kebanyakan rumah memang punya bel di depan pintu. baik itu di pagar sebelum masuk, atau tepat di dekat pintu masuk rumah. dari yang bunyinya ning-nong, tet tot, atau kring-kring. tapi rumah kami ga punya bel seperti itu. ga di pager, juga ga di deket pintu masuk.
di rumah almarhum bapak saya, juga ga di pasang bel. pagar rumah kalau siang hari memang tidak pernah dikunci, walaupun selalu tertutup. karena rumah kami ga terlalu besar ukurannya, kalau ada tamu dateng, suara pagar yang dibuka sudah cukup bisa menggantikan fungsi bel di depan rumah. biasanya begitu ada suara pagar terbuka, kami sudah bisa ngintip, siapa yang datang, bahkan sebelum tamunya sempat mengetuk pintu
di rumah opa oma di cilacap juga ga ada bel. cuman karena halaman rumahnya yang lumayan besar, kadang kalau ada tamu yang datang dan membuka pagar, suaranya ga langsung kedengeran. biasanya suara pintu yang diketok dan teriakan kulonuwun dari sang tamu lah yang jadi pengganti bel di depan rumah.
di rumah kami sekarang, agak sedikit beda. karena satu dan lain hal, pintu pagar rumah kami selalu dikunci, bahkan di siang hari
Biasanya tamu yang dateng akan mukul2 pager dengan menggunakan gembok kunci yang tergantung di situ. kalau ga berhasil, biasanya mereka akan mulai teriak2:”Biancaaaa…..”, atau “Benaiaaaa…..” entah tamu itu teman mainnya anak2, ibu2 komplek, atau pak satpam
Dan bel yang satu ini jarang sekali gagal bikin tuan rumahnya keluar.
seperti tadi siang, waktu saya lagi istirahat, saya denger ada ibu2 yang panggil2 nama Benaia di depan rumah. setelah diliat, ternyata ibu2 komplek yang nyari saya. cuma karena dia ga tau nama saya, jadi dia panggil2 nama Benaia in stead.
ah, saya cuman mau bilang, kalau anak2 saya jauh lebih terkenal ketimbang ibu bapaknya…