naik kereta melewati beberapa station. abis itu turun, pindah kereta, balik lagi ke stasiun awal. harga sebuah pengalaman dan kepuasan. dan kami happy!
dari sana kami kembali ke jalan wangfujing. niatnya sambil balik ke arah hotel, saya mau mampir ke beberapa toko. ada toko silk dan hat store yang katanya punya koleksi bagus2. selain itu bapak juga pengen berenti di toys store yang dari tadi kayaknya memanggil2 terus. mau bench marking sama pasar gembrong
toko pertama yang kami singgahi adalah hat store. saya lupa nama tokonya. tapi katanya itu toko topi terbaik di beijing. toko itu juga yang memproduksi topi yang dipake sama perdana mentri dan banyak selebrita di sana. saya tertarik dengan sebuah topi warna merah marun yang dijual berpasangan dengan syal dari bahan dan warna yang sama. tapi karena harganya menurut saya terlalu mahal, saya ga jadi beli.
toko berikutnya yang kami kunjungi adalah silk store. tokonya gede banget. koleksinya juga cantik2. harganya menurut saya juga reasonable. saya jatuh hati sama 1 selendang sutra warna merah cabe dengan sedikit motif karakter bahasa china yang nimbul seperti di-embosed. kata mbak2 pelayanannya, tulisan/gambar karakter yang ada di syal itu punya arti yang bagus. good fortune. of course. kalau artinya jelek, siapa yang mau beli…
saat saya sedang pilih2, anak2 saya minta untuk menunggu sebentar sambil duduk di salah satu sudut toko bersama larry. dari awal niat saya memang hanya mau beli 1-2 barang aja. buat kenang2an. jadi targetnya ga akan makan watu lebih dari 15 menit di situ. dan ternyata, sesuatu yang buruk juga bisa terjadi dalam waktu yang hanya 15 menit itu.
saya masih sempat melirik anak2 yang asik main2 di bawah anak tangga di salah satu sudut toko sebelum berjalan menuju kasir. semua kelihatan aman terkendali.
waktu saya sedang bertransaksi di kasir, tiba2 bianca dateng menghampiri saya sambil nangis:
“ibu, cepetaaannn… bapak marah2…”
“ok, 1 menit lagi ibu selesai. bapak marah2 kenapa?”
“bapak marahin aku sama benaia karena iyek ga ada”
“iyek ga ada gimana? kakak sama mas ga jagain iyek?”
“aku ga tau bu, tadi iyek ada, tiba2 iyek ga ada lagi. aku udah cari2 ga ketemu….”
mendadak dengkul saya gemeter. saya sama bianca langsung lari menuju ke pintu keluar. di sana saya liat benaia sama bapak yang mukanya sudah pucat. dan saya ga liat iyek!
“iyek mana pak?”
“ga ada! iyek ilang!”
jantung saya bener2 mau loncat keluar dari mulut.
saya sempet denger samar2 bapak ngomel2 karena panik. ga jelas ngomong apa. sambil ngelempar ransel dan ngelepas coat yang dipake bapak langsung lari keluar.
saya bingung mau bikin apa. saya melangkah keluar toko. tengok kiri kanan. tambah lemes dan panik ngeliat begitu banyak orang di jalanan. ga kebayang, iyek kecil yang ilang di tengah kerumunan orang sebanyak itu. dan saya pun mulai nangis.
saya balik lagi ke arah pintu masuk toko. memastikan dua anak saya yang lain, bianca dan benaia aman di sana. bianca sudah mulai nangis dan teriak2. jelas sekali saya denger anak permpuan saya berdoa: “tuhan Yesus, tolong kembaliin iyek… tuhan Yesus, tolong kembaliin iyek…. maafin aku tuhan karena aku ga jaga iyek…, tolong kembaliin iyek sekarang tuhan…”
benaia, mungkin karena masih kecil, cuman duduk bengong aja di sebelah kakaknya.
dengan panik, saya nyoba untuk nyari iyek sekali lagi di dalem toko. sambil nanya ke semua orang yang saya temui: “did you see my son? did you see my son?”
sebagian dari mereka hanya menggeleng. sebagian lagi menjawab dengan bahasa cina yang saya ga ngerti artinya. tapi semua maksudnya sama. ga ada yang tau iyek di mana. hanya ada satu ibu saja yang bilang, kalau tadi dia liat anak kecil pake coat warna abu2 lari keluar toko.
langit kayaknya bener2 runtuh di atas ubun2 saya. detik2 berlalu sangat lambat. berbagai pikiran kotor lalu lalang di otak saya. saya merasa bener2 hopeless. dan sungguh2 perlu pertolongan sang pembuat mujizat. di sudut toko itu saya hanya bisa nangis sambil memeluk kedua anak saya. tuhan yesus tolong kami. tolong kembalikan iyek pada kami…
samar2 saya liat larry yang mondar mandir di depan toko sambil ga berenti2 telepon ke sana kemari.
tiba2, seorang ibu setengah baya berjalan menghampiri ke arah kami. dia melihat saya sambil berteriak2. tangannya menunjuk2 ke arah kanan toko. saya langsung berdiri dan lari mengikuti arah yang dia tunjuk2. saya liat bapak lari sambil menggedong iyek!
untuk kedua kalinya jantung saya mau loncat keluar.
saya langsung ambil iyek dari gendongan bapak. iyek nangis keras sekali. dan saya hanya bisa memeluk bayi kecil saya dengan rasa syukur yang ga bisa saya ceritain.
setiap tahun, lebih dari 1000 orang anak hilang di china. dan mereka ga pernah ditemukan. dan benezra, anak laki2 saya yang berumur 3,5 tahun, sempat hilang selama hampir setengah jam di wangfujing. salah satu jalan paling sibuk di kota beijing.
silakan tebak, seperti apa perasaan kami sekeluarga waktu itu…
beberapa saat kemudian, setelah kami sudah agak tenang. bapak baru cerita. Tuhan sudah menuntun bapak untuk jalan dan nyari iyek ke arah kanan, bukan sebaliknya. dan setelah jalan sejauh sekitar 300 meter, bapak ngeliat iyek yang sedang digendong sama seorang laki2 setengah baya. di deket situ memang ada 1 mobil polisi yang sedang parkir. tapi mobil itu kosong. ga ada satu petugas polisi pun di sekitar situ. waktu bapak liat iyek, bapak langsung ngerebut iyek dari gendongan laki2 itu sambi teriak2: “this is my son, this is my son!”
di situ ada seorang ibu2 tua yang ngeliat kejadian itu, dia datang menghampiri dan mulai memukuli bapak dengan tangannya, karena disangka mau menculik iyek. untung bapak bisa meyakinkan mereka kalau iyek adalah anaknya. akhirnya mereka membiarkan bapak pergi membawa iyek.
300 meter! bukan jarak tempuh yang pendek buat anak sebesar iyek. dan saya ga berani berpikir, apa yang terjadi kalau waktu itu bapak ngejar iyek ke arah kiri toko. bener2 mujizat yang luar biasa buat kami. dan sampai hari ini, kami ga pernah berhenti2 bersyukur…
dengan perasaan yang masih campur aduk, kami pun meninggalkan TKP dan meneruskan perjalanan pulang ke hotel. saya masih merinding waktu bapak menunjukan ke saya posisi dimana iyek tadi ditemukan. bener2 ga bisa ngebayangin gimana iyek bisa jalan sendiri sejauh itu.
malamnya, waktu saya tanya iyek:
“kenapa tadi iyek jalan keluar sendirian?”
“iyek mau cari ibu. ibunya ga ada. iyek mau sama ibu…”
mau pingsan lagi saya rasanya.
anyway, dalam perjalanan pulang, kami tetep mampir ke toys store dulu. karena sudah janji sama anak2. sekalian mengendorkan syaraf2 yang tegang. dan begitu ngeliat tumpukan mainan yang minta ampun banyaknya, anak2 langsung lupa sama kejadian menakutkan yang baru saja kami alami. dan buat syukuran, hari itu anak2 kami bebaskan untuk milih mainan apa aja yang mereka suka. saking bebasnya, sampe lupa mikir, gimana cara ngepak mainan2 itu buat dibawa ke indonesia
biarlah… yang penting anak2 happy
malamnya, saya ga bisa nahan air mata waktu ngeliat anak2 main di kamar hotel, asik dengan mainannya masing2. bolak balik saya menghitung jumlah mereka. satu, dua, tiga orang. lengkap! puji Tuhan.
kemudian saya baru sadar. kalau ternyata kepala saya sakit sekali. mestinya karena siangnya bolak balik kaget dan hampir semaput
wangfujing, oh wangfujing…
nama yang tidak akan pernah saya lupakan…



































