my time machine #4: ceu yati

DSC03703
waktu kami masih tinggal di rumahnya pak darmo, mama sempat jadi pelaku bisnis dengan mengelola sebuah warung kelontong yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari2. mulai dari buku tulis letjes, odol, sampai minyak tanah. konsepnya macam indomaret gitulah😉 menurut cerita mama, warung kami akhirnya tutup gara2 uang modalnya sering kepake buat bayar listrik dan uang sekolah. juga karena banyak tetangga yang ngutang dan susah kalau disuruh bayar.

sebagai anak yang paling besar, saya sering dipercaya mama untuk membantu menjaga warung kalau beliau sedang sibuk atau istirahat. menjaga warung memang bukan pekerjaan yang selalu menyenangkan. apalagi kalau sedang sepi. saya jadi banyak bengong dan ngelamun. sebagian dari hasil lamunan itu kemudian naik pangkat menjadi inspirasi, visi dan cita2. beberapa diantaranya adalah menjadi penulis, berkeliling dunia, dan menjadi model iklan shampo🙂 saat2 terberatnya adalah waktu ngeliat temen2 saya lewat depan warung menuju playground kami di lapangan deket sawah atau di bawah rimbunnya pohon kupa di belakang rumah. saya hanya bisa melihat mereka dengan nelongso tanpa bisa ikut bergabung.

salah satu pelanggan setia warung kami adalah seorang perempuan muda tinggi kurus berambut lurus dengan sederetan gigi yang rapi dan agak maju. kami biasa memanggilnya ceu yati. ceu yati sering datang ke warung pada jam2 saya sedang ngelamun.

“nuju naon, neng…? tong osok ngalamun wae atuh. ari mamah kamana?”

“mamah nuju teu aya. ceu yati bade meser naon?”

“ah, biasa weh…, nuju hoyong ngaganyem. ari kiripik sampeu aya teu neng?”

“kiripik sampeu na nuju kosong ceu, aya oge comring. bade?”

“nya sawios atuh comring oge da raos….”

dan biasanya ceu yati akan melahap camilan yang dibelinya di tempat, sambil mengobrol ngalor ngidul. ceu yati selalu keliatan menikmati makanannya. bikin saya jadi kabita dan pengen ikut2an makan. saya juga suka sekali memperhatikan ceu yati menguyah keripik, atau kerupuk atau comring nya di depan saya. saya seperti melihat kelinci sedang mengasah gigi2 depannya.

sayangnya karena usia kami terpaut cukup jauh, kadang saya ga begitu memahami esensi cerita yang disampaikan ceu yati. tentang suami dan rumah tangganya, tentang membesarkan anak, tentang harga2 sembako yang melonjak. sementara pikiran saya saat itu lebih terkonsentrasi pada obsesi punya rambut panjang seperti laura ingalls di little house on the praire, atau bagaimana caranya bisa pergi dari rumah untuk mengunjungi colloseum di roma. kami memang punya genre yang berbeda.

selain membeli keripik-kerupuk-comring, ceu yati ini juga sering sekali membeli karet kolor. karet itu berbentuk helaian berwarna hitam dengan lebar sekitar 1/2  cm, tebal beberapa mili, dan panjang, sekitar 1 meter. mirip kwetiau, tapi lebih kokoh. saya sempat bertanya2, untuk apa ceu yati membeli karet2 itu. saya selalu punya prediksi walaupun tidak ada yang sempat terbukti.

suatu hari, setelah ceu yati datang untuk membeli karet, saya memperhatikan gundukan karet yang ujungnya diikat jadi satu itu. bentuknya jadi seperti sapu. sesuatu mendorong saya untuk meletakan ikatan itu di atas kepala saya, seperti sebuah wig. bagian yang diikat saya letakan di atas kepala, dan helaian karetnya berjuntai2 hingga ke bahu dan punggung. persis seperti rambut palsu. dan saya mulai menggerak2an kepala saya dan mengibas2kan karet2 itu, mirip model iklan shampo yang sering saya lihat di tv. yay!!

ceu yati yang saya temui beberapa hari yang lalu masih sama dengan ceu yati yang dulu. kurus tinggi dengan deretan gigi depan yang rapi dan sedikit maju. hanya rambutnya saja yang sekarang tidak keliatan karena sudah tertutup kerudung. dia hampir menangis waktu memeluk saya, katanya kangen…

ceu yati, sekarang saya sudah ga jualan karet lagi… tapi gara2 ceu yati, sampe sekarang saya masih tetap doyan makan comring.

semoga hidup ceu yati sekarang lebih bahagia yaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s