ada pepatah yang bilang: “tell me who your friends are, and I will tell you who you really are…”
mungkin benar juga. setidaknya hal yang mendekati terjadi sama kedua anak saya. di usianya yang ke lima tahun, bianca memang gampang sekali ‘terbawa’ dengan karakter teman2 dekatnya. maksudnya: teman yang sedang dekat sama dia… ๐
di sekolah, bianca punya seorang teman dekat bernama alexandra. kalau saya lihat sepintas, alexandra ini memang terlihat agak dewasa. temuwo, kalau kata orang jawa. baik dari caranya berpikir dan bertutur, terlebih dari caranya berdandan ๐
ini beberapa buktinya:
percakapan bianca dan mbak inem beberapa hari yang lalu, yang ga sengaja sampai ke telinga saya:
+: “Mbak, sekali-sekali aku pengen nonton sinetron Cincin dong…”
-: ” Lho, kenapa kok bianca tiba-tiba pengen nonton sinetron cincin?
+: “Iya.., soalnya kata alexnadra, sinetron itu bagus banget lho Mbak…”
-: “Tapi kata ibu kan bianca ga boleh nonton sinetron…”
+: “Ya sudah…. Kalo suster ngesot?”
atau seperti percakapan bianca dan saya jumat pagi minggu lalu, waktu saya sedang mendandani bianca dengan make up seadanya buat acara lomba nari tingkat TK se Jakarta Timur:
+: “Bu, emang ibu punya dandanan yang buatย merah2 pipi?”
-: “Tenang aja. Pokonya ntar Ibu akalin. Beres deh!”
+: “Ibu punya bulu mata palsu ga?”
-: “Hah? Buat apa?”
+: “Kata alexandra, dia mau pake bulu mata palsu pas nari nanti Bu… Kalau ibu punya, aku juga mau pake….”

Lain bianca, lain juga benaia. mungkin karena terlalu kerap bergaul dengan mbak inem dan mbak munah di rumah, benaia cenderung punya naluri dan semangat bekerja seperti kedua teman mbak dekatnya…. ๐
