Another best gift.

Sudah beberapa tahun terakhir, saya selalu dapat hadiah istimewa dari anak perempuan semata wayang, di hari ulang tahun pernikahan kami. Dua tahun yang lalu kami dapat hadiah sebuah plakat dengan foto dan quote favorit kami: “We thank you Lord for we are fearfully and wonderfully made”. Tulisan yang sama juga terukir di kartu undangan pernikahan kami tahun 2001 silam, “Kami bersyukur kepada Tuhan karena kejadian kami yang dahsyat dan ajaib”.

Tahun lalu hadiah yang kami terima adalah pengalaman unik makan malam di Namaaz Dinning di Jakarta. Namaaz is the first molecular gastronomy restaurant in Indonesia which serves Indonesian food as its signature dishes.

Dan tahun ini, kembali saya dibikin terkesima dengan hadiah kejutan dari Kakak. Sebuah gambar ilustrasi saat kami jadi pengantin 19 tahun yang lalu.

Kenapa gambar ini jadi begitu istimewa?

Saat menikah, kami mengenakan 2 baju pengantin. Satu untuk pemberkatan nikah di gereja, dan satunya lagi untuk acara resepsi. Untuk acara resepsi kami mengenakan pakaian pengantin Solo Basahan. Sementara untuk pemberkatan, saya mengenakan kebaya kartini warna hijau pupus berbahan brokat yang dipasangkan dengan kain batik Sidomulyo, motif batik yang biasa dikenakan oleh pasangan pengantin, memiliki makna harapan agar kedua mempelai hidup bahagia, sejahtera, mulia, dan berlimpah rejeki.

Sembilan belas tahun yang lalu foto2 pernikahan kami masih disimpan dalam bentuk klise, hanya beberapa yang dicetak untuk disimpan dalam album. Sayangnya, di awal2 tahun pernikahan kami beberapa kali harus pindah rumah kontrakan. Kebaya pengantin dan album foto pernikahan kami titipkan di rumah yang dibeli Ibu saya di Lembang. Beberapa tahun rumah itu tidak ditempati, dan akhirnya dijual. Singkat cerita, banyak barang2 berharga yang kami simpan di sana hilang dan rusak. Termasuk kebaya pengantin dan album foto kami 😥😥😥

Untungnya dulu saya sempat menyimpan 1 lembar foto pernikahan saat kami mengenakan baju Solo Basahan, beberapa tahun yang lalu saya berhasil membuat repro nya di studio foto dekat rumah, mencetaknya besar2 dan memajangnya di ruang keluarga kami.

Beberapa kali anak perempuan saya tanya, “Dulu waktu menikah di Gereja Ibu Bapak pake baju apa? Kabaya dan selopnya warna apa? Riasannya bagus ga? Ibu Bapak pake kacamata ga?”

Dan betapa bahagia dan terharunya saya, waktu pagi tadi Kakak menyodorkan gambar sepasang pengantin ini. Dengan bantuan seorang tenaga ilustrator, Kakak berhasil me-repro foto pengantin kami. Foto dari sebuah kejadian yang ga pernah dilihatnya.

Terima kasih banyak ya Bianca, sayang…
You’ve just given us the best wedding anniversary present, ever!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s