benaia untuk bianca (was posted at bianca-benaia.blog.com, on Jun 6, 2006

Beberapa tahun yang lalu, setelah Bianca lahir, kami memutuskan untuk hanya punya 1 anak saja. Tetapi 3 tahun kemudian ternyata kami berubah pikiran. Semuanya bermula dari keinginan Bianca untuk punya adik, lalu kami juga mulai berpikir kalau Bianca butuh teman dan supaya dia juga bisa belajar dan mengerti konsep dan arti sharing. Memang gak sama persis dengan pertimbangan Allah buat menjadikan Hawa buat Adam, tapi miriplah. Akhirnya kami sepakat untuk meminta kepada Tuhan supaya memberikan kami seorang anak lagi. Dan seperti umumnya, karena kami sudah punya Bianca, maka kami minta Benaia kepada Tuhan.

 

Ora et Labora. Sambil berdoa dan minta, aku juga berusaha cari tahu tentang ‘How to choose your baby sex’. And Hallelujah! It works with me…

 

I thought it might be useful to someone:

 

Timing of intercourse

Boy: best is closer to ovulation time

Girl: 3 days or more before ovulation

 

pH oh the woman’s tract

Boy: more alkaline environment

Girl: more acidic environment
(Some woman are naturally very acidic & have a hard time conceiving boys!)

 

Penetration
Boy: deep penetration   

Girl: Closer to entrance

 

Temperature

Boy: Man wears loose underwear. Testicles need cooler temperature for Y-sperm to survive

Girl: Man takes a hot bath immediately before intercourse

 

Others:

When a woman has an orgasm, the body rleases some kind of substance that make the environment more alkaline; favouring boys

A cup of caffeinated coffee for the man, apparently it gives Y sperm a jolt!


was posted at bianca-benaia.blog.com, on May 28 2006

Kebahagiaan bukan terletak pada tempat dimana kamu berada atau pada apa yang kamu miliki.
Kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu putuskan di awal.

Anak-anak jadi istilah baru yang kami pakai untuk menyebut Bianca dan Benaia. Biasanya: “Pak jangan lupa beliin pesenannya Bb”, atau “Si Putri udah makan?”, atau “Jangan berisik, anaknya udah tidur”.Sekarang jadi: “Anak-anak mana?”, “Anak-anak gak usah diajak deh, kasian” atau “Jangan lupa oleh-oleh buat anak-anak ya…”.Jadi orang tua dengan 2 anak, kayak mimpi, bikin deg-degan, dan merasa jadi sedikit lebih tua :)

Orang bilang banyak anak banyak rejeki. Ternyata bener banget. Apalagi kalau kita melihat rejeki bukan cuman dalam bentuk materi aja. Karena ternyata tanggung jawab dan semua kerepotan ngurus anak juga adalah rejeki. Banyak yang mau tapi gak bisa. Pasti karena bukan atau belum rejekinya. Punya dua anak mungkin memang jadi tambah repot. Tanggung jawabnya doble, bebannya juga doble. Tapi suka cita dan kebahagiaan yang mereka timbulkan juga jadi doble!!

“Jauh sebelum kalian dilahirkan, Ibu sudah memutuskan bahwa kalian adalah sumber kebahagiaan Ibu. And you two truly are.”


was posted at bianca-benaia.blog.com, on May 8, 2006

Anger is cruel and fury overwhelming,
But who can stand before jealousy?

(Proverb 27:4)

 

Keliatannya gak terlalu gampang buat Bianca untuk terima kenyataan bahwa mulai sekarang dia harus belajar berbagi dengan Benaia. Walapun sebelum adiknya kahir, Bianca sangat excited menunggu kahadiran adikknya. Bahkan Bianca juga yang bantu kami menentukan nama Benaia. Bukan, bukannya Bianca gak sayang sama Benaia. Hanya saja, setelah menjadi “ratu” dan the absolute master di rumah kami selama 4 tahun, mungkin Bianca butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan segala macam perubahan yang ada sejak Benaia lahir.

 

Seperti suatu siang;

 

“Bi, ibu gendong Benaia dulu ya..”

“Jangan! Ibu gendong aku aja…”

“Ya, nanti setelah ibu gendong Benaia, ibu gendong Bianca. Oke?”

“Kenapa? Emangnya ibu udah ga sayang Bianca lagi?”

 

Atau beberapa waktu yang lalu:

“Wah, sekarang Bianca udah jadi Mbak ya? Ibu panggilnya Mbak Bianca ya?”

“Ga mau! Aku maunya dipanggil Ade, Yang sama Nak!”
“Oke Putriku, permata hatiku, cintaku, permaisuriku, pujaan hatiku…..”

Sedih rasanya ngedenger dan ngeliat Bianca sedih. Tapi ini memang saatnya kami semua belajar tentang sharing. Bukan hanya Bianca, tapi kami juga…

 

Yang pasti, Ibu sama Bapak punya persediaan sayang yang banyak banget. Cukup buat kalian berdua. Gak akan pernah kurang. Kita semua hanya butuh waktu untuk belajar, sampai akhirnya kita semua bisa mengerti dan menerima.


Was posted at http://bianca-benaia.blog.com, on May 5, 2006

“Kenapa sih kamu kalo punya anak sering bermasalah? Sakit inilah, itulah?”

“Puji Tuhan, pasti karena itu sudah rejeki saya.”

“Maksudnya?”

“Saya beruntung karena dengan semua ujian ini saya dikasih kesempatan untuk menyaksikan betapa hebatnya Tuhan. Dan betapa Dia tidak pernah gagal.”

Melahirkan dan membesarkan kedua anak kami ternyata sama sekali gak gampang.

Bianca terpaksa harus dilahirkan melalui operasi cesar setelah berjam-jam dan bermacam-macam upaya buat melahirkan normal akhirnya gagal. Waktu umurnya baru 8 hari, Bianca terserang infeksi saluran pernafasan ringan (salah satu dokternya bilang: “kena flu”). Entah gimana awalnya, dalam perjalan ke rumah sakit beberapa hari kemudian, Bianca tersedak dan hampir gak tertolong. Kondisinya udah sangat payah ketika kami sampai di rumah sakit Mitra Keluarga Bekasi. Setelah dapat bantuan pernafasan dan macam-macam treatmen di ruang UGD, akhirnya Bianca masih bisa tertolong. Walaupun dia harus “ditidurkan” dan terpaksa dibuat “koma” selama 6 hari di ruang NICU. Dengan bantuan ventilator dan bermacam-macam selang yang ditempel ke badan kecilnya, dari ujung kepala sampai ujung kaki, plus suntikan dan obat ini itu, setelah 1 bulan akhirnya kami boleh bawa Bianca pulang. Puji Tuhan, lega, bersyukur, sedikit takut, bingung, deg-degan dan gak tau apa lagi. Yang jelas pengalaman nungguin anak yang kita lahirkan sekarat dan berjuang untuk hidup emang bukan pengalaman yang gampang buat dilupakan.

Bianca begitu gigih berjuang buat hidupnya, bikin kami sadar, betapa berartinya dia buat kami, dan betapa sayang dan cintanya kami sama buah hati kami. Aku gak akan pernah bisa lupa betapa takutnya aku kehilangan Bianca waktu itu (dan sampai sekarang). Saran dokter yang menyuruh aku pasrah cuma bikin aku tambah senewen! Walaupun kalau lagi eling aku juga ngerti kalau yang bisa aku lakukan waktu itu memang cuman pasrah, berserah dan bersandar sama Tuhan. Karena memang DIA yang punya hidup. You are my baby, but you are not mine…

Kami benar-benar disuruh belajar sama Tuhan. Pelajaran tentang cinta, iman dan tanggung jawab dan yang gak akan kami lupakan, sampai kapanpun.

Benaia? Walapun karena alasan yang berbeda, Benaia juga harus dilahirkan melalui operasi cesar. Kali ini karena ibunya yang mengalami plasenta previa. Setelah melewati 38 minggu yang penuh perjuangan (bleeding, heart burn; Ya Tuhan, kalau boleh lalukanlah cawan ini dari padaku…), akhirnya Benaia lahir dengan selamat. Waktu umurnya 3 hari Benaia kena hiperbillirubin dan harus dirawat di rumah sakit beberapa hari untuk dapat terapi sinar. Ruang Perina/NICU RSMKB yang 4 tahun lalu pernah bikin aku pusing dan trauma, terpaksa harus aku kunjungin lagi, 2 kali sehari. Pagi dan sore, masing-masing 5 menit, buat ngeliat pangeran kecilku yang juga sedang berjuang sambil ngantar ASI yang dengan sepenuh hati udah aku doain biar biasa bantu percepatan kesembuhan Benaia.

Sekali lagi kami disuruh belajar sama Tuhan. Dan kalau masih ada yang tanya: “Kenapa lagi”, “Anaknya sakit lagi?”. Aku cuman bisa bilang: “Ini pasti sudah jadi rejeki kami. Karena kami yang beruntung buat dapet kesempatan melihat dan mengalami sendiri betapa hebat dan perkasanya TUHAN!”

When others failed, try my Jesus. He never fails. We know that for sure.


Bianca & Benaia

Was posted in http://bianca-benaia.blog.com, on 4 May 2006 

 ***************

Finally…, I am a mother of two now….Now, there are two beautiful angles in my life. Bianca which is 4, and Benaia which is 19 days old by today. More miracles…

 

Bianca Prameswari, born on 14 April 2002, at 04.55 am, 2800 grams, 48 cms. Bianca is a French name, means white. Prameswari comes from a Sanscrit word pramesvara which means the super soul (and the absolute master…)

Benaia Pranadipta, born on 15 April 2006, at 07.55 am, 2900 grams, 49 cms. Benaia is a Hebrew name, means God build. Pranadipta comes from Sanscrit words, prana which means life and deepta which means light.

And this blog is about those two amazing angles… How they fill and change my life.


enam tahun

7 Juli 2001 (was posted on 7 July 2007)

Bapak,

Berjanjilah untuk menghabiskan masa tuamu bersama saya,

Karena engkau adalah lapisan terakhir Bawang Bombay kehidupan saya….


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.