terlalu cepat besar

saya sering denger orang cerita: “kalau anak2 sudah besar2, susaaaahhhh banget mau ngumpul. bahkan saat wiken dan libur pun, anak2 biasanya sudah punya acara sendiri2….”

denger cerita kayak gitu mah saya sudah seriiinnnggg…… dan saya juga tau, suatu hari nanti, waktu saya juga akan tiba. yang saya ga nyangka, ternyata saat waktu itu mendekat, saya benar2 tidak siap.

jadi ceritanya, week end kemarin kami tetapkan sebagai hari bermalas-malasan of the year. jam 7 baru bangun. itu juga karena anak2 merengek minta sarapan. kalau ga, mungkin saya baru bangun jam 9. hehe..

selesai anak2 sarapan, kami semua cari kesibukan kesantaian sendiri2. ada yang baca buku. ada yang main game. ada yang nonton tv. judulnya acara bebas. saya sendiri langsung mantengin TLC, nonton acara jalan2 kesukaan saya.

dan karena hari itu saya males masak, saya tawarin bapak dan anak2 untuk makan seadanya, pesan makanan lewat delivery order, atau keluar cari warung2 makan deket2 rumah. semua setuju. tapi belum ada yang memutuskan pilihannya.

siangnya, saya sudah membaca gelagat anak2 yang sudah mulai kelaperan. tapi karena belum ada yang mandi, jadi ga mungkin ngajak mereka keluar makan. ditawarin mau makan apa, semua bilang terserah ibu. cek kulkas, masih punya salmon sama kentang. setengah jam kemudian grilled salmon dan mashed potato siap buat lunch. gaya bener yaaa…. ga selamanya kami makan di rumah dengan menu gaya model gitu kok. seringnya sih sama sambel goreng tempe dan semur jengkol.

selesai makan, semua asik lagi dengan hidupnya masing2. ada yang lanjut nonton, ada yang baca buku, ada yang main ps, ada yang asik nyusun2 blocks, ada juga yang sibuk ngurusin kandangnya fillo.

menjelang sore, anak2 saya paksa mandi. tadinya saya mau ngajak mereka keluar buat cari makanan. biasanya anak2 selalu excited kalau diajak jalan2. walaupun itu cuman ke 7 eleven beli hotdog dan susu ultra. tapi hari itu sungguh lain, tidak satupun dari mereka yang tertarik untuk ikut. saya shocked.

“be, mau ikut ibu jalan2 ga?”

“kemana?”

“cari makan, ibu kan ga masak”

“ibu aja deh yang pergi, ntar bungkusin makanan buat aku, aku makannya di rumah aja….”

ngeliat kakak2nya ga mau pergi, si bontot juga ikut2an ga mau diajak pergi.

“ibu sama bapak pergi sendiri aja. tapi nanti kalau udah malem pulang yaa…”

biasanya saya seneng kalau anak2 ga minta ikut jalan2. karena artinya, saya bisa berdua2an aja sama bapaknya. tapi perasaan saya hari itu lain banget. saya bingung sama anak2 yang mendadak ga mau diajak pergi. padahal beberapa bulan yang lalu, kalau ngeliat saya udah pake baju rapih, anak2 pasti ribut minta ikut. ga perduli saya mau pergi kemana, pokoknya mau ikut sama ibu!

karena anak2 ga ada yang mau diajak keluar, kami juga jadi aras2en mau pergi. karena sebenernya kami juga lebih suka leyeh2 di rumah. tapi masalahnya kan, di rumah ga ada makanan buat makan malem… selain itu, saya dan suami juga rasanya penasaraaaannn banget sama perubahan sikapnya anak2.

dan buat kesekian kalinya, saya nge-test anak2 lagi…

“ayoooo…, siapa yang mau ikut ibu sama bapak jalan2….?”

“kemana?”

“cari makan. sambil cari CD ps dan beli pop corn” #tadinya saya yakin trick ini pasti berhasil#

“aku makan di rumah aja ahh…”

“tapi ibu kan ga masak. mas mau makan apa?”

“adanya apa?”

“ga ada apa2…”

“ya udah, aku makan pake telor ceplok aja deh…..”

dan saya pun akhirnya menyerah….:(

selama ini saya senang sekali menyiapkan pesta ulang tahun buat anak2 saya. saya suka dan menikmati melihat mereka tumbuh menjadi semakin besar dan kuat. tapi hari ini, sepotong hati saya berharap supaya mereka tidak terlalu cepat besar…

 

 

 


to china with love. part 7.

beijing day 4.

masih di hari yang sama, selesai makan siang petualangan selanjutnya adalah ke summer palace. begitu turun dari mobil, laksana selebriti kami langsung dikerubutin para pedagang asongan. ada yang jualan kacang, jagung, manisan, topi, sarung tangan, dan macem2 suvenir lainnya. karena kedinginan, kami sempat beli 3 pairs gloves. buat bapak, benaia dan benezra. kalau ga salah harganya rmb 5/pasang. jauh lebih murah dari harga gloves di itc mangga dua. padahal barangnya samaaaaa persis…

dari sekian banyak makanan yang ditawarkan para pedagang asongan itu, ada 1 yang paling menarik perhatian saya. bing tang hulu.

bing tang hulu adalah traditional street snack yang sangat populer di beijing dan dengan mudah bisa kita temui di jalan2 saat musim dingin. terdiri dari beberapa buah sejenis berry merah yang namanya hawthorns berry (shan zha) yang  ditusukan ke sebatang stick bambu yang panjangnya 20-25 cm. satu tusuk tang hulu biasanya terdiri dari 5 sampai 10 buah shan zha. berry merah ini lalu dilapisi dengan gula yang sudah dibuat karamel. udara dingin saat winter membantu karamel tetap beku dan tidak mencair. sebagian penjual ada juga yang menambahkan taburan wijen diatas lapisan karamel tadi.

menurut cerita, bing tang hulu ini mulai dikenal di china pada masa dinasti Song (1147-1200). suatu saat, salah satu selir kesayangan sang kaisar kehilangan nafsu makannya. segala macam obat sudah dicoba, tapi ga ada yang berhasil. sampai suatu saat ada seorang tabib yang datang dan kasih resep ini: makan beberapa buah hawthorns berry yang dicampur gula batu sebelum makan. dan ternyata resep ini ces pleng. sang selir sembuh dan mendapatkan nafsu makannya kembali. sejak saat itulah, bing tang hulu jadi terkenal di beijing.

bing tang hulu ini rasanya manis2 asem. mirip permen. dan katanya mengandung zat2 penting seperti cratae golic acid, beta-carotene, vitamin C and B2, calcium, phosphorus dan iron yang bisa memperbaiki sistem pencernaan dan sistem peredaran darah dalam tubuh… :D

lanjut lagi,

setelah turun dari mobil kami masih harus jalan lagi beberapa ratus meter untuk sampai ke gerbang summer palace. waktu kami tiba di sana hari sudah sore dan udara sudah benar2 dingin. sampai terasa menusuk di kalbu.

namanya juga summer palace, jadi katanya this place is best visited in the summer. tapi buat kami, saat winter pun summer palace ini tetap terlihat menawan. justru di saat musim dingin seperti kemarin, pengunjung summer palace ga terlalu membludak. jadi kita bisa liat2 dengan lebih santai. katanya di musim panas, tempat wisata ini penuh orang. very crowded.

summer palace ini luasnya hampir 3000 m2, dan sepertiga bagiannya adalah danau. dibangun khusus buat kaisar dan keluarga kerjaan buat ngadem di musim panas. di dalamnya ada banyak paviliun, taman2 dan sebuah koridor yang panjangnya mencapai 728 meter. koridor atau lapangan bola ya?

koridor panjang ini dibangun pada masa pemerintahan kaisar Qian Long, sekitar tahun 1760.  kayu2 disepanjang koridor dipenuhi dengan 14.000 lukisan2 cantik yang bercerita tentang sejarah bangsa china. seperti legenda dan cerita2 perang dan kisah2 kepahlawanan lainnya. waktu saya tanya larry, apa gunanya koridor itu, dia bilang, yaaa… buat kaisar dan keluarganya jalan2 cari angin sambil menikmati pemandangan di sekeliling danau. mungkin juga cari angin sambil olah raga cari keringet yaa…

di pintu masuk dipajang 2 patung tembaga, masing2 berbentuk dragon dan phoenix. dragon adalah lambang sang emperor. sementara phoenix adalah sang empress.

katanya, buat orang china ada 3 elemen penting yang sebaiknya ada di dalam sebuah taman. air, kayu dan batu. di summer palace, air jelas banyak. kan ada danau segede gambreng di sana. kayu juga ga kurang2 jumlahnya. selain banyak pohon, sebagian besar bangunan di sana juga terbuat dari kayu. untuk urusan batu, kaisar dan keluarganya juga punya koleksi sendiri. salah satunya adalah batu gede yang dipajang di salah satu halaman gerbang istana. konon, batu ini adalah hadiah dari sang kaisar untuk ibundanya. beliau jatuh cinta pada pandangan pertama dengan batu itu karena bentuknya yang unik, mirip gambar orang yang sedang berdoa :D

kalau kita datang ke summer palace di musim panas kita bisa menyeberangi danau kunming dengan menggunakan boat atau menyusuri jembatan The Seventeen Arch Bridge dan mengunjungi Tower of the Fragrance of the Buddha yang ada di tengah danau. tapi karena waktu itu musim dingin, jadi kami hanya menikmati pemandangan kuil itu dari kejauhan saja.  

saya sempat memperhatikan, pohon2 yang ada di summer palace semuanya ga ada ujungnya, alias headless. menurut cerita, dulu sang empress sempat bermimpi, kalau ada roh jahat yang mengganggu kerajaan. dan katanya, roh jahat itu akan membawa nasib buruk yang bisa mengakibatkan kehancuran buat kerajaan. sang empress lalu berkonsultasi dengan seorang ahli roh. dan menurut penerawangan sang ahli, roh jahat itu bersemayam di atas pohon. so, demi menghalau roh2 jahat itu, sang empress pun memerintahkan supaya semua pucuk pohon di sana dipotong. begituuuu… tapi lagi2 saya dibuat kagum. di china pohon2 tua yang umurnya sudah ratusan tahun itu tetap dirawat dan dipelihara dengan baik. diikat dan diberi penopang supaya bisa tetap berdiri. semoga masa tua saya juga akan sebaik pohon2 itu :)

sebelum pulang, kami sempet mampir ke sebuah kedai foto. di sana kita bisa sewa kostum a la emperor dan empress. kalau ga salah, dengan bayar rmb 20/orang, kita bisa berfoto sepuas2nya pake kostum sewaan itu tapi dengan menggunakan kamera kita sendiri. ya, ga sepuas2nya banget sih, soalnya kan waktunya dijatah juga…

maksud hati sih pengen nyuruh anak2 yang foto pake baju kerajaan, apa daya, anak2 ga ada yang mau. jadilah ibu bapaknya aja yang pecicilan foto2 pake baju kaisar. hehehe… biarin deh, kapan lagi kaaannn…. :D

puas mengeksplorasi summer palace, kami berjalan keluar, kembali ke tempat kami di drop mobil tadi. dalam perjalanan, kami melewati sebuah fire station yang letaknya ga jauh dari palace. waktu itu kayaknya pas jam petugas pulang atau ganti shift. karena pintunya terbuka, saya sempet liat seorang petugas yang turun ke basement lewat sebuah tiang besi sambil merosot (bahasa yang aneh ya?). kayak di film2 gitu… sebelum merosot di tiang itu, si petugas pemadam kebakaran sempet kesandung meja/box yang ada di deket2 situ. mungkin grogi karena ditontonin orang. cerita yang ga penting emang, tapi tiap kali saya ngebayangin adegan itu, selalu aja pengen ketawa geli… hehehe…

perjalanan terkahir kami hari itu adalah ke Beijing National Stadium atau yang sering juga disebut dengan “bird nest”. disebut begitu, karena stadium yang desain dan arsitekturnya dibangun sama sebuah perusahaan Swiss bernama Herzog & de Meuron ini bentuknya memang mirip dengan sarang burung.

stadium ini dibangun pada april 2003 dengan biaya 423 juta us dollar untuk keperluan Summer Olympic tahun 2008. kemudian pada tahun 2009 dan 2011 dipake juga buat ajang Supercoppa Italiana. dan rencananya tahun 2015 nanti mau dipake lagi buat acara World Championships in Athletics.  

di malam hari pemandangan stadium itu cantik sekali. dari kejauhan bird nest itu keliatan bersinar dengan warna keemasan. di sekitar stadium banyak juga orang yang jualan makanan dan suvenir. dan ada juga pengamen modern yang nyanyi dipinggir jalan dengan bawa peralatan audio dan sound sistem lengkap. waktu itu ada juga bapak2 tua yang memainkan alat musik tradisional yang suaranya mendayu-dayu, bikin hati sedih dan pilu. saya sempet keingetan sama pemain kecapi tua yang biasa mangkal di jalan braga bandung.

di deket stadium itu juga ada satu stasiun subway yang hanya dioperasikan saat olimpiade diselenggarakan. tapi walaupun waktu itu stasiun itu ga beroperasi, tapi tetep terlihat bersih dan terawat.

ada cerita lucu tentang bird nest hari itu. karena sudah agak capek jalan2 di summer palace, saya sempet bilang sama bapak:

“pak, kalau capek, apa kita ga usah mampir ke bird nest ya? lagian malem2 gini ngapain juga kita liat2 sarang burung?”

hehehe…., darah ndeso saya emang kadang2 muncul di saat2 yang tidak terduga :D  


to china with love. part 6.

beijing day 4.

hari keempat di beijing. kami masih penuh semangat!
setelah puas sarapan di hotel, kami memulai perjalanan hari itu dengan mengunjungi the beijing zoo. ga salah? jauh2 ke china kok cuman main ke kebon binatang? apa yang kurang dengan ragunan atau taman safari? hehe…, let me share you a story, yaa…

anak2 saya sukaaaa banget nonton film kartun. kalau pas wiken dan kami ga ada acara kemana2, mereka bisa tahan berjam2 di depan tv nonton film kartun yang mungkin sudah diputer 2000 kali. pernah juga suatu kali kami bawa anak2 nonton film kungfu panda di bioskop. besoknya mereka minta dibeliin dvd nya. dan abis itu, setiap ada kesempatan minta diputerin film kung fu panda. pernah sehari sampe 3x. dengan buku begitu juga. anak2 punya buku2 bacaan favorit yang berulang2 kali mereka baca. benezra pernah 5 hari berturut2 minta dibacain buku pesawat terbang sebelum tidur. anehnya, mereka ga bosen2. yang ada, ibunya yang mblenger.

jadi yang saya mau bilang, ga masalah berapa kali anak2 liat monyet di kebun binatang, jalan2 ke zoo tetep bisa bikin mereka happy. dan in fact, saya melihat perbedaan signifikan antara kebon binatang di indonesia dengan di beijing. di sana jauuuhhhh lebih bersih, dan saya ga ngeliat ada orang2 yang pacaran di pojok2 kebon.

saya ga ingat persis, berapa jauh jarak dari hotel kami ke beijing zoo. tapi kalau ga salah, rasanya sekitar setengah jam perjalanan naik mobil.

dulu, beijing zoo yang dibangun tahun 1908 ini juga dikenal dengan nama Ten Thousands Animals Garden. tapi saya rasa binatang yang ada di sana jumlahnya ga ada seribu2 acan. kecuali kalau semut dan cacing tanah dimasukin dalam hitungan.

target utama kunjungan kami ke beijing zoo tentu saja ngeliat panda. dan secara kasat mata, panda yang ada di sana dengan yang pernah kami liat di jakarta yo podho wae… :D

selain panda, di sana juga ada beberapa jenis primata, singa, harimau, macan, rusa, ular dan lain2. standar laaahhh…

setelah puas liat2, ngobrol2, lari2 dan makan pop corn, kami pun meninggalkan beijing zoo. on our way out, bapak took these cool pictures ;-)

 

a lion never never uses his strength to humiliate another

the only difference between panthers and leopards is color

 bears don’t descriminate when their young are female

elephants never abandon the elderly

when two clans of gorillas meet they always avoid conflict

when a dolphin finds a hurt dolphin he helps it stay afloat

agaknya kita disuruh ‘ngaca’ sama binatang ya? :-P

anyway, petualangan selanjutnya adalah mengunjungi Li Heng Tang Peral store. kenapa ke sana? karena saat ini china adalah negara penghasil mutiara air tawar terbesar di dunia. jadi pengen liat juga kayak apa sih mutiara air tawarnya china yang kesohor itu.

di li heng tang kita bisa liat proses budi daya mutiara air tawar ini. mulai dari dia diternakan, sampai jadi kerajinan mutiara seperti perhiasan atau kosmetik. selain berbagai produk mutiara air tawar, di sana juga dijual macem2 produk dari sea water pearls. saya ga beli apa2 di toko ini. karena menurut saya, kerajinan mutiara di bali masih jauh lebih menarik.

yang jadi catatan saya dari pearl store ini justru adalah alamatnya: No. 2 North Gate Kongjunzhihuixueyuan. rasanya belum pernah saya ngeliat deretan konsonan sepanjang itu dalam sebuah nama.

selesai liat2 pearls, perhentian berikutnya adalah di rumah makan. saya ga inget nama restorannya apa. lagi2 yang saya inget cuman rasa makanannya. enak! siang itu kami makan ikan, kodok dan daging keledai. plus nasi goreng dan chinesse tea seperti biasa. kenapa selalu pesen nasi goreng? karena benezra sukaaa sekali. kalau kami pesan 1 porsi nasi goreng, biasanya benezra akan makan 1/2 porsinya sendiri. sisanya yang setengah porsi lagi dibagi buat 4 orang. nasi goreng yang selalu kami makan disana rasanya emang enak. bumbunya kalau tebakan saya cuman bawang putih + garem doang, ditambah taburan daun bawang yang diiris tipis. tanpa tambahan telur, bakso , ayam atau udang seperti kebanyakan nasi goreng yang biasa kami makan di sini. jadi fungsinya sama dengan nasi putih aja. dimakan anget2 emang maknyus. no wonder benezra ketagihan.

kalau ada yang bertanya kenapa makanan yang kami pesan ga pernah ada foto/gambarnya, itu karena biasanya begitu makanan sampai di meja, kami berlima langsung sibuk sendiri2. ga ada yang inget lagi sama kamera. lagian kalau ga buru2 disantap, makanannya bisa keburu dingin. dan begitu selesai makan, biasanya kami langsung leyeh2 kekenyangan. jadi rada males mau foto2…

selesai makan siang, perjalanan dilanjutkan ke summer palace.

oh, ternyata foto2 yang di summer palace belum sempet di-edit. jadi ceritanya besok lagi yaaa…


to china with love. part 5.

beijing day 3

masih cerita di beijing hari ke 3.

setelah puas (puas ga puas harus udahan dulu, hehehe…) liat2 forbidden city, tibalah saatnya makan siang. kali ini kami diajak ke Ba guo bu yi restaurant. letaknya di #68 Nanxiao Road, bersebelahan dengan Beijing Youth Palace. jaraknya dari forbidden city ga jauh. naik mobil cuman sekitar 5 menit. baru naro pantat sebentar di mobil, udah diminta turun lagi…

masuk ke ba guo bu yi serasa masuk dalam sebuah scene felm kung fu. sebuah ruangan yang cukup besar, penuh dengan orang2 yang sibuk menyajikan makanan, meja2 yang penuh dengan makanan, dan kursi2 yang penuh dengan orang2 yang sibuk menyantap makanannya. orang2 yang mungkin asing satu sama lain, dipersatukan dengan 1 kebutuhan yang sama: makan.

dekorasi restoran yang dipenuhi dengan bermacam ornamen dan lampion berwarna warni bikin restoran ini tampil semakin meriah. saya mulai kesulitan memutuskan, apakah pemandangan yang saya lihat lebih mirip scene film kung fu atau pesta ulang tahun anak TK.

restoran ba guo bu yi ini menyajikan berbagai hidangan asli sichuan. authentic sichuan meals. seperti biasa, kami order 1 menu ayam, 1 menu ikan, 1 menu pork dan nasi goreng :D nama menunya ga ada yang saya inget. yang saya ingat cuman rasanya yang enak dan cucok di lidah kami. dan waktu itu, karena sempet ngeliat tetangga di meja sebelah yang makan mie dan keliatannya enaaakkkk banget, saya juga jadi tergoda untuk mencoba. saya minta tolong larry untuk memesankan 1 menu noodle. sembarang aja, yang penting authentic sichuan dan spicy. saya sempet sedikit shock waktu liat pesanan saya datang. 1 mangkuk besar mie tradisional yang masing2 lembarnya berdiameter hampir 1 cm :-P jarang2 lho, saya menyerah dan ga berhasil menghabiskan makanan yang saya pesan. bukan karena rasanya yang ga enak, tapi menghabisakn sebaskom traditional noodle ternyata memang bukan pekerjaan enteng. dan saya terpaksa menyerah. kan saya juga masih pengen ngicipin makanan yang lainnya… hehehe…

di buku catetan saya, ada beberapa pointer yang saya bikin tentang restoran ini:

- tempat cuci tangannya ada di bagian luar ruang makan. airnya dinggiiiinnnnn banget!
- semua toiletnya masih pake closet jongkok. tapi signs-nya sudah menggunakan istilah: “toilet”, “ladies” dan “gents”. bukan “wc/water closet”. dengan baju rangkep2, perlu keterampilan khusus buat buang air kecil apalagi besar di sana.
- perlu perjuangan juga untuk minta air mineral dan piring makan. ga ada satu waiter-pun yang mengerti bahasa indonesia, apalagi bahasa inggris :D

selesai makan, sekitar jam 14.30, perjalanan kami lanjutkan ke Xicheng District. saatnya untuk Hutong Tour. kami naik rickshaw untuk mencapai xicheng district.

 

rickshaw ini bentuknya mirip becak, tapi lebih lebar, dan abangnya ‘bekerja’ di depan. jadi kalau kita naik becak berasa didorong, kalau naik rickshaw ini berasa ditarik. begitu naik, dengan sigap si abang rickshaw nya langsung menutupi penumpangnya dengan selimut. angin yang menerpa badan kita selama rickshaw melaju dengan kecepatan 20 km/jam bisa bikin kita menggigil kedinginan.

hutong adalah semacam perumahan penduduk yang bentuknya seperti maze/petak2. sebuah hutong terdiri dari beberapa courtyard yang berfungsi sebagai rumah tinggal/residence. sebuah courtyard/residence biasanya ditempati oleh sebuah keluarga besar yang terdiri dari beberapa kepala keluarga. misalnya ada kakek+nenek, anak2nya yang sudah berkeluarga, cucu2 yang sudah mulai dewasa, dan mungkin juga beberapa kerabat dekat lainnya. begitu kurang lebih.

 

 

pada zaman dinasti Ming (awal abad ke-15) china berpusat di forbidden city. di luar forbidden city, penduduk dibagi2 dalam kelompok2 sesuai dengan status sosialnya. mereka yang punya status sosial lebih tinggi diperbolehkan tinggal lebih dekat dengan pusat kekuasaan. untuk penduduk dengan status sosial menengah, disediakan perumahan dalam bentuk petak2 yang letaknya lebih jauh dari pusat kerajaan. bentuk petak2 ini amat sederhana dan hampir seragam. walaupun ukurannya memang tidak sama. sekali lagi sesuai dengan status sosial, dan pekerjaan mereka masing2.

yang unik adalah, lay out kota tua beijing dengan hutongs-nya ini praktis tidak berubah selama ratusan tahun. penghuninya silih berganti. renovasi mungkin sudah dilakukan di sana sini. tapi lay out dasarnya tetap tidak berubah. sayangnya modernisasi terpaksa menggeser hutong2 tua itu, dan mulai menggatikannya dengan deretan gedung bertingkat, perkantoran dan apartemen. selalu sama di seluruh dunia. jumlah hutong di beijing semakin hari semakin sedikit.

jadi kalau kita ingin melihat hutong dan mencoba membayangkan seperti apa dan bagaimana beijing 600 tahun yang lalu, sebaiknya segera ke sana sekarang. mumpung hutong belum punah :(

salah satu residence yang kami kunjungi di xicheng district kemarin luasnya sekitar 300 meter persegi. di dalamnya ada beberapa bangunan. ada rumah keluarga inti. dapur dan kamar mandi yang dipakai bersama2. dan beberapa kamar yang bentuknya seperti rumah2 petak di jakarta.

pemilik rumah itu adalah seorang pensiunan akuntan di salah satu perusahaan swasta di beijing. dan karena beberapa anggota keluarganya sekarang sudah tidak tinggal bersama di courtyard itu, maka dia menyewakan beberapa dari kamar/rumah petak yang ada di courtyard itu untuk para pendatang.

bapak itu bercerita, suatu kali ada sepasang pelajar yang ngontrak di situ. terus mereka pacaran dan akhirnya menikah. maka si bapak tuan rumah itu berbaik hati menyediakan salah satu bangunan rumah petaknya untuk dijadikan kamar pengantin mereka. dihias dengan ornamen khas pengantenan china, logo double happiness dalam chinesse character, dan dekorasi serba merah. dengan sedikit maksa, si bapak meminta kami untuk berfoto di kamar pengantin itu, dan karena ga bisa ngomong pake bahasa china, kami terpaksa menurut. bagaimana pun kami kan sebetulnya masih terhitung pengantin baru. baru 10 tahun menikah dan baru punya 3 anak ;-)

selesai liat2 dan ngobrol2 dengan sang bapak pensiunan, kami melanjutkan perjalanan keliling district, kembali dengan naik rickshaw. pemandangan sepanjang jalan luar biasa bagusnya. dan yang bikin sight seeing kali ini lebih istimewa adalah kami melihatnya secara langsung, bukan dari balik jendela mobil yang kami tumpangi.

puas dan kedinginan jalan2 naik rickshaw, perjalanan kami lanjutkan ke gereja. rencananya mau ikut kebaktian natal jam 4 sore. sayangnya kami tiba sedikit terlambat. gerejanya sudah tutup. iya…, saya juga bingung, katanya orang china ga ada yang natalan, tapi kok gerejanya penuh ya? dan pake acara ditutup segala. kalau di indonesia, yang namanya gereja itu ga pernah pake acara tutup. kalau pun kursi2 di ruang kebaktian sudah penuh, para pekerja dan majelis gereja biasanya akan mengeluarkan kursi2 tambahan untuk ditaruh di teras gereja, dan semua orang yang datang bisa tetep ikut kebaktian. tapi sekali lagi, ini china, bukan indonesia. bebas aja kalau mereka mau bikin peraturan sendiri.

dan menjawab pertanyaan kenapa gereja penuh padahal orang2 di sana ga natalan, ini jawaban yang saya dapat: orang2 di sana penasaran, pengen tau kayak apa sih kebaktian natal di gereja itu? hehehe…, jawaban yang jujur banget. ya sudahlah, kami mengalah saja sama orang2 yang penasaran tadi. batal ikut kebaktian natal, kami langsung balik ke hotel, kebaktian dan syukuran sendiri saja.

malamnya, larry menemani kami pergi ke wangfujing night market. bapak penasaran sekali pengen ke sana gara2 pernah liat liputannya di TV. night market ini modelnya seperti pasar malam di blok S mungkin ya? sepanjang jalan dipenuhi dengan deretan penjual makanan. bedanya, makanan yang dijual di sepanjang jalan ini adalah makanan2 ekstrim. mulai dari ular, serangga, cacing, jeroan sampai kalajengking. kalau jeroan mah kami sudah ga kaget. sekali makan soto betawi aja kita udah bisa langsung menikmati berbagai jenis jeron. usus, babat, juga paru2. makan nasi uduk, langsung dapet paket ati ampela. makan di rumah makan sunda bisa dapet limpa dan jantung. jadi malam itu kami ga perlu lagi nyoba jeroan. cukup makan ular, serangga (yang ukurannya hampir segede2 jempol), daging keledai dan kepala cumi2. kata bapak dan anak2 sih rasanya enak. saya sih ga tega makannya :-P

selesai jalan2 night market, kami kembali ke hotel setelah sebelumnya nengokin warung langganan dulu, beli beberapa cup mashed potato dan beberapa potong chicken wings. buat persediaan kalau ada yang kelaperan tengah malem :)

sampe hotel, anak2 ganti baju, masih sempet main2 sebentar, minum susu, langsung tiduuurrrr…

hari yang panjang dan melelahkan….


to china with love. part 4

beijing day 3

hasrat hati ingin segera menyelesaikan cerita perjalanan ke china kemarin, disamping takut keburu basi, saya juga takut keburu lupa semua… maklum, faktor U…

belajar dari pengalaman hari sebelumnya, di hari ketiga saya memutuskan untuk memulai tour pada jam 10 pagi. dan kali ini kami hanya terlambat 30 menit :D

hari ketiga ini adalah hari natal. tapi suasana natal di beijing sama sekali lain dengan di jakarta. walau pun ada beberapa toko yang memajang ornamen natal, gambar santa dan dekorasi merah hijau, tapi suasananya memang lain sekali. di hotel, kami dapet 1 kantung kukis dan coklat dengan sebuah kartu ucapan selamat natal di masing2 kamar. selebihnya, di sana 25 desember itu sama saja dengan 24 desember dan 26 desember. sampai saat ini, china memang tidak merayakan natal…

kami memulai perjalanan tour kami dengan mengunjungi tiananmen square. perjalanan dari hotel ke tiananmen square ga jauh. hanya sekitar 15 menit naik mobil. udara pagi itu cukup hangat. saat kami meninggalkan hotel suhu udaranya 4 derajat celcius. tapi menjelang siang, suhunya turun sampe -4. karna ga terlalu dingin, pagi itu saya ijinkan benaia melepas topi dan sarung tangannya, yg katanya bikin dia pengen mandi terus karena berasa badannya gatel2 :D

ngomong2 soal mandi, di hari pertama, begitu sampe di hotel anak2 sempet mandi sebelum tidur. karena kata bapak, kotor habis seharian dalem perjalanan. saya sebenernya rada ketar ketir juga, takut anak2 kena flu. besok paginya, bapak minta anak2 mandi lagi sebelum berangkat. terus terang, pengalaman winter terakhir saya adalah hampir 20 thn yang lalu. jadi udah rada2 lupa juga. walaupun agak ragu, akhirnya saya biarkan anak2 mandi lagi pagi itu. siangnya kami ngobrol2 sama larry soal frekuensi mandi manusia pada umumnya di saat winter. larry kaget karena kami memandikan anak2 2x sehari. maklum, biasa hidup di jakarte. hehe… akhirnya, dengan mempertimbangkan saran larry, anak2 selanjutnya boleh mandi 2 hari sekali aja. kalau bapak sama ibu tetep sehari sekali. biar wangiii… :-P larry sih sebenernya menyarankan buat mandi 2x seminggu :D

balik lagi ke cerita touring nya yaa….,

tiananmen square adalah sebuah alun2 yang letaknya di tengah2 kota beijing. nama tiananmen diambil dari nama salah satu gerbang yang ada di forbidden city: gerbang tiananmen atau the gate of heavenly peace yang merupakan pintu gerbang masuk ke forbidden city. kalau diliat2, arti tiananmen ini bagus juga ya… bisa jadi alternatif kalau mau buka toko roti, tempat spa, atau kasih nama anak. “tiananmen bread”, “tinanmen resort and spa” atau “tiananmen wicaksono”. panggilannyanya bisa “tian”, bisa juga “wicak”.  :D  

luas tiananmen square adalah 440.000 meter persegi (880 m x 500 m), dan merupakan alun2 terbesar di dunia saat ini. di sebelah utara alun2 ini ada sebuah tiang bendera besaaar banget. setiap hari, tentara kehormatan akan melakukan upacara penaikan dan penurunan bendera di situ.

di alun2 atau lapangan tiananmen tidak diperbolehkan dipasang billboard atau papan reklame. tapi di sana ada sebuah giant LED screen, saya lupa catet berapa ukurannya, tapi yang pasti guedeee banget. setiap hari akan ditayangkan berbagai hal tentang china. tentang tradisi, seni budaya, berita2, dan mungkin semacam tayangan layanan masyarakat di TVRI.

di sekeliling tinanmen square terdapat berbagai gedung pemerintahan, museum dan sebuah mausoleum dimana jenazah pemimpin besar partai komunis china yang juga adalah presiden republik rayat china yang pertama mao zedong,  tersimpan. mausoleum ini dikenal dengan nama mao mausoleoum atau chairman mao memorial hall. kita ga perlu masuk ke mausoleum ini untuk liat fotonya chairman mao, karena sudah ada fotonya yang segede gambreng dipajang di salah saru sisi alun2 ini.

dari tiananmen square, perjalanan dilanjutkan ke forbidden city.

forbidden city yang juga kita kenal sebagai “kota terlarang” adalah ‘mantan’ istana kekaisaran cina, yang selama sekitar 500 tahun menjadi tempat tinggal keluarga kaisar dari dinasti Ming hingga dinasti Qing. kenapa namanya forbidden city, karena pada jaman segitu ga ada orang yang boleh masuk keluar komplek istana, kecuali ada ijin dari kaisar. maklum, keluarga kaisar dianggap sebagai keturunan dewa. jadi hidupnya juga tentu harus terpisah dari manusia biasa ;-)

forbidden city ini dibangun dari tahun 1406 hingga 1420. luasnya mencapai 720.000 m2. dan didalam kompleks istana ini terdapat 980 bangunan. ada banyak ruang2 pribadi untuk kaisar, permaisuri, para selir, para pangeran, ruang 2 kerja, pendopo2, dapur, gudang, dan banyak lagi bangunan lainnya. kebayang gedenya kan?

fyi:
“The Forbidden City was declared a World Heritage Site in 1987 and is listed by UNESCO as the largest collection of preserved ancient wooden structures in the world”

bangunan dalam kompleks istana di forbidden city ini dibuat berlapis2. ada banyak pintu gerbang yang menghubungkan satu bagian istana dengan bagian istana yang lain. di masing2 gerbang/gate ada 5 buah pintu masuk dengan ukuran yang berdeda2. pintu tengah yang ukurannya paling besar, itu adalah pintu yang hanya boleh dilalui oleh sang kaisar. dua pintu yang berukuran lebih kecil yang mengapit pintu utama adalah pintu yang bisa dilalui oleh permaisuri, para selir, para pengeran dan keluarga dekat kerajaan. dan 2 pintu yang paling luar, adalah pintu yang akan dilalui oleh para pejabat istana. saya sama anak2 tentu saja selelu memilih untuk lewat pintu tengah yang paling besar :D

dalam gambar di atas yang keliatan cuman 4 pintu. silakan gunakan imaginasi anda buat membayangkan, kalau di sebelah kanan situ masih ada 1 pintu lagi yang ga kepotret :D

nama yang diberikan untuk masing2 gate juga sangat spesial dan penuh dengan filosofi.

- diawali dengan Meridian Gate, adalah pintu gerbang masuk ke dalam kompleks istana. seorang permaisuri boleh masuk melalui pintu tengah yang biasanya hanya boleh dilalui oleh sang kaisar, hanya 1 kali saja seumur hidupnya, yaitu pada hari pernikahannya. sesudah itu, sang permaisuri hanya boleh masuk lewat pintu berukuran sedang yang mengapit pintu utama sang kaisar. lumayan lah, lebih baik 1 kali seumur hidup dari pada ga pernah sama sekali yaa…

- lalu ada Gate of Supreme Harmony, pintu gerbang kedua yang akan membawa kita masuk ke Hall of Supreme Harmony, yang merupakan bangunan terbesar yang ada di forbidden city. dalam gedung inilah kaisar2 dari dinasti Ming hingga dinasti Qing mengadakan upacara pernikahan mereka. hall ini dibangun 30 meter lebih tinggi dari bangunan2 lainnya di kompleks istana ini dan menjadi salah satu bangunan inti dalam kompleks. selain hall of supreme harmony, di bagian ini juga terdapat hall of central harmony dan hall of preserving harmony. kedua halls ini biasa digunakan oleh kaisar untuk melakukan persiapan2 sebelum melakukan berbagai upacara.

konstruksi kayu, berbagai hiasan dan ornamen tembaga serta lantai marmer di istana ini jelas menggambarkan betapa mewahnya istana ini. sampai saat ini, hall of supreme harmony tercatat sebagai bangunan dengan konstruksi kayu terkokoh di china.

- lanjut ke bagian yang lebih dalam, kita akan tiba di 3 halls penting lainnya, yaitu palace of heavenly purity,  hall of union, dan palace of eathly tranquility. ketiga bangunan ini biasa digunakan oleh kaisar untuk mengadakan rapat dan dengar pendapat dengan dewan kerajaan serta menulis surat2 penting. pada masa dinasti Ming, palace of heavenly purity juga digunakan sebagai istana kediaman sang kaisar. bangunan besar ini dibagi menjadi 9 ruang yang didalamnya terdapat 27 buah tempat tidur. untuk alasan keamanan, tiap malam sang kaisar akan memilih salah satu dari tempat tidur itu untuk dia beristirahat. very smart, don’t you think? ;-)

dari cerita yang saya dapat di sana, issue keamanan di dalam forbidden city memang selalu menjadi perhatian. forbidden city dibangun sedemikian rupa untuk menghindari masuknya musuh dan penyusup. selain tembok2 yang tinggi, besar dan kokoh, jalanan di dalam kompleks ini juga dibangun dengan menggunakan batu2an yang keras dan kuat yang disusun berlapis2. 5 lapis dengan susunan yang saling silang. sehingga mustahil ada manusia yang berhasil menembus masuk kompleks istana melalui jalan bawah tanah.

kemarin tembok yang dilapisin batu kapur dan tepung beras ketan. hari ini jalanan komplek 5 lapis. harus saya akui, kaisar china memang bukan orang biasa2 saja…

pada masa dinasti ming juga, the palace of earthly tranquility digunakan sebagai istana kediaman sang permaisuri. di dalam istana ini terdapat 2 buah ruangan yang disiapkan sebagai kamar tidur untuk sang kaisar dan permaisuri di malam pengantin mereka. di dalam buku biografinya, kaisar terakhir china, pu yi bercerita, di hari pernikahannya, kamar pengantinnya di istana forbidden city itu dihias dengan sangat mewah dan didominasi warna merah. dinding merah, penutup tempat tidur merah, bantal merah, taplak meja merah. saking merahnya kamar pengantin itu, sang kaisar sampai merasa pusing dan sesak nafas. sampai dia harus meninggalkan sang permaisuri yang terduduk di atas tempat tidur, keluar untuk cari angin supaya bisa bernafas lega lagi. kesian amat yaa… :D

saat ini, ada juga sebuah bangunan dalam forbidden city yang digunakan sebagai museum jam, atau disebut dengan hall of clocks. di dalamnya dipajang sekitar 200 jam antik yang umurnya sudah ratusan tahun.  koleksi jam antik kerajaan ini sebagian adalah pemberian beberapa pemimpin negara di eropa seperti Swiss, Inggris dan Perancis. ada juga yang berasal dari amerika serikat, jepang dan china. saya perhatikan tidak ada 1 jam pun yang berasal dari indonesia. mungkin karena semua jam yang ada di indonesia memang adalah made in taiwan :D

waktu saya mengunjungi hall of clocks ini saya sempat kagum dengan banyaknya koleksi barang antik yang dipajang di sana. setelah pulang dan meneruskan membaca buku biografi pu yi, saya baru sadar, kalau koleksi jam itu ternyata belum ada apa2nya. ada jauh lebih banyak barang2 antik yang sangat berharga milik kerajaan yang sudah hilang, rusak atau pun dicuri selama masa revolusi china. mulai dari emas, berlian dan batu2 berharga lainnya, buku2 dan naskah2 kuno dan berbagai crafts lainnya. sayang banget ya :(

setelah mampir ke hall of clocks, kami beristirahat sebentar di sebuah area dalam komplek yang bentuknya seperti lapangan dengan beberapa restoran dan cafe di beberapa sisinya. anak2 makan beberapa potong sosis panggang ( di sana mereka menyebutnya hotdog. anak2 saya sempet bingung, hotdog kok ga ada roti/bun nya :D ) dan minum beberapa botol air mineral dan teh. saya sendiri sibuk selonjoran sambil mijet2 betis yang mulai menderita kecapekan :D

lanjuuuttt….,

 - di ujung sebelah utara, ada gate of devine mighty. gerbang ini adalah gerbang terakhir yang kami lewati dan membawa kita keluar dari forbidden city, menuju ke jingshan park. dulu jingshan park ini merupakan taman kerajaan. namun sekarang dijadikan sebagai publik park.

di dalam jingshan park terdapat 5 buah bukit. di atas masing2 bukit dibangung semacam pondokan yang biasa digunakan oleh para pejabat kerajaan untuk kumpul2 sambil bersenang2 ;-)

di dalam taman kerajaan ini juga terdapat banyak pohon2 tua yang umurnya sudah mencapai 300 tahun. pohon2 itu ditopang sedemikian rupa supaya bisa tetap berdiri tegak. beruntung sekali nasib pohon2 tua itu ya… diperhatikan dan disayang banget sama orang china :)  

salah satu pohon dalam taman itu sering disebut sebagai “the love tree“. katanya kaisar terakhir china, pu yi, pernah berfoto dengan sang permaisuri di depan pohon itu. jadilah banyak pasangan2 yang mengambil kesempatan untuk berfoto di situ juga, termasuk sepasang muda mudi dari indonesia ini :D

katanya, di musim panas jingshan park ini sangat hijau dan asri. banyak warga beijing yang datang ke sini untuk bertamasya :) karena kebetulan kami berkunjung ke sana saat musim dingin, pemandangan yang ada adalah pohon2 yang tak berdaun, sungai membeku dan keindahan alam khas winter lainnya.

selain gates dan halls yang saya ceritakan di atas, masih ada beberapa gate lain di forbidden city, seperti west glorious gate, west glorious gate, hall of mental cultivation, corner towers, hall of military eminence dan hall of literary glory.

kalau saya memperhatikan nama2 yang diberikan utuk masing2 istana dan gerbang di forbidden city, saya jadi teringat dengan bina graha, lokawirasabha dan manggala wanabakti.  saya tambah yakin kalau ada hubungan kekerabatan yang erat antara orang china dengan orang jawa :D

buat yang seneng baca, mungkin bisa cari atau pinjem buku2 ini dibawah ini, lumayan, bisa memberi pencerahan dan gambaran yang lebih detail, seperti apa kehidupan di dalam forbidden city jaman segitu :D

selesai melewati jingshan park, kunjungan kami di forbidden city pun secara official dinyatakan selesai. dan supaya ceritanya ga kepanjangan, lanjutannya diterusin nanti yaa… :D  

 


iyek is now 4!

akhirnyaaaaa…….,
setelah 1 minggu berjuang meng-upload foto di wordpress, hari ini berhasil juga. legaaa…. banget :D


selamat ulang tahun ya iyekku,
panjang umur, sehat, saleh dan jadi sumber suka cita buat banyak orang ya, nak…

lihat foto yang ada di dinding di belakangnya iyek? itu adalah fotonya bapak presiden RI hari ini. dan anak kecil yang di depan itu, itu calon presiden masa depan ;-)

amiiinnn…
happiest birthday ya, iyekku… *hugs*


introducing

a new member of our family: baby fillo ;-)


to china with love. part 3.

tibalah saat yang dinanti2kan. the d-day.

beberapa minggu sebelum berangkat saya menerapkan regulasi diet super ketat terhadap diri sendiri, sebagai bentuk antisipasi melonjaknya nafsu makan selama di china. hey, we’re talking china here… the land of the best food in the universe… #my version#

karena flight kami dari jakarta jam-nya rada sadis (jam 5 pagi sajaaa…), saya putuskan untuk nginep semalam sebelumnya di hotel transit di airport. you know, just in case :D

jam 4 pagi, barengan sama pak tani ke sawah dan tukang sayur jalan ke pasar induk, kami sekeluarga juga berlari2 kecil menuju counter check in. puji tuhan, pagi itu semua berjalan dengan lancar. pertanda baik untuk memulai sebuah perjalanan. hehehe…

perjalanan jakarta-kuala lumpur juga lancar. begitu duduk di pesawat anak2 langsung melanjutkan tidur mereka yang terganggu :) sampe kuala lumpur jam 8 pagi lewat dikit. sempet jalan2 dalem airport, ngabisin waktu transit sekitar 1,5 jam. abis itu, lanjut KL-beijing. ini adalah pertama kalinya anak2 naik boeing 777-200. they were so excited. pertunjukan film dan musik di kabin cukup membuat mereka tenang selama 6 jam perjalanan KL-PEK. dan 2x meals juga berhasil membuat perut kami bahagia :)

sampe di beijing sekitar jam 3.30 sore. saya ga terlalu kaget waktu ngeliat para petugas imigrasi yang tampangnya sedikit horor. boro2 senyum atau bilang halo, menganggukan kepala aja kayaknya berat banget. penampilan kami yang lucu2 ini sama sekali ga mampu menggerakan hati mereka untuk menunjukan sikap hangat. dari apa yang pernah saya baca, petugas imigrasi china memang terkenal sangat serius. itu karena mereka memang ga dibayar untuk senyum dan bersikap ramah. mereka dibayar untuk melindungi perbatasan dan itu adalah pekerjaan serius ;-) ya sudahlah…, kalau itu memang sudah jadi pilihan hidup mereka, kita terima saja dengan lapang dada :-P

signs boards di airport cukup bersahabat. kami bisa dengan selamat sampai di pintu keluar tanpa harus mengganggu petugas di airport dengan: “maaf mbak, mas, kalau luggage claim mh 378 di belt nomor berapa ya?”

di pintu keluar, tour guide kami sudah menunggu. namanya larry. orangnya ramah dan sumringah. enak diliat. dan bahasa inggrisnya hampir sebagus saya. hehe :D

sebelum meninggalkan airport kami mampir di kfc. cari cemilan sekalian mecahin uang, karena saya akan perlu uang ‘receh’ buat tipping. berdasarkan informasi dari tour agent saya, besaran tip secara umum adalah:
- rmb 10 per koper buat potter/bell boy
- rmb 50/hari untuk tour driver
- rmb 100-200/hari untuk tour guide. bergantung pada tingkat kepuasan kita atas service yang mereka kasih.

bianca dan benaia suka sekali dengan chicken wings nya kfc. mereka bilang rasanya beda dengan kfc di jakarta. mungkin juga karena di sana udaranya dingin :-P

dari airport kami langsung menuju ke hotel. sama seperti jakarta, beijing juga menganut sistem jam macet di waktu2 bubaran kantor. sore itu perjalanan dari BCIA ke hotel kami makan waktu sekitar 50 menit. dan seperti layaknya orang yang baru pertama kali ke china, saya juga sempet foto2 di airport dong… ;-)

selama di beijing kami menginap di crowne palza, letaknya di daerah wangfujing. a very convenient area. kemana2 deket. major shopping malls, restaurants, drugs store, subway station, semuanya bisa ditempuh dengan jalan kaki 10-20 menit. mungkin seperti malioboro kalau di jogja. kalau kepepet2 perlu cemilan atau minum bisa lari ke kfc atau 7-eleven. di kfc, saat kita mau order, kalau keliatan kita ga bisa ngomong bahasa cina, mereka akan kasih selembar daftar menu, lengkap dengan gambar dan harga untuk masing2 item. jadi kita tinggal nunjuk apa yang mau kita pesen. untuk kuantitinya, bisa pake one, two, three, atau bisa juga pake bahasa jari :)

eniwey, karena sudah capek dan kami merasa masih cukup kenyang (3x makan di pesawat plus 1x ‘nyemil’ di airport), kami putuskan untuk istirahat aja di hotel malem itu. dan buat yang mendadak laper lagi, masih ada beberapa potong chicken wings dan pop mie yang saya bawa dari jakarta. cukuplah :)

beijing, day2.
agenda hari kedua kami di beijing adalah mengunjungi mutianyu great wall dan nonton kungfu show. hari itu kami awali dengan telat 1,5 jam saja :) janjian ketemu larry sang tour guide jam 8.30 pagi. dan kami baru selesai sarapan jam 10. ternyata yaaa…., ndandani anak2 dengan kostum winter itu ga semudah yang saya bayangkan. hehe… apalagi anak2 belum terbiasa, terutama benaia. dipakein long john protes. dipakein sweater, katanya kayak baju anak perempuan. dipakein gloves, katanya gatel… jadi, dengan 4 rangkep baju, 1 anak bisa makan waktu 15 menit sendiri. jadi total jendral, rata2 waktu yang saya perlukan buat ndandanin 3 anak + 1 suami adalah 45 menit. no wonder lah grup kami jadi juara telat :D

perjalanan dari hotel ke mutianyu great wall makan waktu sekitar 2 jam. mutianyu ini adalah satu bagian dari the great wall yang menurut tour agent kami punya view paling cantik. di samping  less crowded dan ada fasilitas cable car yang juga paling baik. sebagai informasi, selain muntianyu, bagian dari great wall lain yang juga banyak dikunjungi wisatawan adalah badaling.

dalam perjalanan ke mutianyu, kami mampir dulu di sha he cloisonne factory. cloisonne adalah sebuah teknik pembuatan kerajinan antik dari logam. yang kemarin saya liat di china adalah dari tembaga. sekilas bentuknya seperti gerabah atau tembikar. tapi karena ini dari logam tentu lebih tahan banting. jaman kekaisaran china masih berjaya, cloisonne ini juga banyak dipake buat dekorasi di istana, termasuk di singasana sang kaisar.


buat cindera mata, di situ kami beli 3 hiasan kecil bentuk kuda, anjing dan tikus. sesuai dengan shio kami sekeluarga :D harga cloisonne di pabrik ini memang relatif lebih mahal dibandingin dengan yang dijual di toko2 cindera mata di wangfujing. cuman kalau saya perhatikan cloisonne yang saya beli di pabriknya ini kualitasnya memang lebih baik. detail cutting dan finishing-nya terlihat lebih rapi.


so, sekitar jam 11 kami melanjutkan perjalanan ke great wall. dan ternyata yaaa, great wall itu memang cantiiikkk sekali!

great wall yang sering juga disebut dengan tembok raksasa ini merupakan kumpulan tembok kokoh yang mengikuti bentuk pegunungan cina utara.  tembok besar sepanjang 8.851 km ini dibangun jaman dinasti ming. dan saya baru tahu, bahwa dalam masa pembangunannya, orang china menggunakan campuran batu kapur dan beras ketan yang berfungsi sebagai semen yang merekatkan batu bata. amazing!

selain dikenal sebagai tembok raksasa tepanjang di dunia, great wall juga sering disebut sebagai kuburan terbesar di dunia. ada ribuan orang yang mati dan terkubur di bawahnya. mereka adalah para pekerja dan tukang bangunan. sebagian dari mereka mati karena kelelahan, kedinginan atau kelaparan.

satu fakta menarik tentang great wall, walaupun great wall sudah ditetapkan sebagai situs peninggalan sejarah yang dilindungi, dari tahun ke tahun great wall mengalami banyak kerusakan yang sebagian besar diakibatkan oleh pembangunan infrastruktur yang serampangan, pencurian artefak dan renovasi bagian2 tembok yang dilakukan sembarangan.

“Laporan konservasi pada awal tahun 2004 melaporkan bahwa hanya 1/3 dari panjang 6.350 km tembok yang sekarang masih terpelihara, membuat rentang tembok “semakin pendek”. Banyak warga di sekitar situs-situs kuno tidak mengetahui mereka tinggal berdekatan karena pandangan mengenai tembok raksasa merupakan benteng arsitektur Ming yang kokoh, namun sebenarnya kondisi Tembok Raksasa Cina tidak seragam. Penduduk sekitar menggunakan batu bata tembok besar untuk membangun rumah dan kandang hewan ternak.”

ga di indonesia, ga di china, sama aja ya… :(

dan akhirnya, setelah bertahun2 ngimpi berfoto di tembok china, puji tuhan, kemarin kesampaian juga :D

di daerah dekat pos cable car, banyak orang berjualan suvenir, manisan dan kacang2an. suvenir yg dijual bermacam2, mulai dari syal, topi, sarung tangan, kaos sampe selimut. ada juga hiasan2 rumah dan peralatan makan seperti lampu, jam meja, kipas, gelas dan sumpit. deretan penjual suvenir itu memberikan pemandangan yang mirip dengan yang biasa kita temui di gunung tangkuban perahu di lembang.

tergoda dengan penampilannya yang cantik dan berwarna warni, saya dan bapak memutuskan untuk membeli beberapa kantung kacang2an. ada kacang almond yang diselimuti semacam karamel dengan taburan wijen, luar biasa enak! ada juga kacang pistacio, dan satu lagi semacam kacang tanah yang dikasih bumbu beraroma rempah. harganya rata2 rmb 30 per seperempat kilogram. bergantung pada keterampilan kita menawar tentunya.

dalam perjalanan kembali ke beijing, kami berhenti di restoran  Xin Shuang Quan untuk makan siang. waktu itu sekitar jam 13.30. kalau bayi baru lahir biasanya perlu disusui setiap 30 menit, maka di daerah super dingin, perut kami selalu minta diisi setiap 4 jam :D

xin shuang quan adalah sebuah restoran taman (tapi kalau winter jadi restoran indoor juga) yang menyediakan farmhouse dishes. siang itu kami pesan menu ayam yang dimasak dengan siraman saus berwarna kemerahan,  mirip dengan saus asam manis. tumis sayuran segar dan roasted pork. semuanya enak!

ada satu cerita lucu saat saya mau minta sambel di restoran itu. bapak mencoba menjelaskan pake bahasa inggris dan bahasa isyarat, mbak2 waiter nya tetep ga dong. doi baru ngerti setelah bapak bilang: sshah… sshah… sshah…, sambil menirukan mimik orang kepedesan :D pada akhirnya, bahasa tarzan memang selalu efektif. dan sambel tradisionalnya itu, minta ampun enaknya. sampe hari ini saya masih bisa bayangin aroma dan rasanya… :D

hal yang menarik dan mungkin perlu kita perhatikan, di beijing rata2 restoran akan tutup pada jam 2 siang, dan baru buka lagi jam 5 sore. jadi kalau kita telat lunch sampe lewat dari jam 2, terpaksa sabar nunggu sampe sore, atau ke kfc lagi… hehe :D

sekitar 1,5 jam kemudian kami sudah sampai kembali di beijing. sebetulnya waktu itu masih ada 1 tempat lagi yang mau dikunjungi, yaitu temple of heaven. tapi karena sudah kesorean akhirnya terpaksa di skipped. sebagai gantinya, sambil nunggu waktunya makan malam (iya, makan lagi…), kami mampir sebentar di carrefour. beli beberapa kebutuhan perut dan rumah tangga. carrefour di beijing atmosfirnya mirip2 juga dengan carrefour di jakarta. kecuali di sana terasa sedikit lebih crowded. dan tentu saja ga gampang nyari orang yang bisa bahasa inggris. sama lah dengan kondisi di carrefour buaran :D

dari carrefour, kami nyebrang lewat terowongan bawah tanah menuju ke Quanjude restaurant di daerah fangzhuang untuk menikmati our longing for roasted duck dinner :D beijing roast duck dikenal sebagai the most delicious food of beijing. agak sulit menggambarkan rasa roast duck yang kami makan malam itu. yang pasti, semua hidangan yang disuguhkan hanya punya 2 rasa: enak, dan enak sekali!

selesai makan, kami langsung menuju ke red theater untuk nonton pertunjukan kung fu. pertunjukan malam itu berjudul The Legend of Kung Fu, presented by China Heaven Creation International Performing Arts Co. Ltd. (CHC).

HTM untuk nonton kung fu show ini bergantung pada masing2 PW, alias posisi wuenak. semakin tinggi derajat PW nya, semakin tinggi juga harga tiketnya. jadi harga tiket untuk masing2 row beda2. untuk dapet VIP seat di row 5-7 kita harus bayar rmb 680/org. tapi kita ga bakalan nyesel ngeluarin dana sebesar itu, karena pertunjukan kung fu di red theater itu baguuuussss sekali. tata panggung, sound sistem, lighting, atraksi kung fu dan akrobatnya luar biasa. kung fu show berlangsung dari jam 7.30 sampe jam 9 malem. dan selama 1,5 jam itu anak2 asik sekali menikmati acara. malah besoknya minta ke sana lagi. hehe…

saking berkesannya, setelah selesai nonton benezra minta dibeliin wooden knocker seperti yang dipake para monks. dan setiap kali kita membunyikan wooden knocker itu, benezra akan langsung ambil posisi duduk bersila, siap melakukan meditasi :D

selama pertunjukan berlangsung kita ga boleh motret atau bikin rekaman video. tapi kalau kita mau, bisa beli dvd nya di sana. in case kangen berat pengen nonton lagi tapi belum sempet balik lagi ke sana :D

selesai nonton, kami langsung pulang ke hotel. malam itu adalah malam natal. dan walaupun orang china sebetulanya tidak merayakan natal, tapi beberapa tahun belakangan ini muda mudi china sudah mulai mengikuti beberapa tradisi natal. menurut mereka, christmas itu romantis. dan kostum yang dipake santa juga cute. dan malam itu sepanjang jalan down town di sekitar hotel juga penuh dengan orang2 yang mencoba ikut menikmati romantisme malam natal. dan kami sekeluarga, memilih menghabiskan malam natal di kamar hotel kami yang hangat dan nyaman. sambil ga berhenti mengucap syukur buat semua kemurahan yang sudah Tuhan hadiahkan buat kami hari itu.

 

 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 606 other followers