kue kering natal

pagi ini saya menerima sms dari seorang teman di padalarang, seorang murid sekolah minggu saya 25 tahun yang lalu. sekarang dia sudah jadi pengusaha kue kering.

setelah berkorespondensi via beberapa sms, saya lalu membuat list pesanan kue kering saya buat natal tahun ini. kue nastar, kaastengel, putri salju, kue kering rasa coklat dan vanila.

sebenernya keluarga saya ga begitu suka makan kue kering aka kukis. anak2 saya bilang kukis itu bikin seret. terus, kenapa saya pesan begitu banyak kukis? yaa…, buat syarat aja. biar berasa sedang natalan 😀

sewaktu saya kecil dulu, kukis selalu jadi menu wajib tiap natal. kaastengel dan nastar adalah yang selalu menjadi primadona. ibu saya selalu bikin sendiri. dan kami anak2nya selalu siap membantu. kalau pun kami ga berhasil membantu membuatnya, kami selalu berhasil membantu melenyapkannya.

suatu hari, di bulan desember entah persisnya tahun berapa. saya rasa, waktu itu saya masih duduk di bangku sma. lagi lucu2nya. dan langsing2nya :-p saya bersama dengan mama dan kedua adik saya, kami duduk2 di ruang tv.

“eca, lya, migo, tahun ini kayaknya kita ga bikin kue kering ya… mama ga ada uang.”

waktu itu kami sudah cukup besar untuk bisa nerima. sudah cukup besar. dan sudah cukup terlatih 🙂

“ya sudah mam, ga apa2… kita kan masih tetep bisa natalan walaupun ga punya kue kering… ntar kita main aja ke rumah orang yang bikin kue kering, terus numpang makan di sana deh….”

“tapi, nanti kalau ada tamu gimana? mau kita suguhin apa ya?”

“tenang aja… kita suguhin teh manis aja… atau, kalau pas ada rejeki, nanti kita bikin kue putu ayu aja buat suguhan pas hari h nya…”

begitulah kurang lebih percakapan kami waktu itu. akhirul kata, kami sepakat untuk ga terlalu memusingkan masalah kukis natal tahun itu.

beberapa hari kemudian, mama mengajak kami untuk beres2 rumah. di rumah kami ada 1 buah lemari buku besar. kalau lagi hectic, lemari itu bisa juga berfungsi seperti gudang mini.  atau mungkin juga seperti tas dora emon raksasa. kita ga pernah benar2 tau, apa aja yang ada di dalam lemari itu 😀

jadi kalau lagi ga ada kerjaan, kami suka duduk2 deket lemari itu sambil beres2 dan berdoa. berharap bisa menemukan sebuah keajaiban…

dan sore itu, keajaiban menghampiri kami 🙂

saya tidak ingat betul siapa yang pertama kali melihat amplop kucel itu. yang pasti, kami semua hampir berteriak kaget dan kegirangan saat melihat isinya. beberapa lembar uang kertas. saya ga ingat persis berapa jumlahnya.

dan beberapa waktu kemudian. suatu hari di bulan desember di tahun yang sama. saya melihat ibu saya duduk manis di depan tumpukan tepung, gula, mentega dan telur. ada cukup banyak kue kering utuk natal kami. kue kering terbaik yang pernah saya nikmati…

bulan depan, pesanan kue kering saya akan datang. terima kasih kepada tuhan, buat semua kue kering yang pernah saya makan. semoga ada jutaan orang lain juga, yang bisa menikmati kue kering natal mereka tahun ini…

amin.