cerita model gini udah sering saya baca sebelumnya. entah itu di cerpen di majalah. di blog orang. dan terakhir di kompas minggu kemarin. tapi baru sekali ini saya denger cerita setipe dari orang yang mengalaminya sendiri.
seorang kenalan kami cerita, sebut saja si mas corong, kalau 10 tahun yang lalu dia punya pacar. sebut saja mbak centong. mereka sudah berpacaran bertahun2. sayang hubungan mereka ga disetujui sama orang tua mbak centong.
suatu hari, mbak centong ditantang sama bapaknya. dia disuruh milih, ikut mas corong tapi kehilangan orang tuanya, atau sebaliknya. dia milih ikut mas corong. tentu saja mas corong bahagia bukan kepalang.
hari itu juga mbak centong diusir dari rumah. dengan bawa bekal perlengkapan seadanya, dia ikut ke rumah mas corong. malam itu dia menginap di sana.
besok paginya, mas corong pergi kerja. sebelum berangkat, dia bikin janji untuk ketemu sama mbak centong pas jam makan siang. di suatu tempat.
jam 12 teng, mbak centong udah stand by di tempat mereka janjian. 5 menit kemudian mas corong baru sampe di sana. sayang, mbak centong udah ga ada. katanya dia baru aja di-“ambil” sama beberapa orang dan dibawa pergi.
mas corong yakin banget, kalau mbak centong sudah diculik sama orang2 suruhan bapaknya. sampe hari ini, mereka ga pernah ketemu lagi.
mas corong sekarang udah merit, punya 2 anak. rumah tangganya baik2 aja. tapi namanya orang, masih suka ada aja rasa penasaran. waktu kami ngobrol2 kemarin, dia bilang kalau ada yang bisa bantuin ngasih info tentang mbak centong, dia sama sekali ga nolak.
kebetulan, saya emang cukup akrab bergaul sama paman gugel. tapi….., dibantuin ga ya? takut kualat juga saya… 😛