Greenland Diary (Part 1)

Lamaaaaa sekali saya menunggu tibanya hari dimana saya bisa menghirup udara Greenland. Sejak tahun 1991, saat saya jadi volunteer di kantor Ministry of Forest di Campbell River, BC, Canada, nama dan foto2 Greenland mulai melekat di hati saya. Satu kesan saya waktu itu: “it is a magical land!”

Bertahun2 kemudian, mimpi melihat Greenland sempat nyaris terlupakan. Sampai pada tahun 2013 yang lalu, saya menonton film drama komedi The Secret Life of Walter Mitty, yang menceritakan tentang perjalanan lakonnya mencari seseorang sampai ke Greenland. Belakangan saya baru tau, kalau untuk alasan kemudahan dan efesiensi biaya, sebagian besar scene film itu ternyata diambilnya di Iceland, yang penampakan alamnya memang mirip dengan Greenland.

Membuat rencana perjalanan ke Greenland memang unik. Ga banyak referensi yang bisa saya dapat di internet. Butuh waktu berbulan2 untuk saya menyusun itinerary. Mulai dari menentukan kota tujuan, waktu berkunjung, rute perjalan, sampai aktivitas apa yang bisa kami lakukan di sana.

WHERE. KEMANA.

Greenland is a super massive island. Sebuah pulau yang besaaarrr sekali. Terletak di antara Samudra Arktik dan Atlantik. Tiga perempat daratan Greenland ditutupi oleh lempeng es abadi yang membeku hampir sepanjang tahun dan tidak bisa dihuni oleh manusia. Penduduk Greenland (sebagian besar orang Inuit) menetap di kota-kota dan settlements yang berada di sepanjang garis pantai. Polulasi terbanyak adalah di pantai barat (West Greenland), di mana Ibu Kota Greenland, Nuuk berada. Sementara Greenland Utara dan Greenland Timur nyaris tidak berpenghuni.

Karena sangat luas, tentunya kita ga bisa menjelajahi seluruh Greenland dalam satu kali kunjungan. Pilihannya mau ke West Greenland atau East Greenland? Dengan berbagai pertimbangan, saya memutuskan untuk mengunjungi East Greenland, dengan 2 titik tujuan: Kulusuk dan Tasiilaq.

Kulusuk, East Greenland
Tasiilaq, East Greenland

WHEN. KAPAN.

Tahun lalu (2019), saya punya 2 pilihan waktu libur yang cukup panjang. Libur lebaran yang overlap dengan kenaikan kelas bulan Juni-Juli dan libur akhir tahun bulan Desember-Januari. Karena kami sudah pernah ngerasain winter di Lapland (2015) yang sama2 berada di Arctic Circle, untuk dapat pengalaman yang berbeda kali ini saya putuskan untuk traveling ke Greenland di musim panas.

Musim panas di Greenland dimulai pada bulan Juni dan berakhir di bulan September. During summer the days are long and bright. Jika di musim dingin matahari hanya bersinar rata-rata 3 jam sehari, di musin panas matahari bersinar selama 20 jam sehari. Bahkan di awal bulan Juni dan Juli matahari bersinar selama 24 jam! Jika di musim dingin kita bisa menyaksikan aurora borealis, maka di musim panas kita punya kesempatan untuk merasakan fenomena alam yang disebut dengan  midnight sun. Saat dimana matahari bersinar sepanjang hari tanpa sempat terbenam. Sesuatu yang ga pernah terjadi di daerah tropis tempat kami berasal.

Setelah menyesuaikan dengan jadwal libur sekolah, saya memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Greenland pada 26 Juni-5 Juli 2019.

VISA

Untuk bisa mengunjungi Greenland, kita harus mengajukan permohan visa Schengen ke Kedutaan Besar Denmark (Greenland merupakan daerah otonomi Kerajaan Denmark). Di stiker visa Schengen kita akan ada tulisan “Valid for Greenland”.

ROUTE

Sampai hari ini hanya 2 maskapai yang melayani route penerbangan ke Greenland. Air Greenland dari Copenhagen dan Reykjavik dan Air Iceland dari Reykjavik. Tahun lalu kami mengambil rute:
Jakarta-Singapore (naik budget airline)
Singapore-Helsinki-Reykjavik (saya dapet tiket promo Finn Air)
Reykjavik-Kulusuk Greenland (naik Air Iceland).
Kulusuk-Tasiilaq naik helicopter Air Greenland.
Begitu pula sebaliknya.

Sangat tidak disarankan untuk mengambil penerbangan ke Greenland di hari yang sama dengan hari kedatangan kita di Reykjavik atau Copenhagen. Karena alasan cuaca, sering terjadi perubahan/pembatalan jadwal penerbangan dari Reykjavik atau Copenhagen ke Greenland.

MATA UANG

DKK (Danish Krone)
1 DKK sekitar 0.16 US Dollar
Sekitar 2.300 Rupiah

Harga 1 botol air mineral 300 ml (botol kecil): sekitar 25 DKK, atau 57 ribu rupiah.

TRANSPORTASI DI GREENLAND

Roads are almost non-existent, except in towns. Selain mobil untuk transportasi di dalam kota, moda transportasi antar kota yang digunakan oleh penduduk Greenland adalah perahu dan helikopter. Dan di musim dingin mereka jugamenggunakan snowmobile dan sledge (kereta luncur yang ditarik huskies). Jalanan hanya ada di dalam kota, begitu sampai di ujung kota, jalanan pun terputus. Tidak ada jalanan yang menghubungkan satu kota dengan kota lainnya.

Di kota seperti Tasiilaq jalanannya sudah diaspal. Sementara di settlement seperti Kulusuk jalanannya masih berupa tanah yang dipadatkan.

CUACA

Cuaca pegang peranan yang sangat besar. Karakteristik iklim arctic yang khas bikin cuaca di Greenland bisa berubah dengan sangat cepat. Pagi mendung, siang cerah, sore berangin, malamnya badai, bisa saja terjadi di sana. Disarankan untuk bawa pakaian berlapis. Kalau kepanasan, kurangin lapisan baju terluar, kalau tiba2 kedinginan tambahin lapisan bajunya.

Suhu udara di musim panas rata-rata dibawah 10 derajat Celcius. Di musim dingin suhu udara bisa mencapai minus 50 derajat Celcius.

Kita harus fleksibel dengan jadwal, jangan kaku dengan itinerary yang sudah kita susun. Kalau udah niat mau hiking tiba-tiba hujan ga usah bete. Sesekali hiking sambil ujan-ujannya juga ternyata seru.

MAKANAN

Makanan utama penduduk Greenland adalah seafood, termasuk daging anjing laut (di hotel kita masih bisa makan daging ayam, sapi atau pork). Iklim dan kondisi tanah di Greenland tidak bisa mendukung sektor pertanian dan peternakan. Semua daging, sayur mayur, buah dan berbagai kebutuhan pokok lainnya diimpor dari daratan Eropa. Bisa dibayangkan dampaknya pada biaya hidup di sana.

Buat yang vegetarian, pilihan menu makanan di Greenland sangat terbatas.

MALL, PASAR, GEREJA, SEKOLAH, RUMAH SAKIT, KANTOR POS, BANK DAN SUPERMARKET

Selain di Nuuk (Ibu Kota Greenland), tidak ada mall atau shopping center di Greenland. Di Kulusuk dan Tasiilaq juga tidak ada pasar, karena tidak ada cukup komoditi dan manusia yang tinggal di sana untuk melakukan transaksi jual beli.

Umumnya di tiap kota/settlement akan ada 1 Gereja, Kantor Pos, Bank dan Supermarket yang letaknya berdekatan (atau malah menjadi satu), serta Rumah Sakit dan bangunan sekolah dengan jumlah siswa yang sangat terbatas. Di Tasiilaq ada 1 mesin ATM, di Kulusuk tidak ada.

Jangan lupa, karena Greenland ini itungannya remote area, penting sekali untuk bawa obat2an pribadi, karena obat2an yang ada di RS biasanya tidak cukup lengkap. Antihistamin dan pain killer bisa dibeli di supermarket.

Harga tembakau dan minuman alkohol di Greenland sangat mahal. Penjualan minuman alkohol dilarang pada hari Sabtu setelah pkl. 13.00, dan sepanjang hari Minggu. You guess why

Satu-satunya bangunan sekolah di Kulusuk. SD, SMP, SMA barengan.
Cukup untuk 1 kota yang penduduknya hanya sekitar 200 orang.

JARINGAN TELPON, INTERNET DAN WIFI

Jaringan telepon tersedia di Greenland, tetapi tidak ada yang namanya free wifi di public area. Wifi hanya tersedia di area hotel, dengan koneksi yang tidak menggembirakan dan harga yang sangat menyedihkan.

Greenland sudah pasti bisa jadi tempat yang tepat buat siapapun yang ingin menjalankan digital detox!

LOCAL TIME

GMT -2
Beda waktu dengan Jakarta: 9 jam

Siap2 adaptasi dengan Jet lag.

MUST BRING. YANG TIDAK BOLEH KETINGGALAN DIBAWA.

  • Camera dan memory card cadangan
  • Kalau datang di musim panas: baju berlapis (kaos, sweater, jaket tahan air, topi, sun glasses)
  • Sepatu boots/hiking boots. Kemarin saya pake timberland classic, highly recommeded. Cocok sekali dengan medan yang licin dan berbatu.
  • Obat nyamuk gosok/spray. Nyamuk musim panas Greenland gahar2. Ukurannya besar dan suaranya sangat intimidatif.
  • Obat2an pribadi.

Saya sangat menikmati perjalanan kami ke Greenland tahun lalu. Rasanya itu adalah salah satu perjalanan yang paling berkesan sepanjang hidup saya. Dan karena tidak ada wifi, saya jadi rajin nulis diary selama di sana. Setelah ini, saya akan share tulisan diary saya di posting2 berikutnya.

Greenland memang bukan tempat biasa.
Dan saya sangat bersyukur dikasih kesempatan menginjakan kaki di sana.
Worth every effort.
Worth every penny.

To be continued.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s