was posted at bianca-benaia.blog.com, on 22 May 2006

Minggu lalu ada 2 acara sukuran di rumah kami. Yang pertama tanggal 16 Mei ulang tahun Bapak dan tanggal 20 Mei sukuran selapanan Benaia. Ulang tahun Bapak kami rayakan sederhana aja. Aku, mbak Inem dan Yangti yang kebetulan masih ada di rumah nyiapin salah satu masakan kesukaan Bapak, Iga panggang. Bapak bilang sih enak…., tapi Bapak kan selalu bilang begitu, barangkali sebagai bentuk penghargaan… :-p Yang agak istimewa, tahun ini aku sendiri yang buat Birthday cakenya, cake pertama yang aku bikin sendiri, seumur hidup! Dan lagi Bapak bilang “enak banget”, saking enaknya beliau cuman kuat makan satu potong gak abis. Sisanya tebak sendiri siapa yang makan🙂

Selapanan.

Sesuai dengan tradisi Jawa, Upacara atau sukuran Selapanan dilakukan pada hari ke-36 yang jatuh pada weton atau hari pasaran yang sama dengan kelahiran bayi. Wetonnya Benaia Sabtu paing, sama dengan tanggal 20 Mei kemarin. Harusnya Selapanan diadakan sore (setelah maghrib), tapi dengan pertimbangan efisiensi dan kepraktisan, sukuran selapanan Benaia kami bikin siang hari.

Yang diundang sodara2, temen2 deket dan temen2 badminton & tenis Bapak di Komplek.

Seperti tradisi Jawa juga, menu yang disediakan pada sukuran selapanan adalah tumpeng. Untuk hantaran tetangga dan suguhan tamu, team inti, Yangti dan Mbak Inem setuju untuk masak sendiri, gak jadi pesen seperti rencana awal. Khusus untuk hantaran, beberapa bulan lalu yang lalu aku sudah pesen besek dari Wonosobo (mumpung mbak Inem mudik :)). Sebelum mutusin jenis tumpeng dan lauk pauk apa aja yang mau dibikin, aku seperti biasa tanya-tanya dan browsing di internet buat cari referensi. Dan menyesuaikan dengan makna dan filosofinya, diputuskanlah menu tumpengnya sebagai berikut:

Nasi Tumpeng

Nasi kuning yang dibentuk seperti gunung, atau kerucut yang menjulang ke atas, ini punya makna kejayaan. Harapannya supaya si anak nantinya akan memiliki hidup dan kehidupan yang baik, makmur dan berkecukupan.

Sate KambingTadinya kami mau masak daging sapi atau ayam. Tapi karena kebetulan waktu hamil dulu kami pernah punya kaul, kalau anak yang lahir nanti laki-laki mau potong kambing, jadi ayam atau sapi yang biasanya merupakan korban yang mewakili hewan darat kami sesuaikan jadi sate kambing.

UdangUntuk mewakili hewan air biasanya dipilih ikan lele atau bandeng, teri petek atau udang. Ikan lele punya makna kerendahan hati karena ikan ini punya kebiasaan berenang di dasar sungai, sementara ikan bandeng mengandung harapan supaya rezekinya selalu bertambah seperti duri ikan bandeng yang jumlahnya banyak dan tak terbatas. Teri petek atau udang melambangkan kerukunan dan gotong royong. Untuk sukuran kemarin aku pilih udang yang dimasak balado. Orang-orang bilang sih enak banget🙂, gak salah kalau menu ini jadi menu andalan.

TelurTelur biasanya dibuat dadar atau pindang . Sebetulnya telur dalam tumpeng harus hadir utuh bersama kulitnya karena kulit telur, putih telur, dan kuning telur melambangkan tindakan yang harus kita lakukan dalam kehidupan yakni menyusun rencana dengan baik, bekerja sesuai rencana, dan mengevaluasi hasilnya.

Urap SayuranUrap sayuran mewakili tumbuhan darat yang punya makna atau melambangkan:o

Kangkung. Sayur ini bisa tumbuh di air dan di darat. Begitu juga yang diharapkan pada manusia yang harus sanggup hidup di mana saja dan dalam kondisi apa pun.o Bayam. Sayur ini melambangkan kehidupan yang ayem tenterem (aman dan damai).o

Taoge. Taoge mengandung makna kreativitas tinggi. Hanya seseorang yang kreativitasnya tinggi, bisa berhasil dalam hidupnya.o Kacang Panjang. Kacang panjang harus hadir utuh, tanpa dipotong. Maksudnya agar manusia pun selalu berpikir panjang sebelum bertindak, selain sebagai perlambang umur panjang. Kacang panjang utuh umumnya tidak dibuat hidangan, tetapi hadir sebagai hiasan yang mengeliling tumpeng atau ditempelkan pada badan kerucut.

PelengkapKarena tumpeng yang bermakna tadi kami buat juga sebagai suguhan, maka kami buat idangan pelengkap lain: kering tempe (ini juga kata orang-orang enak banget!), perkedel kentang, kerupuk dan sambal bledek.

Puji Tuhan, sukuran sederhana di rumah kami kemarin berjalan dengan lancar. Walapun ada beberapa undangan yang gak bisa datang, tamu2 yang hadir keliatannya cukup bisa menikmati acara & hidangan yang kami sediakan. Dan Puji Tuhan juga, seperti biasa, walapun sudah dibuat perhitungan yang cukup matang (supaya gak ada makanan yang terbuang), makanan yang tersedia berlebih. Jadi masih bisa bekelin tamu2 pulang… Handicap acara kemarin cuman satu, Bianca agak anget karena mau flu. Bb yang biasanya gembira dan bersemangat menyambut dan menemani tamu2, kemarin kebanyakan cuma diam dan tidur.Semoga Benaia selalu sehat, diberkati Tuhan, dan sesuai dengan namanya: bisa menjadi terang Tuhan dimana pun ia berada Amin.

3 thoughts on “was posted at bianca-benaia.blog.com, on 22 May 2006

  1. Aduh Lesaca….enak2 sekali makanannya…jadi pingin (sayang kejadiannya udah lewat 1 th jadi ngga bisa minta ya? haha…
    Makasih jadi tahu jg makna2 yg diwakili hewan darat, ikan dan sayur2…:)Dulu sering makan tumpeng tp kok ngga tahu artinya hehe

    ———–> tenang Susan, Insyaallah, 6 bulan lagi aku mau tumpengan lagi😉 Ntar dibagi ya….😀

  2. begitulah budaya jawa, mbak..

    ada aja filosofinya.. tapi sayang sekarang banyak orang yang waton bikin sukuran tapi ndak tau makna filosofisnya..

    ini artikel lama, ya?

    ———> he..he…, iya nih :-p Pengen posting tapi belum bisa mikir😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s