‘Natal Putih’ di Kutub Utara

Siapa yang ga pernah memimpikan white Christmas seperti yang biasa kita liat dalam foto2 di post card dan kartu Natal?

Sebagai seorang manusia tropis tulen, sejak kecil saya sering membayangkan, seperti apa rasanya bertemu dengan Santa di desanya di Kutub Utara. Mengendarai kereta yang ditarik reindeer, menancapkan sebatang wortel di wajah snowman, makan kue jahe sambil duduk di dekat perapian yang hangat.

Dulu saya berpikir, kalau kita pergi ke negara mana saja di Eropa pada bulan Desember, saya pasti punya kesempatan melihat tumpukan salju yang menghiasi pucuk2 pohon cemara yang menjadi ciri khas suasana Natal. Tapi ternyata saya keliru. Perlu strategi dan sedikit perjuangan untuk bisa menikmati salju tebal di Eropa. Apalagi kalau kita hanya berencana menghabiskan waktu 1-2 minggu di sana. Kuncinya memang ada pada pemilihan tempat dan waktu berkunjung yang tepat. Prediksi waktu turunnya salju yang tidak selalu tepat memang bikin perkara ini jadi sedikit tricky.

Contohnya, tahu lalu Ibu saya berkunjung ke negeri Belanda selama 1 bulan penuh. Beliau memilih datang pada bulan Desember tentunya berharap bisa melihat salju. Sayangnya hingga waktunya beliau pulang, salju tak juga turun. Dua hari setelah beliau kembali ke Jakarta, kami mendapat kabar dari kerabat kami di Belanda, pagi itu salju turun sangat deras! Kalau begini namanya memang belum berjodoh yaaa…

Kalau kita browsing di internet, ada sedikitnya 10 kota yang direkomendasikan bagi kita yang ingin menikmati suasana natal khas Eropa yang cantik dan magical. Yaituuu….:

Moscow, Russia. Suhu musim dingin di Moscow bisa mencapai -25 derajat C, jadi kemungkinan turun salju di kota ini sangat tinggi. Sepanjang musim natal dan tahun baru Moscow juga dihiasi dengan sangat meriah. Hotel2 juga biasanya menawarkan banyak diskon selama musim dingin.

Berchtesgaden, Jerman. Kota ini tarletak di dekat perbatasan Austria. Dan karena lokasinya berada di daerah pegunungan, pemandangannya sangat cantik dan kemungkinan salju turun juga sangat tinggi.

Stockholm, Swedia. Pesona ibu kota kerajaan Swedia ini memang ga perlu dipertanyakan lagi, apalagi menjelang dan selama natal dan tahun baru saat Christmas Market digelar dan seluruh kota dipenuhi dengan dekorasi warna warni.

Tallinn, Estonia. Kota kecil dengan kecantikan yang begitu memukau. Christmas Marketnya menyuguhkan berbagai suvenir dan makanan khas Estonia

Riga, Latvia. Saya baru berkesempatan menginjakan kaki di Riga selama beberapa jam saja untuk transit, tapi itu sudah cukup bikin saya terpana. Di negara yang dulunya adalah bagian dari Uni Soviet ini terdapat banyak sekali bangunan2 tua dan bersejarah yang pasti seru buat dikunjungi. Pada akhir tahun salju juga biasanya turun deras di Riga

Saint Petersburg, Russia. Kota modern yang punya koleksi museum, katedral, kastil, istana dan taman ini memang terlihat antik dan cantik sepanjang tahun. Udara dingin yang bertiup dari laut Baltic di bulan Desember memungkinkan salju tebal menutupi kota dan menyulapnya menjadi  winter wonderland.

Salzburg, Austria. Kabarnya Christmas Market di Salzburg adalah yang tercantik di dunia! Ditambah lagi dengan Hallstatt yang diakui sebagai desa paling instagrammable saat ini

Krakow, Polandia. Hampir seluruh penduduk kota tua Krakow adalah penganut agama katolik, sehingga suasana natal di Krakow sangatlah istimewa. Natal ga hanya dirayakan sebagai sebuah tradisi, tetapi juga sebagai suatu perayaan religi.

Iceland. Iceland memang lebih banyak dikunjungi orang pada musim panas. Tapi pemandangan Iceland di musim dingin juga luar biasa! Salju sudah bisa dipastikan turun selama musim dingin di Iceland.

Helsinki dan Laplandia, Finlandia.

Helsinki, 2015

Hati saya melonjak gembira waktu akhirnya kami menginjakan kaki di Rovaniemi Airport di Lapland, Finlandia. Waktu itu sudah sekitar jam 10 malam. Alat pengukur suhu udara di halaman airport menunjukkan angka -17. Di luar sangat gelap, tapi saya bisa merasakan  butiran2 salju yang turun lebat dan jatuh menimpa kepala, serta bunyi kemresek khas suara gundukan salju yang terinjak sepatu. Meskipun itu bukan pengalaman pertama saya dengan salju, tapi malam itu saya merasa sangat takjub dan gembira.

Rovaniemi Airport

Kenapa saya memilih Lapland?

Can you think of a better place to spend Christmas than in Lapland and Rovaniemi, the hometown of Santa Claus? It has everything you can dream of on Christmas; peaceful and white surrounding, reindeer ride, good food, and of course a little chat with Santa just before his travel around the world!

Perjalanan menuju Lapland memang panjang dan melelahkan. Kami menghabiskan sekitar 23 jam untuk bisa sampai ke sana. Penerbangan pertama adalah dari Jakarta ke Helsinki, dengan transit 3 jam di Amsterdam. Dilanjutkan dengan 2 jam penerbangan dari Helsinki ke Rovaniemi, ibukota provinsi Laplandia.

Lapland ini tarletak di Arctic Circle yang menandai ujung utara bumi. Dan karena letaknya yang tinggal sejengkal dari kutub utara, ada banyak peristiwa alam yang menarik dan hanya bisa kita temui di sana. Di musim panas ada hari2 di mana matahari bersinar selama 24 jam. Dan saat kami berkunjung ke Lapland di bulan Desember 2015, matahari terbit pada pkl 11 pagi, dan tenggelam pada pkl 2 siang. Siang hari yang sangat pendek, tapi tidak membuat kami kehabisan kegiatan selama berlibur di sana.

Sunset in Lapland Forest

Untuk melengkapi pengalaman pertama kami merayakan Natal di kutub utara, saya menyewa sebuah kabin yang terletak di tepi hutan kecil di bukit Ounasvaara. Sebuah kabin dengan perapian yang hangat, pohon natal, dan tentunya halaman yang cukup luas dengan bukit2 kecil untuk anak2 bermain sled. Dan yang ga kalah istimewa, di malam Natal Santa Claus berkunjung ke kabin kami untuk menyapa anak2 dan membagikan hadiah natal buat mereka ❤

Di musim dingin menu makanan yang banyak disajikan adalah daging rusa. Yang khas dari daging rusa di daerah kutub utara terletak pada cara pengolahannya. Daging rusa dan juga berbagai jenis daging hewan lain seperti beruang, diawetkan dengan cara diasap di dalam ruang sauna. Cara preservasi ini membuat kuliner Kutub Utara memiliki bercita rasa yang istimewa. 

Udara musim dingin di Arctic Circle yang yang sangat ekstrim mengharuskan kita mengenakan pakaian thermal khusus untuk melakukan aktivitas di luar ruangan. Mulai dari jaket, penutup kepala hingga kaus kaki dan sepatu boots. Buat saya, bahkan dengan seperangkat thermal outfits yang tebal dan berat itu pun rasa dingin tetap terasa menusuk sampai ke ulu hati. Untungnya anak2 terlihat begitu gembira dan bersemangat, jadilah hati saya pun terasa hangat 😀

Berkunjung ke Lapland tentunya tidak lengkap tanpa berkunjung ke Santa Claus Village. Waktu kecil dulu saya biasa mengirim surat untuk Santa dengan hanya menulis alamat: “di Kutub Utara”. Surat yang kemudian dimasukan salam kaus kaki itu secara ajaib bisa terkirim sampai di ” Santa Post Office” ;-). Di kantor pos inilah semua surat untuk Santa yang dikirim anak2 dari seluruh dunia masuk lalu disortir. Dan sebagai kenang2an, saya membawa pulang cangkir kayu khas Finland yang disebut kuksa. Santa juga selalu menggunakan kuksa saat menikmati minuman hangatnya 🙂

Meskipun sudah pernah melihat tanyangannya di TV, saya belum pernah membayangkan seperti apa rasanya naik kereta yang ditarik oleh rusa kutub atau sekelompok huskies. Ternyata seru sekali! Rusa kutub biasanya berlari lebih lambat dari huskies. Dengan huskies kita bisa rada kebut2an saat melintasi hutan Lapland yang licin tertutup salju. Kalau mengendarai kereta yang ditarik reindeer dan huskies dianggap kurang membangkitkan adrenalin, kita masih bisa coba satu moda trasportasi lain: Snowmobile! Naik snowmobile ini memang seru, meski dinginnya angin yang menerpa badan saat berkendara bikin badan rasanya mau beku.

Karena saya pergi dengan anak2, maka Kebun Binatang selalu jadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Hewan2 kutub yang bisa kita temui di Arctic Zoo ini memang unik dan spesifik. Ada sekitar 50 jenis hewan buas termasuk predator, seperti polar bears, lynxbrown bears, wolves,European moose dan deers.

Satu lagi keajaiban alam yang bisa kita temui di Lapland, yaitu Northern Light atau yang dikenal juga dengan nama Aurora Borealis.

Aurora Borealis adalah cahaya di utara yang berdansa di atas langit saat mereka muncul. Cahaya itu terjadi karena adanya koalisi antara partikel bermuatan listrik yang terpantul dari matahari dan partikel gas bumi di atmosfer bumi. Cahaya Aurora bisa terlihat di daerah kutub utara dan selatan. (Wikipedia)

Berburu Aurora Borealis ini juga punya seni tersendiri. Kita harus masuk ke dalam hutan di malam hari yang super dingin dan gelap, supaya bisa melihat langit yang jernih. Aurora tidak muncul sepanjang tahun, waktu terbaik untuk berburu sinar ajaib ini adalah adalah pada bulan Desember – Februari. Tapi karena Aurora ini adalah peristiwa alam, kita ga pernah bisa memastikan kapan aurora akan muncul. Saya merasa sangat beruntung karena berhasil melihat Aurora di perburuan kami yang pertama kalinya. Kami menunggu beberapa jam dalam tenda di tengah hutan, sambil menikmati sosis bakar dan secangkir jus berry panas. Dan malam itu Tuhan membuat kami terkesima dengan keajaiban Aurora yang tiada duanya!

Overall, pengalaman kami bertualang ke Lapland memang sangat berkesan. Jika diberi kesempatan, saya masih mau berkunjung lagi ke sana. Mungkin someday, bersama dengan anak2 dan cucu2 saya…




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s