Seoul. Since 1882





Nama Seoul, yang berarti “ibu kota” mulai digunakan sejak tahun 1882. Selama periode pemerintahan kolonial Jepang (1907-1945), Seoul dinamai Keijō (dalam bahasa Jepang) atau Gyeongseong (dalam bahasa Korea).

Seoul adalah kota megapolitan yang sangat modern. Pada tahun 2014, Seoul dinobatkan sebagai kota ke-4 dengan GDP tertinggi di dunia, setelah Tokyo, New York dan Los Angeles. Bagian yang paling menyenangkan dari perjalanan ke Seoul buat saya adalah menjelajahi sreet food nya. Ada banyak sekali pilihan, dan di Desember 2018 lalu kami mengunjungi 3 diantaranya. Dongdaemun Night Market, Namdaemun Market dan Myeongdong Street Food Alley. Jangan ditanya ada berapa banyak jenis jajanan yang bisa kita temui di sana.. Buanyaaakkkk… sekali! Dan saya ga ingat namanya apa aja (yang saya ingat betul hanya satu nama: cheese corn dog, karena itu kesukannya Kakak). Tapi yang pasti rasanya rata2 enak semua.

Selain street foodnya, Seoul juga terkenal dengan produk2 kosmetiknya. Hampir di setiap penjuru kota bertebaran toko kosmetik dari berbagai merk. Dari yang terkenal sampe yang saya belum pernah denger namanya. Dari yang murah sampe yg mahal. Pokoknya produk perawatan untuk sekujur tubuh tersedia, tinggal pilih aja sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Di sela2 tukang jajanan dan toko kosmetik, bisa kita temui juga toko2 dan pedagang pernak pernik serta suvenir yang lucu2. Ada kaos kaki, aneka permen dan coklat, baju, gantungan kunci, sampe entah apa lagi saking banyaknya. Dan di akhir tahun, tulisan “SALE” ada di mana2. Harus kuat mental biar ga kalap.

Kalau kita traveling ke Seoul dengan membawa anak kecil atau remaja, Lotte Adventure World mungkin bisa jadi alternatif destinasi yang mau dikunjungi. Isinya memang tipikal indoor theme park pada umunya, ada berbagai wahana bermain, panggung pertunjukan dan kedai penjual cotton candy. Tapi hebatnya anak2 itu adalah, ga peduli sudah berapa kali mereka main ke theme park, mereka akan tetap dibuat senang. Like they never get enough of it, seperti orang dewasa yang ga pernah get enough of shopping, mungkin…

Hanya saja di masa libur akhir tahun theme park ini bisa jadi super penuh, sabar2 aja kalau mau ambil antrian.

Satu lagi tempat menarik yang perlu disambangi kalau kita ke Seoul adalah Starfield Library. Letaknya yang berada di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Seoul bernama COEX Mall, bikin gambaran tentang perpustakaan yang sunyi sepi sendiri pun jadi luntur. Di sana ada rak buku raksasa setinggi 13 meter dan lebih dari 50 ribu buku yang bisa dibaca dengan bebas oleh pengunjung yang datang. Syaratnya kita hanya harus menjaga kerapihannya saja, dan mengembalikan buku ke tempatnya dengan baik. Buku2 hanya boleh dibaca di tempat, tidak bisa dipinjam untuk dibawa pulang.

Ga usah kawatir ga kebagian tempat untuk baca buku di Starfield, karena sudah disediakan lebih dari 200 spots tempat membaca yang tersebar di 2 lantai perpustakaan yang tertata apik nan cantik ini. Ada kursi, bangku atau sofa, kita tinggal pilih. Bianca yang pencinta buku sejak kecil suka banget dengan tempat ini. Betah dia berjam2 keliling2 sambil mengagumi buku2 yang ada di sana.

Dengan segala dinamikanya, Seoul memang selalu bikin kangen….<3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s