panen rambutan

panen-rambutan

sudah beberapa kali saya usul sama bapak, supaya pohon rambutan di depan rumah ditebang aja. tapi bapak selalu bilang “jangan, eman-eman”. untuuuunnggg…, aja saya manut. sekarang pohon rambutan itu buahnya buanyak banget. mulai dari pucuk2nya yang lebih tinggi dari atap rumah, sampe ujung2nya yang lebih rendah dari benaia, semua menghasilkan buah2 yang ranum 😀 dan rasanya sangat manis. bahkan, saat pohon2 rambutan para tetangga baru mulai berbunga, rambutan kami udah mulai berubah warna dari ijo jadi merah.

jadilah sabtu kemarin kami panen rambutan. awalnya saya cuman mau metik beberapa aja, yang kebetulan gampang diraih. soalnya saya ga mungkin manjat ke atas2. bukan karena gengsi, tapi ga bisa :-p

ga disangka, mbak tini, house keeper saya yang biasa dateng jam 7 pagi dan pulang jam 1 siang itu, menawarkan diri buat manjat pohon rambutan sematang wayang kami. dan ternyataaaa….., doi gape banget! udah kayak tan-tan aja * 😉 loncat sana, loncat sini. gelantungan kayak koala. mungkin karena badannya langsing juga ya… 😀

team work segera dibentuk. mbak tini bagian manjat. bianca bagian nadahin rambutan yang dilempar dari atas. benaia mungutin rambutan yang berhamburan di rumput, sambil sekali2 mukulin rambutan yang letaknya rendah. sayang, mukulnya kadang kurang fokus. jadi sempet mukul pantat dan jidatnya sendiri 😦

ibu? mandor aja… 😀

lumayaaaannnn, dapet 2 truk :-p

ada yang mau? main ke sini yuk!

* tokoh orang utan di jalan sesama. sesame street versi indonesia 🙂